Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Augmented Reality sebagai Media Promosi Marina Food Court Alquino Membua; Safwan Kasma; Shindy Ekawati
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.617

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan inovasi media promosi yang interaktif dan informatif di era digital, khususnya dalam sektor kuliner seperti Marina Food Court. Promosi konvensional dinilai kurang efektif dalam menarik minat pelanggan, sehingga diperlukan pendekatan baru yang memanfaatkan teknologi terkini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi Augmented Reality (AR) sebagai media promosi yang mampu menyajikan informasi visual bangunan serta menu makanan dari setiap kedai secara menarik dan mudah diakses oleh pelanggan. Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang terdiri dari enam tahapan, yaitu: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Aplikasi dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Unity, SketchUp, Adobe Illustrator, CorelDraw, dan 3D Warehouse. Pengujian dilakukan melalui metode black box, validasi oleh ahli (validator), serta uji responden untuk menilai kelayakan dan penerimaan pengguna. Hasil validasi oleh tim ahli menunjukkan skor kelayakan sebesar 3,8, yang dikategorikan sebagai “sangat layak”, sedangkan hasil uji responden memperoleh nilai rata-rata 3,75 dengan kategori yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi Augmented Reality yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan sistem dan dinilai layak untuk diimplementasikan sebagai media promosi interaktif. Aplikasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pihak pengelola Marina Food Court dalam melakukan promosi, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses informasi produk. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam penerapan teknologi AR untuk mendukung strategi promosi digital di sektor kuliner.
Pengembangan Aplikasi Virtual Tour Cagar Budaya Kota Palopo Sebagai Media Informasi Safwan Kasma; Lis Sugianto
Peripheral: Jurnal Ilmu Komputer Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/peripheral.v2i1.8162

Abstract

Kota Palopo memiliki beragam cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi, namun penyampaian informasi mengenai cagar budaya tersebut masih terbatas dan belum disajikan secara interaktif. Keterbatasan media informasi menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh informasi yang lengkap terkait sejarah, lokasi, dan bentuk arsitektur cagar budaya yang tersebar di wilayah Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi Virtual Tour Reality360 Derajat sebagai media informasi cagar budaya Kota Palopo berbasis web serta mengetahui respon masyarakat terhadap aplikasi yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D)dengan model pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap konsep, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Aplikasi dikembangkan menggunakan beberapa perangkat pendukung, yaitu WordPress, Lapentor, Google Camera (GCam), CorelDraw, dan Botika Online Text to Speech. Objek penelitian meliputi lima cagar budaya utama di Kota Palopo, yaitu Istana Datu Luwu, Gereja PNIEL, Mess Belanda, Makam Lokkoe, dan Makam Belanda Salobulo. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black box testing serta validasi oleh ahli media. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,81 dengan kategori sangat valid. Sementara itu, hasil respon masyarakat memperoleh nilai rata-rata 3,71 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Virtual Tour Reality 360 Derajat Cagar Budaya Kota Palopo layak digunakan sebagai media informasi dan promosi cagar budaya serta mampu membantu masyarakat dalam memperoleh informasi secara visual, interaktif, dan mudah diakses.
Implementasi Internet of Things untuk Sistem Irigasi Pintar dan Sirkulasi Udara Otomatis pada Pertanian Presisi Kelompok Tani Bukit Lombu Safwan Kasma; Muhammad Naim; Baso Ali; Rosmiati Rosmiati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.391

Abstract

Pengelolaan lingkungan budidaya yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya efisiensi dan tingginya risiko kegagalan produksi pada greenhouse hortikultura. Kondisi tersebut juga dialami oleh Kelompok Tani Bukit Lombu di Desa Marinding, Kabupaten Luwu, yang menghadapi permasalahan tingginya tingkat kegagalan pertumbuhan bibit dan kelayuan tanaman akibat keterlambatan dalam pengelolaan kebutuhan air dan kondisi lingkungan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi berbasis Internet of Things pada greenhouse melalui sistem irigasi pintar dan sirkulasi udara otomatis sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi teknologi dalam pertanian presisi, pelatihan operasional sistem, implementasi teknologi pada greenhouse, serta pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem irigasi pintar dan sirkulasi udara otomatis berhasil dipasang dan dioperasikan pada greenhouse mitra. Anggota kelompok tani memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan sistem yang diterapkan serta mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pengelolaan lingkungan budidaya secara lebih efektif. Penerapan teknologi juga memberikan kemudahan dalam pemantauan kondisi greenhouse dan mendukung pengelolaan budidaya yang lebih terkontrol. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dapat mendukung adopsi teknologi pertanian secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi aspek penting dalam meningkatkan keberterimaan teknologi sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani dalam mengelola greenhouse berbasis teknologi.
PKM Implementasi Teknologi Smart Irrigation dan Sirkulasi Udara Otomatis Melalui Pertanian Presisi Berbasis IoT pada Kelompok Tani Bukit Lombu Muhammad Naim; Safwan Kasma; Rosmiati Rosmiati; Baso Ali
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.831

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pertanian pada Kelompok Tani Bukit Lombu yang merupakan salah satu kelompok tani di Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Masyarakat di wilayah ini memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, terutama dalam budidaya tanaman hortikultura. Kelompok tani ini telah memiliki infrastruktur pendukung berupa greenhouse yang lengkap dengan bak instalasi penanaman sayur dan area pembibitan yang cukup luas. Greenhouse ini memungkinkan petani mengembangkan berbagai jenis tanaman, antara lain Selada, Sawi, Pakcoy, dan Melon. Dengan fasilitas tersebut, kelompok tani menunjukkan potensi besar dalam mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kelompok tani telah mengoptimalkan penggunaan Greenhouse sebagai ruang produksi modern yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Greenhouse tersebut menyediakan bak penanaman sebagai area utama budidaya sayur, area pembibitan yang skalanya cukup besar untuk mendukung produksi tanaman. Penerapan sistem teknologi pertanian presisi, melalui melalui penggunaan sensor kelembapan tanah, sensor suhu dan kelembapan udara, sistem irigasi otomatis, serta sistem sirkulasi udara otomatis yang dapat dipantau menggunakan perangkat digital secara real-time. Program akan difokuskan untuk memperkuat manajemen usaha melalui pelatihan pengemasan produk hasil panen, desain label kemasan dan teknik pemasaran digital, pengembangan produk brand unggulan, dan peningkatan jejaring pemasaran. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu : Survey lokasi awal, Sosialisasi Program kepada kelompok tani, memberikan bantuan alat dan bahan untuk menjalankan program, Pelatihan pembuatan instalasi bak Hidroponik, pelatihan penyemaian benih, penanaman hingga perawatan tanaman, dan pelatihan pengoprasian perangkat IoT di dalam Greenhouse. Dari pelaksanaan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani perlu menanam tanaman secara berkelanjutan, agar bisa bermitra dengan Swalayan dan perlu manajemen pengelolaan yang baik agar masyarakat dapat produktif.
PKM Transfer Teknologi Tepat Guna Mesin Penarik dan Perontok Rumput Laut Otomatis Berbasis Forward-Reverse untuk Peningkatan Pascapanen Abdul Rais; Baso Ali; Safwan Kasma; Erwin Sukma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.833

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan provinsi utama di Indonesia Timur dalam produksi rumput laut, dengan total produksi triwulan I 2021 mencapai 935,8 ton, terdiri dari Cottonii (615,5 ton), Gracilaria (246 ton), dan Spinosium (74,2 ton). Kabupaten Takalar, Luwu, Wajo, Pangkep, Bone, dan Luwu Timur menjadi penghasil utama, Desa Bassiang Timur yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki potensi signifikan dalam budidaya rumput laut, terutama jenis Eucheuma cottonii, sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Luwu tahun 2023, produksi rumput laut di Kabupaten Luwu mencapai 12.500 ton, dengan Desa Bassiang Timur menjadi salah satu sentra utama penyumbang produksi tersebut didukung oleh garis pantai yang optimal dan partisipasi aktif nelayan lokal. Harga jualnya pun cukup menarik, yaitu sekitar Rp6.000 per kg untuk rumput laut basah dan Rp35.000 per kg untuk yang kering. Meskipun prospek ekonomi menjanjikan, mitra menghadapi kendala signifikan, terutama dalam inovasi teknologi. Proses pengangkutan dari lahan ke perahu dan ke lokasi pemisahan masih dilakukan secara manual dengan bantuan bambu, yang memerlukan tenaga ekstra, berisiko cedera, dan mengurangi efisiensi kerja. Selain itu, pemisahan rumput laut dari tali juga masih mengandalkan tenaga manusia, sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, solusi yang ditawarkan dalam proposal berupa penerapan inovasi alat mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis berbasis sistem forward-reverse dinilai sangat relevan dan tepat sasaran. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dengan cara mempercepat proses pemisahan rumput laut langsung dari perahu, tanpa harus dibawa ke darat atau ke rumah petani. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi alat ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta kegiatan diversifikasi produk olahan rumput laut yaitu dodol rumput laut dan keripik rumput laut. Petani merasakan kemudahan dalam proses kerja, pengurangan tenaga fisik yang dibutuhkan, serta efisiensi waktu yang cukup signifikan. Selain itu, kualitas rumput laut yang dihasilkan juga cenderung lebih baik karena proses pemisahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan minim kerusakan. Temuan ini sejalan dengan tujuan dalam proposal yang menekankan pada peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mengusulkan penerapan teknologi inovatif dan pendampingan intensif.