Dessy Tri Astuti
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto Tembalang Semarang 50239 Telp (024) 7460052

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG SEBAGAI LAHAN PERTANIAN Lusia, Maria; Astuti, Dessy Tri; Sofian, Ahmad
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2023): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v18i1.6460

Abstract

Lahan pasca tambang pada umumnya merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan akibat kegiatan penambangan.  Kerusakan yang terjadi pada lahan pasca tambang antara lain terjadinya perubahan sifat fisik, kimia maupun biologi tanah yang mengakibatkan turunnya produktifitas lahan, terjadinya perubahan perubahan bentang alam lahan,  kedalaman efektif tanah menjadi dangkal, dan terbentuknya lapisan lapisan tanah yang baru yang berisi pasir, kerikil, sisa-sisa tailing yang nantinya akan terbentik lapisan cadas.  Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan lahan pasca tambang yaitu dengan mereklamasi dan mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan pertanian. Tujuan kajian ini untuk mengkaji berbagai lahan reklamasi pasca tambang yang dapat dialihfungsi menjadi lahan pertanian berdasarkan analisa tingkat kesuburan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif analisis dan analisa komparatif yaitu dengan cara mengumpulkan, memilah dan membandingkan data yang didapat dari beberapa jurnal maupun buku (studi literatur). Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa lahan pasca tambang dapat diubah menjadi lahan pertanian, hal ini tergantung dari lokasi, kekhasan sifat dan karakteristik lahan pasca tambang, seperti lahan reklamasi pasca tambang batubara dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup baik.Post-mining land is generally land that has been damaged by mining activities. Damage that occurs in post-mining land includes changes in the physical, chemical and biological properties of the soil which result in a decrease in land productivity, changes in land landscape changes, the effective depth of the soil becomes shallow, and the formation of new layers of soil containing sand, gravel, remnants of tailings which will later form rock layers. One way to repair damaged post-mining land is by reclamation and conversion of post-mining land into agricultural land. The purpose of this study is to examine various post-mining reclamation lands that can be converted into agricultural land based on an analysis of soil fertility levels. The research method used is qualitative analysis and comparative analysis, namely by collecting, sorting and comparing data obtained from several journals and books (literature study). The results of the study show that some post-mining land can be converted into agricultural land, this depends on the location, the specific nature and characteristics of post-mining land, such as post-coal mining reclamation land with a fairly good level of soil fertility.
Upaya Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Dengan Pemupukan Organik Cair dan Anorganik Palmasari, Berliana; Amir, Nurbaiti; Paridawati, Ika; Astuti, Dessy Tri
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 1 (2022): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.1.2022.8017.50-55

Abstract

Melon banyak diminati masyarakat ditentukan oleh penampilan dan kualitas rasa. Kebutuhan melon tidak diimbangi denganproduksinya.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair (POC) dandosis NPK bagi pertumbuhandan hasil tanaman melon yang optimal serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Salah satu faktor keberhasilan budidaya tanamanyaitu pemupukan yang tepat baik cara, dosis dan waktu pemberiannya. Pemupukan yang kurang dari dosis yang dibutuhkan tanamanmengakibatkan pemenuhan akan unsur hara tidak tercapai sehingga perrumbuhan tanaman tidak optimal. Penelitian ini dilaksanakandari bulan Juli sampai Oktober 2020bertempat di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, KabupatenOganIlir, SumateraSelatan. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan sehingga menghasilkan 60petak. Faktor perlakuan adalah Pupuk Organik Cair (M), M0 = kontrol atau tanpa POC, M1 = 100 mL.L-1, M2 = 200 mL.L-1, M3 = 300mL.L-1 dan M4 = 400 mL.L-1. Pupuk NPK (P) yaitu P0 = kontrol atau tanpa NPK, P1 = 40 g per-tanaman, P2 = 80 g per-tanaman dan P3= 120 g per-tanaman. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun (helai), Bobot Buah/tanaman(kg) dan Kadar Kemanisan Buah (oBrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi Pupuk organik cair konsentrasi 200 mL.L-1 dan80 g per-tanaman pupuk NPK dapat meningkatkan bobot buah per tanaman, sedangkan konsentrasi pupuk organik cair 300 mL.L-1 dandosis pupuk NPK 80 g per-tanaman dapat meningkatkan kadar kemanisan buah.
Intervensi Pupuk Kandang dan Pupuk SP-36 terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Astuti, Dessy Tri; Sebayang, Nico Syahputra; Abdi, Zeni; Hajimah, Hajimah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 1 (2022): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 1 Agustus 2022
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.1.2022.8019.65-71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan 32 tanaman kacang tanah, serta nyata tidaknya antara interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lawe Sumur 33 Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara dengan ketinggian tempat ± 250 meter diatas permukaan laut, penelitian ini 34 akan di mulai pada bulan Nopember 2020 sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 35 (RAK) Faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama Dosis Pupuk Kandang terdiri dari 3 taraf sebagai yaitu : 36 K1 (2,5 kg/plot); K2 (3,8 kg/plo); dan K3 (4,8 kg/plot). Faktor Kedua Dosis Pupuk SP-36 yaitu : S1 (15 gr/plot); S2 (18 gr/plot); dan 37 S3 (21 gr/plot). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk kandang (K) menunjukan pengaruh yang tidak nyata pada parameter 38 tinggi tanaman, pada K1 yaitu 16,39 cm dan terendah pada K2 yaitu 20,00 cm, jumlah cabang terbanyak pada K2 yaitu 16,48 cabang 39 dan terendah pada K3 yaitu 16,04, umur berbunga yang tercepat terdapat pada K1 yaitu 27,33 HST dan yang terlama K3 yaiut 40 28,00 HST.Perlakuan pupuk SP-36 belum menunjukan beda nyata pada semua parameter yang diamati. Interaksi antara Pupuk 41 Kandang (K) dan Pupuk SP-36 tidak menunjukan pengaruh yang nyata pada semua parameter yang diamati.
Efektivitas Pupuk NPK Majemuk dengan Pupuk Guano terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Zucchini (Cucurbita pepo L.) Mujaroah, Mujaroah; Amir, Nurbaiti; Astuti, Dessy Tri; Syafrullah, Syafrullah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mujaroah M, Amir N, Astuti DT, Syafrullah S. 2022. The effectiveness of compound npk fertilizer with guano fertilizer on the growth and production of zucchini (Cucurbita Pepo L.). In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang  27 Oktober 2022. pp. 910-921. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Zucchini plants area annual plantas that area similar to pumpkins or eggplants whose fruit is harvested before ripe which belongs to the cucurbitaceae family. The purpose of this study was to determine and determine the effectiveness of Compound NPK Fertilizers and Guano Fertilizers which gave the best response to growth and increased production of zucchini (Cucurbita pepo L.) plants. The research has been carried out in one of the resident’s lands. Location in Perumnas Talang Kelapa Block 3 RT 61 NO. 41 RW 08 Alang-Alang Lebar Subdistrict, Palembang City, Sounth Sumatra in March until  with May 2022. This study used a Split Plot Design with 9 treatment combinations which were repeated 3 times, resulting, in 27 treatment units with 3 sample plants. These are as follows: Main Plot For Compound NPK Fertilizer (N) consisting of 3 levels N1= 150 kg/ha, N2= 200 kg/ha, N3 = 250 kg/ha. Sub-plots for providing Guano Fertilizer (O)= terdin of 3 levels O1= 2,5 tons/ha, O2= 5 tons/ha, O3= 7,5 tons/ha. The variables observed were: plant height (cm), fruit diameter (cm), fruit length (cm), number of fruit per plot (fruit), fruit weight per plot (kg). The results showed that the treatment of compound NPK Fertilizer dosage of 250 kg/ha with Guano Fertilizer at a dose of 5 tons/ha gave the highest yield at fruit weight per plot 3,16 kg/plot or the equivalent of 6,32 tons/ha.
Analysis of the Combination of Planting Distance and Dosage of Environmentally Friendly Liquid Organic Fertilizer on Shallot Growth Sembiring, Desi; Hawayanti, Erni; Astuti, Dessy Tri; Lusia, Maria; Karneta, Railia; Purwanti, Yani; Sebayang, Nico Syahputra
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 4 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i4.3790

Abstract

This study aims to analyze the effect of planting distance and liquid fertilizer dosage on the growth and production of shallots (Allium ascalonicum L). This study examines the effect of a combination of planting distance and dosage of liquid organic fertilizer based on animal waste on the growth and production of shallots (Allium spp.). The study was conducted using a factorial Randomized Block Design (RAK) with two main factors, namely planting distance (D1: 20 × 20 cm, D2: 15 × 20 cm, D3: 10 × 20 cm) and dosage of liquid organic fertilizer (J0: control, J1: 250 ml/liter of water, J2: 500 ml/liter of water, J3: 750 ml/liter of water). The variables observed included plant height, number of leaves, bulb weight per plant, and bulb weight per plot. The results showed that increasing fertilizer dosage and wider planting distance significantly increased plant growth and production. ANOVA showed that planting distance and fertilizer dose had a significant effect on plant height, number of leaves, tuber weight per plant, and tuber weight per plot, but the interaction between the two factors was not significant. Application of high dose fertilizer (750 ml/liter) and wider planting distance (20 × 20 cm) resulted in optimal growth in all variables.
Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Bahan Pembuatan Biopestisda astuti, Dessy tri; Marlina, Neni; Lusia, Maria; Paridawati, Ika; Gusmiatun, Gusmiatun; Hawayanti, Erni; Amir, Nurbaiti; Rosiaty, Yuli; Dwi, Ricki
Suluh Abdi Vol 7, No 1 (2025): SULUH ABDI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sa.v7i1.10014

Abstract

Penyuluhan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan informasi ataupun mendidik suatu kelompok agar mendapatkan ilmu yang lebih bernilai, pada program P3N KKN Program penyuluhan kami mengkhususkan tentang pembuatan biopestisda alami dari bahan kulit bawang merah dengan tujuan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan biopestisida alami dikarenakan masyarakat desa masih banyak yang bekerja sebagai petani, sehingga adanya penyuluhan mengenai pembuatan biopestisida dari limbah rumah tangga ini banyak sekali tujuan yang bisa di dapat diantaranya, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, biopestisida terbuat dari bahan alami yang lebih mudah terurai dan tidak meninggalkan residu berbahaya di tanah dan air, selain itu penggunaan biopestisida dapat mengurangi biaya produksi karena bahan yang digunakan murah dan mudah didapat dan dapat meningkatkan kesehatan tanaman karena biopestisida tidak hanya mengendalikan hama, tetapi juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan agar kelompok tani di Desa Sri Kembang I Kecamatan Payaraman dapat mandiri dalam hal pembuatan biopestida yang ramah lingkungan untuk mengendalikan serangan organismie pengganggu tanaman dalam hal ini hama pada tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.