Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Restorative Environment pada Desain Interior Klinik sebagai Upaya Pemulihan Psikologis Pasien (Studi Kasus: Klinik WD House) Chlarisya Nur Aqila Fatony; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan fisik fasilitas kesehatan berperan penting dalam membentuk pengalaman psikologis pasien, khususnya pada klinik skala kecil yang memiliki keterbatasan ruang dan bukaan. Suasana interior yang terlalu klinis, tertutup, dan minim elemen visual penenang berpotensi meningkatkan tingkat stres dan kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Restorative Environment pada desain interior Klinik WD House sebagai upaya mendukung kenyamanan dan pemulihan psikologis pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur, yang mengintegrasikan analisis kondisi aktual desain interior klinik dengan kajian teori dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui evaluasi visual dan spasial ruang tunggu dan ruang periksa dengan membandingkan kondisi eksisting interior terhadap parameter desain restoratif yang disusun berdasarkan konsep affective response dan environmental comfort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interior Klinik WD House belum sepenuhnya mendukung pengalaman restoratif akibat dominasi warna putih, pencahayaan buatan yang kuat, minimnya elemen alami, serta keterbatasan visual. Namun demikian, klinik ini memiliki potensi untuk ditingkatkan kualitas restoratifnya melalui intervensi desain interior yang sederhana dan terarah.
Analisis Kelayakan Tapak Rencana Pembangunan Creative Hub pada Lahan Eks Taman Kuliner Nizar Adiyatyasena Masykuri; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan salah satu faktor pendorong perkembangan perkotaan yang berkelanjutan. Dengan tersedianya ruang kreatif yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan ekonomi kreatif. Lahan eks Taman Kuliner yang tidak lagi berfungsi optimal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi creative hub yang mampu mewadahi aktivitas komunitas kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tapak rencana creative hub pada lahan eks Taman Kuliner ditinjau dari aspek fisik, aksesibilitas, karaketer sosial, serta kesesuaian tata ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi literatur dan studi perseden, serta analisis kesesuaian tapak berdasarkan kriteria perencanaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak memiliki tingkat kelayakan yang cukup baik, terutama dari aspek lokasi dan aksesibilitas, namun memerlukan penyesuaian pada aspek lingkungan dan penyediaan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, lahan eks Taman Kuliner dinilai layak untuk dikembangkan sebagai creative hub dengan beberapa rekomendasi perbaikan desain dan pengelolaan tapak.
Analisis Konfigurasi Spasial Koridor Jalan Mayor Kusmanto terhadap Taman Kuliner MPP Klaten Azhim Fadhola; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Mayor Kusmanto merupakan jalan provinsi dengan intensitas pergerakan tinggi yang melayani berbagai pengguna, namun kondisi tersebut belum tercermin pada tingkat kunjungan Taman Kuliner MPP Klaten yang berada di tepinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi spasial koridor jalan terhadap pemanfaatan Taman Kuliner MPP Klaten oleh pengguna kawasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis Space Syntax dengan perangkat lunak DepthmapX, meliputi analisis axial connectivity dan Visibility Graph Analysis (VGA), serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor Jalan Mayor Kusmanto telah berfungsi efektif sebagai sistem pergerakan utama, sementara konfigurasi ruang internal Taman Kuliner MPP Klaten belum mampu mengoptimalkan potensi pergerakan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa performa ruang publik sangat dipengaruhi oleh kualitas konfigurasi ruang internal dalam merespons dinamika pergerakan di sekitarnya.
Integrasi Prinsip Healing Environment dalam Perancangan Bangunan Tropis untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Penghuni Berlian Putra Pamungkas; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan gangguan kesehatan mental menunjukkan bahwa kualitas lingkungan binaan berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis manusia. Di wilayah tropis seperti Indonesia, perancangan bangunan umumnya berfokus pada adaptasi iklim panas-lembap melalui prinsip arsitektur tropis, namun masih menitikberatkan aspek kenyamanan termal dan efisiensi energi, sementara dimensi psikologis pengguna belum terintegrasi secara komprehensif. Di sisi lain, konsep healing environment terbukti mampu menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental, tetapi penerapannya masih dominan pada fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka integratif antara prinsip healing environment dan arsitektur tropis dalam mendukung kesejahteraan psikologis penghuni. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan analisis tematik dan sintesis konseptual terhadap jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pencahayaan alami terdiffusi, ventilasi silang, vegetasi, ruang transisi, material alami, serta pengaturan zonasi ruang menenangkan berkontribusi terhadap penurunan stres, peningkatan rasa aman, dan stabilitas emosional penghuni bangunan tropis.
Evaluasi Ruang Gerak Pelayanan Medis IRNA RSU Permata Blora Ayuningtyas Wibowo Putri; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecukupan ruang gerak pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) dalam mendukung efektivitas pelayanan medis, khususnya pada kondisi darurat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dimensi ruang IRNA Lantai 1 RSU Permata Blora yang menerapkan konfigurasi empat tempat tidur per kamar terhadap standar ergonomi dan antropometri (Neufert) serta ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui analisis dokumen perencanaan proyek, yang dilengkapi dengan analisis spasial berupa overlay zona aktivitas dan simulasi manuver peralatan medis darurat.Disimpulkan bahwa desain ruang rawat inap dengan 4 tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian desain spasial dengan rekomendasi jarak lateral ±150 cm guna menjamin keselamatan pasien dan efektivitas tindakan medis, serta evaluasi ulang total tata letak ruangan untuk mengurangi kepadatan atau meningkatkan kelapangan ruang gerak.Secara garis besar, dimensi ruang rawat inap berada pada kondisi paling minimal yang diizinkan untuk mendukung aktivitas dan pergerakan di dalamnya. Dimensi kritis ditemukan pada jarak lateral samping tempat tidur ke dinding dan partisi yang berada di bawah standar acuan, sehingga berpotensi menimbulkan hambatan sirkulasi (bottleneck) terhadap pergerakan simultan tenaga medis dan peralatan darurat. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang kerja dan berpotensi mempengaruhi kecepatan respons serta keselamatan pasien.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa konfigurasi ruang rawat inap dengan empat tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional pelayanan medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian penataan ruang melalui rekomendasi peningkatan jarak lateral tempat tidur guna meningkatkan kelancaran ruang gerak, keselamatan pasien, dan efektivitas tindakan medis darurat.