Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Classroom Action Research

Pengaruh Gaya Belajar Visual Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Mar'atun Atun; Amrullah; Eka Kurniawan; Sudi Prayitno
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. SpecialIssue (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5iSpecialIssue.3935

Abstract

Kemampuan penalaran sangat berhubungan erat dengan pola berfikir logis, analitis, dan kritis. Kemampuan penalaran sangar berperan penting dalam mensukseskan pembelajaran matematika, salah satunya yaitu untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah. Namun kenyataanya banyak siswa yang memiliki kemampuan penalaran yang masih rendah. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran matematika salah satunya gaya belajar visual.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran matematika siswa SMP Negeri 17 Mataram pada materi sistem persamaan linear dua variabel serta untuk mengetahui pengaruh gaya balajar visual terhadap kemampuan penalaran matematika pada siswa SMP Negeri 17 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIII C yang berjumlah 24 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitain ini adalah angket gaya belajar visual menggunakan skala likert dan soal tes kemampuan penalaran matematika. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dapat dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis, regresi linear sederhana dan koefisien determinan. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan penalaran matematika siswa sebagian besar tergolong dalam tingkat sedang dengan persentase tinggi sebanyak 16.7%, sedang sebanyak 54.2%, dan rendah 29,2%; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap kemampuan penalaran matematika siswa SMP Negeri 17 Mataram kelas VIII pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Dengan pengaruh sebesar 42.7% dan sisanya 57.3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Pokok Bilangan Pecahan Ditinjau dari Tipe Kepribadian Siswa Baharunnisa; Arjudin; Eka Kurniawan; Sripatmi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i4.5756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal cerita materi bilangan pecahan ditinjau dari tipe kepribadian siswa kelas VII SMPN 17 Mataram. Jenis penelitian ini adalah menggunakan mix method. Instrumen yang digunakan berupa tes tipe kepribadian yaitu tes kepribadian berstandar berstandar Myers Briggs Type Indicator (MBTI), tes kemampuan berpikir kritis, dan pedoman wawancara. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII-A yang berjumlah 32 siswa. Dari kelas tersebut kemudian diambil 8 subjek yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah dari masing-masing tipe kepribadian extrovert, introvert, dan ambivert untuk dilakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian extrovert adalah 27,31% yaitu berkategori rendah. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian introvert adalah 57,54% yaitu berkategori sedang. Persentase kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian ambiovert adalah 50,23% yaitu berkategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa berkepribadian extrovert dengankemampuan berpikir kritis kategori sedang dapat melalui tahap klarifikasi dan assesmen sedangkan  siswa  berkepribadian extrovert kategori rendah cenderung hanya melalui tahap klarifikasi saja. Siswa berkepribadian introvert dengan kemampuan berpikir kritis kategori tinggi cenderung melalui tahap klarifikasi, assesmen, strategi, dan kesimpulan. Kemudian siswa berkepribadian introvert kategori sedang cenderung melalui tahap klarifikasi dan strategi. Sedangkan siswa berkepribadian introvert dengan kategori rendah cenderung hanya melalui tahap klarifikasi saja. Siswa berkepribadian ambivert dengan kemampuan berpikir kritis kategori tinggi cenderung melalui tahap klarifikasi, assesmen, strategi, dan kesimpulan. Kemudian  siswa berkepribadian ambivert kategori sedang cenderung melalui tahap klarifikasi dan strategi. Sedangkan siswa berkepribadian ambivert kategori rendah cenderung hanya melalui tahap klarifikasi saja.
Pengaruh Kemandirian dan Kemampuan Komunikasi Matematis Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Relasi Dan Fungsi Suliyani, Anis; Amrullah; Eka Kurniawan; Nani Kurniati
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6965

Abstract

Kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran matematika merupakan dua komponen kompetensi yang sangat penting yang harus dikuasai siswa serta sangat memengaruhi hasil belajar siswa. Namun, siswa di SMPN 4 Mataram memiliki kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis yang tergolong rendah. Akibatnya hasil belajar siswa yang diperoleh lebih dari 50% secara klasikal berada di bawah KKM. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada dua variabel yang memengaruhi hasil belajar yaitu kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasinya berjumlah 125 siswa kelas VIII dengan menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sampel sebanyak 32 siswa. Data siswa kelas VIII SMPN 4 Mataram Tahun Ajaran 2023/2024 dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Dengan menggunakan analisis regresi diperoleh hasil 1) Ada pengaruh kemandirian terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 25,4%; 2) Ada pengaruh kemampuan komunikasi matematis terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 43,8% 3) Ada pengaruh kemandirian dan kemampuan komunikasi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa pada materi relasi dan fungsi sebesar 72,4%.