Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efek Peningkatan Persentase Penggunaan Crumb Rubber pada Adukan Segar Crumb Rubber-Engineered Cementitious Composites (CR-ECC) terhadap Slumpflow Hasibuan, Fery Hamonangan; Aswin, Muhammad; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15998

Abstract

Komposit yang memiliki sifat dan perilaku tarik yang lebih baik dibandingkan dengan beton sering dikenal dengan sebutan engineered cementitious composites (ECC). ECC biasanya terbuat dari semen, air, pasir silika, material cementitious, serat, dan bahan tambah lainnya dengan proporsi tertentu. Istilah mortar ECC digunakan karena ECC tersebut tidak menggunakan serat. Abu cangkang sawit (ACS) digunakan sebagai material cementitious pada riset ini. Sedangkan sebagai pengganti serat, digunakan crumb rubber (dengan proporsi 2,5%; 5%; 7,5%; 10% dan 12,5% dari berat semen) untuk membentuk CR-ECC. Workability diukur berdasarkan uji slumpflow yaitu pengukuran T500 dan diameter slumpflow. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau penggunaan variasi crumb rubber terhadap slumpflow adukan segar CR-ECC yang berbasis abu cangkang sawit. Berdasarkan hasil dari pengujian slumpflow, diperoleh diameter sebaran slumpflow rata-rata (D) dari adukan segar CR-ECC terletak antara 710 mm sampai dengan 930 mm, sedangkan waktu sebaran slumpflow (T500) dari adukan segar CR-ECC yaitu berkisar antara 0,90 detik sampai dengan 1,68 detik. Hasil pengujian slumpflow dari adukan segar CR-ECC menunjukkan workability yang baik, dan sudah sesuai dengan ketentuan standar. Penggunaan crumb rubber dapat mempengaruhi workability karena factor daya serapnya terhadap air, namun keterlibatan penggunaan superplasticizer ternyata sangat berperan dalam mempertahankan workability adukan segar CR-ECC, sekalipun nilai faktor air semen (f.a.s) konstan.
The Role of Superplasticizers on the Workability Consistency of ECC Mortar Fresh Mortar Due to an Increase in the Percentage of Palm Shell Ash Lubis, Agussalim; Aswin, Muhammad; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 05 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i05.1125

Abstract

Engineered cementitious composites (ECCs) are composites that have better attraction properties and behavior than concrete. ECCs are usually formed from cement, water, silica sand, cementitious materials, fibers, and other additives with a certain proportion. In this study, there are three types of ECC mortars (types AME, EM, and TEM) where these types are differentiated by the amount of cement used, the quantity of water, and the number of sand used. Each type uses ashes of palm shells with the same proportions of 0%, 5%, 10%, and 15% of the weight of cement. According to trial and error during the workability test, the number of superplasticizers used also increased according to the increase in the percentage of ash in the palm shell, where the variation of superplasticizers achieved was 0.70%, 1.59%, 2.49%, and 3.40% of the weight of cement. Based on the results of the slumpflow test, the average diameter of the ECC freshly mixed mortar was between 88 cm and 106.5 cm, and the T500 slump flow was between 0.28 seconds and 1.39 seconds. The test results show a fairly good workability consistency of all ECC fresh mortars, although there has been an increase in the percentage of palm shell ash used. Superplasticizer turns out to be very important in maintaining consistent workability of fresh ECC mortar mix.
Spiritualisme dan Politik (Filosofi dalam Politik di Indonesia) Utomo, Wahyu Wiji; Aswin, Muhammad
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.187 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.141-166

Abstract

Many people consider politics as a tool to gain power, it is not wrong but on the other hand politics has a noble purpose. The purpose of this study focuses on the political problems in Indonesia which experience spiritual emptiness and the influence of the spiritualism movement on politics. The method used is a qualitative method with descriptive analysis research to see various aspects of current political problems. As a result of the spiritual emptiness it was found that the politics that developed did not have a direction and purpose, so politics was oriented only to power and not to the people. With this, at least politics in Indonesia must return to the philosophical spirit, which is the welfare of the people. The solution offered is the idea of improving political spiritualism, with religion as the basis for improving the current political situation.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN SERAT BAMBU DAN ROTAN TERHADAP KUAT LENTUR BIO FIBER-ECC BERBASIS FLY ASH DAN ABU CANGKANG SAWIT Harahap, Syahirah Dalila; Nursyamsi, Nursyamsi; Aswin, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i2.11932

Abstract

Engineered Cementitious Composite (ECC) merupakan material komposit inovatif yang terdiri dari semen, pasir, air, bahan aditif, dan material cementitious tambahan tanpa agregat kasar. Keunggulan utama ECC terletak pada kemampuannya menahan beban lentur dan retak mikro melalui penambahan serat. Dalam penelitian ini, digunakan serat bambu dan rotan sebagai bio fiber alami yang bersumber dari material lokal. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar (1%, 1,5%, dan 2%) serta panjang serat (0,5 cm dan 1 cm) terhadap kekuatan lentur mortar ECC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat alami secara umum meningkatkan kekuatan lentur. Performa terbaik dicapai pada kadar 1,5% dan panjang 0,5 cm, khususnya pada serat rotan yang mencapai 6,909 MPa pada umur 3 hari, meningkat 120% dari kontrol. Serat bambu memberikan peningkatan tertinggi pada variasi yang sama yaitu hingga 3,565 Mpa meningkat 113% pada umur 3 hari, meski performanya sedikit lebih rendah dari rotan. Penurunan kinerja pada kadar 2% diduga akibat distribusi serat yang tidak merata. Secara keseluruhan, serat bambu dan rotan berpotensi sebagai bahan penguat berkelanjutan untuk meningkatkan performa ECC.
Notary's Responsibility for Deeds Declared Void or Invalid Based on Court Decision Aswin, Muhammad; Hafidz, Jawade
TABELLIUS: Journal of Law Vol 4, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Master of Notarial Law, Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze: 1) The notary's responsibility for deeds declared null and void based on a court decision. 2) Legal protection for the parties, including notaries, when the deed made is declared null and void. This type of research falls within the scope of normative legal research. The approach method in this research is legislation (statue approach). The type of data in this research is secondary data sourced from primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method uses library techniques (document study). The analysis in this research is prescriptive. The results of the study concluded: 1) The notary's responsibility for deeds declared null and void based on a court decision is relative and is determined by the notary's level of compliance with legal provisions and the application of the prudential principle. This responsibility can include civil, administrative, and criminal aspects, depending on the presence or absence of elements of error or negligence in carrying out the authority of his position. In Decision Number 43/Pdt.Sus-Gugatan Lain-Lain/2023/PN Niaga Semarang, the cancellation of a deed does not give rise to responsibility for the notary because no formal error was found; Violations occur in the substance of bankruptcy law by the parties, not by the notary. 2) Legal protection for the parties, including notaries, when the deed they have made is declared null and void or invalid aims to ensure legal certainty and justice. Protection for the parties is realized through a court decision that restores violated rights, while for notaries it is provided if they have carried out their official duties in accordance with the Notary Law (UUJN) and the principle of good faith. Legal protection mechanisms include preventive protection through supervision by the Notary Supervisory Board (MPN) and the Notary Honorary Council (MKN), as well as repressive protection through the courts and professional rehabilitation if the notary is not proven guilty. Proportional legal protection ensures a balance between upholding official responsibilities and guaranteeing the independence of the notary profession in carrying out its state function as a guarantor of legal certainty.
Diagnosis Gangguan Transformator Daya Berbasis DGA Menggunakan Algoritma SVM dengan Reduksi Dimensi PCA Swara, Aditya Bagas; Nurwati, Tri; Aswin, Muhammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah tren peningkatan beban kelistrikan modern yang semakin dinamis, menjaga kontinuitas kinerja transformator dari risiko downtime menjadi tantangan strategi yang mutlak harus diatasi oleh penyedia layanan penyaluran energi. Untuk memitigasi tantangan strategi tersebut Dissolved Gas Analysis (DGA) diperlukan untuk melakukan pemantauan kondisi transformator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi jenis gangguan transformator daya dengan Machine Learning (ML) algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan kombinasi teknik reduksi dimensi Principal Component Analysis (PCA) untuk mengklasifikasi jenis kegagalan transformator dari data DGA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi metode tersebut dapat mencapai tingkat akurasi 98,75%, melampaui metode SVM murni yang berada pada tingkat akurasi 93,75%. Penerapan integrasi PCA-SVM secara signifikan meningkatkan keandalan sistem diagnosis terhadap noise, sehingga prospektif diterapkan sebagai sistem monitoring transformator daya di lapangan.  Kata Kunci—DGA, PCA, SVM, Transformator Daya, Diagnosis Gangguan
Sistem Deteksi Tuberkulosis Berbasis CNN Teroptimasi Algoritma Genetika pada Raspberry Pi 5 Silaban, Antonio Lorensius; Aswin, Muhammad; Rahmadwati, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang besar, dan interpretasi citra X-ray dada masih sangat bergantung pada ahli radiologi yang jumlahnya terbatas, sementara lesi awal yang halus mudah terlewat. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi tuberkulosis berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang hiperparameternya dioptimasi secara sistematis menggunakan Algoritma Genetika (GA), kemudian dikompresi dengan Post-Training Quantization INT8 untuk diimplementasikan pada edge device Raspberry Pi 5. Model CNN dilatih menggunakan 1.600 citra X-ray dada (TBX11K) yang dibagi menjadi data latih, validasi, dan uji. GA dengan populasi sepuluh individu mencari learning rate, jumlah filter, batch size, dan optimizer secara bersamaan. Sistem CNN+GA mencapai akurasi uji 98,75% dengan AUC 0,9952, setara dengan pencarian manual One-Factor-at-a-Time namun diperoleh secara sistematis. Kuantisasi INT8 mengurangi ukuran model sebesar 75% (menjadi 3,63 MB) tanpa penurunan akurasi, dan studi pruning mengonfirmasi INT8 sebagai titik kompresi optimal. Pada Raspberry Pi 5, model INT8 mencapai waktu inferensi 2,237 ms per citra (2,86× lebih cepat dari Float32) dengan penggunaan RAM hanya 7,70 MB, serta diintegrasikan ke antarmuka web Flask. Hasil menunjukkan sistem layak sebagai detektor tuberkulosis real-time berbasis edge.  Kata Kunci— algoritma genetika, convolutional neural network, deteksi tuberkulosis, edge computing, kuantisasi INT8, Raspberry Pi. 
Studi Perbandingan Model LSTM dan GRU untuk Forecasting Output Daya Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid Permana , M. Rizky Tri; Aswin, Muhammad; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid sangat bergantung pada cuaca sehingga keluaran dayanya bersifat intermiten dan sulit dijadwalkan. Penelitian ini melakukan studi perbandingan empat arsitektur deep learning—LSTM Vanilla, LSTM Bidirectional, GRU Vanilla, dan GRU Bidirectional—untuk forecasting output daya PLTS off-grid 400 Wp di Pujon, Malang. Data cuaca diperoleh dari Open-Meteo Archive API, dan daya keluaran (P_out) dihitung secara analitis menggunakan persamaan fisika sel surya yang divalidasi dengan pustaka pvlib. Keempat arsitektur diuji pada empat skenario dataset (kombinasi hourly/daily dan univariate/multivariate), menghasilkan 16 konfigurasi yang masing-masing dijalankan lima kali untuk reliabilitas. Hasil menunjukkan forecasting per jam jauh lebih akurat (R² ≈ 0,96) dibandingkan per hari (R² ≈ 0,37); pendekatan multivariate konsisten mengungguli univariate; sedangkan arsitektur bidirectional tidak selalu memberikan peningkatan. Berdasarkan trade-off akurasi dan waktu komputasi, LSTM Vanilla pada dataset hourly_multivariate dipilih (MAE 0,02519; R² 0,9621; pelatihan tercepat) dan diimplementasikan pada sistem dashboard berbasis web tiga lapis (Next.js–Flask–Open-Meteo) yang ter-deploy di cloud. Sistem menggunakan strategi pure LSTM seq-toone autoregresif, dengan post-processing fisik ringan untuk menjaga kewajaran keluaran. Sistem menghasilkan forecast konsisten pada verifikasi kondisi cuaca aktual dengan waktu respons rata-rata 2,7 detik. Kata Kunci—forecasting; PLTS off-grid; LSTM; GRU; deep learning; pure LSTM.
Sistem Klasifikasi dan Penentuan  Lokasi Karies Gigi Menggunakan Mask  R-CNN, Convolutional Neural Network  dan K-Means Clustering Vareza, Erizanto Demara; Razak, Angger Abdul; Aswin, Muhammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan permasalahan signifikan di Indonesia, dengan karies gigi sebagai kondisi yang paling dominan. Deteksi dini karies gigi secara konvensional memerlukan kunjungan langsung ke dokter gigi, yang dapat terhambat oleh dental anxiety dan keterbatasan akses. Penelitian ini mengusulkan sistem klasifikasi karies gigi berbasis citra intraoral menggunakan framework Flask dengan pendekatan multi-stage pipeline. Tahap pertama adalah deteksi gigi menggunakan Mask R-CNN yang mencapai performa optimal pada epoch ke-10 dengan nilai F1score sebesar 0,8865, presisi sebesar 0,8355, dan recall sebesar 0,9442. Model ini secara efektif mampu mendeteksi dan mensegmentasi objek gigi untuk keperluan ekstraksi Region of Interest (ROI). Tahap selanjutnya adalah klasifikasi tingkat keparahan karies berdasarkan standar ICDAS menggunakan Convolutional Neural Network (CNN). Hasil pengujian menunjukkan arsitektur MobileNetV3 dengan Focal Loss memberikan performa terbaik dengan akurasi 76,4% dan Macro F1-score 0,7635. Pemetaan lokasi karies menggunakan Grad-CAM dan K-Means Clustering dengan metode Otsu Thresholding menghasilkan Silhouette Score 0,516. Sistem ini memiliki waktu pemrosesan total sekitar 1,5 detik per citra, sehingga layak digunakan sebagai alat pendukung skrining karies awal. Kata Kunci: Karies Gigi, Mask R-CNN, Convolutional Neural Network, K-Means Clustering