Warsito Atmodjo
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 92 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Spasial Area Genangan Banjir Rob Setelah Pembangunan Tanggul di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Daffa Dinan Ihsani El-Fath; Warsito Atmodjo; Muhammad Helmi; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.13254

Abstract

Banjir rob merupakan bencana yang banyak terjadi di daerah pesisir Pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pekalongan yang diakibatkan karena adanya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah. Banjir rob di Kabupaten Pekalongan ini sudah dilakukan mitigasi yaitu dengan membangun tanggul setinggi 3 meter. Adanya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah menyebabkan tanggul ini akan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa spasial area genangan rob tahun 2020 sampai 2030 setelah dibangunnya tanggul, dan memprediksi tanggul dapat menahan genangan rob sampai genangan tersebut melewati batas ketinggian dari tanggul dalam tahun 2020 sampai 2030.  Data pengukuran ketinggian tanggul didapatkan menggunakan alat ukur meteran. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode least square untuk pengolahan pasang surut, metode regresi linier untuk pengolahan kenaikan muka air laut, metode InSAR untuk pengolahan data topografi muka tanah, metode DInSAR untuk pengolahan penurunan muka tanah, dan metode analisis spasial untuk mengetahui luas genangan banjir rob. Hasil data pengukuran ketinggian tanggul memiliki nilai antara 2,6 sampai 2,9 meter dengan nilai error sebesar 7,46%. Hasil pengolahan pasang surut didapatkan nilai HHWL sebesar 203,36 cm dan MSL sebesar 161,25 cm dengan tipe pasang surut condong harian ganda. Nilai kenaikan muka laut sebesar 6,81 mm/tahun. Nilai topografi muka tanah sebesar 0 sampai 5,96 meter. Nilai penurunan muka tanah sebesar 25,13 sampai 40,49 cm/tahun. Luas genangan banjir rob tahun 2020 sebesar 1081,93 hektar dan diprediksi semakin meluas menjadi 7389,47 hektar tahun 2030 dan tanggul diprediksi seluruhnya tenggelam.
Studi Sebaran Ukuran Butir Sedimen Di Muara Sungai Jajar, Demak, Jawa Tengah Devi Yuni Sari Sihombing; Muhammad Zainuri; Lilik Maslukah; Sugeng Widada; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.94 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.10665

Abstract

Demak adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang banyak memiliki permasalahan terkait erosi dan perubahan garis pantai. Perpindahan sedimen yang perlahan mengubah kondisi garis pantai merupakan mekanisme transpor sedimen yang dipengaruhi langsung oleh gelombang dan arus. Material sedimen yang terbawa menuju laut mengendap di dasar perairan. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus menyebabkan penumpukan substrat sedimen. Wilayah Sungai Jajar merupakan daerah yang mengalami sedimentasi tinggi karena Sungai Jajar merupakan tempat pencampuran air dari persawahan, pertambakan, industri maupun kawasan penduduk. Sungai Jajar juga banyak dilintasi oleh nelayan – nelayan sekitar. Setiap tahun pengangkutan sedimen menuju laut dapat mencapai ribuan meter kubik. Tingkat sedimentasi yang tinggi ini berpotensi membawa pasokan sedimen masuk ke perairan Sungai Jajar sehingga dapat menyebabkan pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran ukuran butir sedimen di perairan Sungai Jajar Demak. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2020 pada 9 titik stasiun dengan metode purposive sampling. Analisis sebaran ukuran butir sedimen di Demak pada bulan Agustus 2020 memiliki persebaran yang dominan silt dengan 79,99 % silt ; 5,99 % clay dan 16,05 % sand. Persebaran sedimen dasar menunjukan adanya hubungan faktor oseanografi yaitu arus dan pasang surut untuk menentukan pergerakan dan jenis sedimen yang ada di perairan.
Potensi Energi Arus Laut Di Perairan Selat Sunda Nuriyati Nuriyati; Purwanto Purwanto; Heryoso Setiyono; Warsito Atmodjo; Petrus Subardjo; Aris Ismanto; Muslim Muslim
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.353 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6242

Abstract

Arus Laut merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan mengingat banyaknya pulau dan selat yang ada di Indonesia. Selat Sunda yang berada di antara Samudera Hindia dan Laut Jawa yang dipengaruhi oleh massa air dari Samudera Pasifik menjadi salah satu lokasi potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus laut beserta  potensi energi arus laut yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode sampling area. Pengolahan data dibagi menjadi tiga tahap yaitu analisa data arus dan pasang surut, pemodelan numerik dan perhitungan estimasi rapat daya. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum sebesar 1.95 m/s. Daya terbesar dihasilkan pada saat kondisi surut menuju pasang  yaitu sebesar 4.51 W/m2 di daerah antara Pulau Peucang dan Ujung Kulon. Ocean current is one of the potential renewable energy sources to be developed considering there are many islands and straits that exist in Indonesia. Sunda strait that located between Indian Ocean and Java Sea be affected water masses from Pacific Ocean to be one of potential location. The purpose of this study is to determine the characteristics of ocean currents and the potential of ocean current energy that can be generated. This study used a quantitative method and determination of the location with sampling area. Data Processing is divided into 3 major phases which is analysis for currents and tides, numerical modeling and calculation of power density estimation. The results showed that the maximum of ocean current velocity is 1.95 m/s. The biggest power density is generated during ebb to flood is 4.51 W/m2in  the area between Peucang island and Ujung Kulon.
Simulasi Arus 2 Dimensi di Pantai Marina Boom Banyuwangi Durmont Siahaan; Aris Ismanto; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih; Kunarso Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6542.051 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.11218

Abstract

Selat Bali merupakan selat yang membelah Kabupaten Banyuwangi di Pulau Jawa dan Kabupaten Jembrana di Pulau Bali. Pantai Marina Boom akan dikembangkan sebagai wilayah pariwisata perlu kajian oseanografi yaitu arus laut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola arus di Perairan Selat Bali setiap musim selama 1 tahun. Metode pengukuran arus menggunakan instrumen Acoustic Wave and Current (AWAC). Metode analisis menggunakan pemodelan hidrodinamika. Hasil penelitian diperoleh tipe pasang surut di Perairan Kabupaten Banyuwangi bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 0,59. Data arus pengukuran di lapangan memiliki kecepatan maksimum sebesar 1,581 m/det dengan arah arus dominan mengarah dari Barat Laut ke Tenggara pada kedalaman 2 meter, sedangkan berdasarkan hasil pemodelan arus menunjukkan kecepatan maksimum pada Musim Barat sebesar 1,254 m/det, pada Musim Peralihan 1 sebesar 1,217 m/det, pada Musim Timur sebesar 1,088 m/det, dan pada Musim Peralihan 2 sebesar 1,561 m/det. Hasil analisis kecepatan arus pada setiap musim menunjukkan bahwa didapatkan kecepatan maksimum terjadi pada kondisi pasang purnama (spring tide), dikarenakan pada saat bulan purnama, tinggi pasang terjadi maksimum yang menyebabkan kecepatan arus laut menjadi maksimum. Arah arus pada setiap musim menunjukkan arah yang bolak-balik, yaitu mengarah dari Utara ke Selatan dan dari Selatan ke Utara. Tipe arus pada setiap musim di Perairan Selat Bali, khususnya di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi merupakan arus pasang surut karena memiliki pola pergerakan arus laut yang bergerak bolak-balik keluar masuk selat. Kecepatan arus maksimum terjadi pada Musim Peralihan 2 saat kondisi pasang purnama sebesar 1,561 m/det dan kecepatan arus minimum terjadi pada Musim Peralihan 2 saat kondisi pasang perbani sebesar 0,133 m/det. Kecepatan arus saat pasang purnama cenderung memiliki nilai yang besar dengan kisaran nilai sebesar 0,433 – 1,561 m/det, sedangkan kecepatan arus saat pasang perbani cenderung memiliki nilai yang kecil dengan kisaran nilai sebesar 0,133 – 0,959 m/det.
Studi Perubahan Garis Pantai di Perairan Muara Sungai Kaliboyo, Batang Novi Henis Zadia; Hariyadi Hariyadi; Warsito Atmodjo; Muh Yusuf; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.7632

Abstract

Perairan Muara Sungai Kaliboyo kawasan yang dinamis dan cepat mengalami perubahan garis pantai dan terbentuk spit di mulut sungai. Sedimen di daerah tersebut sering menutup muara sungai, sehingga mengganggu alur layar nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indikasi perubahan garis pantai serta hubungan antara perubahan garis pantai dengan arus sejajar pantai di lokasi penelitian. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, metode SMB untuk peramalan gelombang dan perhitungan menggunakan rumus empiris untuk validasi pasang surut, arus sejajar pantai dan parameter akresi-erosi.  Hasil penelitian menunjukkan Perairan Muara Sungai Kaliboyo mengalami akresi, hal ini dapat diketahui dari nilai parameter akresi-erosi di tiga penampang. Penampang 1 dengan nilai Go sebesar 0,62, penampang 2 dengan nilai Go sebesar 0,39 dan penampang 3 dengan nilai Go sebesar 0,56. Nilai Go di atas 0,111 menunjukkan adanya akresi. Gelombang datang dari arah Timur Laut menuju Barat Daya menimbulkan gelombang pecah dengan tinggi 0,28 meter pada kedalaman 0,90 meter sehingga membentuk sudut gelombang pecah (αb) sebesar 9,51°. Gelombang pecah tersebut menimbulkan arus sejajar pantai dari Timur ke Barat dengan kecepatan 0,42 m/dt yang mengangkut sedimen sejajar pantai, sehingga membentuk spit di muara sungai dari arah Timur memanjang ke Barat.   Kaliboyo River Estuary is a dynamic and rapidly changing area of the coastline and spits are formed at the river mouth. Sediment in this area often closes river mouths, disrupting the flow of fishermen's screens and clogging up river flow which sometimes causes floods around the river mouth. The purpose of this study is to find out indications of shoreline changes and the relationship between shoreline changes with longshore currents at the study site. The research method uses descriptive method, for sampling using purposive sampling method, SMB method for wave forecasting and calculations using empirical formulas. The research method uses descriptive method, for sampling using purposive sampling method, SMB method for wave forecasting and calculations using empirical formulas for tide validation, longshore currents and erosion-accretion parameters. The results showed that Kaliboyo River Estuary had accretion, this can be seen from the value of the erosion-accretion parameter in three cross sections. The first cross section with a Go value of 0,62, second cross section with a Go value of 0,39 and third cross section with a Go value of 0,56. Go values above 0,111 indicate accretion. Waves coming from the Northeast to the Southwest cause a breaking wave with a height of 0,28 meters at 0,90 meters depth to form an angle of breaking wave (αb) of 9.51°. The breaking wave caused a longshore current from East to West with a speed of 0,42 m /sec which transported sediment along the coast, thus forming a spit at the river mouth from the east extending to the west. 
Studi Oseanografi Guna Perencanaan Normalisasi Alur Pelayaran di Perairan Muara Sungai Kali Bodri, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Dimas Nopriansyah; Warsito Atmodjo; Purwanto Purwanto; Denny Nugroho Sugianto; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.733 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8596

Abstract

Muara Sungai Kali Bodri, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal mengalami sedimentasi yang mengakibatkan pendangkalan alur pada mulut muara, sehingga mengganggu aktivitas pelayaran masyarakat nelayan setempat. Untuk normalisasi alur pelayaran muara Sungai Kali Bodri, dibutuhkan informasi  terkait kondisi dan karakteristik oseanografi dan potensi pengendapan yang terjadi di muara sungai. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kondisi oseanografi untuk perencanaan normalisasi kedalaman alur pelayaran di muara sungai dan perairan sekitar muara Sungai Kali Bodri, Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pengukuran data gelombang lapangan yang diverifikasi dengan hasil peramalan gelombang angin untuk perhitungan gelombang pecah dan transport sedimen sepanjang pantai, pasang surut untuk acuan elevasi alur pelayaran, dimensi kapal untuk menetukan alur pelayaran, serta kedalaman perairan untuk mengetahui morfologi dan kemiringan pantai. Pengendapan akibat angkutan sedimen sepanjang pantai dengan kecepatan sebesar 0,901 m/det dan arah menuju ke arah barat mengikuti garis pantai. Nilai transpor sedimen sepanjang pantai yang terjadi pada mulut muara sungai adalah 1609,398 m3/hari. Transpor sedimen sungai dihasilkan nilai sebesar 0,0246 m3/hari hingga 0,0171 m3/hari. Potensi pendangkalan alur yang terjadi di wilayah mulut muara sungai didominasi oleh gelombang laut. Perencanaan normalisasi alur pelayaran minimal, didapat lebar alur didapatkan 14,4 m untuk satu jalur dan 22,8 m untuk dua jalur dengan kedalaman alur sedalam 2,24 m, sehingga diperlukan pengerukan sebesar 1,62 m dari kondisi muara saat ini.
Studi Run-Up Gelombang Pada Bangunan Jetty Pelabuhan Di PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) Tegalsari, Kota Tegal Bagaskoro Cahyo Fauzan; Warsito Atmodjo; Baskoro Rochaddi; Rikha Widiaratih; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.804 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11593

Abstract

Bangunan pelindung pantai jetty pelabuhan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal berfungsi untuk melindungi wilayah muara dari efek pendangkalan. Tinggi bangunan jetty Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal memiliki tinggi bangunan sebesar 2,5 meter. Gelombang datang ke bangunan pantai akan dapat membangkitkan run-up gelombang, sehingga dapat mempengaruhi stabilitas dan efektivitas bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi run-up yang terjadi pada bangunan jetty di PPP Tegalsari, Kota Tegal. Pengumpulan data penelitian diawali dengan pengukuran dimensi jetty, pengukuran gelombang menggunakan ADCP yang dipadukan dengan data  angin ogimet selama 11 tahun (2009–2019), pengukuran batimetri dan data pasang surut PPP Tegalsari tahun 2020. Analisis data gelombang menggunakan metode Sugianto et al (2017), analisis pasang surut dengan metode admiralty, dan analisis tinggi run-up menggunakan perhitugan empiris Bilangan Irribaren (CERC,1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi  run-up gelombang pada Musim Barat pada jetty 0,64 m pada  kondisi overtopping dengan h-ds = 0,57 m, tinggi run up gelombang pada Musim Peralihan I sebesar 0,53 m pada  kondisi non - overtopping dengan h-ds =  0,57 m, tinggi run up gelombang pada Musim Timur pada jetty 0,52  m  kondisi overtopping dengan h-ds = 0,57  m, tinggi run up gelombang pada musim Peralihan II  pada jetty sebesar 0,57 m dengan kondisi overtopping dengan h-ds= 0,57 m .  Jetty dikategorikan kedalam kondisi overtopping karena pada musim barat dan peralihan II karena nilai h-ds lebih kecil dibandingkan nilai run-up.
Sebaran Karbon Organik Total dalam Sedimen Dasar di Muara Sungai Jajar, Kabupaten Demak Tulus Aldrian Siregar; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Muslim Muslim; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2503.275 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.10973

Abstract

Muara Sungai Jajar terletak di bagian utara Kabupaten Demak. Sungai Jajar mengangkut materi dari berbagai kegiatan antropogenikdari area permukiman penduduk, pertambakan, dan hutan mangrove. Hal ini akan berdampak pada penurunan kesuburan dan kualitas perairan di daerah muara apabila tidak ada kegiatan monitoring atau pengawasan. Karbon organik merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuburan lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbon organik total (KOT) pada sedimen dasar di muara Sungai Jajar, Demak. Penelitian dilakukan dari tanggal 19 Agustus 2020 sampai dengan 15 Oktober 2020. Analisis karbon organik total dilakukan dengan metode AOAC (Association of Official Agriculture Chemist) dan pH pada sedimen, analisis ukuran butir sedimen dengan metode pengayakan dan pemipetan, analisis kualitas perairan, dan analisis arah dan kecepatan arus laut dengan pendekatan model hidrodinamika. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sedimen di Muara Sungai Jajar berfraksi lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan. Sebaran KOT dari Muara Sungai Jajar menyebar ke arah laut terbuka. Kosentrasi KOT pada daerah Muara Sungai Jajar berada pada kisaran 6,20 – 8,88%. Karbon organik diangkut oleh arus yang relatif kecil dengan kecepatan 0,002 – 0,045 m/s menuju barat daya – selatan dan tenggelam pada perairan yang lebih dalam, sehingga semakin dalam perairan makan kosentrasi KOT akan semakin besar.
Analisis Genangan Akibat Pasang Air Laut di Kabupaten Brebes Putranto Kondang Wijaya; Denny Nugroho Sugianto; Muslim Muslim; Aris Ismanto; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih; Hariyadi Hariyadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.585 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6252

Abstract

 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes merupakan daerah potensial di bidang pertanian dan perikanan. Sebagian besar wilayah pesisir Kecamatan Brebes digunakan untuk tambak. Namun wilayah ini memiliki masalah yaitu banjir pasang yang menggenangi lahan tambak dan merusak fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut, elevasi muka air laut, laju kenaikan muka air laut, dan luas wilayah genangan banjir pasang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta. Data yang digunakan berupa data pasang surut, DEM (Digital Elevation Model), data titik genangan banjir pasang, Peta Rupabumi Indonesia tahun 2001, dan citra GeoEye1 perekaman tahun 2017. Diketahui bahwa tipe pasang surut di perairan Kecamatan Brebes adalah campuran condong ke harian ganda dengan elevasi muka air laut yang terukur sebesar 84,2 cm untuk nilai muka air laut rerata (MSL), 146,44 cm saat pasang tertinggi (HHWL), 21,85 cm saat surut terendah (LLWL). Serta nilai laju kenaikan muka air laut sebesar 3,87 cm/tahun. Sehingga luas wilayah genangan banjir pasang pada tahun 2017 sebesar 4502,23 Ha. Kemudian diprediksi pada tahun 2018 – 2022 luas wilayah genangan akan meluas berurutan tiap tahun sebesar 4690,33 Ha, 4825,11 Ha, 4966,17 Ha, 5049,19 Ha, dan 5114,74 Ha.  Brebes District, Brebes Regency is a potential area in agriculture and fisheries. Most of the coastal areas of Brebes District are used for ponds. But this area has a problem is tidal flood, that flooding the ponds and damaging public facilities. This study aims to determine the characteristics of tidal, sea water elevation, sea level rise, and the tidal flood inundation area. The method used is a quantitative method using the Geographic Information System (GIS) approach to create a model of tidal flood inundation area into a maps. The data used to make the model are tides, DEM (Digital Elevation Model), Indonesia Rupabumi maps published in 2001, GeoEye1 satellite images recorded in 2017. It is known the tidal type in Brebes District coastal water is mixed tide prevailing semidiurnal with sea level measurements of 84,2 cm for mean sea level (MSL), 146,44 cm during high highest water level (HHWL), and 21,85 cm at low lowest water level (LLWL). Rate of sea level rise is calculated at 3,87 cm/year. Inundation area by tidal flood in Brebes District in 2017 is 4502,23 Ha. Then it is predicted that in 2018 – 2022 the area of inundation will extend each year by 4690,33 Ha, 4825,11 Ha, 4966,17 Ha, 5049,19 Ha, and 5114,74 Ha respectively.
Studi Kedalaman Perairan Dangkal Berdasarkan Pengolahan Data Satelit Multispektral Worldview-2 di Perairan Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah Fuji Anida; Muhammad Helmi; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya; Warsito Atmodjo; Muh Yusuf
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1425.667 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.9310

Abstract

Kondisi kedalaman perairan yang beragam dan dangkal dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dengan bantuan citra satelit. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji algoritma berdasarkan rasio saluran spektral terbaik untuk pemetaan kedalaman perairan dangkal menggunakan citra satelit multispektral Worldview-2, mengkaji akurasi pemetaan kedalaman perairan dangkal berdasarkan analisis citra satelit multispketral Worldview-2 terhadap hasil survei kedalaman serta menganalisis spasial kedalaman perairan dangkal berdasarkan hasil analisis citra satelit multipektral Worldview-2. Penggunaan citra satelit Worldview-2 dimana dengan empat saluran multispektral, yaitu band biru pesisir (costal blue), biru (blue), hijau (green) dan kuning (yellow) dikombinasikan menjadi 8 band rasio yang diintegrasikan dengan data kedalaman hasil lapangan 164 data titik sampel untuk pemodelan kedalaman dan 280 data titik sampel untuk uji akurasi dengan rentang kedalaman 0-24 m. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa model empiris batimetri terbaik yaitu rasio band biru dan band hijau dengan perolehan r yaitu 0.8162. Nilai uji akurasi menggunakan ICC yang diperoleh adalah sebesar 61% dan menggunakan RMSE sebesar 2.42. Penelitian ini memperlihatkan bahwa perolehan uji akurasi bagus dan band rasio biru / hijau mampu menampilkan kedalaman laut di Pulau Parang, Karimunjawa dari 0 m hingga 18 m. Diverse and shallow water depth conditions can be done using remote sensing technology with the help of satellite imagery. The purpose of this study is to examine algorithms based on the best spectral channel ratio for shallow water depth mapping using Worldview-2 multispectral satellite imagery, to study the accuracy of shallow water depth mapping based on analysis of Worldview-2 multispketral satellite imagery against depth survey results and to spatial analysis of shallow water depths based on the results. analysis of Worldview-2 multipectral satellite imagery. The use of Worldview-2 satellite imagery where with four multispectral channels, namely the coastal blue band (costal blue), blue (blue), green (green) and yellow (yellow) combined into 8 band ratios which is integrated with the depth of field data 164 point data samples for depth modeling and 280 sample point data for accuracy testing with a depth range of 0-24 m. The modeling results show that the best empirical bathymetry model is the ratio of the blue band and green band with the acquisition of r is 0.8162. The accuracy test value obtained using the ICC was 61% and using the RMSE was 2.42. This research shows that the results of the accuracy test are good and the blue / green ratio band is able to show the depth of the sea on Parang Island, Karimunjawa from 0 m to 18 m. 
Co-Authors Abdillah Ranadipura Abyantara, Adwitiyadewi N. Adi Santoso Afidyah Vicky Antari Ahmad Fikri Delardi Al Ghifari, Hamas Alan Wardheni Alfi Satriadi Ali, Maulana Mukti Anindito Leksono Anindya Wirasatriya Anisa Nabila Anissa Cintya Andika Asri Anugrah Riskel Shabari Arifa, Adzkia Noerma Aris Ismanto Asri Wahyuningsih aufi Dina ‘Amalina Azis Rifai Azizi, Muhammad Iqbal B. Maria Beatrix Situmorang Bagaskoro Cahyo Fauzan Banjarnahor, Betty Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Daffa Dinan Ihsani El-Fath Dayinta Andayani Denny Nugroho S Denny Nugroho Sugianto Devi Yuni Sari Sihombing Dimas Nopriansyah Dinda Ayu Octaviana Durmont Siahaan Dwi Oktiarini Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Elis Indrayanti Erdian, Oldy Erfiko, Muhammad Fery Erna Dwi Pertiwi Fajri, Muhamad Faqih febiyan nursusty Fortina Qualifa, Fortina Fuji Anida Galuh Permatasari Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi R. Pranoto, Hadi R. Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harjono, Rani Dewi Fortuna Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Hudan Baskoro, Hudan Ibrahim, Muh. Lintang Galih Ice Trisnawati Togatorop Indra Budi Prasetyawan Irwani Irwani Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jeanny Elonica Newyeara Johanna R N D Purba Kastiyan Yudha Pratama Kunarso Kunarso Latifah Mitrayani Hanum Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail Maemonah, Maemonah Maris, Muhamad Ribhi Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nanda Rahmadi Novi Henis Zadia Nugroho Agus D Nurdianti, Amalia Kartika Nuriyati Nuriyati Octavianna, Pramesthi Dwi Ory Kristanto Pangastuti, Prima Riliayunda Parichat Wetchayont Petrus Subardjo Pratama Andika Rondi Pratama, Dhimas Prabu Priatin Hadi Wijaya Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putranto Kondang Wijaya Putri, Eka Salma Afifah Raden Roro Putri Arisa Raden Roro Putri Arisa Radhina Amalia Rahardjo Djati Ratih Wulan Bani Putri Ratna Damayanti Renny Eko Yuliarinda Rikha Widiaratih Rina Zuraida Rohma Desi Thirtasari Sa’adah, Nailis Sagita Difa Wardhani Samudera Adi Bramastya Satriadi, Alfi Satriadi Senopati Satya Suprapto, Senopati Satya Setiaji Bismoko Shabari, Anugrah Riskel Shastya Addienda Puspitasari Shinta Oktaria Yudowaty Shofian, Tyandi Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siti Munawaroh Siti Zulaykha Sri Yulina Wulandari Srisejati, Rahma Aenea Suci, Dwitya Rahma Sugeng Widada Sugeng Widada Taufiq Hidayat Tezar Rafandi Tiara Asmika Sari Tiatama, Sativa Haliza Tribhaskoro, Whisnu Tulus Aldrian Siregar Tyandi Shofian Valensia Enzeline Enzeline, Valensia Enzeline Varrent Rivai Aclicyo Lahopang Vera Chandra Puspitasari Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Widodo Setiyo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wijaya T, M Iskandar Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma