Warsito Atmodjo
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 92 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 Terhadap Pasang Surut, Studi Kasus: Semarang, Jawa Tengah Shastya Addienda Puspitasari; Warsito Atmodjo; Widodo Setiyo Pranowo; Elis Indrayanti; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.12684

Abstract

Pasang surut dibangkitkan secara primer oleh gaya gravitasi antara bumi dengan bulan dan matahari. Matahari berperan penting dalam membangkitkan pasang surut air laut. maka dari itu, pengaruh gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 terhadap pasang surut di analisis dari stasiun pengukur pasang surut dengan interval waktu satu jam dari Badan Informasi Geospasial. Perairan Semarang (Jawa Tengah) dipilih untuk mengamati dampak gerhana matahari cincin yang merupakan jalur lintas tidak langsung dari gerhana matahari cincin. Data pasang surut diolah dengan dua metode yaitu metode admiralty dan metode least square selama 2 periode untuk membandingkan data elevasi pada periode sebelum terjadinya gerhana matahari cincin yaitu tanggal 11 November 2019 – 10 Desember 2019 dan periode saat terjadinya gerhana matahari cincin yaitu tanggal 11 Desember 2019 – 09 Januari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen pembangkit pasang surut saat terjadi gerhana matahari cincin adalah komponen J1 dengan nilai signifikan senilai 0.865 ; ETA2 dengan nilai signifikan senilai 0.024 ; 3MK7 dengan nilai signifikan senilai 0,087 ; M8 memiliki nilai signifikan senilai 0,021. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat gerhana matahari berpengaruh terhadap elevasi kedudukan muka laut dengan nilai signifikan sebesar 0.012 dan pengaruh terhadap nilai formzahl dengan nilai signifikan sebesar 0.02 dimana H0 < 0.025.
Pola Arus Di Perairan Kabupaten Jepara Abdillah Ranadipura; Denny Nugroho Sugianto; Warsito Atmodjo; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Petrus Subardjo; Rikha Widiaratih
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3101.433 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6247

Abstract

Pantai Kartini adalah salah satu pantai yang berada di Kabupaten Jepara. Kabupaten jepara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di Timur, serta Kabupaten Demak di Selatan. Sarana transportasi Pantai kartini menuju pulau sekitar seperti pulau jepara dapat dijangkau melalui perahu - perahu wisata yang dapat dipengaruhi oleh kondisi hidro – oseanografi, termasuk arus penelitian ini adalah untuk mengetahui pola arus laut Perairan Kartini, Kabupaten Jepara. Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai acuan dan dapat memberi informasi adanya pola arus laut di Perairan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara dengan menggunakan perangkat lunak MIKE 21. Arus model diverifikasi dengan arus yang diperoleh dari hasil survey lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, sedangkan metode pengambilan sampel dengan metode purposif. Pemodelan yang digunakan menggunakan data primer arus ADCP serta data sekunder pasang – surut, angin dan bathimetri yang didapat dari instansi terkait guna sebagai parameter yang dapat mempengaruhi arus model. Arus pasang surut yang diperoleh mempunyai arah dominan menuju barat daya dengan kecepatan berkisar 0.1 - 0.358 m/s. Kecepatan minimum perairan adalah 0.1 m/s  dan kecepatan maksimum perairan adalah 0.358 m/s.   Kartini Beach is one of the beaches located in Jepara. Jepara is one of the districts in Central Java Province.it have borders the Java Sea in the west and north, Pati and Kudus in the East, and Demak in the South. Kartini Beach have transportation facilities to the surrounding islands such as panjang Island that can be reached by tourist boats which can be influenced by hydro-oceanographic conditions, including the current.this research to determine the ocean current patterns in Kartini Beach, Jepara. This research is expected to be useful as a reference and can inform the existence of patterns of ocean currents in the waters of Kartini Beach, Jepara,using a current model created by MIKE 21 software. Current models are verified by currents obtained from the results of field surveys. The research method used is a quantitative method, while the sampling method with a purposive method. The model primary data uses field current data using ADCP and secondary data such as tidal, wind and bathymetry obtained from relevant government company as parameters that can influence the flow of the model. The tidal currents obtained have the dominant direction to the southwest with speeds ranging from 0.1 - 0.358 m/s. The minimum water velocity is 0.1 m / s and the maximum speed of the waters is 0.358 m/s. 
Analisis Ukuran Butir Sedimen di Perairan Muara Sungai Kali Bodri, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Afidyah Vicky Antari; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Warsito Atmodjo; Heryoso Setiyono; Lilik Maslukah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.936 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8674

Abstract

Muara Sungai Kali Bodri merupakan jalur lalu lintas kapal yang penting bagi nelayan pantura. Besarnya tingkat sedimentasi yang membentuk gosong pasir didepan muara sungai berpotensi menghambat keluar masuknya kapal ke Sungai Kali Bodri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi ukuran butir sedimen di perairan Muara Sungai Kali Bodri periode Agustus 2019. Metode kualitatif dengan tipe studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada bulan Agustus 2019 distribusi sedimen di perairan Muara Sungai Kali Bodri berupa gosong pasir di sebelah Utara dan Timur muara sungai dengan pola gosong pasir sejajar dengan garis pantai. Terdapat dua tipe sedimen di perairan Muara Sungai Kali Bodri yaitu pasir dan lanau. Faktor hidro-oseanografi yang mempengaruhi distribusi sedimen di Muara Sungai Kali Bodri berupa debit sungai 4,091 l/det; inputan sedimen tersuspensi 0,0217 m3/hari; MSL 0,873 m; LLWL 0,241 m; HHWL 1,506 m; kedalaman perairan (-0,01)m sampai (-13) m; kecepatan arus (0,004 sampai 4,042) m/det; arah arus Utara (212,3o –270o) Timur; tinggi gelombang (0,006 – 0,163) m; dan arah gelombang Utara 7o Timur. Faktor oseanografi yang dominan mempengaruhi distribusi sedimen Muara Sungai Kali Bodri adalah energi gelombang.
Studi Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Sungai Banjir Kanal Timur Semarang, Jawa Tengah Nanda Rahmadi; Sugeng Widada; Jarot Marwoto; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.225 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11707

Abstract

Banjir Kanal Timur merupakan gabungan Tambak Lorok (Kali Banger) dan Kali Tenggang. Adapun sungai Banjir Kanal Timur melintasi kota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri. Banyak aktivitas manusia dan industri di sekitar daerah aliran sungai (DAS) ini. antara lain adalah industri tekstil, bahan makanan, bahkan terdapat tempat pelelangan ikan. Banyaknya aktiviitas manusia di sekitar wilayah sungai ini menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti penurunan kualitas air dan peningkatan proses sedimentasi pada mulut muara merupakan permasalahan yang ditimbulkan. Proses sedimentasi di muara sungai yang terjadi terus menerus akan menyebabkan pendangkalan dan sulitnya akses untuk menuju ke laut lepas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sedimen dasar di Perairan Banjir kanal Timur dan melihat pola arus yang mempengaruhi. Sedimen dasar diambil secara langsung juga melaukan pengukuran batimetri. Terdapat 10 stasiun yang menjadi daerah penelitian dimana 2 stasiun berada di Muara Sungai Banjir Kanal Timur, dan lainnya berada di perairan yang lebih dalam. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa jenis sedimen yang berada di Muara Sungai Banjir Kanal Timur adalah lanau dan daerah yang lebih dalam mengandung pasir. Pola arus pada Perairan Banjir Kanal Timur merupakan arus pasang surut.
Efektifitas Struktur Kerapatan terhadap Laju Sedimentasi dan Jenis Sedimen pada Hybrid Engineering di Desa Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah Ginnia Julianti Utomo; Warsito Atmodjo; Denny Nugroho Sugianto; Rikha Widiaratih; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.13160

Abstract

Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah yang mengalami berbagai permasalahan pesisir yang cukup parah. Erosi dan abrasi pantai menjadi fenomena yang terus terjadi selama 20 tahun terakhir. Perairan Sayung merupakan salah satu daerah yang mengalami erosi dan abrasi pantai dengan wilayah yang dilintasi banyak nelayan. Perubahan wilayah pesisir akibat permasalahan tersebut memicu berbagai dampak buruk bagi wilayah tersebut, seperti, kehilangan daerah pesisir, tambak, bahkan mangrove. Aktivitas penebangan hutan mangrove, penambangan pasir, tingginya fenomena gelombang dan pasang surut air laut yang juga memicu adanya erosi dan abrasi pantai. Akibat hal tersebut, angkutan sedimen yang berpindah akan membuat berubahnya garis pantai dan pengikisan wilayah daratan pantai. Penurunan kualitas pesisir akan berpengaruh signifikan jika erosi pantai dalam jangka panjang tidak segera diatasi dan akan membuat masukan sedimen dari sungai juga tidak seimbang akan berpotensi kerugian yang lebih besar. Penerapan hybrid engineering dengan metode ramah lingkungan menjadi solusi berbasis ekosistem, karena mampu mengembalikan substrat lumpur sebagai tempat tumbuhnya mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur hybrid engineering permeable yang dapat meningkatkan laju sedimentasi di Perairan Sayung. Pengambilan data lapangan dilakukan selama 10 bulan dengan metode purposive sampling. Analisis laju sedimentasi yang dihasilkan yakni berkisar antara 0,64 – 3,61 cm/bulan. Meningkatnya laju sedimentasi menunjukkan adanya struktur hybrid engineering yang bekerja secara efektif yang didukung dengan adanya hubungan faktor oseanografi yaitu gelombang dan pasang surut.
Distribusi Kandungan Karbon Total Sedimen Dasar Di Perairan Muara Sungai Kaliboyo, Batang Asri Wahyuningsih; Warsito Atmodjo; Sri Yulina Wulandari; Lilik Maslukah; Muslim Muslim
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.215 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7177

Abstract

 Perairan muara Sungai Kaliboyo terletak di sebelah timur Kabupaten Batang, tepatnya di Desa Roban. Daerah sekitar perairan muara Sungai Kaliboyo digunakan berbagai kegiatan masyarakat seperti pemukiman, tempat pelelangan ikan, pertambakan dan tempat keluar masuk perahu nelayan. Tingginya aktivitas di sekitar perairan menjadi jalur masukan limbah domestik ke perairan, yang mengandung bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbon total dalam sedimen dan mengetahui distribusi karbon total dalam sedimen. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisa deskriptif eksploratif. Metode analisis pengukuran karbon total dalam sedimen menggunakan metode Loss on Ignation (LOI%), sedangkan metode ukuran butir menggunakan metode pengayakan dan pemipetan. Hasil penelitian ini adalah kandungan karbon total pada fraksi pasir berkisar antara 5,89% - 18,53%, sedangkan kandungan karbon total pada fraksi lanau lempungan berkisar antara 15,74 % - 53,33%. Kandungan karbon total lebih tinggi pada fraksi lanau lempungan dibandingkan dengan fraksi pasir. Distribusi kandungan karbon total lebih dipengaruhi jauh dekatnya dari sumber masukan bahan organik, lebih tinggi didaerah muara dan semakin menurun ke arah lepas pantai.Kaliboyo waters is located in the eastern part of the Batang precisely Roban village. The area around the waters of the Kaliboyo waters is used by various community activities such as settlements, fish auction, aquaculture and fishing boats exit. The high activity around the waters becomes the input path for domestic waste into the waters, which contains organic matter. This study was aimed to determine the total carbon content in sediments and determine the distribution of total carbon in sediments. The data were taken on September. The method used in this research is explorative descriptive analysis method. Measuring total carbon in the sediment used loss on ignition (LOI%) method, while sediment particle size analysis used dry sieving and wet sieving method. The result showed concentration of total carbon in sand ranged between 5,89%- 18,53%, while concentration of total carbon in clay silt ranged between 15,74%- 53,33%. The total carbon content was higher in the clay silt fraction compared to the sand fraction. The distribution of total carbon content was influenced more closely by the source of input of matter, higher in the estuary area and lower towards offshore.
Pembuktian Catatan Sejarah dalam Perkembangan Pesisir Jepara Bagian Barat, Jawa Tengah Heryoso Setiyono; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5918.807 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.8077

Abstract

Berdasarkan laporan-laporan perjalanan tentang pelabuhan Jepara, Jawa Tengah tahun 1774 oleh Stockdale (1749-1814) menunjukkan di depan pelabuhan terdapat tiga pulau, yaitu Visschers, De Nis, dan Foul, serta satu batu karang yang tinggi Walvisch. Berdasarkan peta tahuh 1858 di depan pelabuhan Jepara terdapat dua pulau dan satu karang. Berdasarkan Peta Laut tahun 2002 menunjukkan bahwa di depan pelabuhan Jepara hanya terdapat satu pulau dan satu terumbu karang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada satu pulau telah menyatu dengan daratan Jepara dihubungkan oleh tombolo, satu pulau menjadi bagian daratan (proses deposisional), sehingga tersisa satu pulau (Pulau Panjang) dan satu karang (Karang Bokor).  Based on report of journey about Port of Jepara, Central Java at 1774 by Stockdale (1749-1814) that’s there is three islands in front of the port, is Visschers, De Nis, and Foul, and also a high rock Walvisch. Based on map 1858 in the front of the port there is two islands and a reef island. Based on the Map of Sea year 2002 that in front of port of Jepara only one island dan a reef island. Result of the research that’s one island merge  with mainland of Jepara by tombolo with depositional processes (Kelor islands), and others are an island (i.e. Pulau Panjang) and a reef island (Karang Bokor).
Analisa Laju Sedimentasi di Dermaga 4 Pelabuhan Cigading 1 Provinsi Banten Anisa Nabila; Jarot Marwoto; Petrus Subardjo; Azis Rifai; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.212 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.9901

Abstract

Dermaga 4 Pelabuhan Cigading 1 mengalami perubahan kedalamanyang diakibatkan oleh adanya sedimentasi apabila tidak ditindaklanjuti hal ini dapat mengganggu aktifitas kapal pada dermaga 4. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai laju sedimentasi yang terjadi di dermaga 4. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2020 – 30 Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pengambilan sampel sedimen untuk analisa ukuran butir sedimen dan nilai laju sedimentasi. Selain itu, data arus pasang surut dan debit sungai diperlukan untuk mengetahui pergerakan sedimen, sedangkan data batimetri digunakan untuk membandingkan perbedaan kedalaman antara tahun 2020 dengan tahun 2018. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sedimentasi terkecil terjadi pada stasiun 2 yang terletak di dekat laut yaitu sebesar 0.0789 gr/cm2/hari sedangkan nilai terbesar terdapat pada stasiun 6 yang terletak di muara sungai sebesar 2.7479 gr/cm2/hari. Hal ini membuat kedalaman dermaga mengalami perubahan kedalaman dalam kurun waktu 2 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju sedimentasi di daerah ini berasal dari Sungai Citayur.
Analisis Longshore Current dan Pengaruhnya Terhadap Transpor Sedimen Dasar di Perairan Teluk Awur, Jawa Tengah Ory Kristanto; Aris Ismanto; Alfi Satriadi; Heryoso Setiyono; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.13163

Abstract

Gelombang pecah di perairan dapat membangkitkan longshore current yang mengangkut partikel sedimen di pesisir pantai dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya erosi di sekitaran pantai Perairan Teluk Awur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan kecepatan dari arus sejajar pantai dan pengaruhnya terhadap transport sedimen dasar di Perairan Teluk Awur. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan untuk peramalan gelombang menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretsceneider) dengan inputan data angin dari Desember 2010 – November 2020 memakai aplikasi easywave yang kemudian nilai transport sedimen dihitung dengan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tinggi gelombang pecah (Hb) berkisar antara 0,10 – 0,58 meter dengan kedalaman gelombang pecah (db) berkisar antara 0,09 – 0,52 meter. Kecepatan longshore current di Perairan Teluk Awur berkisar 0,54 – 1,31 m/s dengan arah arus dari utara menuju selatan menyusuri pantai. Dominasi jenis sedimennya adalah pasir, dengan potensi angkutan sedimen berkisar 1.307,19 – 48.936,73 m3/tahun atau3,58 – 134,06 m3/ hari.
Studi Sebaran Material Padatan Tersuspensi Di Muara Sungai Sambong, Kabupaten Batang Ahmad Fikri Delardi; Siddhi Saputro; Warsito Atmodjo; Heriyoso Setyono; Rikha Widiaratih; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.876 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6265

Abstract

Muara Sungai Sambong berpotensi mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Kali Sambong terus mengalami pendangkalan karena sedimentasi dan sampah sekaligus alur menuju muara pantai yg mengalami penyempitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus dalam persebaran MPT di Muara Sungai Sambong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penelitian dimulai dari tahap pengambilan data di lapangan pada tanggal 7-9 Maret 2017 di Perairan Muara Sungai Sambong, Batang dan tahap pengolahan serta analisis data hasil pengukuran lapangan. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa sampel air laut serta data lapangan kecepatan dan arah arus saat pasang maupun surut selama 3 hari, sedangkan data sekunder berupa data pasang surut bulan Maret 2017 dan citra GeoEye tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif model, penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling, pengambilan data arus menggunakan metode lagrange. Model matematik yang digunakan adalah Mike21 Flow Model FM untuk pola arus dan metode interpolasi sebaran MPT dengan ArcGIS menggunakan metode Natural Neighbor. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan arus pada kondisi pasang menuju surut memiliki nilai antara 0,168 m/dt – 1,111 m/dt, sedangkan pada kondisi surut menuju pasang memiliki nilai antara 0,164 m/dt – 1,25 m/dt. Nilai material padatan tersuspensi pada kondisi pasang menuju surut memiliki nilai antara 0,08 – 0,29 g/L, sedangkan pada kondisi surut menuju pasang memiliki nilai antara 0,06 – 0,35 g/L. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh arus terhadap sebaran konsentrasi MPT, cukup tinggi.  Sambong Estuary potentially suffering to shallow as the result of suspended sedimentation. Sambong River is shallowing due to sedimentation and debris which also narrowing the river channel. The purpose of this study is to observe the effect of current to Total Suspended Solid (TSS) distribution in Sambong Estuary, Batang Regency, Central Java. The study was begin from field collecting data on 7-9 March 2017 in Sambong Estuary waters, Batang and then the data proceed and analized. Material of this study was consist of primary data, which are seawater sampel, current velocity and direction while tide and neap, and secondary data, which are tidal data on March 2017 and GeoEye image on 2017.  Quantitative model analysis was used in this study, purposive sampling method was used on collecting the water sampel and lagrange method was used for current data collecting. Mike21 Flow Model FM was used for current model and TSS interpolation method was using ArcGIS by Natural Neighbor method. The result of this study showed that current velocity in tide to neap condition was 0.168 m/s – 1.111 m/s, while in neap to tide condition was 0.164 m/s – 1.25 m/s. Total Suspended Solid value tide to neap condition was 0.08 g/L – 0.29 g/L, while in neap to tide condition was 0.06 g/L – 0.35 g/L. According to this study the effect of current to TSS was high.
Co-Authors Abdillah Ranadipura Abyantara, Adwitiyadewi N. Adi Santoso Afidyah Vicky Antari Ahmad Fikri Delardi Al Ghifari, Hamas Alan Wardheni Alfi Satriadi Ali, Maulana Mukti Anindito Leksono Anindya Wirasatriya Anisa Nabila Anissa Cintya Andika Asri Anugrah Riskel Shabari Arifa, Adzkia Noerma Aris Ismanto Asri Wahyuningsih aufi Dina ‘Amalina Azis Rifai Azizi, Muhammad Iqbal B. Maria Beatrix Situmorang Bagaskoro Cahyo Fauzan Banjarnahor, Betty Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Daffa Dinan Ihsani El-Fath Dayinta Andayani Denny Nugroho S Denny Nugroho Sugianto Devi Yuni Sari Sihombing Dimas Nopriansyah Dinda Ayu Octaviana Durmont Siahaan Dwi Oktiarini Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Elis Indrayanti Erdian, Oldy Erfiko, Muhammad Fery Erna Dwi Pertiwi Fajri, Muhamad Faqih febiyan nursusty Fortina Qualifa, Fortina Fuji Anida Galuh Permatasari Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi R. Pranoto, Hadi R. Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harjono, Rani Dewi Fortuna Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Hudan Baskoro, Hudan Ibrahim, Muh. Lintang Galih Ice Trisnawati Togatorop Indra Budi Prasetyawan Irwani Irwani Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jeanny Elonica Newyeara Johanna R N D Purba Kastiyan Yudha Pratama Kunarso Kunarso Latifah Mitrayani Hanum Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail Maemonah, Maemonah Maris, Muhamad Ribhi Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nanda Rahmadi Novi Henis Zadia Nugroho Agus D Nurdianti, Amalia Kartika Nuriyati Nuriyati Octavianna, Pramesthi Dwi Ory Kristanto Pangastuti, Prima Riliayunda Parichat Wetchayont Petrus Subardjo Pratama Andika Rondi Pratama, Dhimas Prabu Priatin Hadi Wijaya Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putranto Kondang Wijaya Putri, Eka Salma Afifah Raden Roro Putri Arisa Raden Roro Putri Arisa Radhina Amalia Rahardjo Djati Ratih Wulan Bani Putri Ratna Damayanti Renny Eko Yuliarinda Rikha Widiaratih Rina Zuraida Rohma Desi Thirtasari Sa’adah, Nailis Sagita Difa Wardhani Samudera Adi Bramastya Satriadi, Alfi Satriadi Senopati Satya Suprapto, Senopati Satya Setiaji Bismoko Shabari, Anugrah Riskel Shastya Addienda Puspitasari Shinta Oktaria Yudowaty Shofian, Tyandi Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siti Munawaroh Siti Zulaykha Sri Yulina Wulandari Srisejati, Rahma Aenea Suci, Dwitya Rahma Sugeng Widada Sugeng Widada Taufiq Hidayat Tezar Rafandi Tiara Asmika Sari Tiatama, Sativa Haliza Tribhaskoro, Whisnu Tulus Aldrian Siregar Tyandi Shofian Valensia Enzeline Enzeline, Valensia Enzeline Varrent Rivai Aclicyo Lahopang Vera Chandra Puspitasari Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Widodo Setiyo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wijaya T, M Iskandar Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma