Warsito Atmodjo
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 92 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Transpor Sedimen di Perairan Muara Sungai Bodri, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Dayinta Andayani; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Petrus Subardjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1609.588 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8513

Abstract

Pantai akan terus berubah bentuknya menyesuaikan kondisi keseimbangan dinamiknya, proses tersebut dapat mengakibatkan akresi ataupun abrasi. Bentuk morfologi pantai yang terus berubah juga terjadi di perairan muara sungai Bodri. Hal ini tidak lepas dari pengaruh gelombang, arus sejajar pantai dan pergerakan sedimen. Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap aktivitas penduduk terutama nelayan yang kesulitan keluar masuk muara sungai Bodri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui transpor sedimen yang disebabkan oleh arus sejajar pantai di perairan muara sungai Bodri selama 10 tahun (2009-2019) pada saat musim Timur. Penelitian ini menggunakan data morfologi, pasang surut, angin, gelombang, arus sejajar pantai, sampel sedimen gosong, dan material padatan  tersuspensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan studi kasus dan untuk pentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling serta dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah Timur muara, depan muara dan Barat muara. Besar arus sejajar pantai di daerah Timur muara yaitu 1,020 m/s, pada daerah depan muara terjadi arus sejajar pantai sebesar 1,243 m/s dan pada daerah Barat muara terjadi arus sejajar pantai sebesar 0,856 m/s. Transpor sedimen terjadi pada bagian Timur muara dengan arah dari Tenggara ke arah Utara sebesar 979.954,903 m3/tahun, kemudian di depan muara sungai arah berbelok ke Barat sebesar 1.131.864,393 m3/tahun, selanjutnya di Barat muara sungai berbelok dari arah Utara ke arah Barat Daya sebesar 432.014,433 m3/tahun. Hasil data konsentrasi sedimen tersuspensi menunjukkan bahwa daerah Timur memiliki nilai konsentrasi paling besar kemudian daerah Barat memiliki nilai konsentrasi terendah. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam perencanaan pencegahan abrasi dan akresi di perairan muara sungai Bodri. 
Studi Elevasi Dasar Perairan untuk Penentuan Lantai Dermaga Pelabuhan di Pelabuhan TPI Wonokerto Kabupaten Pekalongan Samudera Adi Bramastya; Jarot Marwoto; Purwanto Purwanto; Warsito Atmodjo; Elis Indrayanti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12142

Abstract

Wilayah Kabupaten Pekalongan secara administratif berbatasan dengan Sebelah Utara Kota Pekalongan dan Laut Jawa. Wilayah Kabupaten Pekalongan merupakan tempat berbagai aktivitas salah satunya aktifitas pelabuhan perikanan. Perlu dilakukannya revitalisasi pelabuhan dari analisis pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut, meramalkan pasang surut 5 tahun kedepan , analisis kedalaman kolam pelabuhan, dan analisis ketinggian lantai dermaga. Data yang diambil adalah data kedalaman dan data pasang surut realtime 15 piantan untuk mengetahui tipe pasang surut dan peramalan pasang surut sedangkan untuk mengetahui kondisi kolam pelabuhan dan lantai dermaga menggunakan data pasang surut yang telah diolah. Analisa pasang surut menggunakan metode Admiralty dan Worldtide diperoleh tipe pasang surut di perairan TPI Wonokerto yaitu campuran condong harian tunggal dan peramalan selama 5 tahun kedepan. Analisis kolam pelabuhan menggunakan perhitungan LLWL didapatkan nilai sebesar 2,05 m untuk kapal 10 GT dan dinyatakan layak untuk kapal bersandar. Sedangkan untuk lantai dermaga diperoleh jeda antara HHWL dan lantai dermaga sebesar 33 cm untuk metode Admiralty dan 26 cm untuk metode Worldtide sehingga dapat dikatan dermaga tersebut layak untuk tempat bersandar kapal.  
Kajian Tipe dan Komponen Pasang Surut Di Pantai Sigandu Kabupaten Batang Taufiq Hidayat; Warsito Atmodjo; Hariyadi Hariyadi; Heriyoso Setyono; Aris Ismanto; Agus Anugroho Dwi Suryoputro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.344 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6224

Abstract

Pasang surut adalah peristiwa alam tentang naik turunnya permukaan air laut yang terjadi secara berulang-ulang dan teratur karena adanya gaya gravitasi benda – benda di langit terutama bulan dan matahari terhadap massa air laut di bumi. Karateristik dan peramalan pasang surut dapat diketahui dengan cara perhitungan mengenai data amplitudo dan beda fase yang merupakan komponen pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasang surut dengan metode Admiralty dan meramalkan pasang surut dengan menggunakan software WorldTides, Mike21 selama 3 tahun (2017-2019).Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal  15 Februari 2017 – 1 Maret 2017 di Perairan Sigandu Kabupaten Batang Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut pengamatan pada lokasi penelitian dan koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian dengan mengunakan metode Admiralty menunjukan bahwa tipe pasang surut di Perairan Sigandu Kabupaten Batang Jawa Tengah adalah tipe pasang surut condong harian tunggal dengan nilai Formzahl sebesar 1,88. Nilai Mean Sea Level (MSL) sebesar 78 cm, nilai High Water Level (HWL) sebesar 108 cm, dan nilai Low Water Level sebesar 50 cm. Tidal is a natural events about the ups and downs are natural events about the ups and downs of sea levels that occur repeatedly and regularly due to the gravitational force of objects in the sky, especially the moon and sun against the sea water mass on earth. Characteristic and tidal forecasting can be known by calculation of data amplitude and phase difference which is tidal component. This study aims to determine the characteristics of the tides with Admiralty method and forecast the ups and downs by using WorldTides software, Mike21 for 3 years (2017-2019) .The research was conducted on February 15, 2017 - March 1, 2017 in Sigandu Waters, Central Java Batang Regency. Data used in this research is tidal observation data at research location and coordinate of research location. The results of research using Admiralty method showed that the type of tides in Sigandu Waters of Central Java Batang Regency is a single daily tidal type of tidal with a value of Formzahl of 1.88. Mean Sea Level (MSL) of 78 cm, High Water Level (HWL) of 108 cm, and Low Water Level of 50 cm.
Interpretasi Litologi Dasar Laut Pada Muara Sungai dan Lepas Pantai Berdasarkan Analisa Shallow Seismic Di Perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Erna Dwi Pertiwi; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi; Hariyadi Hariyadi; Warsito Atmodjo; Muh Yusuf; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2070.634 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.8612

Abstract

Sebagai bagian dari lingkungan pengendapan muara sungai dan lepas pantai Perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat merupakan perairan yang mengalami proses sedimentasi dengan karakteristik fasies. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan tipe lapisan litologi permukaan dasar dan proses sedimentasi berdasarkan profil penampang seismik sub-bottom profiler pada muara sungai dan perairan lepas pantai di lokasi tersebut. Metode seismik sub-bottom profiler merupakan metode untuk mendapatkan gambaran sekeun sedimen. Hasil interpretasi menunjukan lapisan sedimen dasar muara sungai terdapat 7 lapisan sedimen, yaitu lapisan 1 berumur recent dengan fraksi butiran sangat halus, lapisan 2 tersusun atas fraksi butiran halus hingga sedang, lapisan 3 tersusun atas fraksi butiran sedang hingga kasar, lapisan 4 tersusun atas fraksi butiran sedang sampai dengan halus, lapisan 5 tersusun atas fraksi butiran halus sampai sedang, lapisan 6 tersusun atas fraksi butiran sangat halus, dan lapisan 7 tersusun atas lapisan sedimen keras. Pada lepas pantai ditemukan 2 lapisan dan 3 lapisan, yaitu lapisan 1 berumur recent tersusun atas fraksi sedang seperti pasir, lapisan 2 tersusun atas fraksi butiran sedang seperti pasir dan sedimen keras , dan lapisan 3 tersusun atas fraksi butiran sedang hingga halus. As part of the deposition of Muara and the waters off the coast of Sumbawa, West Nusa Tenggara is water that has undergone a sedimentation process with facies characteristic. The research aims to determine the different types of base lithology and sedimentation processes based on the sub-Bottom Seismic cross-section profile Profiler at the estuary of rivers and offshore waters at that location. The seismic method of the sub-Bottom Profiler is a method for obtaining an overview of sequence sediments. Results of the interpretation indicate the base sediment layer of the river estuary there are 7 layers of sediment, namely the recent old layer 1 with a very fine grain fraction, Layer 2 consists of a fine-to-medium grain fraction, layer 3 consists of a medium fraction to coarse grain, layer 4 consists of medium to smooth fraction, layer 5 consists of fine grain fraction, and layer 7 consists of a layer of hard sediment. Off the coast found 2 layers and 3 layers, i.e. Layer 1 has recently consisted of a moderate fraction such as sand, Layer 2 consists of medium grain fraction such as sand and hard sediment, and layer 3 consists of medium for fine shards.
Karakteristik Pasang Surut di Teluk Jakarta Berdasarkan Data 253 Bulan aufi Dina ‘Amalina; Warsito Atmodjo; Widodo Setiyo Pranowo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.354 KB) | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v12i1.7

Abstract

Pengetahuan mengenai kondisi pasang surut di Indonesia sangat penting sebagai pengukuran, analisis, dan pengkajian data muka air laut untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pantai maupun laut seperti pelayaran antar pulau, pencemaran laut, pengelolaan sumber daya hayati perairan atau pertahanan nasional, serta pembangunan konstruksi teknik sipil. Data yang digunakan adalah data pasang surut dan Peta Rupa Bumi Indonesia. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Excel 2007 untuk pengolahan metode admiralty sedangkan Matlab R2014a pengolahan metode least square untuk menghasilkan komponen harmonik pasang surut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggi muka pasang surut selama Bulan Maret 2018 mempunyai nilai elevasi MSL sebesar 1,91 meter ; elevasi MHWL sebesar 2,54 meter dan elevasi MLWL sebesar 1,27 meter. Sementara tinggi muka pasang surut selama Januari 1984 hingga Desember 2004 memiliki nilai tahunan berturut – turut sebagai berikut MSL sebesar 1,9482 meter; MHWL sebesar 2,8129 meter; dan nilai MLWL sebesar 1,0835 meter, sedangkan pada elevasi bulanan mempunyai elevasi MSL sebesar 1,9596 meter; MHWL sebesar 2,8057 meter; MLWL sebesar 1,1135 meter. Berdasarkan hasil analisis nilai formzahl dan tipe pasang surut dengan dua metode (Admiralty dan Least Square) pada Bulan Maret 2018 yaitu pada metode admiralty tipe campuran cenderung tunggal mempunyai nilai formzahl sebesar 2,6786, sedangkan untuk metode least square mempunyai nilai formzahl sebesar 3,7864 yang diklasifikasikan sebagai tipe pasang surut tunggal. Pada Januari 1984 hingga Desember 2004 metode admiralty mempunyai tipe pasang surut tunggal yang mempunyai bilangan formzahl sebesar 3,6924, sedangkan pada metode least square tipe pasang surut tunggal dengan nilai formzahl sebesar 4,6555
Pendekatan Sel Sedimen untuk Analisa Perubahan Garis Pantai di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal Setiaji Bismoko; Warsito Atmodjo; Adi Santoso
Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.880

Abstract

The purpose of this research is to study sediment cells to analyze the influence of sediment transport along the coast towards shoreline change, and know the area with erosion and accretion occur along the coast of Kaliwungu Subdistrict and Brangsong Subdistrict, Kendal Regency. The method used to determine the cell sediment is a remote sensing image interpretation and field survey by identifying sources of sediment, the sediment movement and sediment movement limits. The area that experiencing erosion and accretion is obtained from Landsat satellite image overlay. Satellite imagery used in this study is Landsat satellite image recording in 1991, 2001 and 2011. Barangsong Subdistrict and Kaliwungu Subdistrict in year 1991 until 2011 experienced eroded by 8,15 ha and 9,33 ha of accretion. The phenomenon of erosion and accretion in the subdistrict Barangsong and subdistrict Kaliwungu influenced by the source of sediment from the Blorong river, Waridin river, and Sapen river that serve as fixed limits in the concept of sediment cells. Coastline changes that occur in the study area is also due to reclamation that juts into the sea like jeti development and KLI (Kayu Lapis Indonesia).
STUDI STRUKTUR LAPISAN TERMOKLIN DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Renny Eko Yuliarinda; Muslim Muslim; Warsito Atmodjo
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.923 KB)

Abstract

Selat Makassar merupakan salah satu daerah perairan di Indonesia yang mempunyai lapisan termoklin sekaligus sebagai jalur lintasan Arlindo yang mendapatkan pengaruh musiman akibat pergerakan angin muson yang akan berpengaruh pada struktur lapisan termoklin. Hasil pengolahan data menggunakan software Ocean Data View 4.3.2 menunjukkan bahwa struktur lapisan termoklin di perairan Selat Makassar memiliki sebaran batas atas dengan kisaran kedalaman antara 44,7 – 61,7 m dengan temperatur batas atas 28,34 – 27,61 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas atas atas adalah  53,58 m dengan temperatur 28,01 oC. Sebaran batas bawah lapisan termoklin berada pada kisaran kedalaman antara 135,6 – 254,9 m dengan temperatur batas bawah 19,35 – 13,24 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas bawah adalah 164,63 dengan temperatur sebesar 17,56 oC. Ketebalan lapisan termoklin berkisar antara 82,2 – 200,11 m dengan ketebalan rata-rata setebal 111,04 m.  Gradien temperatur  lapisan termoklin berkisar antara 0,073 – 0,123 oC/m dengan rata-rata sebesar 0,1oC/m.
Sebaran Ukuran Butir Sedimen di Muara Sungai Sragi Baru-Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Varrent Rivai Aclicyo Lahopang; Sugeng Widada; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i1.15628

Abstract

Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki permasalahan erosi dan sedimentasi. Proses sedimentasi yang terjadi terus menerus akan menyebabkan pendangkalan dan akan mengurangi volume air yang tertampung di muara sungai. Sungai Sragi Baru merupakan salah satu sungai yang membawa sedimen dari hulu ke muara sungai dan menyebabkan terjadinya pendangkalan daerah muara. Sedimen yang masuk ke muara akan terdistribusikan oleh arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jenis sebaran ukuran sedimen dasar di muara sungai Sragi Baru, Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen menggunakan sedimen grab dan data arus diambil menggunakan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Sampel dianalisis menggunakan metode pengayakan dan pemipetan. Pemodelan arus dan gelombang dianalisis melalui pendekatan model hidrodinamika-2D. Hasil penelitian didaptkan bahwa ukuran butir sedimen di muara sungai Sragi Baru berupa pasir, pasir lanau dan lanau. Sebaran sedimen dasar dipengaruhi oleh faktor oseanografi yaitu arus pasang surut dan arus sejajar pantai (longshore current).Kata kunci: Sedimen, Ukuran butir sedimen, Pasang surut, Arus, Muara sungai Sragi Baru Pekalongan is one of the areas in Central Java that has erosion and sedimentation problems. The sedimentation process that occurs continuously will cause siltation and reduce the volume of water stored in the river mouth. The Sragi Baru River is one of the rivers that carries sediment from upstream to the river mouth and causes silting of the estuary area. The sediment that enters the estuary will be distributed by the currents. This study aims to determine the size distribution of bottom sediment types in the estuary of the Sragi Baru River, Pekalongan. The method used in this study is a quantitative method and determining the location of sediment sampling using the purposive sampling method. Sediment sampling used sediment grab and current data was taken using the ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Samples were analyzed using sieving and pipetting methods. Current and wave modeling are analyzed through a 2D hydrodynamic model approach. The results of the study found that the grain size of the sediment at the mouth of the Sragi Baru river consisted of sand, silt sand, and silt. The distribution of bottom sediments is influenced by oceanographic factors, namely tidal currents and longshore currents.Keywords: Sediment, Sediment grain size, Tides, Current, Sragi Baru river estuary
Studi Sebaran Konsentrasi MPT Dan BOT Di Perairan Morosari, Kabupaten Demak Abyantara, Adwitiyadewi N.; Wulandari, Sri Yulina; Atmodjo, Warsito
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.42740

Abstract

Perairan Morosari merupakan perairan dekat pemukiman yang terpengaruhi oleh kegiatan antropogenik, serta memiliki ekosistem mangrove yang rawan terhadap terjadinya erosi. Keadaan ini mempengaruhi kondisi material padatan tersuspensi (MPT) dan bahan organik total (BOT) di perairan tersebut. Konsentrasi MPT dan BOT di perairan dapat mempengaruhi kondisi perairan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi MPT dan BOT di Perairan Morosari. Penelitian lapangan dilakukan pada 14 Oktober 2022, dan analisis sampel di laboratorium. Data utama penelitian yaitu data kualitas perairan, kecepatan arus permukaan, MPT, dan BOT. Data penunjang berupa data pasang-surut. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif-kuantitatif. Penentuan titik penelitian menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan pada waktu surut menuju pasang. Dari hasil didapatkan nilai MPT berkisar dari 39–165,6 mg/l, dengan nilai tertinggi yaitu pada stasiun 3 dan daerah muara dengan nilai cenderung berkurang ke arah laut lepas. Konsentrasi MPT termasuk tinggi dan melewati batasan yang masih baik untuk perairan. Nilai BOT berkisar dari 9,334– 13,61 mg/l, dengan nilai tertinggi pada stasiun 3 dan daerah aliran sungai dengan nilai cenderung berkurang ke arah laut lepas. Konsentrasi BOT termasuk rendah untuk tingkat kesuburan perairan yang baik. Konsentrasi MPT di Perairan Morosari diguga mengurangi tingkat kecerahan perairan yang kemudian dapat mempengaruhi nilai oksigen terlarut. Konsentrasi BOT di Perairan Morosari diduga berhubungan dengan tingginya suhu perairan dan konsumsi oksigen terlarut untuk penguraian bahan organic.Morosari is a water body near settlements that are affected by anthropogenic activities, and have mangrove ecosystems that are prone to erosion. This situation affects the condition of total suspended solid (TSS) and total organic matter (TOM) in these waters. The concentration of TSS and TOM in the waters can affect the quality of the waters. The purpose of this study was to determine the distribution of TSS and TOM concentrations in Morosari waters. Field research was carried out on October 14, 2022, and analysis of samples were conducted in laboratories. The main research data were data on water quality, surface current velocity, TSS, and TOM. Supporting data was tidal data of Morosari waters. This research used a descriptive-quantitative method. The research point were determined using purposive sampling method. The research was conducted at low tide to high tide. From the results obtained, TSS values ranged from 39–165.6 mg/l, with the highest values being at station 3 and the estuary area with values tending to decrease towards the open sea. The TSS concentration is high and exceeded the limit that is good for aquatic organisms. TOM values ranged from 9.334–13.61 mg/l, with the highest values at station 3 and river with values decreasing towards the open sea. The concentration of TOM is low for a healthy aquatic environtment. The concentration of TSS in Morosari waters is thought to reduce the brightness level of the waters which could affect the dissolved oxygen value. The concentration of TOM in Morosari waters is thought to be related to the high temperature of the water and consumption of dissolved oxygen for the decomposition of organic matter.
Pengaruh Arus Sejajar Pantai (Longshore Current) Terhadap Proses Perubahan Garis Pantai di Pantai Marunda, Jakarta Utara Pratama, Dhimas Prabu; Atmodjo, Warsito; Wirasatriya, Anindya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i2.16198

Abstract

Abstrak Pantai Marunda berada di Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara. Sisi barat Pantai Marunda terdapat Pelabuhan KCN Marunda dan di sisi timur terdapat jetty pada muara sungai Banjir Kanal Timur. Jetty dapat mempengaruhi energi arus sejajar pantai yang mentranspor sedimen di sepanjang pantai. Transpor sedimen dapat menyebabkan perubahan garis pantai akibat abrasi maupun sedimentasi. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai Marunda yang menyebabkan perubahan garis pantai. Metode penelitian yang dipakai berupa metode kuantitatif. Data angin didapatkan melalui ECMWF dari tahun 2012 – 2022 yang digunakan untuk peramalan gelombang. Peramalan gelombang menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) dengan aplikasi easywave yang dikelompokkan ke dalam 4 musim. Nilai transpor sedimen didapat berdasarkan pada kondisi gelombang di lokasi penelitian. Perubahan garis pantai menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System) menggunakan citra Landsat 7 tahun 2012 dan Landsat 8 tahun 2014 - 2022. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kecepatan arus sejajar pantai di Pantai Marunda pada musim barat dan peralihan 1 berkisar 0,75-0,91 m/s dengan arah arus bergerak menuju timur, sedangkan pada musim timur dan peralihan 2 berkisar 0,76-1,46 m/s dengan arah arus bergerak menuju barat. Arus sejajar pantai menghasilkan transpor sedimen sebesar - 105,65 m3/hari sampai 274,22 m3/hari dengan transpor tahunan berkisar -38.565,84 m3/tahun sampai 100.095,54 m3/tahun. Nilai transpor sedimen tersebut menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai dengan akresi sebesar 2,1 ha dan abrasi sebesar 0,02 ha.AbstractMarunda Beach is located in Cilincing District, North Jakarta City. It is bordered by the KCN Marunda Port on the west side and a jetty at the mouth of East Flood Canal on the east side. The existance of jetty can affect the energy of longshore currents that transport sediment along the coast. Sediment transport can cause shoreline changes due to abrasion or sedimentation. This research aims to investigates the hydrodynamic processes that causes the coastline changes at Marunda Beach. The research method was a quantitative method. Wind data was obtained from ECMWF (2012 – 2022) and it is used for wave forecasting. Wave forecasting used the SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) method with easywave application which was divided into 4 seasons. The value of sediment transport was obtained based on the wave conditions at the study site. Changes in coastline was analyzed by DSAS (Digital Shoreline Analysis System) using Landsat 7 in 2012 and Landsat 8 images in 2014 - 2022. The results show that the longshore current velocity at Marunda Beach in the west season and transition 1 ranges from 0.75 to 0.91 m/s with the current moving eastward, while in the east monsoon and transition 2 it ranges from 0.76 to1.46 m/s with the current moving westward. Longshore currents produce sediment transport of -105.65 m3/day to 274.22 m3/day with annual transport ranging from -38,565.84 m3/year to 100,095.54 m3/year. The sediment transport value causes changes in the coastline with an accretion of 2.1 ha and an abrasion of 0.02 ha. 
Co-Authors Abdillah Ranadipura Abyantara, Adwitiyadewi N. Adi Santoso Afidyah Vicky Antari Ahmad Fikri Delardi Al Ghifari, Hamas Alan Wardheni Alfi Satriadi Ali, Maulana Mukti Anindito Leksono Anindya Wirasatriya Anisa Nabila Anissa Cintya Andika Asri Anugrah Riskel Shabari Arifa, Adzkia Noerma Aris Ismanto Asri Wahyuningsih aufi Dina ‘Amalina Azis Rifai Azizi, Muhammad Iqbal B. Maria Beatrix Situmorang Bagaskoro Cahyo Fauzan Banjarnahor, Betty Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Daffa Dinan Ihsani El-Fath Dayinta Andayani Denny Nugroho S Denny Nugroho Sugianto Devi Yuni Sari Sihombing Dimas Nopriansyah Dinda Ayu Octaviana Durmont Siahaan Dwi Oktiarini Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Elis Indrayanti Erdian, Oldy Erfiko, Muhammad Fery Erna Dwi Pertiwi Fajri, Muhamad Faqih febiyan nursusty Fortina Qualifa, Fortina Fuji Anida Galuh Permatasari Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi R. Pranoto, Hadi R. Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Harjono, Rani Dewi Fortuna Heriyoso Setyono Heryoso Setiyono Hudan Baskoro, Hudan Ibrahim, Muh. Lintang Galih Ice Trisnawati Togatorop Indra Budi Prasetyawan Irwani Irwani Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jeanny Elonica Newyeara Johanna R N D Purba Kastiyan Yudha Pratama Kunarso Kunarso Latifah Mitrayani Hanum Lilik Maslukah M. Furqon Aziz Ismail Maemonah, Maemonah Maris, Muhamad Ribhi Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nanda Rahmadi Novi Henis Zadia Nugroho Agus D Nurdianti, Amalia Kartika Nuriyati Nuriyati Octavianna, Pramesthi Dwi Ory Kristanto Pangastuti, Prima Riliayunda Parichat Wetchayont Petrus Subardjo Pratama Andika Rondi Pratama, Dhimas Prabu Priatin Hadi Wijaya Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puteri Kesuma Dewi Putranto Kondang Wijaya Putri, Eka Salma Afifah Raden Roro Putri Arisa Raden Roro Putri Arisa Radhina Amalia Rahardjo Djati Ratih Wulan Bani Putri Ratna Damayanti Renny Eko Yuliarinda Rikha Widiaratih Rina Zuraida Rohma Desi Thirtasari Sa’adah, Nailis Sagita Difa Wardhani Samudera Adi Bramastya Satriadi, Alfi Satriadi Senopati Satya Suprapto, Senopati Satya Setiaji Bismoko Shabari, Anugrah Riskel Shastya Addienda Puspitasari Shinta Oktaria Yudowaty Shofian, Tyandi Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siti Munawaroh Siti Zulaykha Sri Yulina Wulandari Srisejati, Rahma Aenea Suci, Dwitya Rahma Sugeng Widada Sugeng Widada Taufiq Hidayat Tezar Rafandi Tiara Asmika Sari Tiatama, Sativa Haliza Tribhaskoro, Whisnu Tulus Aldrian Siregar Tyandi Shofian Valensia Enzeline Enzeline, Valensia Enzeline Varrent Rivai Aclicyo Lahopang Vera Chandra Puspitasari Wicaksono, Pulung Puji Widiaratih, Rikha Widodo Setiyo Pranowo Widodo Setiyo Pranowo Wijaya T, M Iskandar Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma