Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Durian Lokal Sinapeul di Dusun Sinapeul Kecamatan Ujungberung, Majalengka Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Kosasih, Dede; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Chandra, Rufidi; Kristanto, Martinus Ari; Suswanto, Suswanto
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 15 No 01 (2024)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v15i01.10130

Abstract

Durian (Durio spp.) is a tropical fruit with high economic and cultural value in Indonesia. As a member of the genus Durio, there are nine consumable species of durian, with D. zibethinus being the most widely cultivated. Indonesia boasts various types of durian, differing in taste, aroma, and flesh color, which are crucial assets for increasing the number of superior parent plants. Durian is renowned for its unique taste and offers numerous benefits, including consumption as fresh or processed fruit, use in anti-aging treatments, and blood pressure improvement. Morphological identification of durian is essential for determining fruit quality, which is vital in plant breeding. The Sinapeul durian, a local variety from Majalengka, has unique characteristics and significant economic value, but knowledge about its distribution remains limited. This research aims to analyze the distribution and characteristics of the Sinapeul durian around the area of PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan Cirebon, to support conservation and sustainable utilization efforts, and to provide a basis for the propagation of the increasingly rare Sinapeul durian
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TIGA TIPE VEGETASI DI BLOK LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Karyaningsih, Ika; Sonya Maalaysali Haqq, Melia; Hendrayana, Yayan; Nurlaila, Ai
Jurnal Belantara Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i1.1008

Abstract

This study aims to determine the diversity of insects and their role in 3 different land covers, namely mixed forest, shrubs and calliandra vegetation in the Lambosir Block area of Gunung Ciremai National Park. This research was carried out in the Lambosir Block in the Gunung Ciremai National Park area in February - June 2022 using 5 traps, namely Butterfly net, Sweep net, Light trap, Aerial bait trap and Yellow Trap. using the total density, frequency and the Shanon Weiner Diversity Index. The results showed that on the land cover of shrubs, calliandra and mixed forests, 42 species of insects were found from 8 orders with 246 individual species with a diversity value of 3.18 or in the high category. The 8 orders found in 3 land covers included Coleoptera 4 species, Diptera 3 species, Hemiptera 4 species, Hymenoptera 4 species, Lepidoptera 23 species, Odonata 1 species, Orthoptera 2 species and Phasmatodea 1 species. In addition to the high diversity category, insects that exist in 3 land covers have various roles such as pollinators, decomposers, assisting ecological succession, bio indicators and predators. The correlation between land cover with the number of species and the number of individual species based on the Scatter plot has a correlation value of 91%. Keywords; Diversity, insect, conservation, rehabilitation zone, Lambosir
UPAYA KONSERVASI TUMBUHAN OBAT DAN PENGEMBANGANNYA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Ismail, Agus Yadi; Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Nurlaela, Ai; Andayani, Sri Ayu; Isyanto, Agus Yuniawan
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11470

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan yang berkasiat obat dari alam yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya penurunan populasi tumbuhan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk membudidayakan tanaman yang berpotensi berkasiat obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara, Observasi, FGD (Focus Group Discussion) dan pelatihan budidaya yang di bagi dalam beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, sosialisasi, budidaya tanaman. Hasil dalam penelitian ini adalah jumlah tanaman obat yang dibudidaya berjumlah 20 jenis dengan kondisi terawat dan tumbuh dengan baik. Tanaman obat yang dibudidayakan memiliki banyak manfaat sebagai obat.
POTENSI EKOWISATA DI BLOK PASIR BATANG RESORT DARMA TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Agustiana, Hendri Syulis; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 13 No. 02 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i02.4681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek Ekowisata di Blok Pasir Batang, Resort Darma, Taman Nasional Ciremai. Metode dan analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara mendalam potensi ekowisata di Pasir Batang. Hasil penelitian tentang ekowisata yang berlaku di Pasir Batang meliputi daya tarik, aksesibilitas, akomodasinya serta sarana dan prasarana pendukungnya. Potensi ekowisata sangat perlu dikembangkan karena diperkirakan dapat menghasilkan nilai rupiah, menambah pendapatan daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sana. Kata Kunci :Ekowisata, Pasirbatang, Taman Nasional,
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN WISATA ALAM PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Trisno, Trisno; Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 13 No. 02 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i02.4685

Abstract

Ekowisata Pasir Batang di Taman Nasional Ciremai memiliki keanekaragaman tumbuhan yang belum diketahui jenis dan manfaatnya, sehingga mendorong penelitian tumbuhan obat. Metodenya adalah analisis vegetasi dengan memplot 75 sampel penelitian pada areal seluas 30 hektar. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 25 jenis tanaman obat yang terdiri dari 18 famili yang diklasifikasikan ke dalam habitus pohon, herba, dan perdu. Jenis-jenis tersebut mempunyai manfaat untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit. Hasil ini diharapkan menjadi dasar yang berharga untuk pemanfaatan dan pelestarian tumbuhan obat..Kata Kunci: Keanekaragaman, Manfaat, Tanaman obat, Analisis vegetasi
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT TINGKAT POHON DI SITUS BUDAYA EYANG DALEM CAGEUR KABUPATEN KUNINGAN Alfandi, Ivan; Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 17 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i01.9059

Abstract

 The Grandparents Cultural Site in Cageur, Darma District, Kuningan Regency, has considerable potential for the diversity of flora species. The data collection technique used the interview method, observation plots and observations to select respondents using the purposive sampling method then followed by the snowball sampling method. The observation plots are 30 plots with a land area of 12 Ha. The results of this study indicate that the types of species found at the Grandparent Dalem Cageur Cultural Site, Darma District, Kuningan Regency, amounted to 12 species belonging to 9 families of tree-level medicinal plants.Situs Budaya Eyang di Cageur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi keanekaragaman jenis flora yang cukup besar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi plot dan observasi untuk memilih responden menggunakan metode purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan metode snowball sampling. Petak pengamatan sebanyak 30 petak dengan luas lahan 12 Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis jenis yang terdapat di Situs Budaya Eyang Dalem Cageur Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan berjumlah 12 jenis yang termasuk dalam 9 famili tumbuhan obat tingkat pohon. 
STRUKTUR TEGAKAN DAN KOMPOSISI JENIS MANGROVE DI PANTAI UTARA Studi Kasus Di Desa Kanci Kulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon Agustiana, Reki; Hendrayana, Yayan; Kosasih, Dede
Wana Raksa Vol. 17 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i02.9060

Abstract

The mangrove forest in Kanci Kulon Village has an important role as protection for life support systems, including breaking sea waves, preventing coastal erosion, as a habitat for coastal ecosystems and so on. Data on the structure and composition of mangrove species is very necessary in the context of preparing management and utilization plans for mangrove forests so that there is no damage to the quality and quantity of potential coastal ecosystem resources which results in the loss of the environmental function of the mangrove forest. The method used was purposive sampling carried out using sample units in the form of square plots covered by mangrove vegetation. There are 2 types of mangroves found, namely Avicennia marina (White Flames) and Avicennia alba (Black Flames). Avicennia marina is the type with the highest INP at the seedling level with 131.568% found in the front zone. The sapling growth rate is dominated by Avicennia alba with a total of 130.313% found in the middle zone. Meanwhile, the highest INP at tree level is Avicennia marina with 226.630% found in the front zone. The highest growth stage evenness index value is found in the back zone at the seedling level with a value of 0.993 and the lowest is in the front zone at the tree level with a value of 0.811. The distribution of the number of trees per hectare based on diameter class in almost all observation zones in the mangrove forest of Kanci Kulon Village tends to form an L-form. This shows that the tree population in each zone tends to develop towards balanced forests of all ages. The canopy stratification formed in each zone formation is dominated by strata C (4-20). The diameter will affect the stratification of the canopy, and the larger the tree diameter, the smaller the density Hutan mangrove Desa Kanci Kulon memiliki peran penting sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan diantaranya memecah gelombang laut, mencegah abrasi pantai, sebagai habitat ekosistem pesisir dan lain-lain. Data struktur dan komposisi jenis mangrove sangat diperlukan dalam rangka penyusunan rencana pengelolaan maupun pemanfaatan hutan mangrove agar tidak terjadi kerusakan kualitas dan kuantitas potensi  sumberdaya ekosistem pesisir yang berdampak pada hilangnya fungsi lingkungan dari hutan mangrove tersebut. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dilakukan dengan menggunakan unit contoh berupa petak persegi yang tertutupi oleh vegetasi mangrove. Terdapat 2 jenis mangrove yang ditemukan, yaitu Avicennia marina (White Flames) dan Avicennia alba (Black Flames). Avicennia marina merupakan jenis dengan INP tertinggi pada tingkat semai dengan jumlah 131,568% yang terdapat pada zona depan. Pada tingkat pertumbuhan pancang didominasi oleh Avicennia alba dengan jumlah 130,313 %yang terdapat pada zona tengah. Sedangkan INP tertinggi pada tingkat pohon adalah Avicennia marina dengan jumlah 226,630 % yang terdapat pada zona depan. Nilai indeks kemerataan stadium tingkat pertumbuhan tertinggi terdapat pada zona belakang pada tingkat semai dengan nilai 0,993 dan terendah terdapat pada zona depan pada tingkatan pohon dengan nilai 0,811. Sebaran jumlah pohon per hektar berdasarkan kelas diameter pada hampir semua zona pengamatan di hutan mangrove Desa Kanci Kulon cenderung membentuk L-form.  Hal  ini  menunjukkan bahwa populasi pohon pada setiap zona cenderung berkembang kearah hutan segala umur yang seimbang. Stratifikasi tajuk yang terbentuk pada setiap formasi zona didominasi oleh strata C (4-20). Ukuran diameter akan mempengaruhi stratifikasi tajuknya, dan semakin besar diameter pohon, semakin kecil kerapatannya.
DENTIFIKASI JENIS BAMBU DI BLOK GUNUNG PUTRI SPTN WILAYAH I TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Purnama, Asep Iman; Herlina, Nina; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 17 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i02.9158

Abstract

Bamboo in Indonesia natural habitats grows in groups because of its reproduction through shoots. Ecologically, according to Widnyana (2011) the roots of bamboo rhizomes will be able to maintain the hydrological system as a binder of soil and water, so that it can be used as a conservation plant. There is information based on residents around the Gunung Putri TNGC block that there is no known type of bamboo in the Gunung Putri TNGC block whose growth is spreading. This study aims to determine and identify the morphological characters of each type of bamboo in the Gunung Putri Block SPTN Region I TNGC covering an area of 163.16 hectares at an altitude of 1000-1800m above sea level. The method used is the method of observation, exploration and data analysis.  In Block Gunung Putri SPTN Region I Gunung Ciremai National Park, 3 types of bamboo were found, including G.apus (Bamboo Tali), G.atter (Bamboo Temen), and D.scandens (Bamboo Cangkoreh). In the Gigantochloa clan, the key character is with one main branch being larger than the branch, whereas in the Dinocloa clan the key character is the monopodial rhizome root, the branches only grow far from the ground, the trunk is small spreading among other trees, not clumping.Bambu di habitat alami Indonesia tumbuh berkelompok karena perkembangbiakannya melalui pucuk. Secara ekologis menurut Widnyana (2011) akar rimpang bambu akan mampu menjaga sistem hidrologi sebagai pengikat tanah dan air, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi. Berdasarkan informasi warga di sekitar blok Gunung Putri TNGC, tidak diketahui jenis bambu di blok Gunung Putri TNGC yang pertumbuhannya menyebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi karakter morfologi tiap jenis bambu di SPTN Blok Gunung Putri Wilayah I TNGC seluas 163,16 Ha pada ketinggian 1000-1800m dpl. Metode yang digunakan adalah metode observasi, eksplorasi dan analisis data. Di Blok Gunung Putri SPTN Wilayah I Taman Nasional Gunung Ciremai ditemukan 3 jenis bambu, antara lain G.apus (Bambu Tali), G.atter (Bambu Temen), dan D.scandens (Bambu Cangkoreh). Pada marga Gigantochloa karakter kuncinya adalah dengan salah satu cabang utama lebih besar dari cabangnya, sedangkan pada marga Dinocloa karakter kuncinya adalah akar rimpang yang monopodial, cabangnya hanya tumbuh jauh dari permukaan tanah, batangnya kecil-kecil menyebar di antara pohon-pohon lain. , tidak menggumpal.
STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT BERSERTIFIKAT DESA DUKUHDALEM KECAMATAN JAPARA KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Studi Kasus : Kelompok Tani Mekarsaluyu II Nugraha, Yogha Adhie; Hendrayana, Yayan; Deni, Deni
Wana Raksa Vol. 17 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v17i01.9161

Abstract

 The problem with certified community forests is management problems, government policies that have not been optimal regarding certified community forests (There is a policy of P.85 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 11/2016) What used to be a certified community forest is mandatory now is not because for uncertified community forests, they can use transportation notes for their wood products), certified forest farmer groups are less in looking for opportunities, management is still traditional, and the existence of certificates does not guarantee easy selling of their wood products. For this reason, the method used in this research is to use the SWOT analysis technique of Freddy Rangkuti through direct interviews with resource persons, namely farmer group II and also with the Focus Group Disscussion method. The strategy for certified community forest management in Dukuhdalem Village, Japara District, Kuningan Regency by the Mekarsaluyu II Farmer Group, obtained an IFAS value of -0,113 and an EFAS value of 0,133 and the right strategy in developing a certified community forest management strategy in Dukuhdalem Village, Japara District, Kuningan Regency by the Mekarsaluyu II Farmer Group is an Turn Around strategy.Permasalahan hutan rakyat bersertifikat adalah permasalahan pengelolaan, kebijakan pemerintah yang belum optimal mengenai hutan rakyat bersertifikat (Ada kebijakan P.85/Menlhk/Setjen/Kum.1/11/2016) Yang dulunya merupakan hutan rakyat bersertifikat hutan menjadi wajib sekarang bukan karena bagi hutan rakyat yang belum bersertifikat, mereka bisa menggunakan nota angkut untuk hasil kayunya), kelompok tani hutan bersertifikat kurang dalam mencari peluang, pengelolaan masih tradisional, dan adanya sertifikat tidak menjamin mudahnya penjualan. produk kayu mereka. Untuk itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis SWOT dari Freddy Rangkuti melalui wawancara langsung dengan narasumber yaitu kelompok tani II dan juga dengan metode Focus Group Discussion. Strategi pengelolaan hutan rakyat bersertifikat di Desa Dukuhdalem Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan oleh Kelompok Tani Mekarsaluyu II memperoleh nilai IFAS sebesar -0,113 dan nilai EFAS sebesar 0,133 serta strategi yang tepat dalam menyusun strategi pengelolaan hutan rakyat bersertifikat di Dukuhdalem Desa, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan oleh Kelompok Tani Mekarsaluyu II merupakan strategi Turn Around .  
FENOLOGI PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN JENIS Goniothalamus macrophyllus DI HUTAN DATARAN RENDAH KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Adhya, Ilham; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan; Yadi Ismail, Agus; Herlina, Nina; Syahban, Fahrul Shobarudin
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.3633

Abstract

Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson merupakan jenis tumbuhan dari keluarga annonaceae yang memiliki banyak manfaat dengan populasi yang sedikit dan penyebaran yang terbatas habitat alaminya.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fenologi pembungaan dan pembuahan Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson pada habitat alaminya di hutan dataran rendah Gunung Tilu Kabupaten Kuningan. Hasil dari penelitian ini adalah periode pembungaan dan pembuahan membutuhkan rata-rata ±180 hari atau 6 bulan dengan dimulai dari fase kuncup bunga kecil – fase buah. Fase kuncup bunga kecil (B1) - fase kuncup bunga besar (B2) membutuhkan rata-rata 10 hari, fase kuncup bunga besar (B2) – fase bunga mekar (B3) 10 hari, fase bunga mekar (F3) - fase buah (B4) 11 hari, dan dari fase buah (B4) hingga buah matang 30 hari. Moroflogi G. macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson dibandingkan dengan jenis Goniothalamus lainnya memiliki morfologi bunga dan buah yang relatif lebih kecil.  
Co-Authors Ade Muhammad Irsyad Habibi Agus Yuniawan Isyanto Agustiana, Hendri Syulis Agustiana, Reki Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Akbar, Muhamad Fathoni Alfandi, Ivan Ali Jabar Rangga Wijaya Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Amellya Clanandika Aminudin, Sukron Anggayuda Pratama , Bayu Angrita Anggrita Anjani, Lidia Tamia Bain, Unan Nur Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dzulfannazhir, Fauzan Erwin Nurfansyah Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shohbarudin Syahban Fauzian, Mardiatul Febri Ramdani Friana, Danda Fujiman, Heris Hamdani, Muhammad Habib Helfia Noor Khotimah Hermawan, Riki Hidayat, Farhan Hidayat, Feri Hidayatullah, Robby Ardiansah Ibnu Fajar Sistiadi Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Jaya, Genta Adha Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kartika Sari Khairunisa Amalia Kristanto, Martinus Ari Mandurroh, Resti Sri Mardiatul Fauzian Martinus Ari Kristanto Maulida, Alwi Zulfa Mawangi, Rindi Nasihin, Iing Naufal Althaaf Naufal Althaf Nina Herlina Nina Herlina NINA HERLINA Nugraha, Amalia Nugraha, Yogha Adhie Nurdin Dwinoer Herdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurlaela, Ai Pangestu, Aistu Nur Cahya Pasha, Listi Surenra Pebriyanty, Santy Pratama, Reynaldi Purnama, Asep Iman Rahman Hidayat Saputra Ramadhan, Mohamad Fajri Rani Mardiani Hardinah Restri Sri Maduroh Rhaisya Hayatul Hamidah Richard, Fahri Syach Ridwan Purnama, Ridwan Rio Senjaya Akbar Rizal Rusdianto Rufidi Chandra Rusdiyanto, Edi Shobarudin Syahban, Fahrul SITI MARYAM Siti Tamala Sodikin Sodikin Sofyan, Hadiyan Nur Sonya Maalaysali Haqq, Melia sri ayu andayani, sri ayu Supartono, Toto Suswanto Suswanto Suswanto, Suswanto Syahban, Fahrul Shobarudin Trisno Trisno Unan Nur Abain Waniatri, Wina Wendra Wendra Windayani, Silma Yadi Ismail, Agus Zillan Zalila