Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

PENGARUH SUHU TERHADAP OKSIDASI FENOL MENGGUNAKAN MANGAN OKSIDA HASIL SINTESIS DARI MALTOSA DAN KMNO4 DENGAN METODE SOL-GEL Hafizhah, -; Awaluddin, Amir; Muhdarina, -
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.52 KB)

Abstract

Mangan oksida hasil sintesis menggunakan metode sol-gel dengan perbandingan prekursor KMnO4 dan maltosa (4: 1). Karakterisasi struktur mangan oksida menggunakan difraksi sinar-X untuk menentukan struktur, tingkat kristalinitas dan tingkat kemurnian, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk menentukan morfologi dan ukuran partikel, dan luas permukaan dengan metode metilen biru. Hasil menunjukkan bahwa mangan oksida hasil sintesis merupakan campuran mangan oksida berongga type cryptomelane dan hausmanite, adapun karakterisasi dengan SEM menunjukkan partikel mangan oksida berbentuk seperti gumpalan-gumpalan awan dengan ukuran partikel + 1 μm dan luas permukaan 10,716 m2/g. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan mangan oksida sebagai katalis pada proses oksidasi fenol. Oksidasi fenol dilakukan pada variasi suhu reaksi (300C, 400C, 500C dan 600C) dan waktu reaksi (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit). Hasil optimum menunjukkan bahwa katalis mangan oksida sebanyak 0,1 g dapat mengoksidasi fenol pada konsentrasi 100 ppm sebesar 92,7% pada suhu 600C di menit ke-150. Kajian kinetik menunjukkan bahwa oksidasi fenol mengikuti orde satu dengan energi aktivasi sebesar 2,19 kJ/mol.
PENGARUH SUHU PADA PROSES PENGOMPOSAN PELEPAH SAWIT MENGUNAKAN ISOLAT LOKAL Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 DAN LBKURCC 59) Apriani, Suci; Awaluddin, Amir; Saryono, -
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.178 KB)

Abstract

Saat ini, pelepah kelapa sawit merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini, limbah pelepah kelapa sawit dikonversi menjadi kompos dengan cara fermentasi. Proses pengomposan dilakukan menggunakan kombinasi bioaktivator lokal ditambah kotoran ayam yang berfungsi menyediakan nutrisi bagi bioaktivator. Bioaktivator sebagai starter yang digunakan merupakan kombinasi dari dua Isolat yaitu Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 dan 59) yang disubkultur pada Nutrient Broth dan difermentasi selama 7 hari menggunakan media bibit. Substrat diinokulasi 10 % starter dari total bahan. Untuk mempelajari kemampuan bioaktivator lokal dalam mendegradasi pelepah kelapa sawit dilakukan variasi sebagai berikut: (1) sampel dengan dan tanpa starter (2) sampel dengan dan tanpa pembalikan. Kualitas kompos terbaik yang dihasilkan dari sampel yang menggunakan starter dengan pembalikan tiga hari sekali. Nilai rasio C/N yang merupakan indikator penentu kematangan kompos, menurun hingga akhir pengomposan dan telah sesuai dengan standar SNI yaitu 13,46.
DEGRADASI KATALITIK ZAT WARNA METIL JINGGA MENGGUNAKAN KATALIS OKSIDA MANGAN MANGANOSITE Subkhan, Mokhamad; Awaluddin, Amir; -, Presetya -; Siregar, Siti Saidah; Anggraini, Riska
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.969 KB)

Abstract

Preparation of manganese oxide by sol-gel method and its application as a catalyst for methyl orange (MO) degradation was carried out using hydrogen peroxide as an oxidant.The characterization of manganese oxide was conducted using X-Ray Diffraction and Scanning Electron Microscope. The effect of initial concentration of MO was examined. Degradation efficiency was decrease with increasing the concentration of MO. The degradation kinetics ofMO followed the second-order reaction kinetics.
PENGARUH SUHU PADA PROSES PENGOMPOSAN PELEPAH SAWIT MENGUNAKAN ISOLAT LOKAL Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 DAN LBKURCC 59) Suci Apriani; Amir Awaluddin; - Saryono
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v6i01.474

Abstract

Saat ini, pelepah kelapa sawit merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini, limbah pelepah kelapa sawit dikonversi menjadi kompos dengan cara fermentasi. Proses pengomposan dilakukan menggunakan kombinasi bioaktivator lokal ditambah kotoran ayam yang berfungsi menyediakan nutrisi bagi bioaktivator. Bioaktivator sebagai starter yang digunakan merupakan kombinasi dari dua Isolat yaitu Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 dan 59) yang disubkultur pada Nutrient Broth dan difermentasi selama 7 hari menggunakan media bibit. Substrat diinokulasi 10 % starter dari total bahan. Untuk mempelajari kemampuan bioaktivator lokal dalam mendegradasi pelepah kelapa sawit dilakukan variasi sebagai berikut: (1) sampel dengan dan tanpa starter (2) sampel dengan dan tanpa pembalikan. Kualitas kompos terbaik yang dihasilkan dari sampel yang menggunakan starter dengan pembalikan tiga hari sekali. Nilai rasio C/N yang merupakan indikator penentu kematangan kompos, menurun hingga akhir pengomposan dan telah sesuai dengan standar SNI yaitu 13,46.
PENGARUH SUHU TERHADAP OKSIDASI FENOL MENGGUNAKAN MANGAN OKSIDA HASIL SINTESIS DARI MALTOSA DAN KMNO4 DENGAN METODE SOL-GEL - Hafizhah; Amir Awaluddin; - Muhdarina
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v6i01.475

Abstract

Mangan oksida hasil sintesis menggunakan metode sol-gel dengan perbandingan prekursor KMnO4 dan maltosa (4: 1). Karakterisasi struktur mangan oksida menggunakan difraksi sinar-X untuk menentukan struktur, tingkat kristalinitas dan tingkat kemurnian, Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk menentukan morfologi dan ukuran partikel, dan luas permukaan dengan metode metilen biru. Hasil menunjukkan bahwa mangan oksida hasil sintesis merupakan campuran mangan oksida berongga type cryptomelane dan hausmanite, adapun karakterisasi dengan SEM menunjukkan partikel mangan oksida berbentuk seperti gumpalan-gumpalan awan dengan ukuran partikel + 1 μm dan luas permukaan 10,716 m2/g. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan mangan oksida sebagai katalis pada proses oksidasi fenol. Oksidasi fenol dilakukan pada variasi suhu reaksi (300C, 400C, 500C dan 600C) dan waktu reaksi (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit). Hasil optimum menunjukkan bahwa katalis mangan oksida sebanyak 0,1 g dapat mengoksidasi fenol pada konsentrasi 100 ppm sebesar 92,7% pada suhu 600C di menit ke-150. Kajian kinetik menunjukkan bahwa oksidasi fenol mengikuti orde satu dengan energi aktivasi sebesar 2,19 kJ/mol.
DEGRADASI KATALITIK ZAT WARNA METIL JINGGA MENGGUNAKAN KATALIS OKSIDA MANGAN MANGANOSITE Mokhamad Subkhan; Amir Awaluddin; Presetya - -; Siti Saidah Siregar; Riska Anggraini
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i1.1080

Abstract

Preparation of manganese oxide by sol-gel method and its application as a catalyst for methyl orange (MO) degradation was carried out using hydrogen peroxide as an oxidant.The characterization of manganese oxide was conducted using X-Ray Diffraction and Scanning Electron Microscope. The effect of initial concentration of MO was examined. Degradation efficiency was decrease with increasing the concentration of MO. The degradation kinetics ofMO followed the second-order reaction kinetics.
Tremendous Performance Manganese Oxide Via Coprecipitation Method for Degradation of Palm Oil Mill Effluent Prasetya, Prasetya; Muhdarina, Muhdarina; Saputra, Edy; Awaluddin, Amir
Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v14i2.5082

Abstract

Increased production in industries tends to increase burden and complexity of waste produced. For this reason, it was necessary to develop materials that have good degradation capabilities and into environmental products. In this research, the MnO2 has been synthesized using the strategy of coprecipitation and reducing agents. The as-synthesized MnO2 is then used for the degradation of methylene blue. The results of this study indicate that different strategy of coprecipitation and reducing agents produce different MnO2 and has unique properties as nano-hierarchical microstructure. Using citric acid as a reducing agent results in a hierarchical structure of α-MnO2 and Mn2O3, while oxalic acid produces a hierarchical structure of β-MnO2 and Mn2O3. To optimize the degradation of Palm Oil Mill Waste which contains a high concentration of pollutants, it still needs to be improved. From the parameters pH, chemical oxygen demand, oil & grease, and total suspended solids, the best degradation efficiency of each parameter was achieved at pH 8.8, 16.3%, 43.5% and 56.6%.
Synthesis of Manganese Oxide – Magnetite (Fe3O4) for The Degradation of Methylene Blue Ramadhanti, Aulia Rizki; Awaluddin, Amir; Nurhayati, Nurhayati; Siregar, Sri Hilma
Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v15i2.9019

Abstract

Methylene blue is a dye that is challenging to break down in aquatic environments. A promising approach to degrade methylene blue involves using metal oxide-based materials. Magnetite (Fe₃O₄) is beneficial for easy separation after catalytic reactions, while manganese oxide is effective in oxidation processes. Combining manganese oxide and magnetite can create materials with synergistic properties that improve the degradation of methylene blue through photocatalytic mechanisms or modified Fenton reactions. The development of manganese-magnetite oxide (Fe₃O₄) composites offers a potential solution for efficient, eco-friendly, and reusable catalysts. This study aims to investigate the synthesis of manganese-magnetite oxide and its performance in methylene blue degradation as an innovative solution to water pollution. The MnOx-Fe₃O₄ composite was successfully synthesized using the hydrothermal method at 110°C for 6 hours. XRD results show that increasing Fe₃O₄ concentration enhances the Fe₃O₄ peak, while the Hausmanite peak disappears, overlapping with the Fe₃O₄ peak, as supported by SEM results. The MnOx-Fe₃O₄ composite (1:10 ratio) was most effective in degrading methylene blue, achieving 92% degradation of 100 mL of 20 ppm methylene blue with a catalyst concentration of 0.1 g and 5 mL of H₂O₂ using the Fenton method.