Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SISTEM INFORMASI PENYAKIT PADA IKAN HIAS BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Kristina Natasia Sinurat; Diah Ayu Lestari; Nurul Hikmah; Alifia Dhia Abdillah; Sekar Isnaeni Nurul Saputri; Melinta Nurul Islam; Dasril Aldo
JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) Vol 10 No 1 (2022): Jursima Vol. 10 No. 1, April Tahun 2022
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v10i1.364

Abstract

Perkembangan teknologi multimedia dan penerapanya di bidang pembelajaran memberikan kemudahan dalam menampung informasi dan data. Saat ini peminat budidaya ikan hias semakin meningkat, namun tidak semua mengalami keberhasilan dalam memelihara ikan hias salah satunya karena faktor penyakit yang menyerang dan juga kurangnya edukasi masyarakat mengenai penyakit pada ikan hias. Pemanfaatan multimedia interaktif sangat cocok digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam bentuk animasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya media penyampaian mengenai jenis-jenis penyakit pada ikan hias secara interaktif. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai macam-macam penyakit pada ikan hias, ciri-ciri, dan juga cara mengobatinya dengan mengembangkan animasi multimedia pembelajaran secara interaktif berbasis software macromedia flash 8. Penelitian ini akan menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian berupa Sistem Infomasi Penyakit Pada Ikan Hias Berbasis Multimedia Interaktif yang terdiri dari berbagai penjelasan penyakit pada ikan hias. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Ikan Hias, Animasi Ikan Hias.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) IRMA SURYANI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2023 Eka Juniarty; Diah Ayu Lestari; Pera Mandasari
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i27.271

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), in 2019 the infant mortality rate (IMR) was 27 deaths per 1000 live births. The infant mortality rate, which is quite high in the world, can actually be avoided by giving breast milk, especially colostrum. The aim of the study was to determine the factors associated with giving colostrum to newborns at the Independent Midwife Practice (PMB) Irma Suryani Prabumulih City in 2023. The research method is analytic in nature, using a cross sectional approach. The population of this study were all mothers who gave birth to babies 0-28 days at the Independent Midwife Practice (PMB) Irma Suryani Prabumulih City in 2023. The number of samples in this study were 36 respondents. Sampling using Accidental sampling method. The research instrument is a questionnaire. The results of the study based on univariate analysis found that out of 36 respondents there were 10 respondents (27.8%) who did not give colostrum and 26 respondents (72.2%) who did give colostrum, there were 26 respondents (72.2%) who had knowledge good and 10 respondents (27.8%) had less knowledge, there were 23 respondents (63.9%) who had low risk parity and 13 respondents (36.1%) had high risk parity, there were 27 respondents (75%) who received family support and 9 respondents (25%) did not receive family support. From the bivariate analysis it was known that of the 26 respondents who had good knowledge, there were 24 respondents (66.7%) who gave colostrum, while of the 12 respondents with high risk parity, there were 4 respondents (11.1%) who gave colostrum, of the 27 respondents who received family support there were 24 respondents (66.7%) giving colostrum In conclusion, there is a significant relationship between knowledge and giving colostrum with a P-value of 0.000 <? 0.05, there is a significant relationship between parity and giving colostrum with a P-value of 0.001 <0.05, there is a significant relationship between family support and giving colostrum with a value Value 0.000 < ? 0.05,
HUBUNGAN PARITAS DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PRABUMULIH Diah Ayu Lestari; Eka Juniarty; Alfi Fitriyah
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.284

Abstract

Preeklamsia merupakan penyakit dengan tanda-tanda tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu tekanan darah ?140/90 mmHg dan proteinuria ? 300 mg/24 jam pembengkakan jaringan (edema), dan ditemukannya protein dalam urin (proteimuria) yang timbul karena kehamilan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih tahun 2023. Metode penelitian bersifat analitik, dengan mengunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang dirawat diruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih tahun 2023. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik Random Sampling yaitu sebanyak 300 orang. Instrumen penelitian berupa checklist. Hasil penelitian berdasarkan analisa univariat diketahui bahwa dari 300 responden terdapat 107 responden (35,7%) yang didiagnosa preeklampsia dan 193 responden (64.3%) yang didiagnosa tidak mengalami preeklampsia, terdapat 57 responden (19%) yang memiliki paritas resiko tinggi dan 243 responden (81 %) yang memiliki paritas resiko rendah, terdapat 66 responden (22%) yang didiagnosa obesitas dan 234 responden (78 %) yang didiagnosa tidak obesitas. Dari 57 responden yang memiliki paritas resiko tinggi dan didiagnosa preeklampsia sebanyak 47 (15,7%) sedangkan responden yang memiliki paritas resiko rendah dan didiagnosa preeklampsia sebanyak 60 (20%) dan Dari 66 responden yang mengalami obesitas dan didiagnosa preeklampsia sebanyak 48 (16%) sedangkan responden yang tidak mengalami obesitas dan didiagnosa preeklampsia sebanyak 59 (19,7%). Simpulan ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian preeklampsia dengan nilai Pvalue 0,005< ? 0,05 dan ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian preeklampsia dengan nilai Pvalue 0,000< ? 0,05
PENGARUH SELF-EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA Diah Ayu Lestari; Marsofiyati
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i6.6464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan dukungan sosial terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana self-efficacy dan dukungan sosial mempengaruhi kesiapan kerja mahasiswa. Variabel utama yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah self-efficacy dan dukungan sosial sebagai variabel independen dan kesiapan kerja sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif survei. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas yang dilaksanakan sebelum data dianalisa. Hasil uji normalitas terhadap data penelitian ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, uji multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model regresi yang diuji, serta uji heterokedastisitas menunjukkan tidak ada indikasi kuat bahwa terdapat masalah heteroskedastisitas dalam model regresi ini terpenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, (2) dukungan sosial tidak berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal, seperti self-efficacy, lebih berperan penting dalam kesiapan kerja mahasiswa dibandingkan dengan faktor eksternal seperti dukungan sosial. Namun, dukungan sosial tetap dapat menjadi elemen penting dalam konteks yang berbeda atau bagi kelompok tertentu. Kata Kunci: Self-Efficacy, Dukungan Sosial, Kesiapan Kerja
Peran Guru Agama Katolik di SLB-A Karya Murni Medan Sukma kusuma dewa; Diah ayu lestari
Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/damai.v1i3.53

Abstract

Teaching Catholic Religious Education (CRA) classes to blind children is not easy. Qualified teachers who know how to handle children with special needs, such as the blind. The research "The Role of Catholic Religious Teachers in Special Schools (SLB-A) Karya Murni Medan was carried out with the aim of finding out the Role of Catholic Religious Teachers in Special Schools (SLB) Karya Murni Medan. religion for blind students. In this research, researchers used qualitative descriptive techniques with interview methods involving the school: the principal, two Catholic religious teachers, two Catholic religious teachers and six blind students.
Menentukan Nilai Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Seumur Hidup Menggunakan TMI IV Tahun 2019 dengan Variasi Uang Pertanggungan (UP) Diah Ayu Lestari; Kasih Simbolon; Septi Melani Putri Tambunan
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v3i1.2276

Abstract

Life insurance is an agreement made by the insurance company as the party responsible for providing the guarantee in the form of providing money as risk compensation if an event occurs, such as the death of an insurance participant. As compensation, the insurance participant has the obligation to pay a certain amount of premium to the insurance company. Single premium is a premium payment method that is made once at the beginning. Single premium is a way of paying insurance premiums that are paid all at once at the beginning. Sum Insured is funds that will be given the insurance company to the heirs as a replacement if the insurance participant dies. The purpose of this research is to determine the premium value and compare the premium value if various sums insured are given. And it was found that the greater the sum insured, the greater the premium value that must be paid, and the older a person is when taking out life insurance, the greater the premium value that must be paid.
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34920

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34921

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34922

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Bentuk dan Fungsi Pantun Atui; Sebuah Kajian Pantun Melayu Klasik Hidayatun Nur; Desi Sukenti; Latif, Latif; Dicky Fahmi; Diah Ayu Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi pantun atui yang ada dalam masyarakat Kampar-Riau Indonesia. Pantun atui merupakan warisan budaya masyarakat Kampar Riau yang sudah terancam punah seiring dengan perubahan zaman. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk dari pantun atui yang dilihat dari segi tipografi, rima, asonansi, aliterasi, diksi, imaji, gaya bahasa serta fungsi atau penggunaan pantun atui dalam kehidupan masyarakat Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi analisis dokumen dan fenomenologi. Melalui strategi analisis dokumen penelitian ini menganalisis teks pantun atui dari segi bentuk pantun atui dari segi tipografi, rima, asonansi, dan alterasi). Melalui strategi fenomenologi penelitian ini menganalisis penggunaan atau fungsi pantun atui masyarakat Kampar Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pantun atui memiliki keindahan bentuk dan unik yang dapat ditinjau dari tipografi yaitu berdasarkan jumlah baris, rima atau persajakan, asonansi, aliterasi, diksi, imaji dan gaya bahasa. Berdasarkan fungsinya pantui atui sebagai alat ekspresi diri dan sekaligus menjadi sarana edukatif dalam memberika nasihat terutama yang berhubungan dengan ajaran Islam. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam kajian pantun dan pantun Melayu Klasik serta pelestarian warisan budaya takbenda yang berupa pantun sehingga bisa menjadi tetap lestari.