Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VARIASI ARAH PUTARAN FAN TERHADAP PENDINGINAN PADA PENDINGIN MINUMAN PORTABLE MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK KAPASITAS 4,7 LITER Rahmat Iman Mainil; Syafri; Azridjal Aziz; Renhard Niptro Gultom; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Portable beverage cooler (PBC) capacity of 4.7 liters using thermoelectric cooler (TEC) module was used to determine the cooling rate of PBC. This study employed active peltier elements by comparing two variations of direction of fan rotation (induced draft fan and force draft fan) and cooling loads. Each experiments was conducted until the temperature of cooling room reach the lowest temperature. By using force draft fan the data showed that by using three TEC module the cooling room temperature can reach 14,6 oC in 95 minute (without cooling load) and 25,5 oC in 40 minutes (maximum cooling load, 6 beverage cans).Whereas, by employing three TEC and using induced draft fan the cooling room reach temperature 17,4 oC in 55 minutes (without cooling load), and 25,6 oC in 35 minutes (maximum cooling load, 6 beverage cans).
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
KARAKTERISTIK KINERJA PIPA KALOR MENGGUNAKAN STRUKTUR WICK SCREEN 100 MESH DENGAN FLUIDA KERJA AIR Wandi Wahyudi; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa kalor merupakan alat penukar kalor dengan dimensi yang kecil tetapi dapat memindahkan kalor yang besar. Banyak penelitian mengenai pipa kalor, guna memperoleh peningkatan kinerja termalnya dengan memodifikasi fluida, orientasi, kecepatan putar dan struktur wick. Dalam penelitian ini pipa kalor dibuat dari pipa tembaga berdiameter 9,525 mm, tebal 1 mm dan panjang 400 mm menggunakan screen 100 mesh sebagai struktur wick dengan air sebagai fluida kerja. Variasi pengujian menggunakan 3 variasi sudut kemiringan 0o, 45o, 90o dan 4 variasi heat input 3 watt, 4 watt, 5 watt dan 6 watt untuk melihat pengaruhnya pada kinerja pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan terhadap heat input, maka semakin kecil nilai hambatan termalnya. Hambatan termal terendah terjadi pada sudut 90o dengan heat input 6 Watt sebesar 8,60˚C/Watt. Koefisien perpindahan panas terbesar dan temperature difference terkecil terjadi pada sudut kemiringan 90o dengan nilai 97,70W/˚C m² dan 31,8°C.
PERANCANGAN EVAPORATOR MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Adriyus putra; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang evaporator mesin pengering pakaian menggunakan mesin pendingin udara dengan sistem kompresi uap siklus terbuka. Mesin pengering pakaian ini mengunakan Air Conditioner ½ PK dengan siklus kompresi uap yang mempunyai efek pendinginan dan efek pemanasan. Efek pendinginan dilayani oleh suatu penukar kalor yang dinamakan evaporator, proses yang terjadi pada evaporator adalah perubahan fasa refrigeran/fluida, dari cairan menjadi uap (penguapan/evaporasi). Desain evaporator dipengaruhi oleh, jenis refrigeran, temperatur evaporasi, temperatur dan laju massa air memasuki evaporator. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah melalui perhitungan termodinamika dan perhitungan pada evaporator. Pada desain ini menggunakan refrigeran 22 dengan temperatur evaporasi 10 °C, kapasitas pendinginan di evaporator 1,818 kW, serta temperatur permukaan evaporator 16 °C. Pipa kapiler untuk evaporator menggunakan pipa tembaga ¼ inci, dari hasil perhitungan evaporator didapat panjang pipa kapiler yang dibutuhkan sepanjang 16,52 meter. Maka panjang pipa kapiler untuk setiap lintasan panjang pipa 0,68 meter dengan 24 lintasan, serta dari luas permukaan perpindahan panas 0,1997 m2 .
PENGARUH BEBAN PENDINGIN PADA MESIN PENKONDISIAN UDARA HIBRIDA DENGAN KONDENSOR DUMMY TIPE MULTI HELICAL COIL SEBAGAI WATER HEATER Afdhal Kurniawan Mainil; Sarwo Fikri; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air conditioning machines are generally used to provide a cooling effect. The cooling effect is intended to provide comfortable zone in a cooled room, so that a sense of comfort makes people feel at home in it. Most air conditioning machines operate thermodynamically using a vapor compression cycle, where heat is absorbed inside of the evaporator in the room, then this heat is discharged in an outdoor condenser. This process can take place because of the compressor's work and the pressure drop that occurs in the expansion valve or capillary pipe, so that the vapor compression cycle works perfectly. In air conditioning systems usually heat is wasted useless, the heat can be used to heat water with the addition of a dummy condenser. The addition of a dummy condenser in this study was conducted to see the effect of adding a dummy condenser to cooling load, compression power, temperature, and the Coefficient of Performance (COP). The method used in this study is the design and experimental methods. Based on the results of the test, during the 120 minute operation the hot water temperature achieved at no load conditions (0W), 1000W, 2000W and 3000W loads are 52.83oC, 56.58oC, 57.93oC and 64.73oC, respectively.
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
KARAKTERISTIK KINERJA PIPA KALOR MENGGUNAKAN STRUKTUR WICK SCREEN 100 MESH DENGAN FLUIDA KERJA AIR Wandi Wahyudi; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa kalor merupakan alat penukar kalor dengan dimensi yang kecil tetapi dapat memindahkan kalor yang besar. Banyak penelitian mengenai pipa kalor, guna memperoleh peningkatan kinerja termalnya dengan memodifikasi fluida, orientasi, kecepatan putar dan struktur wick. Dalam penelitian ini pipa kalor dibuat dari pipa tembaga berdiameter 9,525 mm, tebal 1 mm dan panjang 400 mm menggunakan screen 100 mesh sebagai struktur wick dengan air sebagai fluida kerja. Variasi pengujian menggunakan 3 variasi sudut kemiringan 0o, 45o, 90o dan 4 variasi heat input 3 watt, 4 watt, 5 watt dan 6 watt untuk melihat pengaruhnya pada kinerja pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan terhadap heat input, maka semakin kecil nilai hambatan termalnya. Hambatan termal terendah terjadi pada sudut 90o dengan heat input 6 Watt sebesar 8,60˚C/Watt. Koefisien perpindahan panas terbesar dan temperature difference terkecil terjadi pada sudut kemiringan 90o dengan nilai 97,70W/˚C m² dan 31,8°C.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdurrahaman, Ridwan Achmad Tavip Junaedi Adha, Aidil Adi Hans Purba Adi Hans Purba Adriyus putra Adriyus putra Afdhal Kurniawan Afdhal Kurniawan Mainil Afdhal Kurniawan Mainil Afdhal Kurniawan Mainil Agus, Rio Masri Ahmad Surya Ahmad Surya Ahmad Wisnu Sulaiman Alyauma Hajjah Amun Amri Ari Andriyas Puji Arya Bhima Satria Asral, Asral Aulian Samri Awaludin Martin Boby Hary Hartanto, Boby Hary Brian Agung Cahyo P Bungsu Herwanto Cecilia Cecilia Dani Ikhsan Putra Dani Ikhsan Saputra Dani Ikhsan Saputra Dedi Rosa Putra Cupu Delpanro Sitanggang Deni Kurniawan Desi Heltina Dicky Ikhwandi Efendi, Mas Efi Afrizal Eigko Malau Eko Prasetyo Eko Saputra Erpiani Siregar Evi Nadhifah Faisal Afif Faisal Tanjung Farida Isroani Ferly Septian Iskandar Ferly Septian Iskandar Fransiskus Faisal Simatupang Gihon Matondang Ginting, Hardianto Giri Saputra Gontor Andrapica Gontor Andrapica Gontor Andrapica Gordon HTTM Hanif Nugroho Aji Hasra Rafika Hasra Rafika Hendra Abdul Aziz Hendrik Syahputra Hendro Ekwarso Herisiswanto Herisiswanto ' Herisiswanto Herisiswanto Herisiswanto, Herisiswanto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iqbal Parija Irwandi Hidayat Irwandi Hidayat Iwan Kurniawan Izzuddin Ali Raja Siregar Izzuddin Ali Raja Siregar, Izzuddin Ali Raja Izzudin Ali Raja Siregar Jahrizal Jaswar Koto Jenvrizen, David Jheri Hermanto Jhoni Oberton Kharisma, Oktaf Brillian KHOIRUL ANAM Krisna Bayu Saputra Kristy Veronica Kusuma, Andi Arief Listiono, Hendra luthfi afiif yazu M Akmal M Dalil Mainil, Rahmat Imam Mintarto Mintarto Muftil Badri Muh Wira Tri Kusuma, Muh Wira Tri Muhammad Faizal Syukrillah Muhammad Faizal Syukrillah, Muhammad Faizal Muhammad Rif’at Syahnan Musthafa Akbar N Fuad N. Nazaruddin Nicholas Renaldo Nofriadi Nofriadi Nugrah Suryanto Nurman Saputra Nurul Deswita Nurul Deswita Nyoto P. Eko Prasetyo Prengki Saputra S Purba, Adi Hans Rahman Asfaranda Rahman Putra Mainil Rahmat Iman Mainil Rahmatsyah Maksum Ramsi Renaldi Khaesar Kumara Renhard Niptro G, Renhard Niptro Renhard Niptro Gultom Renhard Niptro Gultom Reni Yenti, Silvia Ruben Siregar Sarwo Fikri Sarwo Fikri Sayfri Syafri Silvia Reni Yenti Suhardjo Suhardjo Sulaiman Musa Sunny Ineza Putri Suprayitno Suprayitno Surya, Ahmad Syafri Syafri ' Syafrinaldi Zuhrimansyah Syahdi Fahala Banjarnahor Syamsu Herman Teguh Irawan Thalal, Thalal Tio Vani Nesri Umar Faruq Utari Prayetno Utari Prayetno Wandi Wahyudi Wandi Wahyudi Warman Fatra Willy Setiawan Yandra, Vicky Yohanes Yohanes Yusrizal Yusrizal