Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitias Desain Pembelajaran Berbasis Literasi Fisik “Pos Bilangan” Untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas 1 SD N 2 Purwosari Tahun Ajaran 2025/2026 Azka Maulida; Asep Ardiyanto; Prasena Arisyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5711

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa kelas 1 SD Negeri 2 Purwosari yang pembelajaran yang masih bersifat konvensional, kurang melibatkan aktivitas fisik, serta minimnya penggunaan media konkret yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa kelas rendah. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep bilangan dan operasi hitung sederhana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas 1 SD Negeri 2 Purwosari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi berupa pretestt dan posttest, observasi, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui perbedaan kemampuan numerasi siswa sebelum dan sesudah diterapkannya desain pembelajaran berbasis literasi fisik “Pos Bilangan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 79,58 meningkat menjadi 94,17 pada posttest. Hasil uji Paired Sample T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis literasi fisik “Pos Bilangan” berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa kelas 1 SD Negeri 2 Purwosari. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru menerapkan desain pembelajaran berbasis literasi fisik sebagai alternatif pembelajaran numerasi di kelas rendah. Sekolah diharapkan mendukung pengembangan media pembelajaran inovatif, dan peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan subjek serta materi penelitian.
PENDIDIKAN SENI: KAJIAN APRESIASI DAN KREASI SENI TARI DI SANGGAR SOBOKARTTI SEMARANG Prasena Arisyanto
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.87563

Abstract

Pendidikan seni mempunyai fungsi untuk memberikan pengalaman berkesenian sebagai upaya pelestarian seni dan pengalaman berekspresi sebagai media pengungkapan ide kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan seni di sanggar Sobokartti Semarang. Pendidikan seni mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan personal, memelihara kesadaran sosial, dan menyalurkan warisan budaya. Hal ini menyiratkan bahwa pendidikan seni mampu mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan budaya. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif. Data difokuskan pada kegiatan pentas evaluasi dan pergelaran tari yang dilaksanakan oleh anggota sanggar Sobokartti. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa kegiatan pentas evaluasi merupakan kegiatan apresiasi tari yang meliputi mengimitasi dan menampilkan tari yang sudah ada. Siswa sanggar di setiap kelas mengikuti latihan rutin untuk mempelajari materi yang diberikan pelatih, kemudian ditampilkan dalam pentas evaluasi. Pada kegiatan kreasi tari, siswa sanggar diberikan kesempatan untuk menciptakan sebuah karya dramatari dalam kegiatan pergelaran dengan mengambil cerita Ramayana. Siswa dari kelas dewasa ditunjuk sebagai tokoh utama dan pendukung, sedangkan siswa dari kelas remaja dan anak-anak dibagi menjadi kelompok kecil berdasarkan kebutuhan cerita. Setiap kelompok diberikan tugas untuk menata tari dalam kelompok tersebut. Melalui pergelaran tari, siswa dapat mengekspresikan kreativitasnya dalam menata tari. Kegiatan apresiasi dalam tari bisa menjadi media pelestarian, pewarisan, dan pengembangan seni. Kegiatan kreasi seni dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengembangkan potensi dan karakter anak.