Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pemangkasan dan Aplikasi Sitokinin-Giberelin pada Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Produktif Klon GMB 7 Dewi Anjarsari, Intan Ratna; Jajang Sauman Hamdani; Cucu Suherman; Tati Nurmala; Heri Syahrian Khomaeni; Vitria Puspitasari Rahadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.468 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.32046

Abstract

Pemangkasan pada tanaman teh yang dilakukan di kebun teh produktif menyebabkan sebagian besar atau secara keseluruhan organ fotosintesis tanaman hilang dan diperlukan waktu sekitar 2-3 bulan utuk tumbuh kembali. Pemangkasan dilakukan dengan jenis dan tinggi pangkasan yang bervariasi. Penambahan sitokinin benzil amino purine (BAP) dan giberelin (GA) diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pucuk setelah dipangkas. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh pemangkasan serta aplikasi BAP dan GA terhadap pertumbuhan dan hasil pucuk teh. Percobaan dilaksanakan kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung bulan Agustus 2017-Oktober 2018 menggunakan rancangan split-split plot terdiri dari jenis pemangkasan (pemangkasan bersih dan pemangkasan ajir) sebagai petak utama, tinggi pangkasan sebagai anak petak (40 cm, 50 cm, dan 60 cm), aplikasi BAP dan GA sebagai anak-anak petak (0 ppm, 60 ppm BAP, 50 ppm GA, 60 ppm BAP+ 50 ppm GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan bersih dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA menghasilkan pertumbuhan terbaik pada tinggi tunas. Tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP menunjukkan indeks klorofil daun tertinggi bulan ke-3 sebesar 91.58 (lebih tinggi daripada hasil penelitian sebelumnya yaitu 62.5-75.28), sedangkan tinggi pangkasan 60 cm dan 60 ppm BAP + 50 ppm GA memberikan bobot basah pucuk per perdu tertinggi pada pemetikan produksi. Secara tunggal, tinggi pangkasan 50 cm menurunkan jumlah pucuk burung serta 50 ppm GA mempersingkat lamanya masa dormansi pucuk menjadi 22 hari. Kata kunci: dormansi pucuk, pucuk burung, teh produktif
Respon Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaesis guineensis Jacq.) Fase TM 1 Terhadap Pemberian Kompos Tankos Kelapa Sawit dan Asam Humat Az Zahra, Fatimah; Ariyanti, Mira; Soleh, Mochamad Arief; Suherman, Cucu; Rosniawaty, Santi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i3.319

Abstract

Penggunaan pupuk kimiawi yang berlebihan dapat merusak ekosistem dan menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak negatif pada produksi tanaman. Penambahan bahan organik ke tanah seperti kompos tandan kosong dan asam humat dapat meminimalisir dampak negatif tersebut. Kandungan hara pada kompos tankos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sedangkan asam humat dapat meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi dosis kompos tankos kelapa sawit dan asam humat yang optimal untuk menghasilkan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di fase TM 1. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Februari - Juni 2024, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi: pupuk NPKMg (12:12:17:2) 2,5 kg/tanaman; kompos tankos 50 kg/tanaman; kompos tankos 30 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman; dan kompos tankos 10 kg/tanaman + 300 mL asam humat/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak ada beda nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan yang diamati. Perbedaan nyata hanya terjadi pada jumlah pelepah kelapa sawit, khususnya pada 2 dan 4 MSP, dengan perlakuan 10 kg/tanaman kompos tankos + 300 mL/tanaman asam humat memberikan hasil terbaik.
Co-Authors Agung Budi Laksono Agung Budi Laksono, Agung Budi Agusty, Reginna Salsabila Albert Franscyscus Anne Nuraini Anne Nurainni Annisa Nuraisah Annisa Nurul Fatimah Apong Sandrawati Arya Hanif Nugroho Ashari, Asri Mulya Asmi Maulina Az Zahra, Fatimah Azzahra, Talitha Novania Bayu Adji Purwoko Dewi Santika Dewi Santika Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Erdiansyah Rezamela Erdiansyah Rezamela Esnakelga Bernadetha Keliat Fatimah, Annisa Nurul Fetrina Oktavia Fetrina Oktavia Fiky Yulianto Wicaksono Firma, Farin Gelsbrata Gina Nur'aini Buchory Gita Natali Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Sahrian Heri Syahrian Heri Syahrian Khomaeni Heru Rizka Santosa Iftita Fitri Indriana, Kovertina Rakhmi Intan Ratna Dewi Anjarsari Jajang Sauman Hamdani Joko Santoso Khadamullah M Nurhuda Khadamullah Nurhuda M. Amrul Khoiri M. Arief Sholeh Marenda Ishak Sonjaya Sule Meddy Rachmadi Mira Ariyanti Mira Aryanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mohamad Arief Soleh Muhamad Kadapi Naufal Alwin Nurainni, Anne Nurliawati, Sri Desi Pangaribuan, Ikhwan Fadli Primadi, Ilhamsyah Purwoko, Bayu Adji R. Damayanthi R. Damayanthi, R. Rafli Pangestu Cokro Suyitno Ria Wulansari Rija Sudirja Rina Devnita Ruminta Ruminta Sahrian, Heri Saiful Afif Almatholib Samuel, Joshua Santi Rosniawaty Siti Zubaidah Sukmayana, Dodi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Syamsiyah Syaher Syamsiyah Syamsiyah Syfani Fitria Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Utari Madani Jayyidah Veronika Sri Rahayu Wulandari Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Warid Ali Qasim Widara Almaghfirah Ismail Wieny H Rizky Wieny H Rizky, Wieny H Wulandari, Veronika Sri Rahayu Yudithia Maxiselly Yuyun Yuwariah