Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Karakter Dalam Cerita Rakyat Genuk Kemiri Uswatun Khasanah; Irfai Fathurohman; Deka Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Genuk Kemiri Kabupaten Pati . Tempat penelitian ini dilaksanakan di SDN Sarirejo 01, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data secara deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SDN Sarirejo 01, juru kunci Genuk Kemiri, siswa SDN Sarirejo 01, dan orang tua siswa. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita rakyat Genuk Kemiri terdapat pendidikan karakter antara lain gotong royong dan kejujuran.
Nilai Karakter Bersahabat dalam Tradisi Barikan di Desa Wedusan untuk Siswa Sekolah Dasar Farid Munfarida; Deka Setiawan; Muhammad Noor Ahsin
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.5824

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Barikan Tradition in Wedusan Village, Dukuhseti District, Pati Regency and also the character values contained therein for the education of elementary school children. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques used are observation, in-depth interviews and documentation or what is commonly known as data triangulation. The subjects studied were residents of the Barikan Tradition, community leaders and elementary school students of Wedusan Village. The Barikan tradition is a form of local wisdom that is still being carried out by future generations, in the implementation of this tradition it is carried out regularly in the afternoon before the evening of Friday Wage. The Barikan Tradition process is carried out for 1 day, starting from the preparation of the place, the offerings used, and when the traditional activity is carried out. The process of implementing this Barikan by using Islamic prayers and Javanese prayers. In the implementation of the tradition there are offerings or offerings that are used. As for the offerings used in this tradition, namely: golong rice, tala 'porridge, traditional snacks, bitter coffee, coconut. The friendly character value contained in the Barikan Tradition is also recognized and realized by the people of Wedusan Village. This was proven when the researchers conducted in-depth interviews with related parties.
Penerapan Nilai Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Bank Sampah Oleh Aisyiyah Harits Abdul Manaf; Deka Setiawan; Erik Aditia Ismaya
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5856

Abstract

This study aims to determine Aisyiyah's role in implementing the character of environmental care in Kedungsari Village, Kudus. This study used descriptive qualitative research. The subjects of this study were members of the Asyiyah organization and elementary school children. Simultaneously, the object under review is a waste bank managed by the Aisyiyah Organization in Kedungsari Village, Kudus. This study uses interview data collection techniques, observation, and documentation. Data analysis in this study used data analysis techniques in this study using interactive model analysis techniques. From the results of Process Aisyiyah, researchers' observations in applying the character of caring for the environment in the village of Kedungsari conveyed through recitation, farmer groups, and waste banks. Environmental care activities at the waste bank are carried out every 2-4 weeks. The process of Aisyiyah's members in implementing the character of caring for the environment in the family environment is the participation of mothers in the following coaching and their families also getting guidance from their mothers at home
Perilaku Kedisiplinan Siswa Dilihat Dari Etika Belajar Di Dalam Kelas Hilmi Mubarok Putra; deka - setiawan; nur - fajrie
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5088

Abstract

This study aims to determine student disciplinary behavior seen from the ethics of learning in the Karanganyar State Elementary School 2. The study was designed with a qualitative and descriptive approach in presenting research data. The approach used by researchers is a phenomenological approach with the consideration that this study seeks to describe the phenomenon of student disciplinary behavior seen from the ethics of learning in the classroom. The data can be in the form of interview transcripts, field data records, personal documents, photographs, and others. The subjects chosen were fifth grade students of SD Negeri Karangayar 2 district Demak. From the results of observations made by researchers as well as special notes showing the lack of discipline in student behavior. The results of this study can be used as additional insight into knowledge for readers in general, and at the same time as teacher improvement, especially in disciplined behavior seen from the ethics of learning in the classroom.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Anak Pada Pembelajaran Daring Erna Fatmawati; Erik Aditia Ismaya; Deka Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 1 (2021): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i1.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua pada pembelajaran daring di Desa Gribig dalam pola asuh keluarga di Desa Gribig. Pola asuh orang tua adalah kontrol orang tua dalam memberikan pengasuhan terhadap anak dalam hal ini orang tua mendidik dan membimbing kepribadian anak. Motivasi belajar merupakan dorongan dari dalam maupun luar untuk tetap belajar sehingga seseorang atau khususnya siswa sekolah dasar dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal berkat dorongan semangat atau motivasi belajar yang tinggi. Pola asuh yang positif akan memberikan dorongan motivasi belajar yang tinggi terhadap anak. Hasil penelitian dalam memberikan bentuk pola pengasuhan menggunakan pola asuh demokratis. Penerapan pola asuh yang baik dapat diwujudkan lewat perlakuan, perhatian, pemenuhan kebutuhan, serta sikap orang tua dalam kehidupan sehari-hari dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar anak. Pola asuh yang diterapkan terhadap karakteristik anak yakni (1) religius, (2) disiplin, (3) mandiri, (4) komunikatif, (5) toleransi, (6) menghargai prestasi. Siswa tidak hanya memperoleh motivasi belajar yang maksimal tetapi memiliki pendidikan karakter yang baik dalam upaya mempersiapkan generasi yang akan datang memberikan sikap yang positif, perlakuan yang sesuai dari orang tua dalam mendidik anak, maka akan lebih mudah meningkatkan motivasi anak dalam belajar.
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Menggunakan Model Blended Learning Berbasis Pada Google Classroom Wening Kurniasari; Murtono Murtono; Deka Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 1 (2021): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i1.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Pembelajaran Blended Learning untuk meningkatkan minat belajar siswa. Blended Learning merupakan aplikasi tercipta untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan anak didik, terutama dalam hal ruang dan waktu. Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti; gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu menggambarkan atau melukiskan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bisadilakukan secara online menggunakan blended learning sehingga perlu untuk memberikan perhatian penuh didalam belajar dan adanya perhatian tersebut karena siswa merasa senang dan tertantang mengikuti kegiatan pembelajaran baik di kelas maupun didalam classroom. Faktor minat belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Siswa yang memiliki kemampuan diri secara fisik maupun mental yang baik dan kondisi lingkungan yang mendukung, maka dapat menumbuhkan minat belajar siswa yang baik. Pembelajaran blended learning sangat membantu dalam pembelajaran pada masa pandemic seperti saat ini sehingga dapat menumbuhkan minat belajar anak dan anak semakin termotivasi untuk belajar.
Penerapan Model Mind Mapping Menggunakan media Flash Card Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 5 Pada Siswa Kelas IV SD 02 Megawon Mayalinda Siska Harwanti; Ika Ari Pratiwi; Deka Setiawan
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2021): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.142 KB) | DOI: 10.26740/eds.v5n1.p7-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan Penerapan Model Mind Mapping menggunakan media Flash Card untuk meningkatkan hasil belajar materi Pahlawanku dan Pancasila Kelas IV tahun 2019/2020 di SD N 02 Megawon Kudus, Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Kemmis dan Tanggart meliputi empat tahap yaitu 1) perencanaan, 2) Pelaksaan Tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Subjek penelitian siswa kelas IV sebanyak 25 siswa. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model Mind Mapping. Variabel terikat hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan merupakan data kuantitatif dan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar tema 5, hasil belajar di di siklus I yaitu dengan presentase sebesar (40%) kemudian mengalami peningkatan siklus II sebanyak (60%). Aktivitas siswa siklus I yaitu dengan presentase sebesar (80%) dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II presentase sebesar ( 95%).  Peningkatan tersebut  didukung ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran siklus I yaitu dengan presentase sebesar  (76,78%) kemudian mengalami peningkatan di siklus II  sebanyak (83,9%). Model Mind Mapping menggunakan media Flash Card dapat meningkatkan hasil belajar siswa tema 5 kelas IV SD N 02 Megawon.
Analisis pembelajaran daring di masa pandemi pada siswa kelas V di SD 5 Jekulo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Muhammad Firhan Hananto; Deka Setiawan; Muhammad Noor Ahsin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.9.2.115-127

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala yang dirasakan pada saat pembelajaran daring serta mendeskripsikan strategi pembelajaran pada masa pandemi  di kelas V SD 5 Jekulo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Adapun analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yakni kendala  belajar selama pandemi diantaranya sulitnya mengoperasikan teknologi bagi guru, terbatasnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran online, kurang maksimalnya siswa menerima materi yang disampaikan, dan hilangnya kedisiplinan siswa dalam pembelajaran online. Selain itu, strategi pembelajaran online di masa pandemi dengan mengembangkan pengetahuan mengoperasikan teknologi seperti pelatihan sosial media untuk pembelajaran, menerapkan blended learning, memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang kesulitan, dan menekankan peran orang tua sebagai fasilitator pembelajaran daring.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL GROBOGAN Dita Pristiana; Deka Setiawan; Imaniar Purbasari
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 7 No. 2 (2020): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.863 KB) | DOI: 10.31316/esjurnal.v7i2.861

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak dua siklu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada muatan IPS dan Bahasa Indonesia. Muatan Bahasa Indonesia presentase ketuntasan siswa secara berturut-turu dari pra siklus, siklus I, siklus II yaitu 3%, 30%, dan meningkat menjadi 76%. Sedangkan pada muatan IPS, presentase ketuntasn siswa yaitu 6%, 35%, dan meningkat menjadi 76%. Dengan demikian, penerapan pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Wedoro.Abstract:This study aims to improve student learning achievement. This type of research is a Class Action Research conducted by as many as two siklu. Data collection techniques used were interviews, observation, tests, and documentation. Analysis of the data used is the analysis of quantitative and qualitative data. The results showed that there was an increase in student achievement in social studies and Indonesian content. Indonesian content is the percentage of students completeness successively from pre-cycle, first cycle, second cycle which is 3%, 30%, and increased to 76%. Whereas on social studies content, the percentage of students completeness was 6%, 35%, and increased to 76%. Thus, the application of thematic learning based on local wisdom can improve student achievement in class IV SDN Wedoro.
IMPROVING STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES IN THE THEME OF “PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN” THROUGH VIDEO – ASSISTED STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MODEL AT GRADE V ELEMENTARY SCHOOL Fahriza Deaz Ismaya; Murtono Murtono; Deka Setiawan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.266 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i3.7998

Abstract

This study aimed to describe the application of student team achievement division (STAD) model assisted by instructional video media to improve students’ learning outcomes.This study utilized classroom action research (CAR) consisting of two cycles. Each cycle consisted of four stages namely planning, implementating actions, observing, and reflecting. The subjects of this study were 21 fifth grade students at SD 5 Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. There were 13 male students and 8 female students in this study. Data were collected through observations, interviews, tests, and documentations. The results of observations revealed that the teacher’s skills in managing learning increased by a percentage of 76% (Good) in cycle I to 87% (Very Good) in cycle II. Meanwhile, students’ learning outcomes in pre-cycle aspects of IPS content reached the completeness for 47.6% (need guidance). It increased in cycle I to 71.4% (good) and in cycle II to 85.7% (good). Moreover, the learning outcomes in pre-cycle knowledge aspects of Bahasa Indonesia content reached the completeness for 42.9% (need guidance). Then, it increased in cycle I to 66.7% (need guidance) and in cycle 2 to 90.5% (very good). Finally, the students’ learning outcomes in the skills aspects in cycle I reached the average of 76.2% (enough) and increased in cycle II to 85.7% (good).