Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Pengajaran Ustadz Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih Salman Al Farisi; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an (Baca Tulis Al-Qur’an atau BTA). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang proses pembelajaran dan praktik pengajaran yang diterapkan di Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ). Temuan menunjukkan bahwa ustadz menerapkan beberapa strategi, termasuk pendekatan individual dan personal, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan mereka, serta penerapan metode talaqqi dan musyafahah yang menekankan interaksi langsung antara custadz dan santri. Metode-metode ini memungkinkan ustadz memberikan bimbingan intensif, koreksi langsung, dan umpan balik yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing santri. Selain itu, sistem pembelajaran LTTQ mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan berpusat pada santri, yang mendorong partisipasi aktif dan memberikan kesempatan bagi santri untuk mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dengan kegiatan keagamaan dan akademik lainnya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan disiplin, kesabaran, dan cinta terhadap Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter. Kesimpulannya, strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di LTTQ telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an santri sambil menciptakan lingkungan pendidikan holistik yang menggabungkan pertumbuhan intelektual, spiritual, dan moral
ISLAM DAN PERADABAN RASIONAL (Melacak Akar dan Keemasan Peradaban Islam abad VII-XIII di bidang Sastra, Seni dan Politik) Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i1.480

Abstract

Islam sebagai “agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Dengan menginteralisasi ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan pribadi dan kelompok secara mapan, dan memadukan kemapanan spiritual itu dengan peradaban modern yang dimiliki oleh bangsa Rumawi Timur dan Persia khususnya, umat Islam tampil sebagai bangsa yang berperadaban spektakuler, (khususnya di bidang sastra, seni, dan politik dan pemerintahan), dan Islam telah menjadi pusat peradaban dunia modern yang diukir dalam sejarah.
Islam dan Apresiasi Peradaban Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.487

Abstract

Ajaran Islam sebagai sistem kehidupan merupakan bukti kerasulan Muhammad SAW yang turun ke jazirah Arab mengandung nilai-nilai universal yang diperuntukkan bagi penataan kehidupan dan peradaban umat manusia sejagat hingga akhir zaman. Keutuhan ajaran Islam sebagai kelanjutan dari nilai-nilai hidup baik yang bersifat ilahiyah yang terdapat dalam berbagai ajaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul sebelumnya.Kenyataan itu mengisyaratkan bahwa ajaran Islam sebagai sistem nilai yang diberlakukan dalam kehidupan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai positif yang selama ini telah dipraktikkan dalam kehidupan umat manusia baik secara individual maupun komunal.Berbeda dengan kerasulan Muhammad SAW, Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah sebelum beliau relatif hanya membawa ajaran dan sistem nilai ditujukan untuk kelompok dan umat tertentu. Dengan pemahaman seperti itu, tentu sistem penurunan ajaran pada para nabi dan rasul itu disesuaikan dengan kebutuhan umat yang dihadapi para nabi dan rasul pada waktu itu. Sistem kehidupan yang harus ditata saat itu berlaku terhadap umat dengan kultur dan karakteristik yang relatif seragam atau tidak sekompleks dengan pola kehidupan umat yang dihadapi oleh nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.  Keutuhan ajaran Islam yang diusung oleh nabi akhir zaman ini dan kemajemukan pola kehidupan umat yang akan ditata melalui ajaran Islam, menunjukkan bahwa Islam diproyeksikan oleh si pemilik kehidupan untuk seluruh umat dengan berbagai variannya, seperti suku bangsa, ras, budaya dan peradaban, bahasa, dan pandangan hidup.Berdasarkan pandangan seperti di atas, tulisan kecil yang ada di tangan ini anda saat ini mencoba untuk menyatakan secara sepintas tentang Islam dan apresiasi peradaban. 
Design of Assessment and Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) Learning Latifatuz Zahra; Lathifah Lathifah; Abu Mansur; Baldi Anggara
PAI RAFAH Vol 8 No 2 (2026): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pair.v8i2.35176

Abstract

The aim of this research is to discuss the design of comprehensive assessment and evaluation for Islamic Religious Education (PAI) learning that is relevant to modern education. This research employed a qualitative approach with a library research approach, encompassing various scientific literature sources and Quranic interpretations. The results indicate that assessment and evaluation in PAI learning play a strategic role in measuring learning achievement while simultaneously shaping the religious character of students. However, practice in the field still tends to focus on the cognitive aspect through written tests, which does not reflect a holistic assessment. Therefore, it is necessary to design an assessment that covers the cognitive, affective, and psychomotor domains equally. Furthermore, PAI evaluation must be grounded in philosophical, psychological, and religious aspects that emphasize the harmony between knowledge and action. Assessment principles such as objectivity, fairness, comprehensiveness, and continuity are also important foundations for its implementation. The types of assessment used include diagnostic, formative, summative, and authentic assessments that complement each other. Thus, appropriate assessment and evaluation design can improve the quality of PAI learning and produce students who excel intellectually, spiritually, and socially.