Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Strategi Pengajaran Ustadz Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih Salman Al Farisi; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di Pondok Pesantren Al-Furqon Prabumulih dalam mengatasi kesulitan siswa dalam belajar membaca dan menulis Al-Qur’an (Baca Tulis Al-Qur’an atau BTA). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang proses pembelajaran dan praktik pengajaran yang diterapkan di Lembaga Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an (LTTQ). Temuan menunjukkan bahwa ustadz menerapkan beberapa strategi, termasuk pendekatan individual dan personal, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan mereka, serta penerapan metode talaqqi dan musyafahah yang menekankan interaksi langsung antara custadz dan santri. Metode-metode ini memungkinkan ustadz memberikan bimbingan intensif, koreksi langsung, dan umpan balik yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing santri. Selain itu, sistem pembelajaran LTTQ mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan berpusat pada santri, yang mendorong partisipasi aktif dan memberikan kesempatan bagi santri untuk mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an dengan kegiatan keagamaan dan akademik lainnya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan disiplin, kesabaran, dan cinta terhadap Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter. Kesimpulannya, strategi pengajaran yang diterapkan oleh ustadz di LTTQ telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an santri sambil menciptakan lingkungan pendidikan holistik yang menggabungkan pertumbuhan intelektual, spiritual, dan moral
ISLAM DAN PERADABAN RASIONAL (Melacak Akar dan Keemasan Peradaban Islam abad VII-XIII di bidang Sastra, Seni dan Politik) Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i1.480

Abstract

Islam sebagai “agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Dengan menginteralisasi ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan pribadi dan kelompok secara mapan, dan memadukan kemapanan spiritual itu dengan peradaban modern yang dimiliki oleh bangsa Rumawi Timur dan Persia khususnya, umat Islam tampil sebagai bangsa yang berperadaban spektakuler, (khususnya di bidang sastra, seni, dan politik dan pemerintahan), dan Islam telah menjadi pusat peradaban dunia modern yang diukir dalam sejarah.
Islam dan Apresiasi Peradaban Abu Mansur
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.487

Abstract

Ajaran Islam sebagai sistem kehidupan merupakan bukti kerasulan Muhammad SAW yang turun ke jazirah Arab mengandung nilai-nilai universal yang diperuntukkan bagi penataan kehidupan dan peradaban umat manusia sejagat hingga akhir zaman. Keutuhan ajaran Islam sebagai kelanjutan dari nilai-nilai hidup baik yang bersifat ilahiyah yang terdapat dalam berbagai ajaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul sebelumnya.Kenyataan itu mengisyaratkan bahwa ajaran Islam sebagai sistem nilai yang diberlakukan dalam kehidupan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai positif yang selama ini telah dipraktikkan dalam kehidupan umat manusia baik secara individual maupun komunal.Berbeda dengan kerasulan Muhammad SAW, Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah sebelum beliau relatif hanya membawa ajaran dan sistem nilai ditujukan untuk kelompok dan umat tertentu. Dengan pemahaman seperti itu, tentu sistem penurunan ajaran pada para nabi dan rasul itu disesuaikan dengan kebutuhan umat yang dihadapi para nabi dan rasul pada waktu itu. Sistem kehidupan yang harus ditata saat itu berlaku terhadap umat dengan kultur dan karakteristik yang relatif seragam atau tidak sekompleks dengan pola kehidupan umat yang dihadapi oleh nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.  Keutuhan ajaran Islam yang diusung oleh nabi akhir zaman ini dan kemajemukan pola kehidupan umat yang akan ditata melalui ajaran Islam, menunjukkan bahwa Islam diproyeksikan oleh si pemilik kehidupan untuk seluruh umat dengan berbagai variannya, seperti suku bangsa, ras, budaya dan peradaban, bahasa, dan pandangan hidup.Berdasarkan pandangan seperti di atas, tulisan kecil yang ada di tangan ini anda saat ini mencoba untuk menyatakan secara sepintas tentang Islam dan apresiasi peradaban. 
Design of Assessment and Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) Learning Latifatuz Zahra; Lathifah Lathifah; Abu Mansur; Baldi Anggara
PAI RAFAH Vol 8 No 2 (2026): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pair.v8i2.35176

Abstract

The aim of this research is to discuss the design of comprehensive assessment and evaluation for Islamic Religious Education (PAI) learning that is relevant to modern education. This research employed a qualitative approach with a library research approach, encompassing various scientific literature sources and Quranic interpretations. The results indicate that assessment and evaluation in PAI learning play a strategic role in measuring learning achievement while simultaneously shaping the religious character of students. However, practice in the field still tends to focus on the cognitive aspect through written tests, which does not reflect a holistic assessment. Therefore, it is necessary to design an assessment that covers the cognitive, affective, and psychomotor domains equally. Furthermore, PAI evaluation must be grounded in philosophical, psychological, and religious aspects that emphasize the harmony between knowledge and action. Assessment principles such as objectivity, fairness, comprehensiveness, and continuity are also important foundations for its implementation. The types of assessment used include diagnostic, formative, summative, and authentic assessments that complement each other. Thus, appropriate assessment and evaluation design can improve the quality of PAI learning and produce students who excel intellectually, spiritually, and socially.
Penerapan Pemikiran Ahmad Dahlan Al-Ma'un Revitalisasi Pendidikan Karakter Kebangsaan Fikih Sosial di SMA Labbaik Lahat Era Afriza; Hafizh Maulana Nugraha; Muhammad Fauzi; Abu Mansur
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5439

Abstract

This study investigates the implementation of Ahmad Dahlan’s interpretation of Al-Ma'un as a foundation for revitalizing national character education through Islamic Religious Education (PAI) with an emphasis on social jurisprudence (fiqh sosial) at SMA Labbaik Lahat. The research is motivated by the urgent need to strengthen students’ national character in the face of globalization, growing individualism, and declining social concern among young people. Contextually read by Ahmad Dahlan, Surah Al-Ma'un underscores the necessity of translating Islamic teachings into tangible social actions, including care for the marginalized (dhuafa), social justice, and humanitarian responsibility, which strongly align with the aims of national character education and the high-school social fiqh curriculum. Employing a qualitative case study design, the study collected data through classroom observations, in-depth interviews with PAI teachers and students, and document analysis of learning materials and school programs. Data were analyzed using thematic procedures consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings demonstrate that integrating Al-Ma'un-based thought into social fiqh instruction strengthens students’ national character values, such as religiosity, social empathy, mutual cooperation, responsibility, and concern for the social environment. Learning activities move beyond a merely normative understanding of fiqh by promoting value internalization through social practice, including acts of care, sharing initiatives, and the habituation of prosocial attitudes in the school context. The study concludes that Ahmad Dahlan’s conception of Al-Ma'un is both relevant and effective as a pedagogical foundation for revitalizing national character education within PAI learning grounded in social jurisprudence at the senior secondary level.
Relevansi Pemikiran KH. Imam Zarkasyi Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Al Azhar Center Baturaja Laysa Zahran; Cukup Islamiarso; Muhamad Fauzi; Abu Mansur
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3010

Abstract

This study explores the relevance of KH. Imam Zarkasyi’s educational thought in the development of Islamic education at Al Azhar Center Baturaja. As a reformer and founder of Pondok Modern Darussalam Gontor, Zarkasyi introduced an integrative model that harmonized religious values with intellectual advancement. His educational philosophy emphasizes the formation of insan kamil complete human beings who balance spiritual, intellectual, moral, and social dimensions. Using a qualitative descriptive field research approach, data were collected through observation, interviews, and documentation to analyze how Zarkasyi’s ideas are contextualized in Al Azhar Center’s educational practices. The findings reveal that Zarkasyi’s principles sincerity, simplicity, self-reliance, discipline, and responsibility are deeply embedded in the institution’s curriculum, management, and learning culture. Education at Al Azhar Center Baturaja not only focuses on academic achievement but also cultivates moral integrity and social responsibility through daily habituation and character formation. The integration of religious and general sciences, supported by modern pedagogical methods, reflects Zarkasyi’s vision of education as a transformative process that prepares students to contribute meaningfully to society. Thus, his educational legacy remains a vital foundation for building a progressive Islamic education system that is spiritually rooted, intellectually dynamic, and socially relevant
PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY’ARI SERTA RELEVANSINYA BAGI SEKOLAH DAN PESANTREN DI KAWASAN MELAYU Muhammad Albab Mananna; Lailatul Mukjizat; Mona Alyaa Sausan; Abu Mansur; Nurlaila Nurlaila
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1181

Abstract

Sebagai ulama besar dan pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan pendidikan Islam yang mengutamakan pentingnya adab, integritas moral, dan penyempurnaan akhlak sebagai inti pembelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya bagi sekolah dan pesantren pada kawasan Melayu. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan kajian literatur pustaka, melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer relevan dengan konsep pendidikan beliau. Hasil kajian mengemukakan bahwasannya pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mencakup beberapa aspek fundamental, yaitu tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan bertakwa, karakteristik guru sebagai figur teladan, sistem pendidikan berbasis nilai-nilai teosentris, integrasi ilmu agama serta ilmu umum, metode pembelajaran pesantren seperti bandongan dan sorogan, serta evaluasi bukan cuma menilai aspek kognitif akan tetapi terkait perilaku dan pengamalan ilmu. Pada konteks sekolah dan pesantren di wilayah Melayu, meliputi Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan komunitas Melayu lainnya,gagasan Hasyim Asy’ari terbukti sangat relevan. Nilai-nilai akhlak, penghormatan terhadap guru, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta pelestarian kitab kuning selaras dengan budaya masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab dan moralitas. Dengan demikian, pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dapat dijadikan landasan filosofis serta praktis terhadap penguatan pendidikan Islam di kawasan Melayu, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keilmuan dan karakter keislaman.
PENERAPAN MEDIA BOARD GAME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL DOA-DOA PENDEK PADA SANTRI DI MA’HAD MIFTAHUL JANNAH KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN Nevy Nahrisyah; Abu Mansur; Nyimas Yunierti Prihatin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17750

Abstract

The background of this study focuses on the students' short prayer memorization skills, which are still not optimal, as students often feel bored and unmotivated due to a learning process that tends to be monotonous and relies solely on memorization books. The purpose of this study was to determine the memorization abilities of students before and after the application of Board Games, as well as to determine whether this medium could improve the ability to memorize short prayers among students at Ma'had Miftahul Jannah. The method used in this study was a quantitative approach with an experimental type (Quasi Experimental) using a One Group Pretest-Posttest design. Data collection techniques included observation, tests (oral), and documentation. The data analysis technique used to test the research hypothesis was the Wilcoxon Signed Ranks Test because the data was not normally distributed. The results showed that there was a significant effect of the Board Game media on improving the students' ability to memorize short prayers. Before the media was implemented, the students' abilities were predominantly in the low category (56%) with an average score of 51.41. After the Board Game media was implemented, the students' memorization abilities improved significantly to the high category with an average score of 90.38. Based on the Wilcoxon test results, a significance value of 0.000 < 0.05 was obtained, which means that the Board Game media is very effective in helping students improve their memorization of short prayers.
An Integrative Framework for the Design and Development of Islamic Religious Education (PAI) in the Digital Era Laila Rahmi Hasanah; Mona Alyaa Sausan; Lailatul Mukjizat; Abu Mansur; Baldi Anggara
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10330

Abstract

This study aims to analyze the nature, scope, and development of Islamic Religious Education (PAI) learning design in the digital era. The study employs a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach by examining relevant literature on instructional design, Islamic education, and digital learning. The findings reveal that PAI learning design is a systematic and integrative process that connects learning objectives, materials, strategies, media, and evaluation while emphasizing the integration of cognitive, affective, and psychomotor domains. The study also finds that the development of PAI learning is a continuous process grounded in both technological advancement and Islamic principles, particularly the concept of self-evaluation (muhasabah) as reflected in Qur’anic teachings. In addition, the scope of PAI learning design includes student analysis, objective formulation, material selection, strategy and method determination, media utilization, and comprehensive evaluation. The study further clarifies the conceptual distinctions among instructional design, models, strategies, and methods, which are often used interchangeably in educational practice. The novelty of this study lies in its integrative conceptual framework that combines instructional design theory, digital transformation, and Islamic educational values. This study contributes to the development of more adaptive, value-oriented, and meaningful PAI learning in the digital era.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI di MAN 3 Palembang Neng Aisyah; Abu Mansur; Arwan Arwan; Mardeli Mardeli
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/0sb6y076

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar siswa antara kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning dan kelompok kontrol pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XI MAN 3 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen posttest-only nonequivalent groups. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa dari dua kelas yang telah terbentuk sebelumnya (intact classes), masing-masing 25 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol, dengan seluruh siswa pada kedua kelas dilibatkan. Pendekatan Deep Learning pada kelompok eksperimen mengintegrasikan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. Motivasi belajar diukur menggunakan kuesioner 24 item dengan enam indikator; seluruh item memenuhi kriteria validitas corrected item-total correlation > 0,30 dan memiliki reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,872. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, independent samples t-test, dan Cohen’s d. Hasil menunjukkan rata-rata motivasi kelompok eksperimen sebesar 98,12 dan kontrol 83,00, dengan selisih 15,12 poin. Perbedaan tersebut signifikan, t(48) = 8,522, p < 0,001, 95% CI [11,55–18,69], dengan Cohen’s d = 2,41. Temuan menunjukkan adanya perbedaan capaian motivasi belajar pascaperlakuan yang besar antara kedua kelompok. Namun, karena penelitian tidak menggunakan pretest dan randomisasi individual, temuan tidak diinterpretasikan sebagai bukti kausal secara penuh.