Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMEROLEHAN FONOLOGI BAHASA PERTAMA PADA TIKTOKERS DMITRIEV ABRAHAM (ANAK USIA 2 TAHUN) Vera Erviana Rosyida; Imroatus Ridhow Fathonah; Nabilla Putri Irdiansyah; Mintowati Mintowati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.369

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemerolehan bahasa pertama pada aspek pemerolehan fonologi anak usia 2 tahun meliputi bunyi -bunyi vokal dan bunyi konsonan. Pemerolehan bahasa diawali dari semenjak lahir sampai dapat memperoleh bahasa pertama. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data berupa bunyi vokal dan konsonan pada anak usia 2 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah data dari video youtube Dmitriev Abraham atau Abe yang berjudul “Abe React Jalan-Jalan Dino” yang diunggah pada 2 Januari 2024. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan dalam bentuk tabel berdasarkan unsur fonologi yang menjadi titik fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 2 tahun sudah dapat mengucapkan bunyi konsonan dan bunyi vokal, walaupun masih ada beberapa bunyi konsonan yang belum dapat diucapkan dengan baik dan jelas. Namun, pada bunyi vokal baik diawal, ditengah, dan dibelakang mampu mengucapkan dengan baik dan jelas.
Apologizing with Threats? An Ethnocyberpragmatic Study of Social Commerce Content among the Madurese Ethnic Group Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Suhartono Suhartono; Mintowati Mintowati; Bagus Cahyanto; Agung Setyawan
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21757

Abstract

Conventionally, apologies are understood as expressions of regret or corrective exchanges aimed at maintaining social order when a norm is violated. However, in the context of social commerce content among the Madurese ethnic group, apologies do not always signify remorse. This study examines the phenomenon of apologies accompanied by threats in the practice of Madurese social commerce on digital platforms such as Facebook and YouTube. The threats accompanying apologies can be either non-conditional or conditional, and are used to strengthen bargaining positions or assert the speaker’s authority. Using an ethnocyberpragmatic approach, this research highlights how apology utterances accompanied by threats or warnings are employed within Madurese social commerce content. Data were collected from social media posts showcasing bargaining interactions between sellers and buyers. The analysis reveals that apologies in this discourse do not function literally, but rather as part of a culturally distinctive trading strategy. In conclusion, social commerce within the Madurese community serves not only as a medium for economic transactions but also as a site for cultural expression and identity negotiation that remains vibrant in contemporary digital communication practices.