Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pendampingan pelaksanaan dan pembiasaan adaptasi kehidupan baru bagi masyarakat Puji Rizki Suryani; Susilawati; Riana Sari Puspita; Sadakata Sinulingga; Masayu Farah Diba
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V2I1.51

Abstract

Dunia dikejutkan dengan merebaknya virus baru yaitu corona virus jenis baru (SARS-CoV-2) pada tahun 2020 dan penyakitnya disebut Corona Virus Disease 19 (Covod-19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019 dan menyebar ke seluruh dunia. Adaptasi Kebiasaan Baru adalah sebuah upaya masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan, dalam bentuk perubahan perilaku diri menjadi lebih disiplin, menjaga kebersihan, dan menaati peraturan protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikanpenyuluhan secara langsung kepada masyarakat (maksimal 10 orang) Tegal Binangun Lorong Talang Petai RT. 30 Kelurahan Plaju Darat tentang tanda dan gejala, cara penularan, pencegahan COVID-19 dan adaptasi kehidupan baru. Selain penyuluhan, dilakukan pendampingan praktek cuci tangan yang baik dan benar, cara memakai masker yang benar, pembuangan dan pencucian masker kain, pembuatan desinfektan yang akan diajarkan secara langsung kepada masyarakat. Hasil posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata yang cukup signifikan dibanding saat pretest. Warga yasng sebelumnya hanya mengetahui penggunaan cara memakai masker di era new normal ini, menjadi mengetahui cara memakai masker dengan benar, cara melepas masker, mencuci masker, mencuci tangan yang baik dan benar serta membuat desinfektan. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.
Oliveramine: An Isolated Alkaloid from Fagraea fragrans (Tembesu) Bark Dasril Basir; Jefri Liasta; Annisa Amelia; Miksusanti Miksusanti; Susilawati Susilawati
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 7 (2022): Volume 25 Issue 7 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.7.264-269

Abstract

This paper described the progress of phytochemical, especially alkaloids, work on Fagraea fragrans species (tembesu), Loganiaceae. A dimeric-pyridine alkaloid with molecular formula C20H20O4N2 has been successfully isolated from diethyl ether extracts from this plant’s barks. The alkaloid was explored from diethyl ether extracts using sulphuric acid (2%), then basified with ammonium hydroxide (25%) until the solution had a pH of 10.5. The later solution was extracted again with chloroform. The alkaloid residue was subjected to column chromatography and eluted with 10% acetone in chloroform. The chemical structure of the isolated dimeric-pyridine alkaloid was determined by LCMS/MS, 13C-NMR, and 1H-NMR spectroscopies. As a result, the isolated dimeric-pyridine alkaloid was closely similar to the oliveramine alkaloid, and this is also the first report about oliveramine from Fagraea fragrans (F. Fragrans).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KLINIS DAN ETIOLOGI PADA PASIEN EFUSI PLEURA DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN TAHUN 2019 Natasha Hutagalung; Susilawati - Susilawati; Rara Inggarsih
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I3.17558

Abstract

Efusi pleura adalah akumulasi yang berlebihan di dalam rongga pleura yang dapat disebabkan oleh perubahan tekanan hidrostatik dan onkotik di kapiler paru-paru, peningkatan permeabilitas kapiler membran pleura, dan obstruksi limfatik. Karakteristik klinis dari pasien sangat penting diketahui untuk membantu menegakkan etiologi dari efusi pleura.1 Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder yaitu rekam medik di bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebanyak 96 sampel penelitian, karakteristik pasien efusi pleura paling banyak ditemukan berdasarkan usia yaitu 40–59 tahun sebanyak 56 orang (58,3%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 60 orang (62,5%), lokasi efusi pleura pada paru bagian dekstra sebanyak 59 orang (61,5%), warna efusi pleura bewarna kemerahan sebanyak 58 orang (60,4%). Etiologi pada pemeriksaan sitologi non keganasan Lymphocytic effusion sebanyak 27 orang (28,1%) dan keganasan Adenocarcinoma sebanyak 17 orang (17,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara  usia dengan nilai P sebesar 0,042 (p<0,05) dan warna cairan pleura dengan nilai P sebesar 0,001 (p<0,05) terhadap etiologi pada pemeriksaan sitologi efusi pleura. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara  usia dan warna cairan pleura terhadap etiologi pada pemeriksaan sitologi efusi pleura. Karakteristik pasien efusi pleura paling banyak  ditemukan berdasarkan usia yaitu 40–59 tahun, jenis kelamin laki-laki, lokasi cairan pleura pada paru bagian dekstra, warna cairan pleura bewarna kemerahan. Etiologi pada pemeriksaan sitologi non keganasan Lymphocytic effusion dan keganasan Adenocarcinoma.Kata Kunci : Efusi Pleura, Karakteristik Klinis, Etiologi, Sitologi Kata kunci: Efusi Pleura, Karakteristik Klinis, Etiologi, Sitologi
BERBAGAI TEMUAN KASUS SPESIFIK PENYAKIT PARASIT DI BAGIAN PARASITOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA Dalilah Dalilah; Chairil Anwar; Dwi Handayani; Gita Dwi Prasasty; Susilawati Susilawati; Tri Hari Irfani
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2022): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/confmednatalisunsri.v4i1.111

Abstract

Penyakit parasitologi sebagian besar merupakan penyakit yang diabaikan atau “neglected disease” sehingga sering menjadi diagnosis sekunder atau diagnosis penyerta dari penyakit utama. Beberapa penyakit akibat vektor dengan kasus yang sangat jarang atau penyakit akibat kecacingan dengan pemeriksaan laboratorium umum belum dapat mendiagnosis penyakit parasit tersebut. Sehingga terkadang terjadi salah diagnosis dan kebuntuan diagnosis dengan pemeriksaan metode standar yang ada. Sebanyak enam kasus menarik akibat vektor/serangga dan akibat parasit cacing yang dirangkum sepanjang sepuluh tahun terakhir yang ditemukan dibagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya akan dipaparkan terutama mengenai morfologi parasit penyebab dan teknis pemeriksaan penunjang penyakit parasit tersebut. Berbagai jenis parasit yang ditemukan dengan berbagai metode untuk mengidentifikasi morfologi parasit tersebut antara lain: ektoparasit Demodex folliculorum, vektor penyakit Demam Berdarah dengue (DBD) Aedes aegyptie, Ascaris lumbricoides penyebab kecacingan , Psychoda albopennis parasit penyebab myasis urogenital, Chrysomyia bezziana parasit penyebab myasis aksidental dan Bertiella studeri parasit cacing pita zoonosis. Pemeriksaan penunjang standar yang telah dilakukan di fasilitas kesehatan pratama, belum mampu membuat diagnosis parasitologi yang tepat terhadap penyakit khusus yang ada di masyarakat. Perlunya sosialisasi dan penempatan parasitologis klinis dalam peningkatan pemeriksaan dan ketepatan diagnosis pada penyakit parasit yang ada di maysrakat. 
Correlation between Hemostasis Profile and Sepsis Outcome Sisi Melansi; Eny Rahmawati; Susilawati Susilawati
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol. 27 No. 1 (2020)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v27i1.1658

Abstract

Sepsis is an organ dysfunction caused by infection. Excessive cytokine activation, which causes hemostasis disorder is rated by Prothrombin Time (PT), activated Partial Thromboplastin Time (aPTT), fibrinogen, and D-dimer tests. Hemostasis disorder can affect several sepsis outcomes (mortality and duration of treatment period). This study aimed to determine the correlation between hemostasis profile and sepsis outcome. This research was an analytical-observational with retrospective cohort study design with subjects consisting of 76 sepsis patients at Dr. Mohammad Hoesin Hospital, Palembang. The data were obtained by medical record observation and analyzed by Chi-Square and Spearman tests. From 76 sepsis patients, 76.7% of subjects had normal PT; 88.2% had normal aPTT; 71.1% had elevated fibrinogen, and 100% had elevated D-dimer. The patients' sepsis outcomes showed that 67.1% survived, and 32.9% has died, and the duration of the treatment period without much differences is as long as ≤ 12 days and > 12 days. The statistical analysis showed that there was no significant relationship between PT, mortality, duration of the treatment period (p=1.000; p=0.418), between aPTT, mortality, duration of the treatment period (p=0.709; p=0.480), between fibrinogen, mortality, duration of the treatment period (p=0.350; p=1.000), and there was a weak negative correlation between D-dimer mortality and duration of the treatment period (p=0.459; p=0.939). It could be concluded that there was no significant correlation between hemostasis profile and sepsis outcome.
Pelatihan Pembuatan Bokashi Sebagai Media Tanam Bagi Ibu-ibu PKK Desa Tanjung Pering, Ogan Ilir Marieska Verawaty; Susilawati; Alfian Hasbi; Muharni; Pramoe Wibowo; Herwin Purnomo
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.402

Abstract

Pelatihan pemanfaatan limbah organik dari sisa rumah tangga, pekarangan dan perkebunan menjadi bokashi sebagai media tanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan dan tanaman telah dilaksanakan di Desa Tanjung Pering, Ogan Ilir. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan bagi peserta dalam memanfaatkan limbah menjadi pupuk yang bernilai ekonomi dalam menunjang sektor pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan kerjasama Universitas Sriwijaya dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan (Seksi Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh Unsri kepada desa binaan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mulai memanfaatkan limbah di lingkungan masyarakat menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Pengaruh Komposisi Media Semai terhadap Pertumbuhan Bawang Merah Asal Biji Rina Sopiana; Rujito Agus Suwignyo; Muhamad Umar Harun; Susilawati Susilawati
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.700

Abstract

Budidaya bawang merah sebagian besar masih menggunakan benih asal umbi. Tingginya kebutuhan benih asal umbi per hektar menyebabkan tingginya permintaan benih bawang merah sehingga masih sering impor, kompetitor umbi bawang konsumsi, dan sulit dalam pengadaan umbi tepat waktu dan jumlah sebagai bahan tanam. Budidaya bawang merah menggunakan benih merupakan alternatif yang dipilih karena bisa mengurangi tingginya biaya produksi, mudah dan murah biaya transport dibandingkan asal umbi. Bahan tanam bawang merah asal biji disebut True Shallot Seed (TSS). Tantangan yang dihadapai dalam penggunaan benih TSS adalah jangka waktu yang dibutuhkan dalam budidaya bawang merah lebih lama dan tenaga kerja lebih banyak dalam proses penyemaian benih. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengkaji komposisi bahan organik yang tepat sebagai media tumbuh untuk mempercepat waktu tumbuh tunas semaian (seedling) dari berbagai bawang merah asal TSS. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun factorial (komposisi media tanam dan Varietas biji bawang) yang diulang 3 kali. Ada 28 kombinasi perlakuan sehingga total ada 84 pot sampel. Berdasarkan anova ternyata ada intraksi yang nyata antara media dan varietas terhadap waktu tumbuh tunas, dan ada pengaruh nyata media dan varietas terhdap panjang daun. Media tanam asal campuran sekam dan cocopeat merupakan media tanam yang terbaik pada akhir penelitian dengan pH (5,9), DHL (1,62 mS/cm), berat jenis (0,3 g/cm3) dan daya pegang air (162%). Varietas Sanren dengan media tanam campuran sekam dan kokopit mampu tumbuh lebih cepat (3,4 hari) dibandingkan tanah (11,2 hari), dan menghasilkan panjang daun terpanjang dibandingkan varietas dan media tanam campuran lainnya.
ENVIRONMENT AND ANIMAL SOURCES OF LEPROSY TRANSMISSION: LITERATURE REVIEW Susilawati Susilawati; Hamzah Hasyim; Sutari Sutari; Syafrianto Syafrianto; Syofyanengsih Syofyanengsih; Titin Kusuma; Eliza Syafni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.621

Abstract

Efforts in the prevention and treatment of leprosy have improved, but until now leprosy is still difficult to be eliminated so that it is still a problem in the world of health. The incidence of new leprosy patients has not decreased, although the prevalence of leprosy continues to decline through the WHO program, namely multi-drug therapy (MTD). Several new cases have been found without involving any contact history. It is suspected that there is a contribution from sources other than humans, namely non-humans such as animals and the environment. This article discusses the sources of transmission of M. leprae from animals and the environment. Research using literature review is limited to the last 10 years by reviewing 8 relevant journals about sources of transmission and modes of transmission from the environment and non-humans in Mycobacterium leprae. This article has been filtered from 35 articles sourced from the Pubmed, NCBI, Plos One and Science Direct databases, then there are 23 articles that are not relevant, so 12 articles were reviewed. Based on the results of a review article that the source of leprosy transmission came from animals, it was found in Rhodnius prolixus, Dasypus novemcinctus and red squirrels, while chimpanzees and monkeys were not the source of M. leprae transmission. In the environment where M. leprae is commonly found in the soil. 
Intestinal nematodes Ascaris lumbricoides Eggs on Fruits in Jakabaring Central Market Palembang City Febriana Ayu Shavira; Dalilah Dalilah; Susilawati Susilawati; Gita Dwi Prasasty; Chairil Anwar
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 2 (2021): Vol 4, No 2, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v4i2.102

Abstract

Soil-Transmitted Helminths (STH) intestinal nematodes hich is still a health problem in Indonesia. This disease could occur due to various factors, such as the habit of not washing the fruit before consumption. Consumption of fruits helps meet nutritional needs to protect the body from various diseases. This research aimed to determine whether there is STH egg contamination in fruits sold at the Jakabaring Central Market. This research was a descriptive-observational study. The fruit sample were collected from Jakabaring Central Market. A total of 50 fruits samples in this study consisted of Citrus sinensis, Cucumis melo, Ananas Comosus, Musa sp., and Citrullus lanatus The sample processing was carried out using the sedimentation method. About 200 grams of fruit skin samples were immersed in 0.2% NaOH. Microscopic observations were made at the Biooptic Laboratory and Medical Chemistry Laboratory of FK Universitas Sriwjaya. A total of 9 (18%) samples were showed positive results of STH contamination, which were 7 samples of pineapple Ananas comosus (14%) and 2 samples of watermelon Citrullus lanatus (4%). From the 9 positive samples, 35 Ascaris lumbricoides infertile-decorticated eggs were found. Thus, contamination of Ascaris lumbricoides eggs in fruits were detected and its non infective stage Jakabaring Central Market Palembang City. Although all eggs found in non infective stage , with sufficient percentage of contamination, improving hygiene before consuming must be considered.
Identification of Soil Transmitted Helminths Eggs on Flies in KM 5 Market, Palembang City Husna Syafira Muthmainnah; Gita Dwi Prasasty; Dalilah Dalilah; Dwi Handayani; Susilawati Susilawati
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 3 (2021): Vol 4, No 3, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v4i3.123

Abstract

The prevalence of Soil Transmitted Helminths (STH) infection in the world is still high, especially in areas with poor sanitation. This condition is often found in markets which becomes a favorite place for flies. Flies are insects that have the ability to fly far and habits of life that move around so they can become human health problems as mechanical vectors of STH infection. Therefore, this study aimed to find out the type and number of flies, and the contamination of STH eggs in flies in Pasar KM 5 Palembang City. This research was an observational descriptive study with a cross sectional design. The samples of this study were caught with accidental sampling using insect nets and fly traps. The samples processing and observation were made at the Biooptic and Chemistry Medic Laboratory, Faculty of Medicine Sriwijaya University. The number of flies obtained 419 flies and consisted of 136 Musca domestica (32.4%), 183 Chrysomya megacephala (43.7%), and 100 Lucilia sp. (23,9%). From 42 total samples studied, 14 samples positively contaminated with STH eggs (33.4%), that consisting of 3 samples of Musca domestica (7.2%), 6 samples of Chrysomya Megacephala (14.3%), and 5 samples of Lucilia sp. (11,9%). The number of STH eggs obtained 17 eggs, consisted of 16 eggs of Ascaris lumbricoides (94.1%) that was 3 eggs in Musca domestica (17.7%), 7 eggs in Chrysomya megacephala (41.1%), and 6 eggs in Lucilia sp. (35.3%), and 1 egg of Trichuris trichiura in Chrysomya megacephala (5.9%). The conclusion was that there was contamination of STH eggs on flies in KM 5 Market Palembang City.