Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air Dwi Handayani; Yolanda Delia Putri; Dalilah Dalilah; Susilawati Susilawati; Gita Dwi Prasasty
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12613

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.
Hubungan Ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor dan Skor Gleason pada Karsinoma Prostat Susilawati Susilawati; Mezfi Unita; Ika Kartika; Irsan Saleh
Majalah Patologi Indonesia Vol. 24 No. 2, Mei 2015
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Kanker prostat merupakan karsinoma terbanyak keenam di dunia dan penyebab kematian tersering kedua pada laki-laki. Epidermal growth factor receptor (EGFR) berperan penting dalam proses karsinogenesis tumor solid termasuk karsinoma prostat. Overekspresi EGFR dapat meningkatkan proliferasi sel tidak terkendali sehingga dapat digunakan sebagai faktor prognostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi EGFR dan skor Gleason pada karsinoma prostat. Metode Penelitian ini adalah penelitian observasional potong lintang. Limapuluh sampel yang telah didiagnosa adenokarsinoma prostat terdiri dari 24 sampel jaringan hasil transurethral resection prostate (TURP) dan 26 sampel jaringan hasil prostatektomi. Sampel diambil dari arsip di Bagian Patologi Anatomik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2012). Kemudian sampel penelitian dipulas dengan antibodi EGFR, diidentifikasi dan dianalisis hubungan EGFR tersebut dengan skor Gleason. Hasil Positivitas ekspresi EGFR pada adenokarsinoma prostat cenderung lebih banyak dijumpai pada kelompok skor Gleason ≥7 (87,1%) daripada kelompok skor Gleason 0,05). Kesimpulan Tidak ada hubungan bermakna antara ekspresi EGFR dan skor Gleason pada adenokarsinoma prostat. Kata kunci : adenokarsinoma prostat, EGFR, skor Gleason.
SOSIALISASI BUDIDAYA BAWANG PUTIH (Allium sativum) PADA DATARAN RENDAH DI DESA TANJUNG PERING Susilawati Susilawati; M. Umar Harun; Marlina Marlina; Marieska Verawaty; Rofiqoh Purnama Ria; Yakup Yakup; Fitra Gustiar; Erna Siaga; Tri Putri Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1274-1280

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya bawang putih pada dataran rendah. Bawang putih merupakan tanaman satu famili dengan bawang merah yaitu Amaryllidaceae dan genus Allium, namun memiliki syarat tumbuh yang berbeda. Tanaman bawang putih tumbuh optimal di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Teknik budidaya yang telah dilakukan tim didapatkan bahwa bawang putih dapat tumbuh dan berproduksi di dataran rendah.  Oleh karena itu, melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan minat petani melakukan budidaya tanaman bawang putih. Sosialisasi ini sejalan dengan Program Unggulan Universitas Sriwijaya yaitu Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan bagi masyarakat di lingkungan sekitar kampus, dan menambah wawasan bagi petani tentang budidaya bawang putih.  Salah desa yang berada disekitar kampus Universitas Sriwijaya Indralaya, dengan jarak ± 3 km adalah Desa Tanjung Pering, dimana sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani sayur seperti cabai, timun, terong, labu, kacang panjang, kangkung, kemangi dan jagung.  Metode pelaksanaannya berupa pendampingan cara teknik budidaya tanaman bawang putih dengan pembuatan demonstrasi plot. Setelah Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pendampingan dan demonstrasi plot dapat menumbuhkan minat petani mencoba melakukan budidaya bawang putih. Hasil dari kegiatan ada peningkatan pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang putih dan kemampuan tumbuh bawang putih di dataran rendah. Simpulan kegiatan, masyarakat tertarik untuk mencoba melakukan budidaya tanaman bawang putih di Desa Tanjung Pering
Aplikasi Sulfur Terhadap Karakter Agronomi, Morfologi Dan Aktivitas Antioksidan Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Dibudidaya Terapung Novikar Saputra Idly; Susilawati Susilawati; Suwandi Suwandi; Oksilia Oksilia
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 4 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i4.3449

Abstract

Floating agricultural cultivation is one of the right solutions for carrying out shallot cultivation in swamp areas. The aim of this research is to determine the effectiveness of sulfur application on the agronomic characters, morphology and phytochemical content of shallots (Allium ascalonicum L.). The research was carried out in May 2023 at the research pond of the Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. The method used in this research was a completely randomized design with sulfur applications including : S1 (0 kg ha-1), S2 (30 kg ha-1), S3 (60 kg ha-1), S4 (120 kg ha-1), S5 (240 kg ha-1). The results of this research were that giving 60 kg ha-1 of sulfur to floating shallots had the best effect on the number of leaves, leaf length, crop growth rate, wet weight, and leaf chlorophyll content. Antioxidant activity can be predicted well from the additional sulfur dose in floating cultivation (R2: 89%) with an estimated optimum sulfur dose of 82.4 kg ha-1, 92.5 kg ha-1, and 134.5 kg ha-1. Air dry tuber weight can be predicted moderately (R2: 65%) with estimated optimum sulfur doses of 93 kg ha-1 and 79.3 kg ha-1.
Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air Dwi Handayani; Yolanda Delia Putri; Dalilah Dalilah; Susilawati Susilawati; Gita Dwi Prasasty
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12613

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.
Agronomic Characteristics, Physiology, and Antioxidant Activity of Shallots (Allium ascalonicum L.) in Response to Application of Chicken Manure and ZA Fertilizer in Floating Cultivation Suci septrianda Suci; Susilawati susilawati; Irmawati Irmawati
Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Vol. 3 No. 3 (2025): December 2025, Publised 2025-12-21
Publisher : Indonesian Soil Science Society of South Sumatra in Collaboration With Soil Science Department, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60105/josaet.2025.3.3.127-137

Abstract

Floating cultivation is an innovative techniques that enables optimal plant growth on flooded land. This system is particularly suitable for shallot plants, which are susceptible to waterlogging, as it can prevent root asphyxiation, improve aeration, and optimize yields in flood-prone areas. This study aimed to examine the effect of chicken manure and ZA fertilizer on the agronomic characteristics, physiological responses, and antioxidant activity of shallots (Allium ascalonicum L.) grown using a floating cultivation system. The research was conducted from July to September 2024 in the Kertapati District, Palembang, South Sumatra. A Factorial Randomized Block Design (FRBD) was used, with two factors : chicken manure (0, 1, 2, and 3 kg/plant) and ZA fertilizer (0, 2.00, 5.00, and 7.00 g/plant). Observed parameters included leaf length, number of leaves, number of tillers, wet stover weight, wind-dried tuber weight, fresh tuber weight, tuber diameter, chlorophyll content, and flavonoid content. The results showed that the application of 2 kg chicken manure and 5.00 g/plant of ZA fertilizer significantly improved leaf length, number of leaves, tiller formation, tuber yield, biomass production, and flavonoid content. Additionally, chicken manure enhanced soil fertility and nutrient uptake, while ZA fertilizer supported chlorophyll synthesis and antioxidant activity. In the floating cultivation system, the combination of these two treatments produced synergistic effects that optimized shallot growth and quality.
Pemberdayaan Kompetensi Mahasiswa Akhir Program Studi Pendidikan Dokter dalam Melakukan Promosi Kesehatan Olahraga Arwan Bin Laeto; Budi Santoso; Eka Febri Zulissetiana; Susilawati Susilawati
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10738

Abstract

Athis community service activity aims to empower the competence of final semester students of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Sriwijaya University, in implementing the concepts and knowledge they already have through organizing sports health promotion activities. The novelty of this activity is that early students are trained to develop effective communication competencies with the general public before actually being in the community, according to profession they occupy. The result of this community service is that students become skilled in promoting sports health as a result of empowering the knowledge and insights that have been obtained in the early semester.
Program Edukasi Masyarakat Tani Mengenai Potensi Ekonomi Sirkular Produk Asap Cair di Desa Pulau Negara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Alieftiyani Paramita Gobel; Susilawati Susilawati; Diana Purbasari; Bimbi Cahyaningsih; Dely Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus 2026 - Januari 2027
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v6i2.8171

Abstract

Open burning serves as an immediate solution for farmers dealing with post-harvest rice husk waste, though they often fail to realize it causes environmental air pollution through smoke and greenhouse gas emissions. Pulau Negara Village possesses abundant rice husk waste, yet this resource remains underutilized due to a lack of community knowledge regarding economically viable applications that could boost local incomes. This community service initiative aimed to enhance public understanding by raising awareness about the production of liquid smoke from rice husks. The outreach method involved presenting information to residents as an initial step in introducing relevant science and technology. The process included administering pre- and post-test questionnaires to 30 participating farmers, alongside presentations and discussions. The educational program demonstrated improved community understanding, evidenced by a 100% participation rate in the post-test and an average score of 87.3 points. Furthermore, an economic analysis indicated that producing liquid smoke from rice husks could generate a profit of Rp 268,000 per production cycle for the farmers.
Co-Authors Alfian Hasbi Alieftiyani Paramita Gobel Annisa Amelia Ardesy Melizah Kurniati Ardesy Melizah Kurniati Arwan Bin Laeto Bimbi Cahyaningsih Chairil Anwar Chairil Anwar Dalilah Dalilah Dalilah Dalilah Dalilah Dasril Basir Dely Aulia Dian Dwita Maizur Dian Natalia Diana Purbasari Dwi Handayani Dwi Handayani Dwi Handayani Dzakiyah Dzakiyah Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Eliza Syafni Eny Rahmawati Erna Siaga, Erna Fahira Anindita Fatmawati Febriana Ayu Shavira Fitra Gustiar, Fitra Geo Vanda Geo Vanda Gita Dwi Prasasty Gita Dwi Prasasty Gita Dwi Prasasty Gita Dwi Prasasty Hamzah Hasyim Heni Yohandini Hermansyah Hermansyah Hermansyah Herwin Purnomo Husna Syafira Muthmainnah Ika Kartika Irfannuddin Irfannuddin Irfannudin Irfannudin Irfannudin Irfannudin Irmawati Irmawati Jefri Liasta Leo Medianto Faziqin Liniyati D Oswari M. Umar Harun M.Rizki Alkautsar Mailan Alexander Marieska Verawaty Marlina marlina Masayu Farah Diba Masayu Farah Diba Masayu Farah Diba Mezfi Unita Miksusanti Miksusanti Muhamad Umar Harun Muhammad Irsan Saleh Mutiara Budi Azhar Natasha Hutagalung Novikar Saputra Idly Oksilia Oksilia Opel Berlin Oswari, Liniyanti D Pramoe Wibowo Puji Rizki Suryani Puji Rizki Suryani Rahman Irpan Pahlepi Rara Inggarsih Riana Sari Puspita Riana Sari Puspita Rasyid Rina Sopiana Rini Yana Rizka Amelia Rofiqoh Purnama Ria Rujito Agus Suwignyo Sadakata Sinulingga Safyudin Santoso, Budi Septi Purnamasari Sisi Melansi Subandrate Suci septrianda Suci Sutari Sutari Suwandi Suwandi Syafrianto Syafrianto Syofyanengsih Syofyanengsih Titin Kusuma Tri Hari Irfani Tri Putri Nur Tri Suciati Tri Suciati Yakup Parto Yolanda Delia Putri