Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Preventia

GAMBARAN STATUS KARIES GIGI ANAK SEKOLAH DASAR KOTA MALANG Rara Warih Gayatri; Mardianto Mardianto
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.326 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p45-54

Abstract

Abstract: This study aims to describe the caries status of primary school children in the city of Malang. The method used is descriptive method with cross-sectional design and was conducted in two elementary schools, SDN Kauman 2 and SDN Percobaan 2 Malang. The sampling method used is random sampling with the variable being measured is characteristic of primary school children by age, gender and DMF-T index. Techniques of data collection used are interviews and observations. The observation aims to conduct dental examinations using diagnostic tools 2 pieces of glass mouth. The data analysis is done by counting the total number of DMF-T each of the research subjects and the mean DMF-T of whole sample. Conclusion of the data results was analyzed using DMF-T index according to the WHO. The result of this study is DMF-T index of primary school children in the city of Malang is 5.75. The conclusion of this study is the prevalence of dental caries in elementary school in Malang city students is high. The need for policy improvements related to ease of access to obtain the services of dental and oral health care facilities for primary school children. Besides, the need for oral health program of comprehensive primary school with good coordination of related partnership. Further research on dental caries and risk factors is necessary.Keywords: caries, DMF-T, elementary school childrenAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies anak sekolah dasar di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di 2 SD yaitu SDN Kauman 2 Malang dan SD Percobaan 2 Malang. Metode sampling yang digunakan merupakan metode random sampling dengan variable yang diukur adalah karakteristik anak sekolah dasar berdasarkan usia dan jenis kelamin serta indeks DMF-T. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan melakukan pemeriksaan gigi menggunakan alat bantu diagnostic 2 buah kaca mulut. Analisa data dilakukan dengan cara menghitung jumlah total DMF-T masing-masing subyek penelitian dan rerata DMF-T seluruh sampel. Kesimpulan hasil analisa data disesuaikan dengan pengukuran indeks DMF-T menurut WHO. Hasil dari penelitian ini adalah indeks DMF-T anak sekolah dasar di Kota Malang adalah 5,75. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi karies gigi siswa sekolah dasar kota malang adalah tinggi. Perlu adanya perbaikan kebijakan terkait kemudahan akses memperoleh layanan fasilitas kesehatan gigi dan mulut bagi anak sekolah dasar. Selain itu perlu adanya program kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif di sekolah dasar disertai koordinasi yang baik dari pihak terkait. Penelitian lanjutan mengenai karies gigi dan faktor resikonya sangat diperlukan untuk perbaikan penelitian ini.Kata kunci: karies, DMF-T, anak sekolah dasar
ANALISIS FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF DENGAN PENDEKATAN WHO STEPWISE STEP 1 (CORE/INTI) DI PUSKESMAS KENDALKEREP KOTA MALANG Ayu Nindhi Kistianita; Moch. Yunus; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.326 KB) | DOI: 10.17977/um044v3i1p85-108

Abstract

ABSTRACT : Based on data from IDF globally the number of DM sufferers by 2015 is 415 million people and is expectedly by 2040 to increase to 642 million people. DM Type 2 is one of the four major diseases in the category of non-communicable disease (NCDs) that should be addressed immediately. The incidence of DM type 2 is closely related to the number of age. The purpose of this study was to determine risk factor of DM type 2 at productive age  using WHO STEPwise STEP 1 (core) approach at Primary Health Care Kendalkerep Malang City. The type of this research is descriptive analytic with cross sectional study design. The sample size is 88 people at Public Health Center of Primary Health Care Kendalkerep in 1-28 February 2017 which has fulfilled the criteria inclusion, obtained by Quota Sampling. The instrument used is questionnaires WHO STEPwise STEP 1 (core). Data were analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed a significant correlation between DM type 2 occurrence with history of DM (p = 0.000), fruit and vegetable consumption (p = 0.000), and physical activity (p = 0.000). Keyword : risk factor, DM type  2, STEPwise STEP 1 (core)ABSTRAK : Berdasarkan data dari IDF secara global, jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM)  pada tahun 2015 sebanyak 415 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2040 akan meningkat menjadi 642 juta orang. DM tipe 2 merupakan satu dari empat penyakit utama dalam kategori Non-Communicable Disease (NCDs) yang harus segera ditangani. Kejadian DM tipe 2 berkaitan erat dengan pertambahan umur seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko DM tipe 2 pada usia produktif menggunakan pendekatan WHO STEPwise STEP 1 (core/inti)  di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Besar sampel berjumlah 88 orang di Poli Umum Puskesmas Kendalkerep pada tanggal 1-28 Februari 2017 yang telah memenuhi kriteria inklusi, diperoleh dengan cara Quota Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner WHO STEPwise STEP 1 (core/inti). Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian DM tipe 2 dengan riwayat DM (p = 0,000), konsumsi buah dan sayur (p = 0,000), dan aktivitas fisik (p = 0,000).Kata Kunci : faktor risiko, DM tipe 2, STEPwise STEP 1 (core/inti)
EFEKTIVITAS PENYULUHAN BERBASIS POWER POINT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG PENCEGAHAN CACINGAN PADA SISWA KELAS V DAN VI SDN 01 KROMENGAN KABUPATEN MALANG Suci Nur Ramadhani; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.325 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p8-16

Abstract

Hasil survey Dinas Kesehatan pada tahun 2013 prevalensi kejadian cacingan yang ditularkan melalui tanah di Sekolah Dasar (SD) mencapai 28,12 persen, dengan rincian 60 persen siswa terinfeksi cacing gelang; 16 persen siswa terinfeksi cacing cambuk; dan 7 persen  siswa terinfeksi cacing tambang. Prevalensi cacingan di SDN 01 Kromengan menjadi yang tertinggi dibandingkan sekolah lain di Kabupaten Malang, yaitu mencapai 48 persen. Untuk menekan angka prevalensi cacingan, dilakukannya penyuluhan menggunakan power point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas power point sebagai media penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa kelas V dan VI SDN 01 Kromengan. Penelitian ini bersifat quasi experimental dengan metode pretest-postest group design. Dengan subjek penelitian 42 siswa dengan menggunakan total sampling, yang dilakukan di SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang, dan dilakukan pada bulan April-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung pada siswa. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan adanya pengaruh dengan hasil uji paired sample test yaitu terdapat perbedaan antara pretest-posttest dengan t-hitung pengetahuan (-10,094), sikap (-7,658), dan perilaku (-8,762) kurang dari t-tabel (1,684). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan menggunakan media power point dengan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa kelas V dan VI SDN 01 Kromengan Kabupaten Malang.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENYAKIT CACINGAN (HELMINTHIASIS) PADA WALI MURID SDN 1, 2, 3, DAN 4 MULYOAGUNG, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Dhia Irfan Hanif; Moch Yunus; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.242 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i2p76-84

Abstract

Abstract: WHO (2016) said the helminthiasis is an infection of the intestinal parasites of the Nematodes are transmitted through the ground, Soil Transmitted Helminths or (STH). WHO (2016) reported more than 2 billion people are infected with helminthiasis. According to Indonesia Ministry of Health (2004), the prevalence of helminthiasis in children of the primary school in 2003 amounting to 33% increasing and in 2004 became 46,8%. Indonesia Ministry of Health (2005) presents results of survey of helminthiais in elementary school showed the prevalence of approximately 60%-80%. The purpose of this research is to know the description of the knowledge of the helminthiasis on caregivers SDN 1, 2, 3, and 4 Mulyoagung, Dau, Malang, East Java. This research uses descriptive methods (cross sectional) and quantitative approach. The population of the research was the entire caregivers SDN 1, 2, 3, and 4 Mulyoagung a number of 685 people, with samples 253 people. Research instrument using a questionnaire based on the indicator of knowledge on health. Engineering data retrieval done by giving questionnaires to caregivers through the student and teacher. Data analysis using descriptive statistical analysis to determine the score of the questionnaire and determine the level of knowledge of caregivers. The results of the research in general, the description of the knowledge of the disease intestinal worms (helminthiasis) on caregivers SDN 1, 2, 3, and 4 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Malang, East Java was less, with an average score of respondents 45,81.Keywords: knowledge, helminthiasis, parents (caregivers)Abstrak: WHO (2016) mengatakan helminthiasis adalah infeksi cacing parasit usus dari golongan Nematoda usus yang ditularkan melalui tanah atau disebut Soil Transmitted Helminths (STH). WHO (2016) melaporkan lebih dari 2 miliar orang terinfeksi cacingan. Menurut DEPKES RI (2004), prevalensi cacingan pada anak sekolah dasar pada tahun 2003 sebesar 33% dan meningkat pada tahun 2004 menjadi 46,8%. DEPKES RI (2005) memaparkan hasil survei cacingan di sekolah dasar menunjukan prevalensi sekitar 60% - 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan helminthiasis pada wali murid SDN 1, 2, 3, dan 4 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wali murid SDN 1, 2, 3, dan 4 Mulyoagung sejumlah 685 orang, dengan sampel sejumlah 253 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan terhadap kesehatan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada wali murid melalui siswa dan guru. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menentukan skor dari kuesioner dan menentukan tingkat pengetahuan wali murid. Hasil penelitian secara umum, gambaran pengetahuan penyakit cacingan (helminthiasis) pada wali murid SDN 1, 2, 3, dan 4 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur adalah kurang, dengan skor rata-rata responden 45,81.Kata kunci: pengetahuan, cacingan (helminthiasis), wali murid
HUBUNGAN FAKTOR RIWAYAT DIABETES MELLITUS DAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN USIA 25-64 TAHUN DI PUSKESMAS KENDAL KEREP KOTA MALANG Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.302 KB) | DOI: 10.17977/um044v4i1p56-62

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus (DM) is one of the systemic diseases that manifests in the oral cavity. One effort to prevent type 2 diabetes is through surveillance activities to determine the associated risk factors. The purpose of this study was to determine the relationship of risk factors for history of diabetes mellitus and fasting blood sugar levels with the incidence of type 2 diabetes mellitus at Puskesmas Kendal Kerep in Malang City. This study used a quantitative descriptive method with cross-sectional design and was conducted at the Puskesmas Kendal Kerep in Malang City, April 2017. The sampling method used was the quota sampling method with the measured variables:  the prevalence of diabetes mellitus, a history of diabetes mellitus and levels fasting blood sugar. Data collection techniques used were interview and measurement of fasting blood sugar levels. The research instrument used were Glucko Blood Meter devices and questionnaires. Data processing includes the process of editing, coding, scoring, data entry and cleaning. Data analysis used were univariate and bivariate. The conclusion of the study is that there is a significant relationship between history of Diabetes Mellitus and GDP levels with type 2 DM.Keywords: History of Diabetes Mellitus, Fasting Blood Sugar Levels, Type 2 Diabetes MellitusAbstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit sistemik yang bermanifestasi dalam rongga mulut. Salah satu upaya untuk mencegah DM tipe 2 adalah melalui kegiatan surveilans untuk mengetahui faktor resiko yang terkait. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor resiko riwayat diabetes mellitus dan kadar gula darah puasa dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang, Bulan April 2017. Metode sampling yang digunakan merupakan metode quota sampling dengan variable yang diukur adalah kejaidan diabetes mellitus, riwayat diabetes mellitus dan kadar gula darah puasa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan pemeriksaan kadar gula darah puasa. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner dan alat Glucko Blood Meter. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, entry data dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistic univariat dan bivariat. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat DM dan kadar GDP dengan DM tipe 2. Kata kunci: Riwayat Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah Puasa, Diabetes Mellitus Tipe 2
PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN TENTANG CACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA KELAS IV SDN 01 KROMENGAN KABUPATEN MALANG Andi Ahmad; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.988 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i1p25-36

Abstract

Abstract: The prevalence of soil transmitted helminth at SDN 01 Kromengan reached 48 % and higher when it’s compared to other schools in Malang Regency. Soil transmitted helminth prevalence of fourth grade students reached 61.25% and became the highest of the other classes. According to Andini (2015), it is advisable to provide a posters as a health promotion media. Since it only has a little material coverage and can’t be taken anywhere, while the facilities and infrastructure is not sufficient for other media then it is necessary to develop the appropriate media that is a pocket book. The development model used is a procedural model with adopted steps according to Sugiyono (2016). The analysis technique used is quantitative analysis technique that is descriptive analysis and qualitative analysis technique. The result of this research and development is a pocket book titled "Aku Anak Sehat Bebas Cacingan". It contains the definition of helminthiasis, soil transmitted helminth, the kinds, the dangers, the trans-mission mode, the prevention and the treatment of it. Assessment by material expert and media expert shows the percentage of 75% - 100% and categorized as feasible and highly feasible on every aspect of their assessment. The first and second trial step result shows the precentage are above 90% then categorized as highly feasible. The final product result of the "Aku Anak Sehat Bebas Cacingan" pocket book is still unclear how much impact on the increase of students knowledge, therefore it is necessary to do further research related to it.Keywords: pocket book, health promotion media, helminthiasis, soil.Abstrak: Prevalensi cacingan yang ditularkan melalui tanah di SDN 01 Kromengan mencapai 48% dan lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah lain di Kabupaten Malang. Prevalensi pada kelas IV mencapai 61,25% dan menjadi yang tertinggi dari kelas lainnya. Menurut Andini (2015), disarankan memberikan media promosi kesehatan berupa poster. Karena poster hanya memiliki cakupan materi sedikit dan tidak dapat untuk dibawa kemana-mana, sedangkan sarana dan prasarana belum memadai untuk media lain maka perlu dikembangkan media lain yaitu buku saku. Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural dengan mengacu langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono (2016). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif yaitu analisis deskriptif dan teknik analisis kualitatif. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah buku saku dengan judul “Aku Anak Sehat Bebas cacingan”. Buku saku ini berisi materi tentang pengertian cacingan, cacingan yang ditularkan melalui tanah, macamnya, bahayanya, penularannya, pencegahan dan pengobatannya. Penilaian yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan angka 75%-100% yang dikategorikan layak dan sangat layak pada setiap aspek penilaiannya. Berdasarkan hasil uji coba 1 dan 2 presentase yang dihasilkan di atas angka 90% sehingga tergolong sangat layak. Hasil produk akhir buku saku “Aku Anak Sehat Bebas Cacingan” masih belum diketahui berapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan siswa, maka perlu penelitian lanjutan terkait hal tersebut.Kata Kunci: buku saku, media promosi kesehatan, cacingan, tanah.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Dinar Septi Pratiwi; Moch. Yunus; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.188 KB) | DOI: 10.17977/um044v3i2p102-130

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku orang tua dengan kejadian pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional study, dengan sampel penderita pneumonia balita dan penderita bukan pneumonia/ISPA di wilayah Puskesmas Dinoyo Kota Malang yang memenuhi kriteria inklusi masing-masing sebanyak 30 sampel menggunakan perbandingan 1:1. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada orang tua penderita. Sedangkan teknik analisa data menggunakan uji chi square test for association dengan taraf signifikansi 0,05 atau (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan merokok orang tua, kebiasaan mencuci tangan setelah batuk/bersin, kebiasaan membuka jendela kamar tidur dan kebiasaan membuka jendela ruang tamu.Kata kunci: pneumonia, balita, faktor perilaku orang tua.ABSTRACT: This study aims to determine the relationship between behavioral factors of parents with the incidence of pneumonia toddlers in Puskesmas Dinoyo Kota Malang. This study used correlational method with cross sectional study design, with sample of pneumonia infants and non-pneumonia/ARI patients in Puskesmas Dinoyo Kota Malang which fulfilled the inclusion criteria of 30 samples using 1: 1 ratio. The sampling technique used non-probability sampling with accidental sampling approach. Data collection was done by interview using questioner to the patient's parents. While technique of data analysis used chi square test for association with significance level 0,05 or (p <0,05). Based on the results of data analysis there is a significant correlation between parents' smoking habits, hand washing habit after coughing/sneezing, the habit of opening the bedroom window and the habit of opening the living room window. Keywords: pneumonia, toddlers, behavioral factors of parents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KO-INFEKSI TUBERCULOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DI KABUPATEN MALANG Nurin Marfidhotul Iftitah; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.383 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p27-34

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan koinfeksi TB Paru pada pasien HIV/AIDS di Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode case control (restropektif). Metode sampling yang digunakan adalah non probability total sampling dengan 20 sampel dari kelompok kasus dan 20 sampel dari kelompok kontrol. Kelompok kasus merupakan pasien HIV dengan koinfeksi TB sedangkan kelompok kontrol merupakan pasien HIV yang tidak menderita koinfeksi TB. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Univariate (Analisis Deskriptif) dan Analisis Bivariate dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV dan, tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV, riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV, dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor kontak pasien  koinfeksi TB-HIV dengan pasien TB, stadium klinis pasien koinfeksi TB-HIV, dan tingkat pendidikan pasien koinfeksi TB-HIV memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor risiko terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang. Faktor lain yaitu riwayat asma pasien koinfeksi TB-HIV dan riwayat diabetes pasien koinfeksi TB-HIV tidak memiliki hubungan secara signifikan dan merupakan faktor protektif terhadap terjadinya koinfeksi TB pada pasien HIV di Kabupaten Malang.
TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 2 MALANG Rara Warih Gayatri; Desi Ariwinanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.18 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i2p186-190

Abstract

Abstract : The problem of dental caries remains a problem globally. More than 90% of the world population have experienced dental caries. According to Gayatri (2015), the dental caries status among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang shown the score of DMF-T index 5.75 and was considered high. The purpose of this study was to determine the level of dental health knowledge among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang. This was a cross-sectional quantitative descriptive research. The sampling method used stratified random sampling and the measured variable was the level of dental health knowledge. Data collection technique used a questionnaire containing a set of questions to children aged 6-12 years. Data processing included editing, coding, scoring, data entry and cleaning. The data was analysed using univariate statistical method. The result of this study shown 82.9% (n = 63) 5-6 grade students of SDN Kauman 2 had a high level of dental health knowledge and 17.1% (n = 13) had a low level of dental health knowledge. In this regard, a good level of dental health knowledge is expected to support the establishment of good dental health behaviour. The recommendation from this study was the need for a further research on a relation between knowledge, attitude and behaviour of dental health in students of SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci : Knowledge, dental health, school-aged childrenAbstrak : Karies gigi masih menjadi permasalahan dunia. Lebih dari 90% penduduk dunia mengalami karies gigi. Menurut Gayatri (2015) gambaran status karies gigi anak usia sekolah di SDN Kauman 2 Kota Malang menunjukkan nilai indeks DMF-T 5,75 yang berarti prevalensi karies gigi dianggap tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Metode sampling yang digunakan merupakan metode stratified random sampling dengan variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan kesehatan gigi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan kepada anak usia 6-12 tahun. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, data entry dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistik univariat. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 82,9 % (n=63) siswa kelas 5-6 SDN Kauman 2 memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi tinggi dan sebanyak 17,1% (n=13) memilki tingkat pengetahuan kesehatan gigi rendah. Dalam hal ini, tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku kesehatan gigi yang baik pula. Saran dari penelitian ini, perlu adanya penelitian lanjutan mengenai hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci: pengetahuan, kesehatan gigi, anak sekolah dasar
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA PASIEN YANG BERKUNJUNG KE PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Dewi Anggia Hapsari; Moch. Yunus; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.273 KB) | DOI: 10.17977/um044v5i1p35-48

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosis. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan sekitar 1,9 milyar atau sepertiga penduduk di dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. WHO mencatat pada tahun 2011 sebanyak 8,7 juta orang sakit karena tuberkulosis dan 1,4 juta diantaranya meninggal dunia karena tuberkulosis. Mengingat tuberkulosis merupakan penyakit infeksius, oleh karena itu lingkungan memiliki peran dalam penularan penyakit tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian tuberculosis pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Dinoyo Kota Malang meliputi tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan kondisi rumah; selama bulan Mei hingga Juni 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 44 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi, diperoleh dengan cara accidental sampling. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan melakukan observasi langsung ke rumah responden. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dari 44 responden, 26 orang diantaranya (59,1 persen) terkena tuberkulosis, tingkat pendidikan tertinggi yaitu tamat SMA sebanyak 18 orang (40,9 persen), tingkat pendapatan mayoritas responden dibawah UMR sebanyak 27 orang (61,4 persen) dan kondisi rumah responden dalam kondisi sehat sebanyak 25 orang (56,8 persen). Hasil uji chi square  dengan alpha sama dengan 0,05 yaitu tingkat pendidikan tamat SD (p sama dengan 0,009) dan tingkat pendidikan tamat SMA (p sama dengan 0,001), tingkat pendapatan dibawah UMR (p sama dengan 0,000) dan kondisi rumah (p sama dengan 0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan kondisi rumah dengan kejadian tuberkulosis pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Dinoyo Kota Malang.