Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sosok Penyelenggaraan Pendidikan Latihan Kerja Keliling Depnaker Tulungagung Hardika Hardika
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 23, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sumber daya manusia Indonesia masih rendah. Depnaker sebagai lembaga ketenagakerjaan berupaya mengatasi rendahnya kualitas tenaga kerja melalui pendidikan latihan kerja (ditlatker) keliling. Program ini sangat penting karena target yang diharapkan adalah melahirkan tenaga kerja terampil di pedesaan sesuai dengan karakteristik lingkungan. Bagi Depnaker Tulungagung, penyelenggaraan latihan kerja keliling merupakan tugas berat karena, di samping wilayah sasarannya cukup luas, keberadaannya pun kurang diminati masyarakat. Pedoman penyelenggaraan latihan dan proses pembelajaran di lapangan tidak sesuai dengan kondisi sasaran.
Swear Words in Early Childhood Communication Yuli Rahayu Indriani; Hardika Hardika; Ach. Rasyad
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 8, No 2: June 2020
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: There has many differ perception about the meaning of swear words in daily communication, so that this research’s aim was to described those swear word’s meaning. The focus of this research is meaning of swear words that said by children age 4-6 years in RA Al-Azhar Bantur. This research used descriptive qualitative method, thereby the collected data  was found on research field. The result showed that the swearing words commonly spoken by children was jancuk, taek, bedhes, patek, goblok, gendeng, and jangkrik. Children did not know the meaning of those swearing words, but they assume that swearing is a taboo and it is not a good thing if they did.Key words: swearing, swear words, children communication, children social lifeAbstrak:Banyak perbedaan persepsi terhadap makna penggunaan kata-kata misuh dalam komunikasi sehari-hari sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tersebut. Fokus pada penelitian ini adalah makna kata-kata misuh yang digunakan oleh anak usia 4-6 tahun di RA Al-Azhar Bantur. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif sehingga data yang diperoleh adalah fakta di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata misuh yang biasa diucapkan oleh anak adalah jancuk, taek, bedhes, patek, goblok, gendeng, dan jangkrik. Anak tidak mengetahui makna sebenarnya, namun mereka menganggap bahwa misuh adalah hal yang tabu sehingga tidak baik jika dilakukan.Kata kunci: bicara kotor, kata kotor, komunikasi anak, kehidupan sosial anak
PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DI MALANG RAYA (STUDI KAUS PAES MANTEN STYLE MALANGAN) Mila Suraya; Umi Dayati; Hardika Hardika
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.8, Agustus 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.493 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i8.7215

Abstract

This study aims to generate the construction of the learning component paes manten style Malangan built into the process of inheritance values of the local culture. This study includes qualitative research with case study design. In this study, the researchers present for extracting data on informants, at the time of interview and observation. The results of this study were (1) There is a learning process informally in the process of inheritance of learning paes manten Malangan but the learning process that takes place not only on the next generation but can be to anyone (2) The learning process in inheritance cultural values paes manten Malangan done by stages that must be done by the prospective makeup. And the passing skills of paes manten Malangan informal learning occurs at every stage there are deliberate by students (prospective cosmetic), but a source of learning (cosmetic) do not realize, or vice versa. (3) Components of learning in paes manten Malangan can not be seen as in formal education but still can be seen implied. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konstruksi komponen pembelajaran paes manten style Malangan yang dibangun dalam proses pewarisan nila-nilai budaya lokal. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Pada penelitian ini,  peneliti  hadir  untuk penggalian data dari informan, yaitu pada saat wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat proses belajar secara informal pada proses pewarisan pembelajaran paes manten Malangan, namun proses pembelajaran yang berlangsung tidak hanya terjadi pada satu generasi penerus saja tetapi bisa kepada siapa saja (2) proses pembelajaran dalam pewarisan nilai-nilai budaya paes manten Malangan dilakukan dengan tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh calon perias. Pewarisan keterampilan paes manten Malangan pembelajaran informal terjadi pada setiap tahapannya ada yang disengaja oleh peserta didik (calon perias) namun sumber belajar (perias) tidak menyadari atau sebaliknya. (3) komponen pembelajaran dalam paes manten Malangan tidak dapat terlihat seperti pada pendidikan formal, namun masih dapat diketahui secara tersirat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM EKOWISATA “LEPEN ADVENTURE” Fikri Nazarullail; Hardika Hardika; Ellyn Sugeng Desyanty
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.713 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i8.9821

Abstract

This study aimed to describe the community development through ecotourism program. This study used a qualitative research method with case study approach, and using data analysis interactive model. The results showed that the background of the emergence of ecotourism programs is to look at the natural potential that can be used as travel, ecotourism gave the changes to their economic advancement. Ecotourism development stages starting from identification of empowering agents to exploit the potential of nature into ecotourism activities that can empower local communities. The principles that appear on ecotourism are: (1) natural-based, (2) ecological value, (3) an insight into the environment, (4) the benefits to the local community, (5) the appeal and visitor satisfaction.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat melalui program ekowisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang kemunculan program ekowisata adalah dengan melihat potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai wisata, ekowisata meberikan perubahan terhadap adanya peningkatan ekonomi. Tahapan pengembangan ekowisata dimulai dari identifikasi agen pemberdayaan untuk memanfaatkan potensi alam menjadi kegiatan ekowisata yang dapat memberdayakan masyarakat lokal. Prinsip-prinsip yang muncul pada ekowisata tersebut, meliputi (1) berbasis alam, (2) nilai ekologis, (3) wawasan lingkungan hidup, (4) manfaat bagi masyarakat lokal, dan (5) daya tarik dan kepuasan pengunjung.
Proses Pembelajaran Terapis SPA di Lembaga Kursus dan Pelatihan (Studi Kasus di OASE Kota Malang) Yuliastuti Yuliastuti; Hardika Hardika; Umi Dayati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.791 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10404

Abstract

SPA therapist learning process needs to be studied to find out how the learning process for SPA therapists in Course and Training Institute. SPA learning through body, mind and soul learning research conducted at the OASE Course and Training Institute. This research uses qualitative method with case study approach, and using interactive model data analysis. The results showed that SPA therapist learning process in Course and Training Institute uses well being learning that is learning that build body, mind and soul of SPA therapist.Proses pembelajaran terapis SPA perlu dikaji untuk mengetahui bagaiman proses pembelajaran bagi terapis SPA di Lembaga Kursus dan Pelatihan. Pembelajaran SPA melalui penelitian pembelajaran body, mind, dan soul yang dilakukan di Lembaga Kursus dan Pelatihan OASE. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran terapis SPA di Lembaga Kursus dan Pelatihan menggunakan pembelajaran well being yaitu pembelajaran yang membangun body, mind, dan soul dari peserta didik calon terapis SPA.
PELATIHAN TENUN IKAT DI RUMAH PINTAR SONAF SOET HINEF (ANALISIS DAMPAK PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PEREMPUAN PENENUN) Samrid Neonufa; Hardika Hardika; Zulkarnain Nasution
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.568 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6509

Abstract

This research aism to descibe weaving bond training process and analyze training impact in improving the families welfare of women weavers. The method used in this research is a qualitative research with case study type. In data collection using techniques (1) Observation (2) Interview and (3) Documentation. The results achieved in this paper is implementation process weaving bond training that is (1) preparation phase, (2) the implementation phase and (3) evaluatin phase. Weaving training in Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef implemented using the approach Andragogy with demonstration technique. With this training further the knowledge, skill and attitudes of the trainee, boost confidence, and increase labor productivity of woman weavers.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pelatihan tenun ikat dan menganalisis dampak pelatihan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga perempuan penenun. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik (1) Obeservasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Hasil yang dicapai dalam penulisan ini adalah proses pelaksanaan pelatihan tenun ikat yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan dan (3) tahap evaluasi. Pelatihan tenun ikat di Rumah Pintar Sonaf Soet Hinef dilaksanakan menggunakan pendekatan andragogi dengan teknik demonstrasi. Dengan adanya pelatihan tenun ikat ini semakin menambah pengetahuan, keterampilan, sikap peserta pelatihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan produktivitas kerja perempuan penenun
Model Pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Firsa Fajar Mahardika; Budi Eko Soetjipto; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12508

Abstract

Abstract: This study aims to describe the application of the Find Someone Who and Timed Pair Share learning models to improve social studies motivation and learning outcomes. The type of research used is Class Action Research. The subject of this study was the VB class of SDN Pakunden 2 with 37 students.  The results of this study that the application of the Find Someone Who and Timed Pair Share learning models can increase the motivation and learning outcomes of social studies. At the end of the second cycle, all indicators assessed were able to exceed the specified success criteria.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas VB SDN Pakunden 2 dengan jumlah 37 siswa. Hasil dari penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran Find Someone Who dan Timed Pair Share dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS. Pada akhir siklus II, seluruh indikator yang dinilai mampu melampaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan.
Karakteristik Anak dengan Gangguan Mutisme Selektif Kelompok B TK AL Muhajirin Kota Malang Dessy Farantika; Triyono Triyono; Hardika Hardika
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12928

Abstract

Abstract: Selective mutism disorder is a condition in which children refuse to speak in certain social conditions but are able to speak smoothly in other situations. The focus of this research is to determine the characteristics of children who experience impaired mutism in children in TK Al Muhajirin Malang City. The research methods used are qualitative with a case study approach. The results showed that the characteristics of selective mutism disorder are: communicating using non-verbal language; Lack of eye contact when asked to communicate. The child is able to complete aspects of proficiency according to developmental stages that do not require verbal communication ability. The child will look anxious, afraid, excessive anxiety when in the new circled.Abstrak: Gangguan mutisme selektif merupakan kondisi dimana anak menolak untuk berbicara dalam kondisi sosial tertentu, tetapi mampu berbicara dengan lancar di situasi lain. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik anak yang mengalami gangguan mutisme selektif pada anak di TK Al Muhajirin Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gangguan mutisme selektif, yaitu berkomunikasi menggunakan bahasa nonverbal; kurang adanya kontak mata saat diajak berkomunikasi; anak mampu menyelesaikan aspek kemampuan sesuai tahapan perkembangan yang tidak membutuhkan kemampuan berkomunikasi secara verbal; anak akan terlihat cemas, takut, kekhawatiran berlebihan ketika berada di lingkungan baru.
Pola Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Nurma Annisa Azzahra; Hardika Hardika; Dedi Kuswandi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.781 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i2.11917

Abstract

Abstract: This research was aimed to determine the teacher's communication patterns in learning in kindergarten class A. This study uses qualitative research and the type of phenomenological research. Data collection techniques in this study were carried out using direct observation techniques, interviews, and documentation. Research data found from data collection techniques will be elaborated in narrative form. The results showed that there was a pattern of teacher communication in the learning process in children. The pattern of communication carried out by the teacher in learning is that it can stimulate aspects of child growth and development.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi guru dalam pembelajaran pada anak Taman Kanak-kanak kelas A. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian yang ditemukan dari teknik pengumpulan data akan dijabarkan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ditunjukkan bahwa mengetahui adanya pola komunikasi guru dalam kegiatan pembelajaran pada anak. Pola komunikasi yang dilakukan guru pada kegiatan pembelajaran yaitu dapat menstimulus aspek pertumbuhan dan perkembangan anak.
MODEL PEMBELAJARAN FASILITATIF UNTUK PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C Hardika Hardika; Sutaryat Trisnamansyah
Jurnal Ilmiah Visi Vol 5 No 2 (2010): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.215 KB) | DOI: 10.21009/JIV.0502.1

Abstract

This research intends to develop a facilitating instructional model which can improve learning creativity in accordance with the characteristics of learning participants, learning group and principles of learning of Package C equivalency education program. The development model was applied to two learning groups of Package C equivalency education program in the City and the District of Malang with a quasi experimental design. It can be concluded that a facilitating instructional model can effectively improve learners’ learning creativity on Package C equivalency education program.