Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Perbedaan Perkembangan Moral Ditinjau dari Jenis pola Asuh Orang Tua pada Remaja Kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan Dayu Soraya; Nur Eva; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.339 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i12021p55-62

Abstract

Abstract: The purpose of the present study was to find out moral development difference by considering the types of parenting style on adolescents of class XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Research data were obtained from (a) Defining Issues Test-2 contains 60 items with reliability coefficients 0,933 and (b) Scale of Parenting Style contains 35 items with reliability coefficients 0,929. The type of this research is descriptive comparative. The techniques on this research are descriptive analysis and one way anova. Based on results of the analysis of the obtained three conclusions, namely: (1) moral development of adolescents reaches stage 4 or sosial order orientation, (2) parenting style the most are neglectful and authoritative, and (3) there is difference moral development based on parenting style on adolescent. Keywords: moral development, parenting style, adolescent Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan moral ditinjau dari pola asuh orang tua pada remaja kelas XI SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Data diperoleh melalui (a) Skala Defining Issues Test-2 yang berisi 60 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,933 dan (b) Skala pola asuh orang tua yang berisi 35 butir aitem dengan reliabilitas sebesar 0,929. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis varians satu jalur. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 kesimpulan, yaitu (1) perkembangan moral remaja mencapai tahap 4 atau orientasi keteraturan dan otoritas, (2) pola asuh orang tua sebagian besar mengabaikan dan otoritatf, dan (3) ada perbedaan perkembangan moral remaja ditinjau dari jenis pola asuh orang tua. Kata kunci: perkembangan moral, pola asuh orang tua, remaja.
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA DAN REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN Nadia Kamila Anjani; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.337 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p474-481

Abstract

Abstract: This study wants to see examine (1) emotional maturity of teenagers who live with parents, (2) teenagers who live in islamic boarding house, (3) the differences of emotional maturity of both teenagers. The result of 75 teenagers who live with parents is that 8% of them have high emotional maturity, 73% of them have middle emotional maturity, and 19% of them have low emotional maturity. While the result of 75 teenagers who live in the Islamic boarding house is that 21% of them have emotional maturity, 66% of them have middle emotional maturity, and 12% of them have low emotional maturity. Based on hypothesis test, there is a difference of emotional maturity of teenagers who live with their parents and those who live in the Islamic boarding house which can be seen from mean of Islamic boarding house teenagers is higher than the mean of teenagers who live with their parents. Keywords: emotional maturity, teenagers, family, muslim boarding house Abstrak: Penelitian ini ingin melihat (1) kematangan emosi pada remaja yang tinggal dengan orang tua, (2) remaja yang tinggal di pondok pesantren, (3) perbedaan kematangan emosi pada kedua remaja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif komparatif. Hasilnya 75 remaja yang tinggal dengan orang tua yaitu 8% kematangan emosi tinggi, 73% kematangan emosi sedang, 19% kematangan emosi rendah yang tinggal dengan orang tua sedangkan 75 remaja yang tinggal tinggal di pondok pesantren yaitu 21% kematangan emosi tinggi, presentase 66% kematangan emosi sedang. 12% kematangan emosi rendah yang tinggal di pondok pesantren.Uji hipotesis ada perbedaan kematangan emosi pada remaja yang tinggal dengan orang tua dan remaja yang tinggal di pondok yang dapat dilihat dari mean remaja dipondok pesantren lebih tinggi daripada mean remaja yang tinggal dengan orang tua dengan signifikansi 0,002 (p < 0,05). Kata kunci: kematangan emosi, remaja, keluarga, pondok pesantren
PENGEMBANGAN INSTRUMEN OBSERVASI ATTENTION DEFIICT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) PADA ANAK MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB Siska Deaprilia Silrawati; Irtadji Irtadji; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.593 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p482-487

Abstract

Abstract: This study aims to produce an instrument which is valid and reliable to observe ADHD in children. The steps of this study include: (1) need analysis, (2) design, the form is instrument spesification and writing items (3) design implementation, the form arranging instrument assembly item (4) validation expert, such as an item analysis (5) revision, from field experts validation and individual field test (6) limited trial (7) revision (8) field trials (9) product revision (10) final product. The results of the validation of the contents, done by 3 field experts, 10 items in ADHD observation instrument need to be revised. The result from validation of the contents is validity coefficient Aiken’s V span from 0,56 to 0,89 that means the contents in the instrument is sufficient. After the revision, ADHD identification instrument was tested limited to determine the difference total score between observer (parents and teachers) that handle ADHD children/students and didn’t handle ADHD children/students and there is a significant difference, with signification 0,013. After ADHD identification instrument is tested limited was reised, then a tested field test with the subject of 40 people. Validity calculation was obtained probability value span from 0,00 to 0,014, and reliability calculation was obtained 0,963. Based on the results from validity test and reliability test, it can be concluded that the instrument observation had ADHD as a valid and reliable instrument to observe ADHD in children for teachers and parents, and can be used together with institutions of psychology, education, and health. Keywords: Instrument, ADHD Observation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Instrumen Observasi ADHD yang valid dan reliabel dalam mengamati adanya ADHD pada anak. Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) analisis kebutuhan, yang dilakukan di lapangan, (2) perancangan desain, berupa spesifikasi instrumen dan penulisan item (3) implementasi desain, berupa penyusunan item perakitan instrumen (4) validasi ahli, berupa analisis item (5) revisi, perbaikan dari validasi ahli (6) uji coba terbatas (7) revisi (8) uji coba lapangan (9) perbaikan produk (10) produk akhir, berupa kajian produk yang telah direvisi. Hasil dari validasi isi, dilakukan oleh 3 ahli, instrumen observasi ADHD perlu direvisi sebanyak 10 item. Hasil dari validasi isi ini memperoleh koefisien validitas Aiken’s V yang bergerak dari 0,56 hingga 0,89 yang berarti isi dari instrumen memadai. Setelah dilakukan revisi, instrumen observasi ADHD diujicobakan secara terbatas untuk mengetahui perbedaan skor total antara pengamat (orangtua dan guru) yang menangani anak/siswa ADHD dan yang tidak menangani anak/siswa ADHD dan mencerminkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Setelah instrumen observasi ADHD yang diujicobakan terbatas telah direvisi, maka dilakukan uji coba lapangan dengan total subjek 40 orang. Selanjutnya, dilakukan analisis validitas dengan nilai probabilitas bergerak dari 0,00 hingga 0,014, dan analisis reliabilitas dengan nilai 0,963. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen observasi ADHD telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengobservasi ADHD pada anak bagi guru dan orangtua, serta dapat dimanfaatkan bersama lembaga psikologi, pendidikan, dan kesehatan Kata kunci: instrumen, observasi ADHD
EFEKTIVITAS BERMAIN MENGGUNAKAN MEDIA TALI-TEMALI PRAMUKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN YANG RENDAH PADA SISWA TK B Muhammad Ikhsan; Sri Weni Utami; Farah Farida Tantiani
Flourishing Journal Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i12022p24-31

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine the scout rigging effectiveness to improve low early writing skill among kindergarten student grade B. The location of this research was in TK ABA 5 Malang City. This research use the pre-test-post-test experimental design. There were 8 kindergarten students grade B with low early writing skill involve to this research. The instrument of this research is the early writing skill test consist of 13 items with a reliability index of 0,432, the test was developed independently by researcher. The treatment of this research was given according the guidance of play with scout rigging media. The paired sample t-test result show that the value of sig. (2-tailed) score is 0,000 < 0,05. There was an increase in the early writing skill as much as 22.40% after the treatment to play with scout rigging media was given. The increase make the child more flexible to hold the pencil and the child also more able to coordinate between their eyes and fingers while writing. The conclusion is there is an increase in the early writing skill after the treatment to play with scout rigging media was given Keywords: early writing skill, play with scout rigging media, kindergarten student grade B. Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas bermain menggunakan media tali-temali pramuka untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan yang rendah pada siswa TK B. Lokasi pelaksanaan penelitian ini berada di TK ABA 5 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen psikologi dengan desain pre-test-post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi TK B sejumlah 8 orang yang telah dinyatakan memiliki kemampuan menulis permulaan rendah melalui tes kemampuan menulis permulaan. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan menulis permulaan yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berjumlah 13 soal dengan indeks reliabilitas sebesar 0.432. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan panduan bermain menggunakan media tali-temali yang dikembangkan oleh peneliti dan telah divalidasi oleh ahli. Uji beda yang digunakan adalah uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan skor antara sebelum dan sudah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka. Hasil uji beda paired sample t-test menunjukan bahwa nilai sig. (2-tailed) yang dihasilkan adalah 0,000 < 0,05. Terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan sebesar 22.40% setelah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka. Peningkatan yang terjadi membuat anak lebih mampu memegang pensil dengan luwes dan mampu melakukan koordinasi antara mata dan jari saat menulis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis permulaan setelah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka Kata kunci tali-temali pramuka, kemampuan menulis permulaan, siswa TK B