Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kandungan Karbon Organik pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit setelah Proses Anaerobik di Reaktor Biodigester Subekti, Purwo; Heri Suripto; Ahmad Fathoni; Eddy Elfiano; M. Handyka Septia
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organic pada tiga fraksi Palm Oil Mill Effluent (POME) setelah melalui proses pengolahan anaerobik di dalam reaktor biodegester Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemisahan POME menjadi tiga fraksi, yaitu sludge, solid, dan liquid, dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta potensi pemanfaatan lanjutan dari sisa proses pengolahan POME di reaktor biodigester PLTBg. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar karbon organik (C-organik) residu antar fraksi tersebut. Secara berurutan, kadar C-organik tertinggi ditemukan pada fraksi sludge (rata-rata 8,91%), diikuti oleh fraksi solid (2,57%) dan liquid (0,12%). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat biodegradasi bahan organik paling efektif terjadi pada fraksi cair (liquid). Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (α < 0,05). Hasil ini menegaskan bahwa sifat matriks dan komposisi masing-masing fraksi POME secara fundamental memengaruhi kinetika serta efisiensi proses degradasi bahan organik selama pengolahan anaerobik.
ANALISA TERMAL PADA STERILIZER CRUDE PALM OIL DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA V SEI GALUH Rafil Arizona Rafil; Liberti Martua Sinaga; Shandy Kurniadi; Eddy Elfiano; Sehat Abdi Saragih
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 8 No 1 (2023): SJME Kinematika Juni 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v8i1.253

Abstract

Boiling oil palm, especially in Fresh Fruit Bunches (TBS) is one of the most important stages in the palm oil processing process. During the boiling process, it is hoped the temperature and steam pressure, as well as the working time on the sterilizer, are correct so that they do not damage the quality of CPO and that the sterilizer material is also maintained and safe.. Therefore, a thermal analysis was carried out on a horizontal sterilizer using a thermodynamic analysis approach and looking for thermal efficiency at peaks I, II, and III. The research was completed using a mathematical analysis method. Data collection was carried out using literature study techniques and field observations. The results showed that the value of transient conduction on the lorry peak I: 392.476 MJ, peak II: 77.186 MJ, peak III: 28.457 MJ. In oil palm fruit, peak I: 2,164.273 MJ, peak II: 1,407.039 MJ, peak III: 480.314 MJ. at peak I: 606.5398 MJ, peak II: 910.7164 MJ, peak III: 1,063.0479 MJ. The final temperature of the lorry at peak I: 384.5 K, peak II: 400.5 K, peak III: 406.42 K. Meanwhile, the oil palm fruit at peak I: 350.20 K, peak II: 390.115 K, and peak III: 406.268 K. Sterilizer efficiency at peak I: 81.081%, peak II: 80.6716%, at peak III: 80.5332%.
The Effect of Fibre Direction on the Mechanical Properties of Polyester Matrix-Based Palm Oil Fibre Composite Yulianto, Dody; Arman Maulana; Shandy Kurniadi; Ari Prasetyo; Sehat Abdi Saragih; Jhonni Rahman; Kurnia Hastuti; Eddy Elfiano
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 9 No. 01 (2026): REM VOL 9 No 01 2026
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2026.23953

Abstract

The increasing use of composite materials, especially for the two-wheeled vehicle industry, requires an in-depth study of fibre direction. Where the fiber direction can determine the occurrence of initial damage to the composite material. This study aims to produce a composite board from oil palm fruit fibre reinforced with a polyester matrix. In this study, the composite board consists of 3 types, namely sample 1 (discontinuous direction 0°), sample 2 (discontinuous direction 90°), and sample 3 (random fibre direction). The highest bending and impact test results were in specimen 1 with a 0° fibre direction, namely 63.93 MPa and 0.519 Joules/mm2, while the lowest bending and impact test results were in specimen 3 with a random fibre direction, namely 58.63 MPa and 0.382 Joules/mm2. Specimens with horizontal fibre directions have higher strength values. When the fibres are arranged in a 90° direction and a random direction, the mechanical strength is lower, because the load is mostly borne by the material matrix, which is generally weaker than the fibres. Macrophotography at 0° shows that the bonding mechanism of oil palm fruit fibres with the polyester resin matrix is quite good, with visible fibre pullout. This indicates that the bond between the fibre and the matrix weakens as the applied load increases. When the matrix fails, the fibres can still bear the load, so the fracture process does not occur simultaneously with the matrix failure. If the composite fibres become more brittle and the load is distributed to the fibres, which pulls them out, this will result in high toughness and bending strength.
SURVEY TINGKAT KEPUASAN PELATIHAN KEUANGAN UMKM BENGKEL OTOMOTIF @BOS DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN KEUANGAN USAHA Jhonni Rahman; Azwirman; Sutan lazrisyah; Kurnia Hastuti; Eddy Elfiano
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4289

Abstract

Asoritas Bengkel Otomotif Se-Riau (@BOS) adalah kelompok UMKM bengkel otomotif yang bergerak dibidang jasa perawatan dan perbaikan otomotif kendaraan roda empat di wilayah Provinsi Riau. Mereka adalah para owner bengkel otomotif yang membangun usaha bengkel secara otodidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, dan rata-rata usaha mereka sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Seiring dengan bertambahnya konsumen, saat ini mereka mulai merasakan keluhan terkait manajemen keuangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sebagai mitra kerjasama Prodi Teknik Mesin Universitas Islam Riau berusaha membantu mereka dengan mengadakan pelatihan manajemen keuangan usaha. Hasil survey yang dilakukan terhadap pelaksanaan manajemen keuangan didapatkan respon yang menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan sangat relevan dengan kebutuhan mereka dan mereka seluruhnya masih menginginkan pelatihan keuangan lanjutan dengan topik yang spesifik mengenai permasalahan praktis yang mereka alami.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGAIRAN UNTUK PERTANIAN SWASEMBADA DI MARKIZ DARUL QUR’AN WASSUNNAH Jhonni Rahman; Sutan Lazrisyah; Eddy Elfiano; Purwo Subekti; Husnul Kausarian
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v6i2.14753

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Markiz Darul Qur’an Wassunnah sebagai upaya mengatasi keterbatasan sumber dan distribusi air yang berdampak pada rendahnya produktivitas pertanian dan peternakan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi sistem pengairan pertanian melalui penerapan teknologi submersible pump pada lahan kelompok tani mitra. Sebelum program diterapkan, petani menghadapi keterbatasan pasokan air irigasi akibat ketergantungan pada curah hujan serta penggunaan metode pengangkutan air manual yang memerlukan waktu dan tenaga besar. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan masa tanam, ketidakteraturan irigasi, dan penurunan hasil produksi. Melalui program ini, dilakukan instalasi submersible pump yang disesuaikan dengan kebutuhan lahan, disertai pelatihan operasional dan perawatan bagi petani. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ketersediaan air, dengan debit yang lebih stabil dan distribusi yang lebih merata. Efisiensi waktu pengairan meningkat lebih dari 50%, serta kondisi pertumbuhan tanaman menunjukkan perbaikan nyata. Peningkatan kapasitas petani dalam mengoperasikan teknologi turut mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, teknologi submersible pump terbukti efektif sebagai solusi pengairan yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani.
Pengaruh Kadar Garam (Salinitas) terhadap Laju Pembekuan Es Balok dengan Sistem Brine Tank di UPT Pelabuhan dan Perikanan Dumai Raja Mohd Irza Mahendra; Eddy Elfiano
Syntax Idea Vol. 8 No. 7 (2026): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntaxidea.v8i7.14912

Abstract

Kebutuhan es balok sebagai media pendingin hasil tangkapan nelayan di UPT Pelabuhan dan Perikanan Dumai terus meningkat, sehingga diperlukan optimalisasi proses pembekuan untuk menjamin ketersediaan es yang efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar garam (salinitas) dalam sistem brine tank terhadap laju pembekuan es balok, serta menentukan konsentrasi garam yang paling efisien. Penelitian dilakukan pada 18–25 Desember 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan tiga variasi kadar garam, yaitu 10%, 14%, dan 17%. Parameter yang diukur meliputi suhu brine tank, waktu pembekuan, suhu evaporator, konsumsi energi listrik (kWh), dan efisiensi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam berpengaruh signifikan terhadap penurunan suhu larutan dan percepatan laju pembekuan. Pada kadar garam 10%, suhu brine tank mencapai -4°C dengan waktu pembekuan 12,3 jam dan konsumsi energi 336,89 kWh. Pada kadar garam 14%, suhu turun menjadi -7°C dengan waktu pembekuan 8,8 jam dan konsumsi energi 262,49 kWh. Pada kadar garam 17%, suhu brine tank mencapai -10°C dengan waktu pembekuan paling singkat, yaitu 6,2 jam, dan konsumsi energi paling rendah sebesar 184,93 kWh. Efisiensi sistem meningkat seiring kenaikan kadar garam, dari 1,76% pada konsentrasi 10% hingga 3,50% pada konsentrasi 17%. Disimpulkan bahwa kadar garam 17% merupakan konsentrasi paling optimal dalam sistem brine tank untuk menghasilkan pembekuan yang cepat dengan konsumsi energi yang efisien.