Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor Determinan Dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Peserta JKN Di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Tahun 2020 Noorhidayah, Noorhidayah; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Cahyani, Risky
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.882

Abstract

Latar Belakang: Salah satu program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia adalah penyelenggaraan program JKN yang bertujuan mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta (Kemenkes-RI, 2014). Puskesmas dalam program JKN  memiliki peran yang besar kepada peserta BPJS kesehatan, apabila pelayanan puskesmas yang diberikan baik maka akan semakin banyak peserta JKN yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, namun dapat terjadi sebaliknya jika pelayanan dirasakan kurang memadai (Hasbi 2012). Data kunjungan pasien JKN di Puskesmas Beruntung Raya pada tahun 2017 sebesar 6.719, tahun 2018 sebesar 7.370 sedangkan tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 6.719 kunjungan.Tujuan :  Untuk mengetahui faktor determinan dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya tahun 2020.Metode: penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien peserta JKN yang datang berobat di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya pada bulan Januari-April tahun 2020 sebanyak 475 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu 83 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan teknik analisis data dengan chi square.Hasil : didapatkan bahwa yang memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 47 (56,6%), persepsi peserta JKN positif sebesar 61 (73,5%), aksesibilitas mudah  sebesar 58 (69,9%), sikap tenaga kesehatan baik sebesar 57 (68,7%), Ada hubungan persepsi peserta JKN dengan (p value (0,003), ada hubungan aksesibilitas layanan peserta JKN dengan (p value (0,006) dan ada hubungan sikap tenaga kesehatan dengan (p value (0,013).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi peserta, aksesibilitas layanan, dan sikap tenaga kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya tahun 2020. Kata Kunci : Persepsi, aksesibilitas, sikap tenaga kesehatan Background: One of the programs organized by the Government of Indonesia is the implementation of the JKN program which aims to realize the implementation of the provision of guarantees for the basic needs of a decent life for each participant (Kemenkes-RI, 2014). Puskesmas in the JKN program has a big role for BPJS health participants, if the puskesmas services provided are good, more JKN participants will utilize health services, but it can happen otherwise if the service is felt to be inadequate (Hasbi 2012). Data on JKN patient visits at the Beruntung Raya Health Center in 2017 amounted to 6,719, in 2018 it amounted to 7,370 while in 2019 it decreased by 6,719 visits.Objective:  To determine the determinant factors in the utilization of health services for JKN participants in the Beruntung Raya Health Center Working Area in 2020.Methods: analytic research with a cross sectional approach. The population of all JKN participant patients who came for treatment at the Beruntung Raya Health Center Work Area in January-April 2020 was 475 people with an accidental sampling technique of 83 respondents. The research instrument used a questionnaire and data analysis techniques with chi square.Results: it was found that those who utilized health services were 47 (56.6%), the perception of JKN participants was positive at 61 (73.5%), easy accessibility was 58 (69.9%), the attitude of health workers was good at 57 (68.7%), there was a relationship between the perception of JKN participants with (p value (0.003), there was a relationship between the accessibility of JKN participants' services with (p value (0.006) and there was a relationship between the attitude of health workers with (p value (0.013).Conclusion: There is a significant relationship between participants' perceptions, service accessibility, and health workers' attitudes with the utilization of health services for JKN participants in the Beruntung Raya Puskesmas Working Area in 2020. Keywords: Perception, accessibility, health worker attitude
Analisis Hubungan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin Ariyanto, Edy; Widaryani, Ari; Netty, Netty; Noorhidayah, Noorhidayah; Octaviana, Elsi Setiandari Lely
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.951

Abstract

Latarbelakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) yakni Hipertensi menjadi penyebab utama kematian secara global. Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka prevalensi global penyakit hepertensi sekitar 22% dari semua penduduk yang ada di dunia, dimana persentase terbesar, yaitu 27% berada di benua Afrka sedangkan untuk urutan ketiga ditempati Asia Tenggara dengen persentase prevalensi 25% dari total populasi.Tujuan: Menganalisis hubungan usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Kejadian hipertensi sebagian besar responden memiliki hipertensi sebesar 62,8%,  responden, usia responden sebagian besar dengan usia berisiko 35 tahun sebesar 68,6% responden, jenis kelamin responden sebagian besar perempuan sebesar 72,1% responden dan riwayat keluarga responden sebagian besar dengan tidak ada riwayat keluarga sebesar 61,6% responden. Hasil bivariat menggunakan uji Chi Square didapatkan ada hubungan usia (p-value=0,000), tidak ada hubungan jenis kelamin (p-value=1,000) dan tidak ada hubungan riwayat keluarga (p-value=0,919) dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi (67,4%), dengan mayoritas berusia di atas 35 tahun (66,3%) dan perempuan (72,1%). Mayoritas responden tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi (61,6%) di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,000) dan kejadian hipertensi, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 1,000) serta riwayat keluarga (p-value = 0,919) dengan kejadian hipertensi pada orang dewasa di wilayah tersebut.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Gang Purnawirawan RT 2 Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Husnul Khatimatun Inayah; Netty Netty; Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i1.378

Abstract

Cancer is a major health problem in the world and in Indonesia, according to the Global Burden of Cancer (Globocan) released by WHO in the Data and Information Center of the Ministry of Health on 2020, the number of deaths from cancer until 2018 continues to increase from year to year.Breast cancer prevention Effort by SADARI. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2020 there were 98 cases of breast cancer in 2020 and 31 deaths. The target of the education is the mothers of Gang Punawirawan, Pelambuan village, Banjarmasin with a population of 250 families where 90 women are adults and there is 1 case of death due to breast cancer and many mothers and cadres do not know SADARI. The purpose of this community service is for cadres and mothers to understand and be able to carry out SADARI to remind breast cancer prevention.Targets and outcomes of this service, there is an increase in understanding and skills about breast cancer and early detection of cancer by SADARI. The outputs are Scientific Publications in Journals with ISSN/Proceedings, Youtube publications, and teaching materials in the form of dictation. The method of implementing this activity is in the form of pretest, breast cancer counseling, BSE training and posttest.The final result of the implementation of this activity is an increase in knowledge, understanding and skills about breast cancer, this can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of cadres and mothers in Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan village can be increased through providing training and counseling about breast cancer and how to prevent it through SADARI.
Pelatihan Keterampilan Pengemasan dan Uji Cita Rasa Cookies Kacang Ikan Gabus (Channa Striata) dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Kelurahan Pelambuan Kota Banjarmasin Widyarni, Ari; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Ilmi, M. Bahrul; Fakhsiannor, Fakhsiannor; Lely Octaviana, Elsi Setiandari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i1.895

Abstract

The results of the 2022 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) show that the stunting rate in Indonesia is 21.6%, South Kalimantan 24.6% and Banjarmasin City 22.4% (5). The city of Banjarmasin with several children under five as many as 64,785 people with a stunting incidence rate of 22.4%, although this figure is below the figure of Kalimantan Province (24.6%), but still above the national average (21.6%). Pelambuan is one of the villages located in West Banjarmasin District in Banjarmasin City, located in the working area of the Pelambuan Health Center with an area of 1.22 Km and a population of 28,715 people with several stunted children under five as many as 24. This activity was carried out on Sunday, May 5, 2024, at 10.00 WITA until it was completed which was carried out at the house of the head of the PKK cadre of Pelambuan Village, Banjarmasin City, with the target of PKK cadres and mothers under five as many as 17 people with the method; pretest, counseling, training, and posttest. This activity was carried out in several stages, namely preparation, and implementation which included packaging and taste testing of Snakehead Fish Nut Cookies (Channa Striata) to making packaging and determining the capital price and selling price. The results of this activity can be known from the 17 respondents who conducted a taste test, namely most of the respondents liked the taste, aroma, color, texture/crispiness, the appearance of cookies, and the appearance of the packaging. In addition to their consumption, it is recommended to be used as a business and sold to increase family income to increase turnover for partners engaged in the economic sector.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI Noorhidayah, Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Amalia, Rizqi; Norfai, Norfai
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.312

Abstract

Pendahuluan: Pola makan berperan langsung terhadap pengaturan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi pemicu atau pelindung terhadap penyakit hipertensi. Begitu juga peran Petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, nutrisionis) memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan dan peran petugas kesehatan dengan kejadian penyakit hipertensi.  Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional dengan besar sampel 92 responden. Instrumen yang di gunakan  kuesioner pola makan dan peran petugas kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada responden sebagian besar dengan tekanan darah normal sebanyak 47 (51,1%) responden. Responden dengan pola makan baik dengan tekanan darah normal sebanyak 36 orang (64,3%), Peran Petugas Kesehatan berada pada kategori tinggi sebanyak 35 orang (63,6%). Ada hubungan pola makan dengan kejadian penyakit hipertensi dngan p-value 0,003 dan peran petugas dengan p-value 0,006. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini yaitu pola makan dan peran petugas kesehatan yang baik dapat menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas X. Saran: Diperlukan peran petugas kesehatan melalui suatu program edukasi penyuluhan kesehatan di masyarakat tentang hipertensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan dan menjaga pola makan yang sehat.
Edukasi Menyusun Menu Makanan Bergizi Seimbang saat Puasa sesuai Isi Piringku pada Ibu - Ibu Dasawisma Bougenvil Kelurahan Pelambuan Banjarmasin Inayah, Husnul Khatimatun; Widyarni, Netty Ari; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Ariyanto, Edy
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.637

Abstract

Fasting is believed to have many benefits, both physical and non-physical.. In developed countries, fasting is used as a therapy (fasting therapy) to cure several degenerative diseases. The habit of people in the city of Banjarmasin during fasting is that various foods are sold at the Traditional market once a year. Almost all of the food sold there contains high levels of fat and sugar which results in increased symptoms of degenerative diseases such as cholesterol, high blood pressure and diabetes mellitus. This community service aims to ensure that mothers understand and realize the importance of balanced nutrition according to the contents of my plate to reduce the risk of degenerative diseases. The method for implementing this activity is in the form of a pretest, counseling on a balanced nutritional menu according to the contents of my plate when fasting and posttest. The final result of implementing this activity was an increase in knowledge and understanding of a balanced nutritional menu according to the contents of my plate during fasting, which can be seen from the comparison between the average pretest and posttest scores. Conclusion The understanding of mothers in Gang Gang Purnawirawan RT 2, Pelambuan sub-district can be increased through providing education and counseling about a balanced nutritional menu according to the contents of my plate when fasting
Pelatihan Pembuatan Bakso Rendah Lemak dan Berprotein pada Kader PKK di Cempaka 12 Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin Inayah, Husnul Khatimatun; Netty, Netty; Noorhidayah, Noorhidayah; Anggraeni, Septi; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Widyarni, Ari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.1001

Abstract

Wrong diet is one of the risk factors that increase cardiovascular disease in the life phase of 45 to 60 years old which is characterized by the emergence of chronic diseases such as hypertension, type 2 diabetes, obesity and heart disease. At this stage of age, a low-fat and high-protein diet is essential for maintaining health, as low fat can prevent cardiovascular disease and protein consumption helps maintain muscle mass as well as improve the body's metabolism. The lack of information and awareness about pre-elderly health checks, especially the problem of excess fat in the blood that can cause cardiovascular disease is still a problem for PKK Cadre mothers in Cempaka 12, Banjarmasin City. The purpose of the Community Service Implementation (PkM) is to increase knowledge and provide skills in making low-fat and high-protein meatballs to PKK Cadre women in Cempaka 12, Banjarmasin City. The method of this activity consists of several stages, including: preparation, namely survey of the location of the activity, preparation of tools and materials, preparing the material to be delivered, pretest, counseling with lectures and discussions, posttest and demonstration and the target of the participants of the activity is 20 PKK women of Cempaka 12 Village. The PkM activity was held on August 13, 2025 at the house of the PKK Cadre Chairman. The results of the training showed a difference in the average knowledge score before and after the training, where the results of the pretest showed that the average of 10 questions was only able to answer between 3-4 questions correctly and the results of the posttest showed a significant increase with an average score of 9.4. It is hoped that after being given training, PKK cadres will contribute to increasing public knowledge about the consumption of animal and plant protein sources in daily life. Increasing the activeness of the role of Cadres in the implementation of Germas and periodic public health monitoring in the Cempaka 12 environment, Banjarmasin City.
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Ari Widyarni; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Eka Handayani
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Dr. R Soeharsono Banjarmasin Ari Widyarni; Elsi Setiandari L. O
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.536 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i2.1079

Abstract

Diabetes Mellitus disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat beker-ja secara normal. Insulin mempunyai peran utama mengatur kadar glukosa di dalam darah, yaitu (pada orang normal) sekitar 60-120 mg/dl waktu puasa, dan di bawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan. Penderita Diabetes Mellitus akan melonjak dua kali lipat setiap tahunnya. Di Indonesia dari jumlah 5 juta pada tahun 2010 akan menjadi 10 juta pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus sebanyak 40 orang. Pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner terstruktur pada pasien Dia-betes Mellitus di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit DR. R. Soeharsono Banjarmasin. Analisis data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05. Hasil penelitian bahwa karakteristik umur responden seba-gian besar berkisar antara umur 36-50 tahun dan >50 tahun,, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dan menurut diet Diabetes Mellitus responden sebagian besar responden diet 1900 kkal sebanyak 67,5%. Kategori kepatuhan diet Diabetes Mellitus responden sebagian besar tidak mematuhi konsumsi diet Diabetes Mellitus yang ditetapkan oleh Rumah Sakit, kategori tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan dasar yang terdiri dari lulusan SD dan SLTP, kategori tingkat penge-tahuan responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang dan kategori jenis pekerjaan responden sebagian besar responden bekerja baik sebagai PNS maupun swasta. Hasil analisis didapatkan bahwa ketiga variable (tingkat pendidikan, tingkat penge-tahuan dan pekerjaan) ada hubungan yang bermakna (signifikan) terhadap kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit DR. R. Soeharsono Banjarmasin, dengan kekuatan hubungan ketiga variabel sangat kuat. Disarankan bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan sebagai data dasar dan diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan variabel lain dan metode penelitian yang berbeda.
Hubungan Pekerjaan dan Jarak Pelayanan Kesehatan terhadap Peningkatan Kasus Penyakit Hepatitis B pada Ibu Hamil : Employment Relationship and Health Service Distance to Increase in Hepatitis B Cases in Pregnant Women Elsi Setiandari L.O; Ari Widyarni; Noorhidayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.303 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1865

Abstract

Hepatitis B merupakan salah satu jenis penyakit menular dan tergolong berbahaya di dunia, jumlah penderita hepatitis B di dunia diperkirakan 350 juta, prevalensi rata-rata hepatitis B di Indonesia adalah 10%, dengan variasi antara 3,4-20,3% di setiap area. Infeksi hepatitis B kronis ditemukan pada sekitar 90% bayi yang terinfeksi sejak lahir, 25-50% anak terinfeksi dalam 1-5 tahun. Penularan virus hepatitis B dapat terjadi melalui paparan darah dan cairan tubuh dari pasien yang terinfeksi hepatitis B. Jenis Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan non eksperimental, data yang dikumpulkan menggunakan desain cross sectional. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 40 orang. Uji statistik yang digunakan dalam analisis data adalah uji chi square. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari ketiga variabel bebas yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan p = 0,000 (p <0,05). Lingkungan dan sanitasi tempat tinggal yang sangat padat menjadi mudah penularan penyakit Hepatitis B. Tingginya Pendidikan pada ibu hamil dan banyaknya ibu hamil yang bekerja membuat mereka malas dan malu untuk melakukan kunjungan ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat sehingga terjadinya penemuan kasus penyakit Hepatitis B pada ibu hamil serta Jauhnya jarak tempuh menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau.