Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Furniture Multifungsi: Perancangan Furniture Fasilitas Ajar Anak Usia Dini Dengan Pendekatan Partisipatori Pada Yayasan Miftahul ’Ulum Kiki Putri Amelia; Rexha Septine Faril Nanda; Widyanesti Liriantri; M.N. Azmil Kamalt; Luthfan Haikal Abdillah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10367

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak. Pada tahap ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar harus mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Akan tetapi banyak lembaga PAUD di Indonesia masih memiliki keterbatasan fasilitas, terutama ruang dan furnitur yang belum dirancang sesuai kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana aman, nyaman, dan menarik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perancangan furnitur aplikatif yang sesuai dengan aktivitas belajar dan metode pembelajaran kreatif. Furnitur tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ruang, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, fleksibel, tertata, serta aman dan nyaman bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif untuk PAUD di bawah naungan Yayasan Miftahul ‘Uluum. Proses perancangan mengutamakan aspek ergonomi anak, keamanan material, kemudahan perawatan, serta kemampuan furnitur dalam mendukung berbagai aktivitas belajar. Hasilnya tidak hanya berupa rancangan dan prototipe furnitur, tetapi juga kontribusi pengetahuan di bidang desain interior dan ergonomi anak. Dengan furnitur aplikatif yang dirancang khusus, ruang belajar di Yayasan Miftahul ‘Uluum diharapkan menjadi lebih fleksibel, inspiratif, dan berkualitas. Pemilihan warna cerah juga mendukung kenyamanan belajar bagi anak dan guru. Konsep ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga PAUD lainnya.
Design and Behavior: Evaluating Performance of Student Lounge through Behavior Mapping Kiki Putri Amelia; Togar Mulya Raja; Hendi Anwar; Parlindungan Revalino
Jurnal Riset Arsitektur Vol 10 No 1 (2026): Jurnal RISA (Riset Arsitektur)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v10i1.12-24

Abstract

Student lounge is a primary communal space within the campus area that supports students’ academic, social, and recreational activities. This study aims to evaluate spatial performance based on users’ actual activities using a qualitative method with a behavior mapping approach. A place-centered mapping method was employed to analyze spatial performance by identifying behavior patterns, intensity of space use, and user satisfaction with spatial quality. Data were collected through field observations, behavior mapping, documentation, and structured questionnaires distributed to students. The results indicate that spatial configuration and seating facilities have a significant influence on the intensity of social interactions, duration of space use, and the formation of user activities. These findings highlight the importance of activity-based design evaluation in designs of student lounges that are responsive and inclusive.
Konfigurasi Spasial dan Keterbukaan Visual pada Interior Coffee Shop: Analisis Space Syntax Rexha Septine Faril Nanda; Kiki Putri Amelia; Hana Faza Surya Rusyda
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Pradita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.360

Abstract

This study is based on the design concept of Sawo Coffee and Roastery, which aims to create a coffee shop that is visually contrasting yet remains contextual to the heritage environment of Braga through visual openness, transitional spaces, and a minimalist interior that provides an inviting and comfortable spatial experience. This strategy is implemented through the use of a transparent facade, a building setback that forms a transitional space for pedestrians, and landscape elements as an entrance path that enhances visual attraction from the pedestrian corridor. This approach reflects a design effort to establish a visual connection between exterior and interior spaces. However, a strategy that emphasizes visual aspects does not necessarily correspond to a spatial configuration that supports optimal spatial connectivity and accessibility. Therefore, this study aims to evaluate the relationship between visual design strategies and spatial configuration using a space syntax approach. The method employed is a quantitative descriptive approach by analyzing connectivity, total depth, mean depth, relative asymmetry, real relative asymmetry, and visual graph analysis (VGA) based on spatial topology representation. The case study focuses on Sawo Coffee and Roastery in Bandung, using architectural plans and visual documentation as the basis of analysis. The results indicate that the initial transitional areas possess high visual visibility based on VGA results, allowing users to visually perceive interior activities from the pedestrian area. However, the space syntax analysis reveals that initial spaces such as the semi-outdoor area (RRA 1.537) and souvenir space (RRA 1.592) have low integration levels and relatively high spatial depth. This condition indicates that visual openness is not fully accompanied by optimal spatial connectivity. Thus, the effectiveness of commercial space design is determined not only by visual transparency, but also by spatial configurations capable of creating stronger integration, clearer orientation, and easier accessibility from the entrance area.
Perancangan Interior Pusat Pelatihan Kecantikan Berbasis Riset untuk Mendukung Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Cimahi, Jawa Barat Erlana Adli Wismoyo; Togar Mulya Raja; Kiki Putri Amelia; Luthfia Sekar Arum; Hernata Ursula Nadaek
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 4 (2026): JPMII - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1346

Abstract

UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Cimahi mengembangkan fasilitas Beauty Training Center sebagai wadah wirausahaan UMKM bagi penyandang disabilitas. Namun, ruang pelatihan eksisting yang memanfaatkan bekas bengkel otomotif ini belum optimal secara visual, ergonomi, dan inklusivitas fisik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang ulang interior BTC menggunakan metode research-led design berbasis pendekatan inklusif dan identitas budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, dokumentasi spasial, serta wawancara partisipatif (co-design) dengan Dinas Sosial dan komunitas difabel. Luaran kegiatan ini menghasilkan re-desain interior komprehensif berupa zonasi ruang kelas praktik dengan konfigurasi U-shaped untuk efisiensi instruksional dan ruang salon linier berkonsep modern tropical yang dilengkapi tiang tumpuan ergonomis bagi pengguna kursi roda. Hasil survei kepuasan menunjukkan 89,24% mitra menyatakan sangat setuju bahwa rancangan ini sesuai kebutuhan operasional pelatihan dan siap diimplementasikan untuk menarik masyarakat umum. Perancangan ulang ini berhasil mentransformasi kualitas spasial bangunan industri lama menjadi ruang komersial-inklusif yang meningkatkan motivasi produktif dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Jawa Barat.
STUDI KOMPARASI: PERAN ELEMEN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBENTUK SUASANA RUANG PADA BAR & LOUNGE Kiki Putri Amelia; Hendi Anwar; Reza Hambali
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i1.1008

Abstract

Abstract: Interior elements are aspects that can shape the atmosphere of a bar & lounge and form the image perceived by its visitors. Bars & lounges have different characteristics from restaurants in general, have different design emphases. The elements of physical and non-physical elements form the atmosphere of space and the perception of visitors. The basic elements forming and filling the space form the atmosphere of a room in a bar & lounge. This research uses a qualitative descriptive method by analyzing through comparisons of data from field observations from 4 different case studies and designer interviews. The building elements in the space are curated through designer interviews to find out the emphasis given in the design, namely shape, texture and lighting, then proceed with analyzing these elements in each case study The results of the study found that the dominant physical elements forming the space were from each of the 4 case studies of bar&loung design. Future research is expected to collect data from visitors to each case study for comparison.Abstrak: Elemen interior merupakan aspek yang dapat membentuk suasana dari sebuah bar & lounge dan membentuk citra yang dipersepsikan oleh pengunjungnya. Bar & lounge memiliki karakteristik yang berbeda dengan restaurant pada umumnya, memiliki penekanan-penekanan desain yang berbeda. Unsur-unsur elemen fisik dan non fisik membentuk suasana ruang dan persepsi dari pengunjung. Elemen dasar pembentuk dan pengisi ruang membentuk suasana ruang pada sebuah bar & lounge Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititf dengan menganalisis melalui komparasi data hasil observasi lapangan dari 4 studi kasus yang berbeda dan wawancara designer. Elemen pembentuk pada ruang dikurasi melalui wawancara designer untuk mengetahui penekanan-penekanan yang diberikan dalam perancangan yaitu bentuk, tekstur dan pencahyaan untuk selanjutnya dilanjutkan dengan menganalisis elemen-elemen tersebut pada setiap studi kasus. Hasil penelitian dapat elemen fisik pembentuk ruang yang dominan dari masing-masing 4 studi kasus perancangan bar&loung. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pengumpulan data dari pengunjung masing-masing studi kasus untuk dibandingkan.
Neo-Vernacular Character in the Interior of Riau Malay Traditional Hall: Space and Cultural Identity Al Iman; Kiki Putri Amelia; Parlindungan Ravelino; Isrina Indah
Jurnal Riset Arsitektur Vol 10 No 2 (2026): Jurnal RISA (Riset Arsitektur)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/risa.v10i2.%p

Abstract

Traditional halls serve social, ceremonial, and institutional activities while representing cultural identity. In interior design, cultural character emerges through relationships among spatial organization, space-defining elements, materials, colour, ornamentation, and environmental qualities. The objective of this study is to analyse the Neo-Vernacular character of the Riau Malay Traditional Hall interior and explain how its interior elements represent Malay cultural identity within contemporary use. The research applies a descriptive qualitative case-study approach. Data were obtained through field observation, visual documentation, and literature review, then analysed through identification, classification, interpretation, and synthesis. Five dimensions guide the analysis: spatial organization, space-defining elements, visual identity, materiality and atmosphere, and environmental-functional response. The findings show that Malay identity is expressed through spatial hierarchy, colour, decorative elements, openings, material expression, and differentiated functions, with varying levels of integration across rooms. The study contributes an interior-system reading of Neo-Vernacular design that connects spatial, visual, material, environmental, and functional dimensions for analysing actively used culture-based buildings.
Pengaruh Digital Marketing dan Daya Tarik Wisata terhadap Minat Berkunjung ke Bukit Siron Arizal Fahmi; Nara Pristiwa; Kiki Putri Amelia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh digital marketing dan daya Tarik terhadap minat berkunjung ke Bukit Siron. Kurangnya strategi pemasaran digital yang efektif dalam mempromosikan keindahan dan keunikan Bukit Siron kepada calon wisatawan mengakibatkan daya tarik wisata yang dimiliki oleh Bukit Siron belum sepenuhnya tereksplorasi dan termanfaatkan dengan optimal. Selain itu, fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di Bukit Siron yang kurang memuaskan dikhawatirkan dapat mempengaruhi minat berkunjung wisatawan ke Bukit Siron. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis asosiatif. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan daya tarik berpengaruh terhadap minat berkunjung ke Bukit Siron secara parsial dan secara simultan.