Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Straight Leg Raise Exercise dan Clamshell Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Lansia Ferina, Ferina Agustin Darmastuti; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x0r52566

Abstract

Latar belakang: Proses menua salah satu kehidupan dimana hilangnya secara perlahan  kemampuan jaringan tubuh untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal yang dialami setiap  manusia. Intervensi latihan seperti straight leg raise exercise dan clamshell exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui pengatuh straight leg exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan kekuatan otot  ekstremitas bawah pada lansia. Metod : Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy  experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest, yang artinya dimana  dilakukan pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di  Posyandu Lansia Desa Tanjung, Sukoharjo. Sebanyak 35 subjek memenuhi kriteria dan  menyelesaikan penelitian. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi  menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi berupa latihan Straight Leg Raise dan  Clamshell. Hasil: Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan nilai p Value = 0.000(<0.005) sehingga  terdapat pengaruh Straight leg raise exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan  kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia. Kesimpulan: Straight leg raise exercise dan  clamshell exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia.
Pengaruh Body Weight Squat Dan Calf Raises Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Otot Tungkai Pada Lansia Reza, Mohamad Reza Oktaviano; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z08n1v47

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia  mengalami perubahan fisiologis dan morfologis salah satunya pada system muskuloskeletal  khususnya otot. Pada perubahan fisiologis yang terjadi adalah penurunan kekuatan otot dan  penurunan massa otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan  fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari.  Latihan Body Weight Squat dan Calf Raises menyebabkan beberapa aktivitas pada otot tungkai  bawah meningkat secara signifikan sehingga kemampuan fungsional otot akan meningkat.Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pemberian Body Weight Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode  penelitian quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang  melibatkan 30 anggota Posyandu Lansia Senja Bahagia Lima Belas Jebres, Surakarta. Hasil: Uji  Wilcoxon menunjukkan p value=0.000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan Body Weight  Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia  Kesimpulan: latihan Body Weight Squat dan Calf Raises berpengaruh terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia
Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Perbedaan Pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Ajeng Suko Handayani; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lansia semakin bertambah, yang membuat mereka lebih rentan mengalami perubahan fisiologis, khususnya pada otot dan sistem muskuloskeletal, sehingga berdampak pada keseimbangan tubuh. Gangguan keseimbangan ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise berpotensi memperbaiki keseimbangan dinamis melalui penguatan otot dan stimulasi proprioseptor. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, menggunakan rancangan two group test design dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Lansia Dewi Ratih, Ngadirejo, Sukoharjo, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan Time Up and Go Test. Hasil: Analisis perbedaan pengaruh menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh antara Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sarcopenia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngrau Desa Tanjungsari Hidayu Adi Prana; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berkurangnya massa dan kekuatan otot, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko sarcopenia pada lanjut usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas otot, sementara kurangnya aktivitas dapat mempercepat hilangnya massa otot dan memperparah sarcopenia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan di Posyandu Lansia Ngrau, Desa Tanjungsari, dengan jumlah responden 51 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner PASE (Physical Activity Scale for Elderly), sedangkan risiko sarcopenia dinilai dengan kuesioner SARC-F (Strength, Assistance in walking, Rise from a chair, Climb stairs, and Falls). Hasil: Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05). Uji chi square untuk mengetahui odds ratio juga menghasilkan nilai 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia.
Relationship of Work in Pandemic Era with Increased Risk of Musculosceletal Disorders that Lead to Change in Cervical Posture Dea Linia Romadhoni; Alinda Nur Ramadhani; Exda Hanung Lidiana
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.902 KB)

Abstract

Background: Musculoskeletal Disorders (MSDs) was a form of complaints that occur in muscles, bones, joints, ligaments and tendons. Globally, musculoskeletal disorders were the single largest cause of work-related health complaints with more than 33% of all new diseases reported. Risk factors that contribute to caused MSDs were social factors. This study aimed to analyze the relationship between social factors related to the risk of MSDs and their effect on changes in cervical posture.Subjects dan Method: This was a cross-sectional study. A sample of 32 were selected for this study with. The sampling technique used was total sampling according to the inclusion and exclusion criteria. This study was conducted online through the google-form application by respondents in Surakarta, Central Java from March 2021 to May 2021. The dependent variable was changes in cervical posture. The independent variable was the respondent's characteristics such as work environment and work posture. The data analysis technique used Chi Square test.Results: The results of the analysis using the Chi Square test showed that there was a relationship between work duration and work risk factors with OR= 9.00; 95%CI= 1.72 to 46.9; p=0.010. Based on these results, it can be interpreted that workers with working duration &gt;7 hours per day are 9 times more likely to have a high risk injury risk factor compared to workers who work &lt;7 hours a day. The results of the analysis with the Chi Square test showed that there was a relationship between risk factors for injury and a high risk work environment with forward head posture with OR= 20.00; 95%CI= 2.11 to 189; p=0.003). Workers with risk factors for injury and a high risk work environment are 20 times more likely to experience forward head posture compared to workers with risk factors for injury and a risky work environment.Conclusion: There is a relationship between duration of work with work risk factors, there is a relationship between environmental factors and risk factors for injury and there is a relationship between risk factors for injury and a high-risk work environment with forward head posture.Keywords: pandemic era, musculosceletal disorders, cervical posture change.Correspondence:
Preventing Occupational Musculoskeletal Disorders: Effect of Stretching Exercise in Reducing Pain Among Factory Workers Faizah Nurul Fitri; Dea Linia Romadhoni; Alinda Nur Ramadhani; Cahyo Setiawan
Indonesian Journal of Medicine Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2025.10.2.655

Abstract

Background: Musculoskeletal disorders (MSDs), often caused by prolonged static and repetitive sitting, can lead to pain and discomfort. Regular stretching every two hours may help alleviate this pain. This study aimed to evaluate the effectiveness of performing stretching exercises every two hours in reducing pain associated with the risk of MSDs. Subjects and Method: A quasi experimental study was carried out at Berdijaya Factory, Surakarta, Central Java, Indonesia. A total of 40 factory workers with MSDs complaint was recruited using a purposive sampling. The dependent variable was pain. The independent variable was stretching exercise every 2 hours per day for 2 weeks. Pain was measured using numeric rating scales (NRS). The data were tested before and after intervention using paired t test. Results: After two weeks of intervention, mean of pain score (Mean= 3.88; SD= 1.25) was lower than before (Mean= 5.08; SD= 1.09), with (p = 0.025). Conclusion: Stretching exercises performed every 2 hours per day for 2 weeks can reduce musculoskeletal pain among factory workers.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MYOFASCIAL RELEASE DAN SEATED NECK STRETCH TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PELAJAR Dina Dwinanda; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Physio Journal Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phy.jou.v6i1.2174

Abstract

Latar Belakang: Pelajar sering mengalami nyeri otot upper trapezius akibat posisi belajar statis dan tidak ergonomis, yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti perubahan postur tubuh, penurunan rentang gerak (ROM), penurunan kekuatan otot, dan gangguan kemampuan fungsional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi Myofascial release dan Seated Neck Stretch terhadap penurunan nyeri otot upper trapezius pada pelajar. Metode: Penelitian ini berjenis quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Total 36 pelajar dengan nyeri ringan-sedang pada otot upper trapezius dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa kombinasi myofascial release dan seated neck stretch dilakukan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi p<0.001, yang menunjukkan bahwa kombinasi myofascial release dan seated neck stretch berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri otot upper trapezius. Kesimpulan: Kombinasi myofascial release dan seated neck stretch efektif mengurangi nyeri otot upper trapezius.
Path Analysis on the Biopsychosocial Determinants of Quality of Life among Children with Cerebral Palsy Alinda Nur Ramadhani; Rita Benya Adriani; Harsono Salimo
Journal of Maternal and Child Health Vol. 3 No. 4 (2018)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.609 KB)

Abstract

Co-Authors Agustia Pramesti, Salma Agustyaningsih, Nugraheni Ahmadi, Rian Ghalib Ajeng Suko Handayani Alhamdaniyah, Bunga Asri Alvin Hamidah, Nadia Amrullah, Muhammad Hanif Anjasmara, Rezza S. T. A. Anna Sarifah Asita Rohmah Mutnawasitoh Awanis, Almas Aziz A.I, M Nawfal Azka Arsyada Hafizha Cahyaningsih, Andika Nur Cahyo Setiawan Darmastuti, Ferina Agustin Dea Linia Romadhoni Dea Linia Romadhoni Dina Dwinanda Dita Mirawati Exda Hanung Lidiana Faizah Nurul Fitri Fatchurrohmah Ines Prabandari Fatikhasari, Berliana Febriana, Intan Febrianti, Lusi Ferina, Ferina Agustin Darmastuti Fida’ Husain Gita, Gita Harsono Salimo Harsono Salimo Haryanti, Ajeng Helmi Nugraheni Hidayu Adi Prana Ines Prabandari, Fatchurrohmah Kuswidyadhana, Naufal Ammar Lidiana, Exda Hanung Lilik Ariyanti M. Yusuf Rizali Kurniawan Maghfirah, An Nisaa Alifia mahendra, Yanuar Danu Muslimaini Muslimaini Nabela Umi Karomah Nugraha, Adhelia Fitra Prasasti, Nurlisa Pratiwi, Agesti Setiya Pratiwi, Andini Galuh Pudjianto, Maskun Putri Rofifah, Fika Putri, Agresia Monika Reza, Mohamad Reza Oktaviano Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza Rini Widarti Rita Adriani Benya Adriani Rita Benya Adriani Rizki Wahyudi Salma Ripdianawati, Salsabila Shahad Erma Nurhayati Shifaul Qolbi, Evrilia Sisca Setyaningrum Siti Anisa Siti Anisa Sonia Ananda Firdaus Soraya Ismi Nur Azizah Sukma, Tyan Antika Tegar Pamungkas Tri Susilowati Ulfah, Putri Nuriya Umi Budi Rahayu Utomo, Derik Cahyo W Wahyuni Warih Anjari Dyah Kusumaningayu Widithia Artamirela, Andin Widyastuti, Zulanda Indah