Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Perbedaan Pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Ajeng Suko Handayani; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lansia semakin bertambah, yang membuat mereka lebih rentan mengalami perubahan fisiologis, khususnya pada otot dan sistem muskuloskeletal, sehingga berdampak pada keseimbangan tubuh. Gangguan keseimbangan ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise berpotensi memperbaiki keseimbangan dinamis melalui penguatan otot dan stimulasi proprioseptor. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, menggunakan rancangan two group test design dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Lansia Dewi Ratih, Ngadirejo, Sukoharjo, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan Time Up and Go Test. Hasil: Analisis perbedaan pengaruh menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh antara Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sarcopenia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngrau Desa Tanjungsari Hidayu Adi Prana; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berkurangnya massa dan kekuatan otot, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko sarcopenia pada lanjut usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas otot, sementara kurangnya aktivitas dapat mempercepat hilangnya massa otot dan memperparah sarcopenia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan di Posyandu Lansia Ngrau, Desa Tanjungsari, dengan jumlah responden 51 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner PASE (Physical Activity Scale for Elderly), sedangkan risiko sarcopenia dinilai dengan kuesioner SARC-F (Strength, Assistance in walking, Rise from a chair, Climb stairs, and Falls). Hasil: Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05). Uji chi square untuk mengetahui odds ratio juga menghasilkan nilai 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia.