Pelabuhan Sampit merupakan pelabuhan penting yang menjadi pintu gerbang utama memasuki wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dalam keluar masuknya penumpang dan barang ke atau dari Pulau Jawa, selalu mengalami peningkatan arus lalu lintas tiap tahunnya yang tidak di ikuti dengan evaluasi serta pengembangan fasilitas kebutuhan pelabuhan, berpotensi terjadi antriannya kapal yang lama, proses bongkar muat lambat dan penumpang tidak mendapat pelayanan fasilitas yang maksimal. Maka perlu dilakukan identifikasi kinerja operasional pelayanan, faktor-faktor mempengaruhi dan kebutuhan fasilitas di Pelabuhan Sampit. Hasil menunjukan berdasarkan peraturan Dirjen Hubla kinerja operasional pelabuhan secara umum baik, hanya ada 3 (tiga) indikator yang kurang baik yaitu approach time (AT), effective time/berthing time (ET/BT), dan ton/ship/hour (T/S/H). Hasil faktor-faktor yang memepengaruhi arus lalu lintas di Pelabuhan Sampit menujukan model terbaik arus muat adalah Y1 = 29,953 + 0,016 dimana PDRB pertanian (X1), arus bongkar adalah Y2 = 26,255 + 0,053 X2 dimana PDRB industri (X2), arus penumpang adalah Y3 = 101,514 + 0,068 X2 dimana pendapatan perkapita (X2) dan arus kapal adalah Y4 = 24,730 + 0,41 X3 dimana pendapatan perkapita (X3). Hasil peramalan arus muat, arus bongkar, arus penumpang dan arus kapal dari kebutuhan fasilitas pelabuhan menunjukan pada Tahun 2032 fasilitas lapangan penumpukan sebesar 870.567 m2 dan terminal penumpang sebesar 86,67 m2 masih memenuhi sedangkan fasilitas panjang dermaga perlu dilakukan penambahan sebesar 386 m. Kata Kunci : Evaluasi kinerja operasional pelayanan, regresi linier dan peramalan (forecasting