Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Konsep Transportasi Umum Berkelanjutan : Studi Kasus Bus Listrik di Yogyakarta Chuadinata, Steven; Basuki, Imam
JURNAL SIPIL SAINS Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v14i1.8305

Abstract

Transportasi umum yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kualitas udara di perkotaan. Studi ini mengkaji implementasi bus listrik di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi umum yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial dari penggunaan bus listrik, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapannya. Perencanaan bus listrik di Yogyakarta dibuat untuk menggantikan bus trans Yogyakarta yang berbahan bakar BBM yang sangat meringankan emisi dengan selisih jumlah 92.046 kg COâ‚‚ dan total estimasi biaya yang diperlukan dalam perencanaan bus lsitrik ini adalah sebesar Rp. 4.148.600.000 dengan biaya pemeliharaan tiap tahun sebesar Rp. 575.325.565,-.Kata kunci: Bus Trans Yogya, Bus Listrik
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN KEBUTUHAN FASILITAS DI PELABUHAN SAMPIT UNTUK MENDUKUNG KEMAJUAN WILAYAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Veronika, Friska; Basuki, Imam
JURNAL SIPIL SAINS Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v14i1.8306

Abstract

Pelabuhan Sampit merupakan pelabuhan penting yang menjadi pintu gerbang utama memasuki wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dalam keluar masuknya penumpang dan barang ke atau dari Pulau Jawa, selalu mengalami peningkatan arus lalu lintas tiap tahunnya yang tidak di ikuti dengan evaluasi serta pengembangan fasilitas kebutuhan pelabuhan, berpotensi terjadi antriannya kapal yang lama, proses bongkar muat lambat dan penumpang tidak mendapat pelayanan fasilitas yang maksimal. Maka perlu dilakukan identifikasi kinerja operasional pelayanan, faktor-faktor mempengaruhi dan kebutuhan fasilitas di Pelabuhan Sampit. Hasil menunjukan berdasarkan peraturan Dirjen Hubla kinerja operasional pelabuhan secara umum baik, hanya ada 3 (tiga) indikator yang kurang baik yaitu approach time (AT), effective time/berthing time (ET/BT), dan ton/ship/hour (T/S/H). Hasil faktor-faktor yang memepengaruhi arus lalu lintas di Pelabuhan Sampit menujukan model terbaik arus muat adalah Y1 = 29,953 + 0,016 dimana PDRB pertanian (X1), arus bongkar adalah Y2 = 26,255 + 0,053 X2 dimana PDRB industri (X2), arus penumpang adalah Y3 = 101,514 + 0,068 X2 dimana pendapatan perkapita (X2) dan arus kapal adalah Y4 = 24,730 + 0,41 X3 dimana pendapatan perkapita (X3). Hasil peramalan arus muat, arus bongkar, arus penumpang dan arus kapal dari kebutuhan fasilitas pelabuhan menunjukan pada Tahun 2032 fasilitas lapangan penumpukan sebesar 870.567 m2 dan terminal penumpang sebesar 86,67 m2 masih memenuhi sedangkan fasilitas panjang dermaga perlu dilakukan penambahan sebesar 386 m. Kata Kunci : Evaluasi kinerja operasional pelayanan, regresi linier dan peramalan (forecasting
PENGARUH FREE CASH FLOW TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN AGENCY COST SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) Basuki, Imam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh free cash flow terhadap nilai perusahaan, mengetahui pengaruh free cash flow terhadap agency cost, mengetahui pengaruh agency cost terhadap nilai perusahaan, dan mengetahui pengaruh free cash flow terhadap nilai perusahaan  melalui  agency  cost.  Populasi  pada  penelitian  ini  adalah  perusahaan  sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indoneisa dengan periode pengamatan tahun 2012 – 2014. Berdasarkan kriteria populasi yang telah ditetapkan, diperoleh jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sebanyak 15 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang  digunakan  adalah  mengunakaan  seluruh  jumlah  populasi  (sampel  jenuh).  Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil peneilitian menemukan bahwa free cash flow berpengaruh signifikan dan positif terhadap nilai perusahaan, free cash flow berpengaruh signifikan dan negatif terhadap agency cost yang diproksikan dengan asset turnover, agency cost yang diproksikan dengan asset turnover berpengaruh signifikan dan negatif terhadap nilai perusahaan, dan free cash flow berpengaruh signfikan dan positif terhadap nilai perusahaan melalui agency cost. Kata Kunci : Free Cash Flow, Agency Cost, Nilai Perusahaan
GIS-Based Land Suitability Analysis for a Tourism Airport in Bulukumba Regency, South Sulawesi, Indonesia Dg Bau, Qadriathi; Adisasmita, Sakti Adji; Kamin, Yusi; Abdullah, Sulaiman; Basuki, Imam
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 1 (January 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.17947

Abstract

Bulukumba Regency is renowned for its rich cultural heritage and diverse tourism potential, positioning it as a prominent destination at both national and international levels. However, limited transportation infrastructure—particularly the absence of a local airport—presents significant accessibility challenges. Travel from Sultan Hasanuddin International Airport to Bulukumba requires approximately six hours by land, which hinders tourism development. This study aims to address this gap by: (1) identifying the most suitable location for a tourism-focused airport using the Analytical Hierarchy Process (AHP), and (2) generating a spatial suitability map for potential airport sites through GIS-based analysis. A weighted hierarchical quantitative approach was employed, using selection criteria based on the Indonesian Ministry of Transportation Regulation No. PM 55/2023 outlines seven key aspects and associated sub-criteria for airport site selection. Each criterion was assigned a weight reflecting its relative importance, followed by AHP analysis to determine the priority values of sub-criteria. The resulting weights were integrated into a Geographic Information System (GIS) to conduct spatial overlay analysis and identify optimal locations. The analysis identified Ara Village and Caramming Village as the most suitable locations for a tourism airport, with the highest composite score (226). Three alternative airport site maps were also produced, offering spatial options for future development. This study provides crucial insights to improve regional connectivity and support sustainable tourism growth in Bulukumba Regency.
Evaluasi Tingkat Keselamatan Jalan Berdasarkan Pemeringkatan Bintang Menurut Pedoman Teknis ULFJ No. 06/P/BM/2024 (Studi Kasus: Ruas Jalan Maruni–Batas Kota Manokwari) Parerung, Fretty Sumbung; Basuki, Imam
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7328

Abstract

Ruas Jalan Maruni–Batas Kota Manokwari memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung antarwilayah di Papua Barat. Namun, peningkatan volume lalu lintas dan kondisi jalan yang bervariasi menimbulkan tantangan terhadap keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keselamatan jalan dengan metode Pemeringkatan Bintang berdasarkan Pedoman Teknis ULFJ No. 06/P/BM/2024, serta membandingkannya dengan metode International Road Assessment Programme (iRAP). Metode penelitian meliputi survei lapangan pada 176 segmen jalan sepanjang 17,52 km, analisis visual infrastruktur, dan penilaian kondisi perkerasan menggunakan Pavement Condition Index (PCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemeringkatan bintang berdasarkan pedoman nasional adalah 3 (skor 9,19), sedangkan metode iRAP menghasilkan rata-rata 2 bintang (skor 15,20), yang menandakan pendekatan iRAP lebih konservatif terutama pada segmen dengan kondisi kerusakan perkerasan. Nilai PCI menunjukkan 99% ruas jalan dalam kondisi baik hingga sangat baik, namun beberapa segmen dengan kerusakan permukaan memiliki tingkat keselamatan rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi dengan metode Pemeringkatan Bintang efektif dalam mengidentifikasi segmen kritis untuk perbaikan. Rekomendasi perbaikan meliputi pengaspalan ulang, pemasangan rambu dan marka jalan, penerangan, zebra cross, dan fasilitas pejalan kaki. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan kebijakan peningkatan keselamatan jalan secara berkelanjutan.