Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Participation of Mothers Who Work in Religious Activities Towards Child Behavior Anti Isnaningsih; Arif Rohman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.157

Abstract

One of the provisions of parents to stimulate aspects of moral religious behavior in early childhood at home is by attending religious activities held in schools and places of worship. The study involved 26 children aged 4-6 years from working mothers. With a quantitative descriptive research approach the type of correlation is from mothers who have careers and participate in religious activities or not. This study looked at whether there were differences in moral religious behavior of children from both parents' backgrounds. The results showed that there were differences in the moral behavior of children's religion seen from the results of the Mann Whitney t test obtained by the results of sig. equal to 0,000 or probability value that is 0.05. The effect of caregiving is proven on the behavior of children of mothers who attend religious activities that are more controlled than children of mothers who do not attend religious activities. Children tend not to be temperament, able to resist emotions, help each other, easily forgive and get used to pray before and after doing activities. This finding proves that nurturing the role of mother in the home environment is very influential despite being busy with her work
Strategi Guru dan Keterlibatan Orangtua dalam Pemahaman Konsep Sains Anak Selama Covid-19 Dara Zulaiha; Arif Rohman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau strategi guru dan keterlibatan orang tua dalam upaya pemahaman konsep sains anak TK Islam Al-Azhar 41 Palembang selama pandemi melalui pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan dua orang guru dan penyebaran angket kepada 31 orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mempersiapkan pembelajaran sains seperti; mengadakan sosialisasi guru dengan melibatkan orang tua dan melakukan briefing antar sesama guru dengan mempelajari video tutorial sains ternyata dapat menambah rasa percaya diri guru dalam mengajarkan sains serta menjadi lebih kreatif memilih konten sains yang tepat. Disamping itu, ditemukan lebih dari 50% orang tua terlibat dalam pembelajaran sains anak, mulai dari persiapan, proses, dan evaluasi. Kerja sama antara guru dan orang tua dalam pemahaman konsep sains anak mampu membantu anak berpikir lebih kritis, memecahkan masalah, dan mengetahui sebab-akibat dari sesuatu yang diamati di lingkungannya
Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Kemandirian Anak Kelompok A Usia 4-5 Tahun Devi Dwi Puspita Sari; Arif Rohman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1685

Abstract

Model pembelajaran discovery learning adalah satu pendekatan mengajar dimana guru memberi peserta didik contoh˗contoh topik spesifik dan memandu peserta didik untuk memahami topik tersebut (Kauchak, 2012: 177). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Discovery terhadap anak usia 4-5 tahun. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) dengan menggunakan model ADDIE. Sedangkan tahapan pada penelitian ini diantaranya yaitu analyze, design dan develop. Pada penelitian ini hanya menggunakan tiga tahapan dikarenakan kondisi pandemi yang mengharuskan masih banyak lembaga yang melakukan kegiatan pembelajaran dengan via daring, sehingga peneliti mengalami kesulitan dalam kegiatan penelitian. Penelitian ini dilakukan di RA Al Amanah dengan subjek 20 anak. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu untuk mengkuji keevektifan produk dengan menggunakan Wilcoxon Rank Test dengan hasil signifikasi 0,005. Pada penelitian ini mendapat penilaian dari ahli materi yang menunjukkan hasil yaitu 86% yang berarti “sangat layak”. Sedangkan penilaian dari ahli media yang menunjukkan hasil yaitu 72% yang berarti “sangat layak”. Dari penilaian para ahli media dan ahli materi maka dapat disimpulkan bahwa produk model pembelajaran Discovery terhadap anak usia 4-5 tahun bisa diterima . dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebuah rekomondasi untuk dijadikan peneltian lanjutan untuk mengidentifikasi secara empiris mengenai model pembelajaran Discovery untuk anak usia 4-5 tahun. Kata Kunci: Model Pembelajaran Discovery, Kemampuan Kemandirian
Grandparenting Membentuk Karakter Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19 Lia Dwi Ayu Pagarwati; Arif Rohman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.831

Abstract

Tujuan penelitian ini memaparkan bagaimana grandparenting membentuk tanggung jawab, jujur, mandiri, disiplin dan religius anak di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket (googleform). Wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini nenek yang mengasuh cucunya sebanyak 6 keluarga. Penelitian dilakukan di 5 kabupaten Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan penyerahan pengasuhan pada nenek terjadi akibat beberapa faktor yaitu perceraian, kematian dan waktu bekerja orang tua. Pola pengasuhan yang di gunakan nenek dalam membetuk karakter tanggung jawab, jujur, disiplin, mandiri dan religius berupa pengasuhan yang otoriter, otoritatif dan permissive dengan metode penjelasan, pemberian contoh dan pembiasaan. Dalam pola asuh yang digunakan nenek berdampak baik dalam membentuk karakter berupa disiplin, tanggung jawab, jujur, religius dan mandiri pada cucu mereka. Dengan terbentuknya karakter anak dengan baik maka dalam membiasakan anak dalam menerapkan protokol kesehatan dengan hidup bersih dan sehat juga berjalan dengan baik pula.
Pendidikan berbasis nilai untuk guru taman kanak-kanak Rukiyati Rukiyati; Lusila Andriani Purwastuti; Mami Hajaroh; Arif Rohman
FOUNDASIA Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v12i2.46494

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam menghidupkan nilai-nilai yang diterapkan di sekolah. Kegiatan ini menggunakan strategi berupa teori, dialog, dan proyek. Instrumen yang digunakan adalah kuis dan angket. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Subjek kegiatan adalah guru Taman Kanak-Kanak di berbagai wilayah di Indonesia, meliputi Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Jawa dan Hong Kong sejumlah 142 orang. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa para guru telah dapat memahami nilai-nilai dan mempraktikkannya di dalam kegiatan pembelajaran. Para peserta mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan juga dapat bertukar pengalaman dengan guru di luar Yogyakarta sehingga pertemanan peserta tampak semakin akrab. Peserta menilai kegiatan telah berjalan sangat baik dan bermanfaat.  Saran dalam kegiatan selanjutnya adalah dilibatkannya orang tua siswa dalam kegiatan ini sehingga tujuan pendidikan berbasis nilai dapat dicapai dengan lebih optimal.Kata kunci: Pendidikan taman kanak-kanak, nilai-nilai, kompetensi guru
PELATIHAN PENGEMBAGAN KARAKTER ANAK BAGI GURU TK DI UPT PENDIDIKAN KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN Ariefa Efianingrum; Farida Hanum; Arif Rohman; Joko Sri Sukardi; Murtamadji Murtamadji; Ebni Sholikhah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.811 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.26789

Abstract

Globalisasi membuat dunia semakin terbuka dan berdampak pada semakin mudahnya pertukaran budaya yang belum tentu sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia. Sayangnya guru dinilai belum berhasil dalam mengembangkan karakter anak dalam mentransformasikan budaya bangsa karena dinilai lebih focus pada materi pelajaran. Untuk itu, keterampilan pengembangan karakter anak diperlukan para guru agar tidak hanya menciptakan anak yang cerdas namun juga berkarakter. Program pelatihan dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru TK se Kecamatan Ngaglik Sleman sebagai upaya mengembangkan karakter anak di lingkungan sekolah. Pelatihan dilakukan dengan cara penyampaian materi dan action plan. Keberhasilan pelatihan dievaluasi menggunakan model Ralph W. Tyler yang berorientasi pada tujuan. Tujuan dari pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terhadap pengembangan karakter anak. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan guru terhadap pengembangan karakter anak. Sedangkan evaluasi terhadap action plan dilakukan dengan melihat catatan yang diserahkan para guru kepada tim PPM. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Guru TK terhadap pengembangan karakter anak rata-rata 21.81 poin. Sedangkan action plan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dari cara-cara yang digunakan dalam mengembangkan karakter anak
Pengaruh Faktor Lingkungan Keluarga untuk Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia 2 Tahun 5 Bulan Yenda Puspita; Farida Hanum; Arif Rohman; Fitriana Fitriana; Yundri Akhyar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2500

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa pada anak, yaitu; orang tua, lingkungan, teman sebaya, dan aktivitas komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisa terhadap pemerolehan bahasa anak usia 2 tahun 5 bulan dalam aspek sintaksis dan pembentukan bentuk-bentuk kalimat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa anak 2 tahun 5 bulan dari lingkungan keluarga berupa kalimat deklaratif yang digunakan untuk menyampaikan berita faktual. Jenis kalimat yang diungkapkan berupa penjelasan pada lawan bicara. Ada banyak variasi pola kalimat dan ada pula bahasa fungsional yang diekspresikan tanpa pola yang jelas. Ini artinya bahwa perkembangan bahasa anak usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan keluarga dan kerabat terdekat, yaitu orang tua dan saudara-saudara serta dukungan terhadap bahasa.
The Analysis of QR Code-Based Books to Develop Cognitive Aspects of 5-6 Year Old Children Nina Veronica; Sofi Yunianti; Naili Saida; Harun Harun; Arif Rohman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4578

Abstract

Appropriate learning media is one of the keys to successful education, especially in early childhood education. This study aims to develop QR code-based books as a means of developing the cognitive abilities of children aged 5-6 years. The research approach uses research and development (RD) with development models that can be carried out in the classroom, one of which is the ADDIE research model (analysis, design, development, implementation, evaluation). Data collection techniques in this study used observation and questionnaires. The results of the expert's assessment showed that the media got a proportion of 79% in the "Good" category with an interval of 61% -80%. The results of the material expert's assessment got a proportion of 78% in the good category with an interval of 61% -80%. the results of the implementation of QR Code-based books through the results of the assessment that has been carried out by the teacher show that 85% of children get good categories. So it can be concluded that QR Code-based books show proper use in developing children's cognitive development.
Problematika Penetapan Kawasan Hutan di Wilayah Masyarakat Adat dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan di Kota Tarakan Marthin -; Yahya Ahmad Zein; Arif Rohman
Pandecta Research Law Journal Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v9i1.2855

Abstract

Pada dasarnya hukum diciptakan sebagai alat perubahan sosial. Salah satu berkurangnya hutan yang ada di Tarakan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan mengklaim hutan yang ada sebagai hutan adat sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk menetapkan kawasan hutan tertentu. Hal ini di samping sebuah perintah UU juga merupakan tugas Pemerintah Daerah. Yang intinya sebagai peran Hukum Administrasi pada intinya, pertama, yang memungkinkan tugas administrasi negara, Kedua, melindungi warga negara terhadap tindakan sikap administrasi negara dan juga melindungi administrasi negara itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris. Sedangkan untuk memperoleh data menggunakan study pusktaka, observasi dan wawancara, kemudian data primer, sekunder dan tersier dianalisis untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan. Status lahan hutan di Wilayah Adat di kota Tarakan adalah hutan negara, hutan harus dikelola sesuai dengan hak ulayat masyarakat adat. Suatu kawasan hutan tidak dapat dikatakan sebagai kawasan hutan adat begitu saja, tetapi harus melalui beberapa prosedur dan salah satu peran Pemerintah daerah Kota Tarakan adalah mengeluarkan peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Kota 2012-2032 yang di dalamnya memuat tentang hutan. Basically the law was created as a tool for social change. One of the existing forest loss in Tarakan caused by population growth and forest claimed as indigenous forest policy that required local governments to establish a particular forest area. This is in addition to a command law is also the duty of Local Government. Which is essentially the role of Administrative Law in essence, the first, which allows the state administration tasks, Second, to protect citizens against the actions and attitude of the state administration also protects the state administration itself. The method used in this study include the type of empirical research. As for obtaining data using pusktaka study, observation and interview, then the primary data, secondary and tertiary analyzed to solve the problems posed . Status of forest land in the town of Tarakan Indigenous Territory is a state forest, the forest must be managed in accordance with the customary rights of indigenous peoples. A forest can not be regarded as indigenous forests for granted, but must go through one of several procedures and the role of local government is issuing regulations Tarakan City Region No. 4 of 2012 on City Spatial Plan 2012-2032 in which the load on the forest .
HYBRID MODEL PROSPECTS FOR WAR CRIMES: NON-PARTY STATES TO THE ROME STATUTE (THE SRI LANKA CASE) Arif Rohman
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol. 25, No. 2, August 2023: Contemporary Issues on Indonesian Legal Reform
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v25i2.35292

Abstract

This article discusses the possibility of non-ratifying states to the Rome Statute to be refered to International Criminal Court (ICC) with reference to Sri Lanka, where war crimes and crimes against humanity has been occured. This study employed the doctrinal method to analyze the issue. Sri Lanka is unable to deal with perpetrators who must be responsible for humanitarian conflicts, despite of a sovereign State. This paper found that the United Nations has a responsibility in addressing war crimes and crimes against humanity in Sri Lanka when dealing with war crimes due to its non-ratification of the Rome Statute. Sri Lanka can propose the formation of an Ad Hoc Tribunal to the United Nations, adopting a judge composition inspired by hybrid models used in Sierra Leone and Cambodia. However, the legality of foreign judges must be clarified beforehand.