Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Formasi Ego dan Field of Desire dalam Cerpen Sentimentalisme Calon Mayat Karya Sony Karsono: Tinjauan Psikoanalisis Lacan Hakim, Arif Rohman
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2: November 2024
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.19.2.59-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formasi ego dan field of desire dalam cerita pendek “Sentimentalisme Calon Mayat” karya Sony Karsono. Penelitian ini menganalisis dan menginterpretasi cerpen tersebut untuk mengemukakan kondisi psikologis tokoh dan mengungkapkan struktur jiwa tokoh. Penelitian ini bersifat kualitatif dan dianalisis dengan teori psikoanalisis Lacan. Langkah-langkah penelitian ini sebagai berikut: i) analisis formasi ego yang merupakan kajian relasional antara Subjek, ego, dan Ideal-I; dan ii) mengungkapkan schema-L Subjek untuk mengetahui logika pemenuhan hasrat subjek.Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa penggunaan metafora dan metonimi dalam tuturan Johan merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri yakni denegation. Selain itu ditemukan bahwa metafora dan metonimi Johan bertemakan kematian yang disebabkan oleh misrekognisi pada saat Johan mengalami fase cermin. Imaji-imaji dalam film, puisi, dan dongeng berdampak pada kegagalan ego dalam menginterpretasikan realitas yang dihadapi sehingga mengakibatkan jarak antara Ideal-I terlampau jauh. Akibat dari jarak ego dan Ideal-I tersebut, Subjek sampai pada simpulan bahwa jouissance hanya dapat tercapai melalui kematian.
Implementasi Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini di Kelompok Bermain RABBANI Mira Mayasarokh; Arif Rohman
Jurnal Pelita PAUD Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v3i2.547

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada anak usia dini di Kelompok Bermain Rabbani yang meliputi: (1) perencanaan pembelajaran; (2) proses pembelajaran; (3) evaluasi; dan (4) kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Bermain Rabbani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran pendidikan karakter dituangkan dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan dari Kurikulum PAUD 2013 oleh penyelenggara, kepala, dan guru dengan perangkat perencanaan pembelajaran yang terdiri dari program tahunan, program semester, RPPM, RPPH, dan penilaian; (2) proses pembelajaran pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi dengan pengembangan aspek-aspek yang lain melalui pendekatan, metode, dan kegiatan pembelajaran; (3) evaluasi ketercapaian pendidikan karakter dilakukan melalui penilaian harian, bulanan, dan semester berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan setiap hari untuk dilaporkan kepada orang tua setiap semester dalam bentuk laporan perkembangan anak; (4) kendala yang dihadapi dalam mengiplementasikan pendidikan karakter tersebut berasal dari faktor oraang tua, lingkungan, dan lembaga.
Strategi Implementasi Kebijakan Mutu Pendidikan PAUD dalam Konteks Akreditasi Nasional Muthia Putri Anugraheni; Arif Rohman
FOUNDASIA Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v16i2.89932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan mutu pendidikan yang diterapkan di TK Among Siwi dan TK Dharma Bakti I Sleman dalam pemenuhan standar akreditasi. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu perumusan kebijakan mutu pendidikan, proses implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan kebijakan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, serta asesor akreditasi yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan TK Among Siwi relatif lebih konsisten dalam memenuhi indikator standar karena ditopang koordinasi yang solid, komunikasi intensif, dan disposisi guru yang positif, TK Dharma Bakti I menghadapi keterbatasan pada aspek sarana prasarana, birokrasi internal, dan beban administratif. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan implementasi kebijakan mutu PAUD sangat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal serta kemampuan lembaga dalam mengelola keterbatasan sebagai peluang perbaikan.
Profil Peran Orang Tua dan Guru dalam Penyiapan Masa Transisi Anak ke Sekolah Dasar Lia Dwi Ayu Pagarwati; Lantip Diat Prasojo; Sugito Sugito; Arif Rohman
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p14-31

Abstract

The purpose of this study is to describe the role of teachers (SD and TK) and parents in preparing for the transition period of children to elementary school in Kecamatan Air Sugihan. This research uses descriptive quantitative research with a survei method. Respondents in this study were 7 first grade elementary school teachers, 11 kindergarten teachers, and 89 parents of students. The study results indicate that child development is not optimal and environmental changes are the main problems in the transition period of children so that the roles of teachers (SD and TK) and parents play an essential role in the transition period of children to produce optimal school readiness. This role is in the form of responsibility for children's school readiness, as a motivator for children, as a role model, as a supervisor and as a place to ask children so that all the needs of children's school readiness are met. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan peran guru (SD dan TK) dan orangtua dalam penyiapan masa transisi anak ke sekolah dasar di kecamatan Air Sugihan. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini 7 orang guru kelas I SD, 11 orang guru TK, dan 89 orangtua siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak yang belum optimal dan perubahan lingkungan merupakan masalah utama dalam masa transisi anak sehingga peran guru (SD dan TK) dan orangtua sangat berperan penting dalam hal masa transisi anak agar menghasilkan kesiapan bersekolah yang optimal. Peran tersebut berupa tanggung jawab terhadap kesiapan sekolah anak, motivator bagi anak, sebagai panutan, sebagai pengawas dan sebagai tempat bertanya anak sehingga semua kebutuhan dalam kesiapan sekolah anak terpenuhi.
MODEL PEMBELAJARAN INTER-TEAMS GAME TOURNAMENT UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOLABORASI MAHASISWA CALON GURU Arif Rohman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.232 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan collaborative team-work mahasiswa calon melalui penggunaan metode Inter-teams game tournament (Intim). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pada siklus-1 kemampuan collaborative team-work mahasiswa masih sedang. Pada siklus-2 praktek pembelajaran dikembangkan dengan meningkatkan motivasi agar mahasiswa lebih percaya diri. Kedua, kemampuan collaborative team-work mahasiswa dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran inter-teams gamestournament. Kemampuan tersebut mencakup (a) komunikasi  empatik (b) kerjasama sinergis, (c) solidaritas kohesif, (d) sikap saling percaya, dan (e) pembagian kerja efektif. Lima kemampuan tersebut merupakan nilai dasar dalam bekerjasama secara kolaboratif.   Kata kunci: pembelajaran, kemampuan kolaborasi, dan kerja sama dalam tim
Pelatihan pengembangan kecerdasan majemuk anak bagi guru tk Aisyiyah Ebni Sholikhah; Arif Rohman; Farida Hanum; Ariefa Efianingrum; Joko Sri Sukardi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.213 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i2.26920

Abstract

Usia anak adalah usia emas untuk mengembangkan potensi kecerdasan majemuk yang dimiliki. Akan tetapi, selama ini kegiatan pendidikan sering direduksi sebagai kegiatan pengajaran dan persekolahan yang terpusat pada transfer pengetahuan secara statis dan terkadang lupa untuk mengembangkan kecerdasan non akademik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelatihan guru Aisyiyah kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan potensi kecerdasan majemuk anak usia dini. Metode yang digunakan berupa ceramah dialogis, latihan (simulasi), dan pendampingan. Dari 38 sasaran, hasilnya menunjukkan bahwa 49.74% puas, 48.70% sangat puas, dan hanya 1.56% tidak puas terhadap isi, metode, maupun fasilitas yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa isi materi sesuai dan dapat menambah pengetahuan guru untuk diaplikasikan di lingkungan kerjanya. Guru juga merasa mendapat pengalaman baru karena belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalitas guru, pelatihan semacam ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Children's intelligence development training for Aisyiyah kindergarten teachersEarly childhood is the golden age to develop their potential multiple intelligences. However, educational activities have often been reduced as teaching and schooling which centered on static transfer of knowledge and sometimes forget to develop non-academic intelligence. This paper aims to describe Aisyiyah teachers training in Banyuwangi Regency to develop the potential multiple intelligence in early childhood. We used dialogical lectures, exercises (simulations), and assistance as the methods. The results showed that 49.74% of 38 participants were satisfied, 48.70% were very satisfied, and only 1.56% were dissatisfied with the contents, methods, and facilities provided. This shows that contents of the material improve teacher's knowledge and could be applied in the teaching environment. The teacher also feels that they gained new experience because never attended a similar training before. Therefore, this kind of training needs to be continued and improved to improve teacher professionalism.