Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS V SDN SERDANG 07 JAKARTA Kusriani Kustoko; Muhammad Japar; Juhana Juhana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 13, No 2: July 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v13i2.35920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh strategi pembelajaran terhadap kemampuan membaca pemahaman, 2) pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan membaca pemahaman, 3) interaksi strategi pembelajaran dan efikasi diri terhadap kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Serdang 07 dengan populasi 112 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 56 siswa. Variabel independen pada penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang terdiri dari data dan mind mapping dan efikasi diri, sedangkan variabel dependen adalah kemampuan membaca pemahaman. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan tes dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif normalitas, homogenitas dan anava dua jalur. Untuk analisis deskriptif menggunakan excel for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan membaca pemahaman dipengaruhi oleh strategi pembelajaran. 2) Efikasi diri tidak mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa. 3) Tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri.
Membangun Sekolah Sebagai Organisasi Belajar Muhammad Japar; Hermanto Hermanto; Djunaidi Djunaidi; Moch. Sukardjo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4238

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat di abad 21 mendorong manusia untuk berfikir dan bertindak mengikuti perkembangan zaman. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus bisa menyesuaikan keadaan agar tetap berkembang sebagai organisasi pembelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Model organisasi belajar dalam membangun sekolah; dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar. Metode penelitian yang digunakan studi literatur (literatur review) dengan teknik pengumpul data: 1) pengumpulan data berupa artikel jurnal internasional maupun nasional yang terindeks, buku, serta reverensi lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian, 2) pemeriksaan data, 3) mengorganisasi data, dan 4) menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) model organisasi belajar untuk membangun sekolah dengan mengembangkan lima displin organisasi belajar antara lain: Berfikir sistem (System Thinking), Belajar Tim (Team Learning), Model Mental (Mental Model), Pengontrolan Diri (Personal Mastery), dan Visi Bersama (Shared Vision); dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar dapat diwujudkan dengan empat pilar pendidikan yaitu : 1) Learning To Know, 2) Learning To Do, 3) Learning To Be, dan  4) Learning To Live Together. Membangun sekolah sebagai organisasi belajar agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemajuan zaman serta dapat mengoptimalkan individu agar terus belajar secara efektif dalam menghadapi tantangan global.
Membangun Sekolah Sebagai Organisasi Belajar Muhammad Japar; Hermanto Hermanto; Djunaidi Djunaidi; Moch. Sukardjo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4238

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat di abad 21 mendorong manusia untuk berfikir dan bertindak mengikuti perkembangan zaman. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus bisa menyesuaikan keadaan agar tetap berkembang sebagai organisasi pembelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Model organisasi belajar dalam membangun sekolah; dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar. Metode penelitian yang digunakan studi literatur (literatur review) dengan teknik pengumpul data: 1) pengumpulan data berupa artikel jurnal internasional maupun nasional yang terindeks, buku, serta reverensi lain yang berhubungan dengan tujuan penelitian, 2) pemeriksaan data, 3) mengorganisasi data, dan 4) menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) model organisasi belajar untuk membangun sekolah dengan mengembangkan lima displin organisasi belajar antara lain: Berfikir sistem (System Thinking), Belajar Tim (Team Learning), Model Mental (Mental Model), Pengontrolan Diri (Personal Mastery), dan Visi Bersama (Shared Vision); dan (2) Sekolah sebagai organisasi belajar dapat diwujudkan dengan empat pilar pendidikan yaitu : 1) Learning To Know, 2) Learning To Do, 3) Learning To Be, dan  4) Learning To Live Together. Membangun sekolah sebagai organisasi belajar agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang sesuai kemajuan zaman serta dapat mengoptimalkan individu agar terus belajar secara efektif dalam menghadapi tantangan global.
Content Analysis of Political Awareness in Mata Najwa’s Talkshow (Descriptive Qualitative Study on Students of Pancasila and Citizenship Education, Universitas Negeri Jakarta) Nabila Aprilia; Muhammad Japar; Yuyus Kardiman
Jurnal Civicus Vol 21, No 1 (2021): JURNAL CIVICUS, JUNE 2021
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v21i1.45601

Abstract

This study aims to analyze the content of political awareness in the Mata Najwa talk show which was shown in the October 2020 episode. This study uses a qualitative descriptive method with a content analysis approach. The primary data source was obtained from the talk show Mata Najwa for the October 2020 period. Secondary data were obtained from interviews with informants, namely students of Pancasila and Citizenship Education at the State University of Jakarta class 2017 who watched the Mata Najwa talk show and expert opinions. The results of the study show that the broadcasts presented by the Mata Najwa talk show raised socio-political issues that developed in the community into themes or topics of discussion. Through critical dialogue between resource persons, they provide knowledge and understanding of the reality that is happening. The speakers were presented from 2 camps, pros and cons as well as expert speakers in their fields according to the topic of discussion who were able to provide analysis and clarification of the problems being discussed. From the opinion of the informants, they can know and understand the rights and obligations as citizens in the topics discussed.
Pengembangan Karakteristik, Kapabilitas dan Pilar Kepemimpinan Digital pada Lembaga Pendidikan Goreta Goreta; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; Evi Sapinatul Bahriah; Lutphi Saepuloh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4859

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang terus melaju membuat setiap lembaga harus berubah dan berkembang. Lembaga pendidikan sebagai salah satu yang mengalami dampak dari kemajuan digital yang pesat tersebut. Aktivitas pembelajaran, layanan administrasi, sistim informasi dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi menggunakan berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, kapabilitas dan pilar kepemimpinan digital yang perlu dikembangkan di lembaga pendidikan. Peneliti melakukan studi literatur tentang teori terkait dan melakukan kajian mengenai teori-teori kepemimpinan, kepemimpinan pada lembaga pendidikan, karakteristik dan kapabilitas kepemimpinan digital, serta pilar-pilar atau area yang dikembangkan dalam rangka mengembangkan kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan karakteristik kepemimpinan digital, yakni: visi digital, perilaku digital, keahlian digital dan pola pikir digital perlu diimplementasikan dengan baik; kapabilitas kepemimpinan digital yakni kemampuan memimpin lembaga pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja guru, tenaga kependidikan, dan siapapun yang terlibat di dalamnya perlu dikembangkan; dan pilar-pilar kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan perlu ditegakkan dalam rangka mencapai tujuan universal pendidikan.
Pengembangan Karakteristik, Kapabilitas dan Pilar Kepemimpinan Digital pada Lembaga Pendidikan Goreta Goreta; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; Evi Sapinatul Bahriah; Lutphi Saepuloh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4859

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang terus melaju membuat setiap lembaga harus berubah dan berkembang. Lembaga pendidikan sebagai salah satu yang mengalami dampak dari kemajuan digital yang pesat tersebut. Aktivitas pembelajaran, layanan administrasi, sistim informasi dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi menggunakan berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, kapabilitas dan pilar kepemimpinan digital yang perlu dikembangkan di lembaga pendidikan. Peneliti melakukan studi literatur tentang teori terkait dan melakukan kajian mengenai teori-teori kepemimpinan, kepemimpinan pada lembaga pendidikan, karakteristik dan kapabilitas kepemimpinan digital, serta pilar-pilar atau area yang dikembangkan dalam rangka mengembangkan kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan karakteristik kepemimpinan digital, yakni: visi digital, perilaku digital, keahlian digital dan pola pikir digital perlu diimplementasikan dengan baik; kapabilitas kepemimpinan digital yakni kemampuan memimpin lembaga pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja guru, tenaga kependidikan, dan siapapun yang terlibat di dalamnya perlu dikembangkan; dan pilar-pilar kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan perlu ditegakkan dalam rangka mencapai tujuan universal pendidikan.
KEPEMIMPINAN DIGITAL MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALPHA [FUTURE DIGITAL LEADERSHIP THROUGH CHARACTER EDUCATION FOR THE ALPHA GENERATION] Lastiar Roselyna Sitompul; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; M.Helmi Azhar; Luthpi Saepuloh
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6465

Abstract

AbstractThe Alpha generation is a unique generation, born in the era of digital technology. From an early age, they have been in contact with information technology. Based on previous research, this generation spends a lot of time in front of screens and is fluent in using technological tools. There is a negative impact of using technology when it is not accompanied by character education. As they are the future generation of leaders, teachers and parents must take an approach based on the characteristics of the Alpha generation in parenting and teaching to develop leadership character. This research aims to examine the characteristics of the Alpha generation, character education for the Alpha generation, and parenting styles that are effective in preparing to be the digital leaders. The research method is a literature study. The results of the literature study show that the Alpha generation has great potential as digital leaders in a digital environment and character education in schools and parental care must adapt to the characteristics of the Alpha generation by providing examples, mentoring, and good relationships.Bahasa Indonesia AbstrakGenerasi Alpha adalah generasi unik, lahir di era teknologi digital. Sejak usia dini, telah bersentuhan dengan teknologi informasi. Berdasarkan penelitian terdahulu generasi ini banyak menggunakan waktu di depan layar dan fasih dalam penggunaan alat-alat teknologi. Terdapat dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan pendidikan karakter. Sebagai generasi pemimpin di masa depan, guru dan orang tua harus mempunyai pendekatan berdasarkan karakteritik generasi alpha dalam pola asuh dan pengajaran untuk mengembangkan karakter kepemimpinan. Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik generasi Alpha, bagaimana pendidikan karakter untuk generasi Alpha dan pola asuh orang tua yang efektif dalam mempersiapkan kepemimpinan digital generasi Alpha. Metode penelitian adalah metode kepustakaan, melalui penelurusan literatur terpercaya. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan generasi Alpha mempunyai potensi besar sebagai pemimpin digital melalui lingkungan digital yang telah dikuasai, pendidikan karakter di sekolah dan asuhan orang tua harus menyesuaikan dengan karakteristik generasi Alpha, dengan memberikan keteladanan, pendampingan, serta relasi yang baik.
Learning Organization: Profile and Influence on Leadership Attitudes of Members of the Chemistry Education Department Student Association Evi Sapinatul Bahriah; Andi Anugrah; Irnin Agustina Dwi Astuti; Mochammad Sukardjo; Muhammad Japar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3005

Abstract

Student organizations as learning organizations are a place for students to learn and develop themselves to broaden their horizons and increase knowledge, and students' personal integrity. The Chemistry Education Department Student Association   is a learning organization that can improve leadership attitudes and character. However, only a few students want to be involved in this organization. Therefore, the purpose of this study was to find out the profile of learning organization in internal campus student organizations, especially the   Chemistry Education and its influence on student leadership attitudes. The research method used is survey method. This research was conducted from 15 September to 10 November 2022 at the Department of Chemistry Education. The sample of this research was 50 students who were members of the   Chemistry Education. The data collection technique uses an online questionnaire instrument (google form). The data obtained were analyzed by descriptive quantitative. Based on the research data it can be concluded that: 1) the profile of learning organization in internal campus student organizations is included in the very good category with an average score percentage of 82.9%; 2) the leadership attitude of HMPS member students is included in the good category with an average percentage score of 78.6%; and 3) there is a positive relationship between learning organization and student leadership attitudes. So it can be concluded that HMPS as a learning organization can influence student leadership attitudes.
Model Multilidi sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Muhammad Japar; Heni Rita Susila; Hendra Alfani; Siti Muyaroah; Hermanto Hermanto; Bagas May Sangaji; Shandy Fajar Ilhamsyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengembangkan Model Pendidikan Multikultural berbasis Digital Literasi untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Siswa. Pendekatan penelitian menggunakan Research and Development (RD). Ada tiga tahapan dalam penelitian ini: Tahapan pertama, pra pengembangan meliputi: 1) tinjauan literatur mencakup analisis kebutuhan, 2) perencanaan produk. Tahapan kedua, pengembangan draft dengan melakukan uji coba produk, dan perbaikan melalui: (a) uji validasi pakar, (b) uji uji terbatas dan (c) uji lapangan.  Tahapan ketiga implementasi uji Model multilidi sebagai penguatan profil pelajar pancasila. Pada proses pengembangan model, peneitian ini menghasilkan model multilidi dengan sintaks lesson instruction, organize learning, eksploration, closure dan evaluation.
Analisis Penerapan Konsep Organisasi Belajar Pada AB Home Education Farid Fachrudin; Ira Arini; Muhammad Japar
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.684

Abstract

Building a learning organization can be done by maximizing five models of learning organization systems that are interrelated, namely learning, organization, people, knowledge, and technology. Each of the learning organization's five components actively supports each other to get maximum results, be sustainable, and achieve organizational goals. A strong leader is a leader who always tries to learn and build a learning culture in his organization. In the current era of globalization, the concept of a learning organization is very important to adapt to the dynamic changes of the times. This study aims to analyze the extent to which AB Home Education as an educational institution has implemented the concept of learning organization and applied it in teaching and learning activities. The research method used is qualitative research by conducting interviews and researchers are directly involved as facilitators at AB Home. AB Home Education has applied the concept of learning organization, namely (1) personal mastery, (2) mental models, (3) shared vision, (4) team learning, (5) system thinking through a curriculum that is structured based on community-based education and talents management in education. The curriculum is designed with a composition of 60% activity and 40% academic.