Articles
BUILDING DEMOCRACY OF CULTURE IN SCHOOL THROUGH JURISPRUDENTIAL INQUIRY
Muhammad Japar;
Dini Nur Fadhillah;
Yuyus Kardiman;
Yasnita Yasnita;
Sarkadi Sarkadi
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (14.881 KB)
|
DOI: 10.21831/jk.v2i2.18924
This study was aimed at developing democratic culture in high schools through Jurisprudential Inquiry. The study used a descriptive qualitative approach by observing the planting of democratic values applied in the subjects of Citizenship Education by applying the jurisprudential inquiry learning model. The jurisprudential inquiry learning model empirically had built a dynamic learning atmosphere. This model provided opportunities for students to disagree but based on the accurate data and no need to be ashamed or inferior to acknowledge that the opinions of other students were better and they were willing to support that opinion. Thus, this model allows constructive debate. This practice was able to build values of respect for differences of opinion in the learning process. The results show that the jurisprudential inquiry learning model can be an alternative model in developing a democratic culture. Democratic values applied were actively participating in school activities, respecting diversity, familiarizing deliberations and maintaining a balance between rights and obligations in school.MEMBANGUN BUDAYA DEMOKRASI DI SEKOLAH MELALUI JURISPRUDENTIAL INQUIRYAbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan budaya demokrasi di Sekolah Menengah Atas melalui Jurisprudential Inquiry. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengamati penanaman nilai-nilai demokrasi yang diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menerapkan model pembelajaran jurisprudential inquiry. Model pembelajaran jurisprudential inquiry secara empirik telah membangun atmosfer pembelajaran yang dinamis. Model ini memberikan peluang bagi siswa untuk berbeda pendapat tetapi berdasarkan data yang akurat dan tidak perlu malu atau rendah diri untuk mengakui bahwa pendapat siswa yang lain itu lebih baik dan rela mendukung pendapat itu. Dengan demikian, model ini memungkinkan terjadinya perdebatan yang kontruktif. Praktik ini mampu membangun nilai menghargai perbedaan pendapat dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran jurisprudential inquiry dapat menjadi model alternatif dalam mengembangkan budaya demokrasi yaitu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, menghargai keragaman, membiasakan musyawarah dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di sekolah.
PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG BUDI PEKERTI
Adenita Damayanti;
Muhammad Japar;
Mohammad Maiwan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v11i2.12252
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data mengenai pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang budi pekerti dan dihimpun menjadi kesatuan yang utuh. Metode yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan tidak terlepas dari kebudayaan dan kemerdekaan belajar, tujuan pendidikan tidak saja berbicara tentang membentuk peserta didik yang pintar namun juga harus berbudi pekerti, terdapat sistem trisentra pendidikan dan Trikon yang dapat diterapkan untuk membangun peserta didik yang cerdas dan berbudaya, dan adanya sistem among, pamong, ngemong dan trisakti jiwa yang baiknya digunakan oleh pendidik dalam membangun budi pekerti peserta didik. Gagasan Ki Hadjar Dewantara mengenai budi pekerti ini masih dapat diterapkan pada masa kini dengan beberapa penyesuaian. Pemikiran budi pekerti Ki Hadjar Dewantara baik untuk diterapkan karena berlandaskan kebudayaan dan memikirkan segala aspek perkembangan peserta didik. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara juga merupan pemikiran yang visioner dan memproyeksikan sebuah solusi dari tantangan yang akan dihadapi oleh suatu bangsa pada masa yang akan datang sehingga pemikiran ini baik untuk direvitalisasi.
ANALISIS IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATA PELAJARAN PKN
Agung Barkah;
Tria Mardiana;
Muhammad Japar
Pedagogi Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : UNIKU PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/pedagogi.v7i2.3426
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang dilakukan guru kelas di SD Negeri Sidorejo pada mata pelajaran PKn di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengambilan data berupa wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua, observasi kepada kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta pencermatan beberapa dokumen pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang digunakan merupakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan analisis metode pembelajaran yang digunakan oleh guru di SD Negeri Sidorejo pada mata pelajaran PKn di masa pandemi Corona/COVID-19. Metode yang digunakan guru diantaranya ceramah melalui voicenote, demonstrasi secara langsung secara terbatas maupun demonstrasi melalui video, pemberian contoh melalui foto, penugasan secara tertulis yang diberikan via WhatsApp maupun siswa atau orang tua mengambil tugas di sekolah, dan praktek yang divideokan dan dikirim melalui aplikasi WhatsApp.Kata Kunci: metode pembelajaran; pembelajaran daring; pandemi covid-19.
Social Skills : learning cycle model and student team achievement divisions (STAD)
Hadis Aditia Muslim;
M. Japar;
Durotul Yatimah;
Fitriyani Fitriyani
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 7, No 1 (2021): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/120212723
This study aims to determine the effect of the Learning Cycle learning model and motivation to improve the social skills of elementary school students. This study used the STAD learning model treatment and the Learning Cycle learning model carried out in two different schools with 32 students of each school's research subjects and with the same level, namely the fourth grade of elementary school. Research method This research uses experimental research design with treatment by level 2x2 design, with the dependent variable in this study is social skills while the independent variable is the learning model with learning motivation. The treatment variables are divided into two, namely the learning cycle learning model and the student teams achievement divisions (STAD) learning model and the high learning motivation variable and low learning motivation. The results of this study indicate that there are differences in the social skills of elementary school students between students learning with the Learning Cycle Model and students learning using the Student Teams Achievement Divisions Model.
Keberagaman Dan Toleransi Sosial Siswa SMP di Jakarta
Vega Febry Yanty;
M Japar;
Achmad Husen
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.025 KB)
|
DOI: 10.31604/jips.v6i2.2019.145-163
Penelitian ini bertujuan memperoleh data empiris mengenai hubungan pemahaman tentang keberagaman dengan toleransi sosial siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil uji koefisien product moment diperoleh rhitung = 0.235 sedangkan rtabel 0.207 berarti rhitung>rtabel yang artinya terdapat hubungan positif antara pemahaman tentang keberagaman dengan toleransi sosial siswa. Uji koefisien determinasi diperoleh KD sebesar 23.5%, artinya pemahaman tentang keberagaman memberi kontribusi cukup berarti dalam menentukan toleransi sosial siswa, hal itu menunjukkan adanya hubungan positif antara pemahaman tentang keberagaman dengan toleransi sosial siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pemahaman tentang kebergaman dengan toleransi sosial siswa SMP Corpatarin Utama Jakarta Timur.
Emergency remote learning during the COVID-19 pandemic: Perspectives of elementary schools in rural area of Indonesia
Hermanto Hermanto;
Zulela Ms.;
Muhammad Japar
Journal of Educational Management and Instruction (JEMIN) Vol. 2 No. 1: June 2022
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22515/jemin.v2i1.5052
Amidst the COVID-19 pademic, the Indonesian government issued a distance and online learning policy so that students study in a state of emergency. Education is a conscious effort to provide a meaningful learning experience for students. This experience includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research is at the cutting edge of portraying the emergency remote learning of elementary schools in rural area of Indonesia in response to the COVID-19 pandemic. In the COVID-19 emergency, the Indonesian government issues a distance and online learning policy so that students can study even in a state of social distancing. The digital transformation of teachers and students is the impact of the learning process during the pandemic since the beginning of 2020. This research was a qualitative research employing a case study. Sources of data were teachers and students in elementary schools selected by purposive sampling. The technique applied interview and observation using interview sheet instruments and field notes about the reality of the implementation of education in schools. The results indicate that 80.81% of the learning process for low grade students is fully controlled by their parents, while in high grade students online and distance learning processes are not as formal as they should be. The implications of the results of this study illustrate that basic education in Indonesia has not yet ready in terms of human resources and technology, especially in the rural areas of frontier, outermost and underdeveloped. The contribution in this research is to provide an understanding to education observers how the process or learning experience is in pandemic and normal situations.
Pengembangan Instrumen Tes Siswa Tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Kuningan
Syamsul Alam;
Muhammad Japar;
Muhammad Nur Ashar Asnur
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.762 KB)
|
DOI: 10.33506/jq.v8i1.389
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal-soal yang valid dan praktis sesuai dengan konsep Taksonomi Bloom. Penelitian ini meurpakan penelitian pengembangan instrumen yang terdiri dari tujuh langkah (1) menyusun spesifikasi tes (2) menulis soal tes (3) menelaah soal tes (4) memperbaiki tes (5) melakukan uji coba tes (6) menganalisis butir soal tes (7) menafsirkan hasil tes. Uji coba instrumen dilakukan di SD Negeri Pajambon Kabupaten Kuningan, pemilihan subjek coba dilakukan dengan teknik sampel acak sederhana. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Pajambon Kabupaten Kuningan sebanyak 20 siswa. Pengujian kualitas instrumen menggunakan bantuan software excel. Validitas isi instrumen diperoleh dari penilaian pakar dengan menggunakan lembar validasi. Reliabilitas tes dianalisis menggunakan persamaan Flanagan. Haisl penelitian ini adalah instrumen tes yang dikembangkan memenuhi keriteria yang baik adalah dari hasil analisis tersebut diperoleh bahwa semua soal pilihan ganda valid dengan nilai sebesar 0,81 dan soal uraian valid dengan nilai sebesar 2.04 yang berarti memiliki reliabilitas tinggi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa soal yang dikembangkan valid secara kualitatif, valid secara kuantitatif dan memiliki kriteria reliabilitas yang tinggi.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU PPKN
Muhammad Japar;
Adenita Damayanti;
Aditya Wibowo;
Pitoyo Yuliatmojo;
Dini Nur Fadhillah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.421 KB)
Abstrak Dalam era education 4.0 seorang guru dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Terlebih ketika pandemi Covid-19 melanda dibutuhkan keterampilan yang lebih baik lagi untuk meningkatkan motivasi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran. Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan oleh guru adalah membuat video pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan keterampilan guru, maka pelatihan pembuatan video pembelajaran bagi guru PPKn ini diadakan sebagai sarana belajar guru. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: 1) Persiapan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan peserta terlihat sangat menikmati pelatihan pembuatan video pembelajaran yang digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan keterampilan. Pelatihan ini mendapatkan respon yang baik dari peserta pelatihan yang mengatakan bahwa pelatihan ini sangat menarik dan menambah ilmu mengenai pembuatan video pembelajaran. Hasil yang didapatkan oleh guru setelah mengikuti pelatihan ini yaitu 98,7% guru memahami proses pembuatan video pembelajaran dan 99,6% ingin menerapkan ilmu yang didapatkan dalam pelatihan pembuatan video pembelajaran ini ke dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). AbstractIn the era of education 4.0, a teacher is required to be more creative in making learning media. Especially in the Covid-19 pandemic, teacher skills are needed to increase the motivation of students to take part in the learning process. Skill that can be developed by the teacher is to make learning videos. In order to improve the skills of teachers, the training in making learning videos for Pancasila and Civics Education teachers was held. The training activities are carried out in several stages:1) Preparation, 2) Implementation, and 3) Evaluation. The training activities went well and the participants seemed to really enjoy the training in making learning videos which were used as an opportunity to improve skills. This training received a good response from the training participants who said that this training was very interesting and added to their knowledge about making learning videos. The results obtained by teachers after participating in this training are that 98.7% of teachers understand the process of making learning videos and 99.6% want to apply the knowledge gained in this training to make learning videos into Distance Learning (PJJ) activities
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA KUSA APATI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V
Eka Rahayu Martha Suci;
Muhammad Japar;
Tria Mardiana
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 27, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.566 KB)
|
DOI: 10.24114/jpbp.v27i1.18211
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran Discovery Learning berbantuan media Kusa Apati terhadap hasil belajar Matematika kelas V. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini akan menggunakan metode Quasi Experimental. Pada metode ini peneliti menggunakan dua kelas, kelas tersebut yaitu kelas V SD Negeri Geneng 1 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri Tempak 1 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Data-data dalam penelitian ini akan dikumpulkan menggunakan instrumen pengumpul data yang berupa lembar soal tes. Hasil uji Mann Whitney U menunjukkan bahwa posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan yang signifikan, ditunjukkan dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000, (0,000<0,05). Bukti adanya peningkatan hasil belajar siswa yaitu adanya perbedaan signifikan antara nilai posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar Matematika ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar Matematika kelas eksperimen yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 77 dan kelas kontrol 53. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dengan Media Kusa Apati berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika Siswa Kelas V.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS V SDN SERDANG 07 JAKARTA
Kusriani Kustoko;
Muhammad Japar;
Juhana Juhana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 13, No 2: July 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v13i2.35920
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh strategi pembelajaran terhadap kemampuan membaca pemahaman, 2) pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan membaca pemahaman, 3) interaksi strategi pembelajaran dan efikasi diri terhadap kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Serdang 07 dengan populasi 112 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 56 siswa. Variabel independen pada penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang terdiri dari data dan mind mapping dan efikasi diri, sedangkan variabel dependen adalah kemampuan membaca pemahaman. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan tes dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif normalitas, homogenitas dan anava dua jalur. Untuk analisis deskriptif menggunakan excel for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan membaca pemahaman dipengaruhi oleh strategi pembelajaran. 2) Efikasi diri tidak mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman siswa. 3) Tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri.