Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Chemurgy

PEMBAKARAN RUMPUT GAJAH UNTUK MENGHASILKAN HOT OIL DAN MEMBANGKITKAN TENAGA LISTRIK PADA INDUSTRI KIMIA Agnes Cicilia Manopo; Fika Dwi Oktavia; Nur Aini; Indah Lestari; Ari Susandy Sanjaya; Novy Pralisa Putri; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4068

Abstract

Penggunaan rumput gajah menjadi alternatif baru pengganti fosil. Pembakaran rumput gajah akan menghasilkan panas (thermal) yang mampu memanaskan oil sebagai pengganti steam dan berpotensi sebagai pembangkit listrik dengan siklus Organic Rankine Cycle (ORC) pada pabrik industri kimia. Pembakaran sempurna rumput gajah membutuhkan 50% udara berlebih untuk menghasilkan gas dengan komposisi N2, CO2,O2, H2O, SO2, dan NO2. Penggunaan bahan baku 730 kg rumput gajah mampu memanaskan therminol 66 (hot oil) pada suhu 300 ºC dengan laju alir 38.400 kg/jam. Pada siklus Organic Rankine Cycle (ORC) digunakan R245FA sebagai fluida kerja yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Terjadi perubahan fase pada R245FA dari fasa cair pada suhu 51ºC menjadi fasa uap pada suhu 150ºC  dengan tekanan 31 bar yang terjadi di evaporator. Kerja sebesar 427 kW dapat dihasilkan dengan menurunkan suhu dan tekanan menjadi 106ºC, 3 bar pada turbin dengan effisiensi kerja sebesar 27%. Penghematan dilakukan dengan cara mendaur ulang R245FA yang dilewatkan pada kondensor sehingga terjadi perubahan fase dimana R245FA menjadi fasa cair kembali pada suhu 50ºC. R245FA di pompakan kembali menuju evaporator dengan menaikan tekanan dan suhu. Siklus terjadi terus-menerus sehingga tidak perlu penambahan R245FA. Kata kunci: Pembakaran, Rumput Gajah, Hot Oil, Listrik, ORC. 
SIMULASI PROSES BIOMETIL AKRILAT-AIR MENGGUNAKAN METODE PRESSURE SWING DISTILLATION PADA ASPEN HYSYS V8.8 Indah Lestari; Fika Dwi Oktavia; Ari Susandy Sanjaya; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.115 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3580

Abstract

Bio-Metil akrilat akan membentuk campuran azeotrop dengan Air sehingga sulit dipisahkan dengan distilasibiasa. Terdapat dua cara untuk memisahkan campuran azeotrop tersebut yaitu dengan menggunakan distilasiekstraktif (penambahan pentana yang berasal dari bahan fosil) dan menggunakan distilasi bertingkat dimanatekanan masing-masing kolom berbeda (Pressure Swing Distillation). Dalam metode Pressure Swing Distillation dilakukan dengan menggunakan kolom dalam dua tahap, Low Pressure Distillation (101,3 kPa) dan High Pressure Distillation (500 kPa). Untuk memperoleh simulasi yang tepat maka digunakan Fluid Packages PR-Twu pada Aspen Hysys V8.8. Pada tahap pertama, hasil reaksi diumpankan ke kolom distilasi pada tekanan atmosfer untuk memisahkan antara Bio-Metil akrilat dan Air sehingga didapatkan pada fase atas distilasi sebanyak 63,04% Biometil akrilat dan hanya sedikit Air, Bio-Metanol dan Bio-Asam Akrilat yang masih terkandung. Tahap kedua, menggunakan tekanan yang lebih tinggi yaitu 500 kPa yangdiumpankan ke Reboiler sehingga pada tahap kedua didapatkan kemurnian Bio-Metil akrilat sebanyak 99,99% melebihi menggunakan distilasi ekstraktif hanya mendapatkan kemurnian Bio-Metil akrilat 96% (US Patent 2916512).Kata kunci : Pressure Swing Distillation; Biometanol; PR-Twu; Kemurnian; Hysys