Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pemasaran Makanan dan Minuman di Kampung Tehyan Tangerang Kevin Gustian Yulius; Deandra A. Pakasi; Theodosia C. Nathalia; Yustisia Kristiana; Ivorine Ivorine; Pamela F. Nugraha; Karen F. Fong
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.11984

Abstract

Background: Kampung Tehyan merupakan kampung tematik yang mengangkat budaya Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten. Di Kampung ini terdapat komunitas yang menjual makanan dan minuman secara konvensional. Padahal di era digital, penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman tidak dapat lagi dielakkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga tentang penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman. Metode: Mitra dalam pelatihan ini adalah warga Kampung Tehyan yang memiliki usaha makanan dan minuman dengan jumlah 30 orang. Penyampaian materi dilakukan secara langsung di kawasan Kampung Tehyan, dengan metode ceramah. Pretest dan Post-test dilakukan untuk memeriksa peningkatan pemahaman peserta perihal penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman. Hasil: Dari pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat ditemukan hasil yang sangat positif. Peningkatan pemahaman peserta mengenai teknologi informasi yang digunakan dalam pemasaran makanan dan minuman terjadi secara signifikan. Peningkatan paling tinggi terjadi pada pemahaman atas topik e-commerce dan QRIS. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil dan diharapkan warga dapat menggunakan teknologi informasi dengan lebih baik dalam pemasaran usaha makanan dan minuman.
Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pemasaran Makanan dan Minuman di Kampung Tehyan Tangerang Kevin Gustian Yulius; Deandra A. Pakasi; Theodosia C. Nathalia; Yustisia Kristiana; Ivorine Ivorine; Pamela F. Nugraha; Karen F. Fong
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.11984

Abstract

Background: Kampung Tehyan merupakan kampung tematik yang mengangkat budaya Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten. Di Kampung ini terdapat komunitas yang menjual makanan dan minuman secara konvensional. Padahal di era digital, penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman tidak dapat lagi dielakkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga tentang penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman. Metode: Mitra dalam pelatihan ini adalah warga Kampung Tehyan yang memiliki usaha makanan dan minuman dengan jumlah 30 orang. Penyampaian materi dilakukan secara langsung di kawasan Kampung Tehyan, dengan metode ceramah. Pretest dan Post-test dilakukan untuk memeriksa peningkatan pemahaman peserta perihal penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran makanan dan minuman. Hasil: Dari pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat ditemukan hasil yang sangat positif. Peningkatan pemahaman peserta mengenai teknologi informasi yang digunakan dalam pemasaran makanan dan minuman terjadi secara signifikan. Peningkatan paling tinggi terjadi pada pemahaman atas topik e-commerce dan QRIS. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil dan diharapkan warga dapat menggunakan teknologi informasi dengan lebih baik dalam pemasaran usaha makanan dan minuman.
Pelatihan Keterampilan Komunikasi dalam Akomodasi Pondok Wisata pada Warga Desa Wisata Besani Yulius, Kevin Gustian; Wowor, Wulanmeiaya; Sianipar, Rosianna; Nathalia, Theodosia C.; Parera, Sisilia Chelsye
Jurnal Abdimas Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36276/jap.v5i2.646

Abstract

Communication Skills Training in Homestay Business for Residents of Desa Wisata Besani Tourism has become a crucial sector in the local economic development and cultural preservation in Indonesia. This article discusses a training activity on communication skills within the context of homestay accommodation for the residents of Besani Tourism Village in Batang Regency, Central Java. The training, successfully conducted in November 2023, involved 28 participants from various segments of society, including homestay operators and members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Through lectures and simulations, the pretest and post-test results showed a significant improvement from 18-36% to 89-100% in the understanding of communication skills. The outcomes of this training are expected to assist Besani Tourism Village in developing sustainable homestay businesses by engaging in collaborations with various stakeholders, enhancing management skills, digital marketing, and environmental conservation. This article provides new insights into the importance of communication skills training in the context of homestay accommodation within rural communities and offers recommendations for tourism village officials and residents of Besani Tourism Village to continue their efforts in local tourism development with enthusiasm for collaboration and active participation.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan Di Desa Wisata Kebonagung, Kabupaten Bantul Kristiana, Yustisia; Brian, Reagan; Nathalia, Theodosia C.; Kurniawan, Johannes
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2216

Abstract

Desa Wisata Kebonagung terletak di Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Desa Wisata Kebonagung dikenal dengan aktivitas pertaniannya yang tradisional, dan juga tradisi seni budaya. Desa Wisata Kebonagung dikembangan dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat dengan berdasarkan prinsip keseimbangan dan keselarasan antara kepentingan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Desa wisata ini sudah mulai dirintis sejak tahun 1998. Saat ini homestay yang terdapat di Desa Wisata Kebon Agung belum semuanya memenuhi standarisasi homestay dan belum terdapat data desa yang mendukung tata kelola desa wisata belum terdokumentasi secara digital. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan homestay dan digitalisasi dirasa perlu untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Kebonagung sebagai daya tarik wisata di Provinsi DI Yogyakarta. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan. Metode yang dilakukan yaitu dengan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta merasa puas dengan kegiatan yang diadakan. Untuk keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat maka diharapkan dapat diselenggarakan pelatihan lainnya untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam bidang pariwisata dengan peserta kaum muda lebih banyak yang terlibat.
PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA MELALUI PEMETAAN DESTINASI WISATA DI KALURAHAN BOKOHARJO C. Nathalia, Theodosia; Lemy, Diena M.; Pramezwary, Amelda; teguh, Frans
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2219

Abstract

Bokoharjo merupakan desa atau Kalurahan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Bokoharjo juga merupakan salah satu dari desa wisata yang banyak dikenal oleh masyarakat. Dimana dalam hal ini menjadi desa wisata merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dari sektor pariwisata. Sehingga di dalam suatu desa wisata tersebut perlu adanya potensi yang dapat dijadikan nilai jual jika para wisatawan berkunjung. Berdasarkan hasil survey primer dan survey sekunder, Kalurahan Bokoharjo telah memiliki wisata yang sudah maju seperti Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, Tebing Breksi, Candi Ijo, dan sebagainya, namun masyarakat sekitar tidak banyak merasakan dampak ekonomi pada kegiatan ini. Selain itu, masyarakat lokal juga membuat aktivitas wisata baru di kawasan Bokoharjo seperti seperti Taman opak dengan wisata telusur sungainya, tebing banyu nibo dengan wisata jeepnya dan wisata rempah/jamu sebagai minuman khas masyarakat sekitar, membangun homestay, restoran khas masyarakat sekitar. Namun upaya tersebut belum memberi dampak maksimal bagi masyarakat sekitar, karena banyak dari wisatawan lokal ataupun internasional hanya berkunjung ketempat yang sudah populer dan bukan masyarakat langsung sebagai pengelolanya. Selain itu durasi berwisata para wisatawan diseputar kawasan Kalurahan Bokoharjo hanya sebentar dan kurang tertarik untuk mengeksplore lebih lanjut wisata lain yang ada. Permasalahan ini terjadi karena kurangnya pemasaran yang dilakukan karena keterbatasan seperti kurangnya SDM lokal yang hanya berjumlah 15 orang dan pemetaan destinasi wisata yang belum maksimal untuk mengetahui keseluruhan potensi wilayah yang dapat dikunjungi wisatawan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pengembangan dalam bentuk manajerial mapping, pengembangan produk, pengembangan paket wisata dan pemasaran produk yang menarik sehingga dapat menarik pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Metode yang dilakukan adalah persiapan, baseline study, pelaksanaan workshop dan bimbingan teknis dan terakhir feedback kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan baik dan lancar. Kedepannya, diharapkan adanya pendampingan yang dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan untuk memberikan pelatihan terkait mapping online.
PENGOLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN BERBAHAN SAYUR DAN BUAH UNTUK POKDARWIS DESA WISATA BATULAYANG Yuliantoro, Nonot; Nathalia, Theodosia Christhe; Kristiana, Yustisia; Saputra, Lauren; Lugiman, Kelly Emmanuela
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2578

Abstract

Desa Wisata Batulayang mendapatkan sertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang menunjukkan bahwa Desa Wisata Batulayang mampu menyelenggarakan aktivitas pariwisata yang lestari dan memberdayakan masyarakat setempat. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Batulayang sebagai desa wisata berkelanjutan adalah belum optimal dalam mengolah berbagai potensi lokal untuk dijadikan makanan dan minuman. Untuk mengatasi permasalahan ini, diadakan pelatihan cara mengolah potensi lokal seperti sayuran dan buah-buahan menjadi makanan dan minuman yang mengusung kearifan lokal. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi; memberikan pelatihan pengolahan bahan sayuran dan buah-buahan menjadi makanan dan minuman yang mengusung kearifan lokal; penerapan teknologi berupa penggunaan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan produk; pendampingan proses pembuatan produk, dan evaluasi pelatihan dengan mengadakan pre-test dan post-test; dan keberlanjutan program dengan menyajikan makanan dan minuman bahan sayuran dan buah-buahan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Batulayang. Pelatihan diikuti oleh 27 peserta anggota Pokdarwis Desa Wisata Batu Layang. Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara antusias dan kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi peserta. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru dalam bidang kuliner, tetapi juga didorong untuk terus berinovasi untuk meningkatkan daya tarik Desa Wisata Batu Layang.
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENUTUP ASAL EROPA BARAT DI KAMPUNG GERENDENG PULO C. Nathalia, Theodosia; Burianto, Etlivia; Indrawan, Nity; Jusan, Putri Cicilia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2390

Abstract

Kampung Gerendeng Pulo merupakan salah satu kampung yang mengusung program Kampung PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di wilayahnya. Berlokasi di wilayah RT02/09 Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Kampung Gerendeng merupakan salah satu kampung tematik yang memiliki penduduk sebanyak 758 jiwa. Dengan bantuan pemerintah, Kampung Grendeng pulo berhasil merubah berbagai lahan kosong menjadi perkebunan hidroponik, tempat pengolahan sampah, balai desa, sarana berolahraga, gazebo, pertenakan ikan, sarana berjualan dan mulai menarik berbagai perhatian warga lain dengan mengadakan event budaya berskala kampung seperti festival cap go meh dan festival kuliner. Permasalahan yang dihadapi oleh warga lokal adalah dengan maraknya kunjungan ke kampung ini kebutuhan akan pengetahuan produk-produk makanan demi berkontribusi terhadap festival dan wisatawan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan mengenai produk-produk makanan penutup dari Eropa Barat karena harga dari bahan yang masih terjangkau, makanan penutup ini dikemas menarik dan dinikmati oleh semua jenis kalangan sehingga dapat meningkatkan penjualan terutama pada saat kegiatan festival. Metode yang digunakan pada pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena dapat meningkatkan pendapatan. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenaji berbagai jenis makanan penutup asal Eropa Barat, pelatihan dan pembuatan serta evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi mitra karena hasil dari kreasi makanan dapat langsung terlihat dan dinikmati. Luaran dari pelatihan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan Masyarakat terhadap kreasi makanan penutup asal Eropa Barat dengan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat
INOVASI 20 RESEP COCKTAIL DARI 10 DESTINASI SUPER PRIORITAS DI INDONESIA SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA Tarore Rumani, David Hendrick; Hagan Mario Susanto; Kevin Gustian Yulius; Theodosia C. Nathalia
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 1 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the innovation of cocktail recipes inspired by the distinctive features of Indonesia's 10 Super Priority Destinations. The cookbook blends local spices with cultural narratives, aiming to create unique recipes that embody the identity of each destination while supporting sustainable tourism efforts. These recipes are carefully designed to showcase the richness of Indonesian flavors through rempah (spices) such as ginger, turmeric, and cinnamon, paired with visual elements reflecting each destination’s natural beauty, such as tropical beaches and lush green landscapes. The combination of culinary artistry and cultural storytelling transforms the cookbook into more than just a recipe collection—it becomes a strategic tool for promoting Indonesian tourism and cultural heritage. The research applies an iterative design process, involving audience feedback and testing, to refine the content and ensure it aligns with audience preferences. The visual aesthetics of the cookbook, including layout design, illustrations, and photography, emphasize readability and cultural relevance. The findings highlight the importance of incorporating cultural and natural elements into promotional strategies for local products. By bridging culinary traditions with modern marketing techniques, this study positions the cookbook as an innovative approach to fostering global appreciation for Indonesia’s tourism and cultural diversity
AI-Driven POS, Adaptable Workload, and Service Culture Influence on Frontline Employee Performance Kristiana, Yustisia; Goeltom, Vasco Adato Haholongan; Nathalia, Theodosia C.
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 1 (2025): March
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i1.535

Abstract

This study investigates the influence of AI-driven perceived organizational support (AI-driven POS), adaptable workload, and service culture on employee performance, with career commitment serving as a mediator. A quantitative approach was used, specifically a cross-sectional survey, involving a sample of 200 frontline hotel employees in Jakarta, selected through purposive sampling. Partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) was used to analyse the relationships between the variables. The findings indicated that AI-driven POS does not have a direct effect on employee performance, whereas adaptable workload and service culture are significant contributors to improving employee performance. Additionally, the study emphasizes the mediating role of career commitment in enhancing the link between adaptable workload, service culture, and employee performance. Career commitment is identified as a crucial motivational factor that encourages employees to surpass expectations. However, the mediation of career commitment between AI-driven POS and employee performance was not supported. Based on these results, the study offers several managerial recommendations for improving frontline employee performance in the hospitality industry.
PELATIHAN KREASI TART DAMI BUAH NANGKA DI GKDI TANGERANG Angeline Tanaka; Aloysius William Siswanto; Gerald Jeconiah Kandou; Vasco.A.H. Goeltom; Theodosia C. Nathalia
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Kristen Di Indonesia (GKDI) dikenal aktif dalam kegiatan spiritual sekaligus sosial, salah satunya melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) oleh jemaat. Di GKDI Tangerang, remaja yang tergabung dalam kelompok campus ministry mengelola UMKM berbasis produk makanan, sebagai upaya mendukung pendanaan kegiatan gereja sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dalam rangka mendukung pengembangan produk dan meningkatkan nilai jual, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kreasi tart dari dami buah nangka. Dami nangka merupakan bagian dari buah nangka yang umumnya dibuang bersama kulitnya, padahal sekitar 70 persen berat buah nangka merupakan limbah organik yang dapat mencemari lingkungan jika tidak dimanfaatkan. Pelatihan ini mencakup materi tentang potensi dami nangka, serta praktik pembuatan tart yang terdiri atas selai dami, kulit tart (short crust pastry), dan isian almond cream, selai dami, dan whipped dami. Peserta mengikuti praktik berkelompok untuk memperkuat pemahaman. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu jemaat menciptakan produk inovatif yang bernilai jual, memperkaya lini usaha mikro gereja, serta meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan bahan lokal dan pengurangan limbah pangan secara berkelanjutan.