Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Employee Engagement Among Generation Z in Tourism Business: The Role of Technology, Organizational Culture, and Servant Leadership Kristiana, Yustisia; Nathalia, Theodosia C.; Goeltom, Vasco A. H.
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 7 No. 2 (2025): August-December
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v6i2.486

Abstract

Employee engagement among Generation Z in tourism businesses is essential as they enter the workforce. This study examines how information technology utilization, organizational culture, and servant leadership influence employee engagement among Generation Z in Jakarta's tourism sector. It also explores the mediating role of servant leadership in these relationships. Using a quantitative approach, data were collected from 200 respondents through purposive sampling. Analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The results indicate that information technology utilization, organizational culture, and servant leadership positively impact employee engagement. Additionally, servant leadership mediates the relationship between information technology utilization, organizational culture, and employee engagement. This study contributes to employee engagement theory by emphasizing the psychological conditions necessary for full engagement. It also underscores servant leadership's role in fostering psychological safety through support, empowerment, and ethical guidance. From a practical perspective, the findings highlight the need for tourism businesses to leverage technology, build a strong organizational culture, and adopt servant leadership practices that align with Generation Z’s expectations to enhance engagement.
Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Penerapan Konsep Event Berkelanjutan Merdeka, Pink Audy; Nathalia, Theodosia C.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9501

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh komponen-komponen sustainable event seperti dapat diandalkan, penghijauan, kewajiban sosial perusahaan, lingkungan hidup, sosial dan budaya, serta aspek keuangan terhadap acara yang berkelanjutan dengan melibatkan 100 peserta. Melalui analisis regresi berganda, hasilnya menunjukkan bahwa secara keseluruhan, variabel independen memiliki dampak terhadap acara yang berkelanjutan. Namun, secara spesifik, faktor psikologis muncul sebagai variabel yang memiliki pengaruh signifikan, menyoroti peran kesadaran, persepsi, dan sikap individu terhadap isu-isu lingkungan dan sosial dalam menciptakan acara yang berkelanjutan
Pengaruh Atraksi Wisata Dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Taman Mini Indonesia Indah Pasca Revitalisasi Sahda Salsabila; Theodosia C. Nathalia
Journal of Tourism and Economic Vol. 6 No. 2 (2023): Edisi 12 Des 2023
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36594/jtec/e6v6n2a5

Abstract

The aim of this research is to analyze the influence of tourist attractions and the facilities provided on visiting satisfaction at Taman Mini Indonesia Indah after revitalization. The sampling technique was accidental sampling, where the Google Form link was distributed as a questionnaire to 150 tourists. Determining the score on the questionnaire uses a Likert scale of 1 – 4 to determine the certainty of a negative or positive answer which will be tested for reliability and validity, using the SPSS analysis tool. Based on the results of multiple linear regression tests, tourist attractions have a significant influence on visitor satisfaction at TMII post-revitalization with a large influence obtained of 0.392, and tourist facilities have a significant influence on visitor satisfaction at TMII post-revitalization with a large influence obtained of 0.430. Thus, the conclusions obtained by the two independent variables, namely attractions and facilities, have a joint effect on tourist satisfaction.
Model Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Desa Wisata Kemiri, Jember, Jawa Timur Kristiana, Yustisia; Theodosia C. Nathalia
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 10: Mei 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i10.725

Abstract

The human resource management system that is formed in a tourism village will provide a clear picture of human resources to know their respective roles and duties so that policies in realizing tourism villages can be implemented and minimize the obstacles that occur. This study aims to determine the conceptual framework for human resource development strategies in the Kemiri Tourism Village. Soft System Methodology (SSM) is used to complete these needs. The method used is qualitative. The selected data sources used a purposive sampling method. The data analysis technique used in this study is CATWOE (Customer, Actor, Transformation, Worldview, Owner, Environment) analysis. The results of the study show that the human resource development strategy for Kemiri Tourism Village is a strategic action to create the competence and quality of tourism actors with high competitiveness through various human resource capacity-building programs. Investment in human resources has an important meaning for improving the welfare of the people in the Kemiri Tourism Village
PENGARUH LINGKUNGAN FISIK, PRICE FAIRNESS, CITRA MEREK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN RESTORAN OTENTIK TANGERANG Theodosia C. Nathalia; Yustisia Kristiana; Arya Dwipa; Evan Andika
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 6: Januari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena peneliti ingin menganalisis pengaruh Lingkungan Fisik, Price fairness, dan Citra Merek terhadap Kepuasan Pelanggan pada Restoran Otentik di Tangerang. Restoran Otentik sendiri merupakan salah satu restoran yang memiliki ciri khasnya sendiri, peneliti menggunakan Restoran dengan ciri khas Sunda yang berada di Tangerang. Dengan melihatnya aplikasi review seperti Google Maps dan Pergikuliner. Restoran-restoran sunda yang memiliki penilaian pelanggan yang buruk, peneliti tergerak untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan berkurangnya Kepuasan Pelanggan dan jumlah review yang kurang pada Restoran Otentik. Peneliti akan menganalisis dari Kepuasan Pelanggan terhadap Lingkungan Fisik, Price fairness, dan Citra Merek dari Restoran Otentik. Apakah yang menjadi penyebab ulasan buruk terhadap Restoran Otentik tersebut dikarenakan oleh Lingkungan Fisik, Price fairness, dan Citra Merek yang buruk? Penelitian ini akan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner yang akan dibagikan kepada 169 pelanggan yang sudah pernah berkunjung dan makan pada Restoran Otentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan Fisik, Price fairness, dan Citra Merek memiliki pengaruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan. Kesimpulan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi bisnis pada Restoran Otentik dalam menghadapi persaingan di industri Restoran yang memiliki ciri khas daerah.
PELATIHAN INOVASI MINUMAN MOCKTAIL KEPADA MASYARAKAT DI DESA TANJUNG BURUNG Hagan Mario Susanto; David Hendrick Tarore Rumani; Kevin Gustian Yulius; Theodosia C. Nathalia
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 7: Februari 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tanjung Burung di Kabupaten Tangerang menghadapi dampak negatif karena adanya pembangunan real estate yang signifikan. Keterbatasan tingkat pendidikan dan keterbatasan terhadap pelatihan juga menghambat masyarakat di Desa Tanjung Burung untuk beradaptasi dengan kondisi yang baru. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Inovasi Minuman Mocktail Kepada Masyarakat Desa Tanjung Burung” dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut dengan memberikan pelatihan komprehensif. Program ini meliputi pengenalan alat dan bahan, teknik pembuatan mocktail, serta strategi pemasaran modern melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan keterampilan peserta, yang kini mampu menghasilkan produk inovatif dengan cita rasa, tekstur, dan tampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar urban. Selain itu, peserta juga memahami cara memanfaatkan media digital untuk branding dan pemasaran, membuka peluang usaha yang lebih luas. Program ini tidak hanya memperkuat potensi ekonomi kreatif masyarakat tetapi juga mendorong keberlanjutan pengembangan usaha berbasis komunitas di Desa Tanjung Burung.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK DESA WISATA BATULAYANG C. Nathalia, Theodosia; Kristiana, Yustisia; Yuliantoro, Nonot; Lugiman, Kelly Emmanuela
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2616

Abstract

Salah satu desa wisata yang mendapatkan sertifikasi desa wisata berkelanjutan adalah Desa Wisata Batulayang yang terletak di kawasan Puncak Cisarua pada tahun 2020. Desa ini memiliki berbagai daya tarik wisata alam dan terus dikembangkan oleh masyarakatnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Wisata Batulayang adalah kualitas produk yang diberikan oleh Desa Wisata Batulayang belum sepenuhnya memenuhi konsep berkelanjutan yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa Wisata Batulayang memiliki homestay yang disewakan bagi wisatawan yang datang. Sebagai desa wisata berkelanjutan, amenities yang ada di homestay belum tergolong produk ramah lingkungan. Untuk mengatasi permasalah tersebut, kegiatan pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dinilai mampu meningkatkan kesadaran akan penggunaan sumber daya yang efsien dan mendukung perlindungan lingkungan. Metode yang dilakukan pada pelatihan ini adalah sosialisasi mengenai sabun ramah lingkungan, pelatihan cara membuat produk sabun ramah lingkungan dan terakhir adalah pendampingan proses pembuatan produk dan evaluasi dengan cara test yang dilakukan sebelum pelatihan (pre-test) dan sesudah pelatihan (post-test). Pelatihan pembuatan produk sabun ramah lingkungan ini diikuti 27 peserta yang tergabung dalam Pokdarwisa Desa Wisata Batulayang yang memiliki homestay di area desa wisata. Peserta mengikuti kegiatan pelatihan selama 2 (dua) hari dan merasa mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diberikan. Hal ini mendorong masyarakat desa untuk terus melakukan inovasi terhadap produk-produk ramah lingkungan yang berpedoman pada keberlanjutan pariwisata.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GASTRONOMI BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BOJONGKULUR, KABUPATEN BOGOR C. Nathalia, Theodosia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2770

Abstract

Desa Wisata Bojongkulur merupakan kawasan pemukiman yang pada awalnya tidak dirancang sebagai daya tarik wisata. Namun, seiring berkembangnya wilayah ini, muncul potensi wisata yang dapat digali, khususnya melalui pengembangan gastronomi berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi desa ini adalah belum optimalnya pemanfaatan bahan lokal untuk menghasilkan kuliner autentik yang mendukung keberlanjutan. Potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi dan identitas budaya bagi masyarakat setempat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pemberdayaan masyarakat melalui serangkaian pelatihan yang menitikberatkan pada pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk kuliner autentik berkelanjutan serta pemahaman mengenai konsep gastronomi berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, memberikan pelatihan, penerapan teknologi berupa penggunaan alat-alat yang digunakan untuk pembuatan produk, pendampingan proses pembuatan produk, serta evaluasi pelatihan melalui pre-test dan post-test. Hasil dari program ini diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner autentik yang sesuai prinsip keberlanjutan, memperkuat identitas lokal, serta meningkatkan daya tarik Desa Wisata Bojongkulur sebagai desa wisata di kawasan pemukiman. Dengan demikian, pengembangan gastronomi berkelanjutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan praktik konsumsi ramah lingkungan.