Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak di Kecamatan Oebobo Kota Kupang Rima Nindia Selan; Ben Vasco Tarigan; Kristomus Boimau; Muhamad Jafri
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.832 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2021.10924

Abstract

Oebobo Subdistrict is one of the six sub-districts in Kupang City. Based on data from the City of Sanitation and Landscaping Office of Kupang City, Oebobo District is a district with the largest volume of waste every day, which is 20.68 m3/ day. This is due to the densely populated area, which is also an office, school and hospital area, as well as a traditional market. Waste dumps that occur every day are almost entirely transported to the Final Disposal Site, located in Alak District. Waste management systems that are still based on the principle of Gathering - Transport - Dispose and are entirely dependent on the presence of the landfill, it is estimated that in the next 5-10 years waste management in Kupang City will experience problems with the end of the life of the landfill, while the location of the replacement landfill is increasingly difficult to obtain in connection with limited land and increasing community resistance to the existence of landfills. The waste problem can be overcome by proper waste management, so far in Oebobo District, the organic waste does not yet have proper management, therefore with the proposed program it is hoped that waste problems, especially organic waste, can be overcome. On the other hand by making biogas from organic waste, it can also help the community's economy. The gas produced can be used as a substitute for kerosene and LPG, which are increasingly scarce and expensive in the market.
Efek Temperatur terhadap Sifat Tarik Komposit Poliester Berpenguat Serat Daun Gewang Kristomus Boimau
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v6i1.14806

Abstract

Penggunaan serat sintetik dalam teknologi komposit selama beberapa dekade terakhir, mulai tergeser oleh hadirnya serat alam. Pemilihan serat alam sebagai filler pada material komposit polimer merupakan ide cerdas dalam menjaga lingkungan agar tidak tercemar. Namun, ketahanan komposit polimer berpenguat serat alam pada kondisi temperatur yang tinggi perlu dikaji. Ruang lingkup utama dari penelitian ini adalah mengkaji kekuatan tarik komposit pada kondisi lingkungan bersuhu tinggi.Penelitian ini menggunakan resin polyester sebagai matrik, NaOH sebagai bahan untuk perlakuan kimia dan serat daun gewang. Panjang serat yang digunakan 5 cm dan diberikan perlakuan perendaman alkali 5% selama 1 jam. Rasio perbandingan jumlah serat dan matrik adalah 32%:68%. Spesimen uji dibentuk sesuai standar ASTM D-638. Selanjutnya, dikarakterisasi sifat tariknya dengan alat uji.Sebelum uji tarik, spesimen uji dipanaskan dalam oven listrik dengan variasi temperatur 1000C, 1500C, dan 2000C selama 1 jam. Informasi yang berhasil dihimpun dari penelitian ini adalah kekuatan tarik tertinggi komposit poliester dengan penguat serat daun gewang, diperoleh pada komposit yang dipanaskan pada temperatur 1000C, sedangkan nilai terendah diperoleh pada komposit yang dipanaskan pada temperatur 2000C.The use of synthetic fibers in composite technology over the last few decades has been replaced by the presence of natural fibers. The selection of natural fibers as filler in polymer composite materials is a smart idea in protecting the environment from being polluted. However, the resilience of natural fiber-reinforced polymer composites at high temperature conditions needs to be studied. The main scope of this research is to study the tensile strength of composites in high temperature environmental conditions.This research uses polyester resin as the matrix, NaOH as the material for chemical treatment and gewang leaf fiber. The length of the fiber used was 5 cm and was treated with 5% alkaline immersion for 1 hour. The ratio of the ratio of the amount of fiber and matrix is 32%:68%. The test specimen was shaped according to the ASTM D-638 standard. Furthermore, the tensile properties were characterized by using test equipment. Prior to the tensile test, the test specimen was heated in an electric oven with temperature variations of 1000C, 1500C, and 2000C for 1 hour. The information that has been collected from this research is that the highest tensile strength of the polyester composite with leaf fiber reinforcement was obtained for the composite heated at a temperature of 1000C, while the lowest value was obtained for the composite which was heated at a temperature of 2000C.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SIKUMANA Philipi De Rozari; Maria Agustina Kleden; Kristomus Boimau; I Made S. Aryanta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17257

Abstract

ABSTRAKPertambahan jumlah penduduk adalah salah satu factor naiknya jumlah timbulan sampah. Berdasarkan data tahun 2021 total sampah perhari sebanyak 218 ton dan 48% adalah sampah rumah tangga. .Limbah organik hasil buangan dari pemukiman penduduk diantaranya terdiri dari berbagai macam sayur-sayuran dan buah-buahan. Sistem pengelolaan sampah yang dibuat hanya terbatas pada membuang atau mengumpulkan sampah jauh dari pemukiman. Meskipun saat itu material dari plastik sendiri masih jarang dan komposisi sampah masih didominasi sampah sisa makanan (organik), tingkat produksi sampah yang masif dan dengan frekuensi yang tinggi membuat sampah-sampah tersebut tidak punya cukup waktu untuk bisa terurai secara alami.Limbah organik dari rumahtangga dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pakan ternak diantaranya adalah batang pisang, kangkung, kubis, kecambah kacanghijau, daun jagung dan kulit jagung. Program pengabdian ini dilaksanakan selama bulan Juli – Agustus 2023 di Kelurahan Sikumana, tujuan darikegiatan PKM kali ini adalahpengolahan sampahorganik menjadi pakan ternak babi. Kegiatan Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan ternak dengan bahan baku limbah organik yang ada diekitar masyarakat. Hasil fermentasi pakan ternak berwarna kecoklatan dan tidak berbau, yang menunjukkan bahwa fermentasinya berhasil. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan sistematis, partisipasi dari mitra juga aktif dan sangat antusias. Kegiatan pelatihan ini memberikan ilmu dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi mitra dalam hal perkembangbiakan ternak babi dan pemberian pakan ternak babi yang tepat. Kata Kunci: sampahorganik; pakan ternak; kelurahan sikumana. ABSTRACTThe increase in population is one of the factors for the increase in the amount of waste generation. Based on data for 2021, the total waste per day is 218 tons and 48% is household waste. Organic waste resulting from the disposal of residential areas consists of various kinds of vegetables and fruits. The waste management system created is limited to disposing or collecting waste far from settlements. Even though at that time the plastic material itself was still rare and the composition of waste was still dominated by (organic) food waste, the massive level of waste production and the high frequency meant that the waste did not have enough time to decompose naturally. Organic waste from households can be utilized and processed into animal feed including banana stems, kale, cabbage, green bean sprouts, corn leaves and corn husks. This service program is carried out from July to August 2023 in the Sikumana Village, the purpose of this PKM activity is processing organic waste into pig feed. Service activities are carried out in the form of counseling and training in the manufacture of animal feed with organic waste raw materials that exist around the community. The results of fermented animal feed are brownish in color and odorless, indicating that the fermentation was successful. Service activities run well and systematically,  participation of partners is also active and very enthusiastic. This training activity provides new knowledge and knowledge that is very useful for partners in terms of pig breeding and proper feeding of pigs. Keywords: organic waste; animal feed; sikumana village.
Pengaruh Panjang Serat Terhadap Sifat Bending Komposit Poliester Berpenguat Serat Agave Cantula Boimau, Kristomus
Jurnal Mesin Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v3i2.15335

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai bahan penguat dalam bidang rekayasa material komposit polimer semakin diminati oleh peneliti dan juga oleh praktisi dunia industri. Hal ini disebakan karena serat alam tidak mencemari lingkungan dan mudah didaur ulang, sedangkan limbah serat sintesis sebaliknya mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang serat agave cantula terhadap sifat bending komposite polyester. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat agave cantula, matrik poliester dan NaOH. Serat diperoleh dari batang daun agave cantula yang diserut menggunakan pisau. Sebelum serat digunakan sebagai penguat pada penelitian ini, terlebih dahulu serat diberi perlakuan perendaman dalam larutan alkali dengan konsentrasi larutan sebesar 2% selama 4 jam. Setelah perendaman, serat dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan NaOH dari serat. Panjang serat yang digunakan adalah 2cm, 4cm dan 6cm. Komposisi campuran serat dan matrik didasarkan pada aturan Rule of Mixture (RoM), dengan fraksi volume serat sebesar 30%. Komposit dicetak dengan metode hand ly up diikuti penekanan selama 24 jam, sedangkan specimen uji bending dibuat sesuai standar ASTM D790 dan diuji dengan alat uji UTM. Hasil pengujian bending menunjukan bahwa komposit yang diperkuat oleh serat yang diberi perlakuan alkali memiliki kekuatan bending yang lebih tinggi dibandingkan dengan komposit berpenguat serat tanpa perlakuan alkali. Komposit dengan panjang 6 cm memiliki nilai tegangan bending yang lebih tinggi dibandingkan dengan pajang 2 cm dan 4 cm.
Analisis dan Aplikasi Kincir Angin Plat Datar Tipe Trapesium sebagai Penggerak Pompa Torak pada Sistem Sirkulasi Air Laut di Tambak Garam Koehuan, Verdy Ariyanto; Neonufa, Suliha N. I.; Boimau, Kristomus
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.538 KB) | DOI: 10.35508/ljtmu.v2i2.501

Abstract

ABSTRAK Analisis dan aplikasi pompa torak dan kincir untuk sistem sirkulasi air laut di tambak garam dilakukan dengan kondisi desain kincir angin plat datar tipe trapezium adalah diameter rotor 2,25 m digunakan sebagai penggerak pompa torak sistem kerja tunggal yang panjang langkahnya 12 cm dan diameter silinder 2,5 inch dari bahan pipa PVC untuk sirkulasi air laut dalam tambak garam dengan debit pompa 0,5 liter/detik. Analisis pompa dan kincir angin untuk diketahui karakteristik torsi dari sistem yang telah dipasang. Dalam penelitian ini, prosedur untuk menghitung parameter desain kincir angin dan pompa didasarkan pada optimasi torsi yang disediakan kincir angin dan torsi yang dibutuhkan pompa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan torsi awal yang dibutuhkan kincir untuk menggerakan pompa adalah 21,4 Nm, lebih kecil dari yang dihasilkan kincir yakni 30,1 Nm yang artinya pompa sudah berkerja pada rasio kecepatan ujung blade 0,7 dan kecepatan angin 2,7 m/s. Pada sistem sirkulasi air garam di tambak garam ini telah terpasang empat buah unit kincir dan pompa, masing-masing dua unit pada sisi pemasok air dan dua unit pada sisi sirkulasi. Jadi dengan kapasitas aliran 2 x 0,5 liter per detik atau 60 liter per menit pada meja ulir, akan mengurangi biaya yang dikeluarkan para petani untuk membeli bahan bakar untuk menggerakan pompa diesel yang biasanya mereka gunakan dalam operasional tambak garam.
Analisa Potensi Gelombang Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan Menggunakan Perangkat Oscillating Water Column (OWC) Di Wilayah Perairan Laut Timor Jasron, Jahirwan Ut; Mangesa, Daud P.; Boimau, Kristomus; Tarigan, Ben V.; Maliwemu, Erich U.K.; Salombe, Mexin
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 9 No 01 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v9i01.7269

Abstract

An in-depth study is needed on the use of alternative energy to overcome human energy needs. This study aims to analyze the potential of ocean wave energy that can be converted by the "Oscillating Water Column" device on the Kolbano coast as a renewable energy source. Kolbano Beach is located in Kolbano Village, Kolbano District, and TTS Regency (South Central Timor) East Nusa Tenggara Province with an area of​approximately 17 sq km stretch of Kolbano beach area facing the Indian Ocean so that the consistency of the wave height produced is quite large. The wave height is large enough to be used as an alternative power plant. This research was conducted in Kolbano coastal waters, data on wave height and wind speed from BMKG (Metrology, Climatology, and Geophysics Agency) Kupang City in 2019 – 2021m with wave heights ranging from 0.31 to 2.3 m and wind speeds ranging from 1 .05 to 8.48 Watts.
Analisis Kegagalan pada daerah Sekitar Lubang Sambungan Baut pada Komposit Widuri akibat Pembebanan Tarik Pell, Yeremias M; Nahak, Wiiliam P.; Boimau, Kristomus
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 10 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v10i02.14283

Abstract

Serat widuri termasuk salah satu serat alam yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai penguat pada komposit polimer. Pada penelitian kali ini, serat widuri kembali dijadikan penguat pada komposit polimer yang disambung dengan sambungan baut. Tujuan penelitian adalah untuk mengamati dan menganalisis kegagalan pada daerah sekitar lubang sambungan akibat pembebanan tarik yang diberikan pada spesimen. Adapun proses pembuatan komposit dilakukan dengan cara cetak tekan dan selanjurnya specimen dibentuk menurut standar ASTM Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa adanya lubang dapat meningkatkan konsentrasi tegangan yang menyebabkan degradasi kekuatan dan memicu kerusakan selama pengujian. Kerusakan seperti ini biasanya diawali dengan timbulnya retak awal karena matriks retak di sekitar lubang dan menjalar sepanjang luasannya. Dari foto makro kegagalan komposit dapat dilihat bahwa ada 2 jenis kegagalan yang terjadi yaitu net-tension atau tension failure dan juga tear out.
Pengaruh Variasi Ketinggian Reservoir Terhadap Daya Turbin Air Impuls Dengan Sudu Bolak-Balik Boimau, Kristomus; Nurhayati, Nurhayati; Selan, Rima N.
Jurnal Mesin Nusantara Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v3i1.14577

Abstract

Air adalah salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dimanfaatkan energinya, sehingga dari semula hanya memiliki energi potensial dapat diubah menjadi energi kinetik, dimana energi kinetik tersebut dapat dimanfaatkan menjadi energi mekanis pada sistem kerja turbin, dan kondisi debit air sangat mempengaruhi daya turbin, oleh karena itu penelitian ini memvariasikan ketinggian reservoir untuk merubah besar debit air dan mengamati pengaruhnya terhadap daya turbin air impuls dengan sudu bolak-balik. Reservoir yang digunakan dalam penelitian ini memiliki volume 0,2 m3, dan diameter saluran keluarnya adalah 0,055 m, sedangkan turbin airnya memiliki diameter 0,18 m dengan jenis impuls yang sudunya bolak-balik. Pada ketinggian reservoir 0 m, debit airnya adalah 0,008m3/s dan menghasilkan daya sebesar 37,040 W, sedangkan saat ketinggian reservoir dinaikkan pada 0,40 m daya yang dihasilkan turbin juga semakin meningkat menjadi 92,236 W. Ketika tinggi reservoir dinaikkan hingga 0,89 m, daya turbin adalah 192,987 W, kondisi ini menunjukkan bahwa tinggi reservoir berbanding lurus dengan daya turbin, sehingga jika reservoir semakin tinggi maka daya turbin juga semakin bertambah.
Efek Panjang Serat Terhadap Sifat Tarik Komposit Poliester Berpenguat Serat Buah Lontar Yang Diberi Perlakuan Alkali Boimau, Kristomus
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i1.17948

Abstract

This study aims to observe the impact of the fiber lengths and NaOH treatment on the tensile properties of composite materials made from borassus fiber and polyester matrix. This study used fibers from borassus fruit, Wax Mirror Glass, Polyester and Alkali (NaOH). The NaOH treatment was carried out by soaking the fiber in a 15% NaOH solution for 2 hours. The length of the fiber in this study were short fiber (<1cm) and long fiber (>8 cm). The composition of the number of fibers and matrix in this study was calculated based on the volume fraction of the fiber and the volume fraction of the matrix. The test spesimens were made according to the tensile test standard ASTM D-3039. The results showed that short fiber reinforced composites treated with 15% NaOH for 2 hours had the highest tensile stress value with an average value of 5.896 MPa, while the lowest was found in composites with long fiber reinforcement without alkali treatment with an average value of 1.625 MPa. The results of the macro photo describe the shape of fiber pull out in the composite with long fiber reinforcement without treatment, while the short fiber reinforced composite with alkali treatment has a brittle fracture without fiber pull out.
Pengaruh Perlakuan Alkali Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Poliester Berpenguat Serat Anyaman Batang Pisang Boimau, Kristomus; M. Pell, Jermias; S. Bale, Jefri; Woru, Paulus
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 3 No. 1 (2019): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-III Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v3i1.524

Abstract

Penggunaan dan pemanfaatan komposit terus berkembang dan semakin diminati oleh industry kecil maupun industri besar. Pengembangan material komposit berbasis serat alam telah diteliti dan dikembangkan sebagai salah satu alternative pengganti komposit berpenguat serat sintesis yang mana limbahnya mencemari lingkungan. Pisang merupakan salah satu tanaman yang kaya akan kandungan serat namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai penguat material komposit polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan alkali 5% pada serat batang pisang terhadap kekuatan tarik komposit polyester dengan penguatan serat anyaman. Specimen uji tarik dibuat sesuai standar ASTM 0638-2 dengan fraksi volume serat sebesar 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik meningkat seiiring dengan meningkatnya fraksi volume serat. Tegangan tarik terbesar diperoleh pada fraksi volume 20% dengan nilai 24,6 MPa dan regangannya sebesar 0,006 serta modulus elastisitas sebesar 2,67 GPa. Sedangkan nilai terendah diperoleh pada fraksi volume 10% dengan nilai 10,28 MPa dan regangannya sebesar 0,008 serta modulus elastisitas sebesar 1,3 GPa