Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HARGA DIRI SEBAGAI MODERATOR PADA HUBUNGAN KESEPIAN DAN ADIKSI INTERNET PADA REMAJA Bonar Hutapea
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk memberi penjelasan terhadap adiksi internet padaremaja. Umumnya penelitian terkait berfokus pada anteseden maupun konsekuensi dariperilaku adiktif tersebut, namun masih jarang dilakukan kajian untuk menguji faktor yangmemoderasi hubungan adiksi internet dengan variabel independen. Tujuan penelitian iniadalah untuk menguji efek harga diri sebagai moderator dalam hubungan kesepian denganadiksi internet pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang menjadipelanggan pada sejumlah warung internet di Jakarta Pusat berjumlah 121 orang dengansampling aksidental. Guna mengukur ketiga variabel dalam penelitian ini digunakan skalamodel likert yang terdiri dari skala kecanduan internet, skala kesepian, dan skala harga diriyang valid dan reliabel. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secarastatistik tidak ditemukan bahwa harga diri adalah variabel moderator dalam hubungankesepian dengan adiksi internet. Namun, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabelkesepian terhadap adiksi internet. Selain itu, harga diri memiliki kontribusi yang unikterhadap adiksi internet.AbstractMany researches have been conducted in evaluating internet addiction on adolescents.Generally previous researches focus on internet addiction antecedents or the impact of theaddiction. So far it can be noted that very few attention given to identify moderating variablein creating internet addiction. Given the fruitfull of studies on the relationship betweeninternet addiction and relating variables, it is important to understand the moderating factor,especially in term of causal relation. The aim of the the study was to investigate themoderating impact of self-esteem on the relationship between loneliness and internetaddiction among adolescents. The sample of the study consisted of 121 adolescents selectedfrom several internet cafes in Central Jakarta. Three valid and reliable questionnaires titledInternet Addiction Scale, Loneliness Scale, and Self-esteem Scale were used for this study. Theresults revealed that self-esteem did not significantly moderate the relationship betweenloneliness and internet addiction among respondents. However, self-esteem exhibited asignificant unique relationship with internet addiction.
STRATEGI KOPING PENCARI NAFKAH BERPENDAPATAN RENDAH AKIBAT KRISIS MASA PANDEMI COVID-19 Hutapea, Bonar; Widyazali, Jose
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.28153.2023

Abstract

Selama pandemi Covid-19, sekitar 70 persen orang berpendapatan rendah mengalami penurunan penghasilan yang sangat besar termasuk yang tinggal di perkotaan dan memiliki tanggungan dengan pola konsumsi yang berubah yakni biaya pembayaran produk makanan, kesehatan dan komunikasi (internet, pulsa, paket data) yang meningkat tajam sedangkan beralih pekerjaan sangat sulit dilakukan karena keterbatasan pekerjaan disebabkan kelesuan dunia usaha. Penelitian deskriptif-korelasional ini dimaksudkan untuk mengungkap tegangan psikologis dan strategi koping pekerja berusia muda khususnya pencari nafkah berpendapatan rendah yang memiliki tanggungan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring via aplikasi Google berupa skala psikologis, pertanyaan-pertanyaan demografik dan satu pertanyaan terbuka. Dari hasil analisis data diketahui bahwa secara umum stres (perceived stress) pada partisipan tergolong tinggi, dengan preferensi koping task-focused coping merupakan yang tertinggi. Adapun respon dominan pada pertanyaan terbuka mengungkapkan setidaknya 6 cara mengatasi kesulitan keuangan selama masa krisis. Hasil penelitian ini dan keterbatasannya dibahas dalam kerangka implikasi praktis dan teoritis, khususnya dalam perspektif Teori Koping dalam konteks krisis finansial dalam situasi pandemik.
Spirituality Beyond Religiosity: Understanding Perceptions of Academic Cheating in Indonesia and Malaysia Jamaluddin, Samudera Fadlilla; Lufityanto, Galang; Purba, Fredrick Dermawan; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya; Andrianto, Sonny; Ardi, Rahkman; Siswadi, Ahmad Gimmy Prathama; Ridfah, Ahmad; Kristanto, Andreas Agung; Hutapea, Bonar; Suryani, Luh Ketut; Wisayanti, Suci; Achmad, Rendy Alfiannoor; Zwagery, Rika Vira; Fernandez, Elaine Frances; Ismail, Rozmi; Ishak, Mai Sumiyati; Zhi, Alfred Chan Huan; Hashim, Intan Hashimah Mohd; Khan, Aqeel; Yusoff, Ahmad Mustaqim; Jaladin, Rafidah Aga Mohd; Chobthamkit, Phatthanakit
Jurnal Psikologi Vol 51, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.99452

Abstract

Cumulating evidence suggests that high levels of spirituality can foster integrity. However, integrity violations remain prevalent, even among populations with strong religious beliefs. This study collected data from 2,800 students across 17 academic institutions in Indonesia and Malaysia to examine the relationship between their levels of spirituality and their perceptions of academic cheating. Although both countries have predominantly Muslim populations, they differ in how religious practices are implemented. The results revealed a significant correlation between spirituality and perceptions of cheating in both countries. However, one aspect of spirituality in Indonesia diverged from the broader concept, underscoring the complex and nuanced relationship between spirituality and religion. While these concepts often overlap, they also exhibit distinct differences. Such differences in spirituality and religiosity may help explain the paradox of integrity issues, including the prevalence of cheating within religious communities.
The Role of Emotional Invalidation and Social Support as a Predictor of Individual Psychological Well-Being in Adulthood Tricia, Estevania; Fransisca, Fransisca; Caroline Loe, Caroline; Hutapea, Bonar
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i4.16160

Abstract

Emerging adulthood is when individuals begin to explore and experience many changes in their lives. Social support can improve psychological well-being during this challenging developmental stage. However, research on the influence of emotional invalidation on psychological well-being is still minimal. This study aims to determine the role of emotional invalidation and social support on psychological well-being in early adulthood. This study involved 266 samples consisting of male and female Indonesian citizens aged 18-29 years and applied quantitative methods with purposive sampling techniques. The instruments used for data collection were the Psychological Well-Being Scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, and The Perceived Invalidation of Emotion Scale, which were then analyzed using multiple linear regression. The results showed that the role of emotional invalidation and social support on psychological well-being had a high influence with a significant value (p
Perbedaan Persepsi Kebahagiaan dan Kesadaran Diri pada Individu Jelang Dewasa Ditinjau dari Jenis Kelamin Byosvelma Michelle Blessya Tucunan; Raynata Danielle Mulya; Yohana Intan Simbolon; Victoria Elizabeth Zefanya Runtu; Bonar Hutapea
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18030

Abstract

Emerging adulthood, is a pivotal phase where genders, women and men influences experiences in profound ways. It is a period of brain maturation, learning about intimacy and mutual support, intensification of pre-existing friendships, family-oriented socialization, and the quality of life. Happiness and self-awareness are important goals on this journey, because these two factors contribute greatly to a person's quality of life. However, there are differences in thinking regarding perceptions between the two variables in individuals approaching adulthood. In this research, we want to review the existence of differences in perceptions between happiness and self-awareness through gender using non-experimental quantitative methods and probability sampling. Data were collected through distributing questionnaires to men and women aged 18-21 years. We implement the Awareness Outcomes Measure and the Oxford Happiness Questionnaire which were analyzed using MANOVA. F value for genders factor (0.081) is not significant (p = 0.9242 > 0.05). So these results shows indicate a moderate positive relationship between perception of self-awareness and happiness in emerging adulthood.
CAREGIVING BAGI PENYANDANG SKIZOFRENIA DALAM KELUARGA: EFIKASI DIRI SEBAGAI PREDIKTOR CAREGIVER BURDEN Hutapea, Bonar; Pitriani, Pipit
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.19352.2024

Abstract

Caregiving anggota keluarga yang menyandang Skizofrenia memiliki banyak tantangan yang menimbulkan beban yang berat bagi caregiver. Efikasi diri diasumsikan sebagai elemen kunci dalam caregiving dan mereduksi masalah kesehatan mental. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptf-korelasional terhadap 89 family caregiver penyandang Skizofrenia sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menggunakan Zarit Burden Interview dan Revised Scale for Caregiving Self-Efficacy dalam Bahasa Indonesia dan kuesioner berisikan pertanyaan demografis. Hasil analisis data menggunakan IBM SPSS Statistic 26 menunjukkan efikasi diri sebagai prediktor dan dari tiga subskala efikasi diri, Controlling Upsetting Thoughts memiliki kontribusi unik dan efektif terhadap family caregiver burden. Hasil penelitian ini dan keterbatasannya dibahas dalam rangka implikasi teoritis dan praktis
Pendampingan Pengembangan Organisasi Berdasarkan Pendekatan Diagnosis Organisasi Model 7S Mckinsey Mangundjaya, Wustari Larasati; Hutapea, Bonar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Januari - Maret 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v3i1.797

Abstract

Setiap organisasi perlu berkembang, tetapi tidak semua mengetahui cara melakukan pengembangan organisasi sehingga perlu dilakukan proses pendampingan pengembangan organisasi. Dalam hal ini, model pendekatan diagnosis 7S McKinsey bertujuan untuk membantu organisasi memahami dan mengatasi tantangan internal dalam melakukan pengembangan organisasi dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur. Model 7S McKinsey mencakup tujuh elemen utama: Strategy, Structure, Systems, Style, Staff, Skills, dan Shared Values yang saling berhubungan dan memengaruhi keberhasilan organisasi. Melalui proses pendampingan dengan cara workshop, para profesional OD (pengembangan organisasi) yang berjumlah 15 orang, memeroleh kesempatan untuk mempraktekkan Model 7S McKinsey dengan klien nyata untuk mengidentifikasi kondisi organisasi maupun mencari intervensi pengembangan organisasi yang tepat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman manajemen mengenai kondisi organisasi serta faktor-faktor yang memengaruhi kinerja. Pendampingan dalam pengembangan organisasi diharapkan dapat menjadi alat yang berguna bagi organisasi dalam mencapai tujuan strategis dan meningkatkan kinerja secara menyeluruh.
Peran Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Psychological Well-Being Pada Mahasiswa di Universitas X Gunawan, Anjanette Amelia; Hutapea, Bonar; Tan, Edwin; Budiman, Melinda Lian; Chandra, Callista; Mooy, Miracle Sweety
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa sebagai generasi digital kini banyak memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence dalam kegiatan akademik seperti penulisan, pencarian literatur, hingga manajemen waktu belajar. Namun, peningkatan penggunaan artificial intelligence juga menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap psychological well-being mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan artificial intelligence terhadap psychological well-being pada mahasiswa Universitas X. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 61 mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang menggunakan teknologi berbasis artificial intelligence. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu adaptasi dari General Attitude Towards Artificial Intelligence Scale (20 item, α = .923) dan adaptasi dari Psychological Well-Being Short Scale (18 item, α = .923). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan artificial intelligence dan psychological well-being (r = 0.521, p < 0.001), dengan kontribusi sebesar 27.2% terhadap psychological well-being mahasiswa (R² = 0.272). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penggunaan artificial intelligence yang adaptif dan konstruktif, semakin tinggi pula tingkat psychological well-being mahasiswa. Dengan demikian, artificial intelligence tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu akademik, tetapi juga dapat mendukung psychological well-being mahasiswa di era pembelajaran digital.
Co-Authors Achmad, Rendy Alfiannoor Ahmad Gimmy Prathama Siswadi Alifah Tsabita Andreas Agung Kristanto, Andreas Agung Angeline Chandra Angelita Rusli Audrey, Cresentia Budiman, Melinda Lian Byosvelma Michelle Blessya Tucunan Caroline Loe, Caroline Cecilia Angelina Chandra, Callista Cherika Cherika Cherika Cherika Chobthamkit, Phatthanakit Christianto, Rafael Grady Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Cokorda Bagus Jaya Dewi, Francisca Iriani Roesmala Dewina Ayundita Eveline Eveline F, Rahmadita Anisa Febisahfitri, Rieanda Fernandez, Elaine Frances Fransisca Fransisca Fredrick Dermawan Purba Gunawan, Anjanette Amelia H, Erdi Husnul Hashim, Intan Hashimah Mohd Hazel Aprilia Hutabarat Husna, Nursadhrina Irina Pendjol Ishak, Mai Sumiyati Jaladin, Rafidah Aga Mohd Jamaluddin, Samudera Fadlilla Jessie Vania Juceplin Halim Kevin Djasa Kevin, Laurentius Khan, Aqeel Litha Sari Arfina Pane Lufityanto, Galang Luh Ketut Suryani Mangundjaya, Wustari Larasati Mirabella Mirabella Mooy, Miracle Sweety Nathania, Felicia Novy Gosan Octavianti, Regina P. Tommy Y. S. Suyasa Pitriani, Pipit R. Ghasa Marjani Raden Roro Nadya Dwi Haryani Rahkman Ardi Raynata Danielle Mulya Regina Natashya Regina Natashya Ricka Noviana Ricka Noviana Ridfah, Ahmad Rozmi Ismail Sartika Zumria Selvia, Amira Sonny Andrianto Sri Tiatri Sunu Prasetyo Susanthy Soedaryo Susanthy Soedaryo Syifa Fauzia Tan, Edwin Tasya Qurrata Ayun Tasya Qurrata Ayun Tricia, Estevania Vallerie Meijer Victoria Elizabeth Zefanya Runtu Vivi Derianti Widyazali, Jose Wisayanti, Suci Wustari L. Mangundjaya Wustari Mangundjaya Yohana Intan Simbolon Yusoff, Ahmad Mustaqim Zhi, Alfred Chan Huan Zwagery, Rika Vira