Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Gambaran Tingkat Depresi pada Mahasiswa di Masa Pandemi: Narrative Review Kurniawan Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa; Sukma Senjaya; Sephia Rahmawati; Salsa Aisyah; Nilam Andriani; Hesti Heryani; Sulis Nur Apni; Bill Ilham Mahardika Jati; Yola Sintia; Sarah Nurhafifah
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi ditandai dengan perasaan sedih dan cemas dan sangat lazim terjadi di kalangan mahasiswa. Di masa pandemi COVID-19, mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring merasa bosan berada dirumah, tidak memahami materi perkuliahan secara optimal, dan merasa bingung dengan metode pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat depresi pada mahasiswa di masa pandemi. Penyusunan literature review dilakukan dengan pencarian artikel dengan topik Gambaran Tingkat Depresi pada Mahasiswa di Masa Pandemi pada database PubMed, EBSCO Cinahl, Sciencedirect dan Google Scholar. Kata kuncinya meliputi College Student, COVID-19, Depression, Depression levels. Kriteria inklusinya artikel tahun 2019-2021, berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full-text, original articles, dan artikel yang membahas tingkat depresi pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan banyak hal yang menimbulkan depresi pada mahasiswa, akan tetapi secara umum pandemi COVID-19 dan akibat yang terjadi karena pandemi COVID-19 seperti perkuliahan daring menjadi sistem pembelajaran baru yang rentan menimbulkan depresi pada mahasiswa. Kesimpulannya berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingginya kejadian depresi dan gangguan kecemasan pada mahasiswa selama masa pandemi COVID-19.
PENYULUHAN TENTANG MANAJEMEN STRES DI DESA CIBEUSI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Iceu Amira Dira Atmadja; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2465

Abstract

Manusia dikategorikan sehat jiwanya apabila yang bersangkutan merasa sehat, bahagia, bisa menerima diri sendiri seperti apa adanya, bisa menerima orang lain dan situasi kondisi di sekitarnya apa adanya dan juga bersikap optimis, serta senantiasa berupaya untuk hari esok yang lebih baik.Dalam menghadapi keadaan yang dinamis, dalam kehidupan itulah muncul mekanisme defens atau menyikapi suatu kejadian dari tiap manusia. Ada manusia yang memilih menggunakan mekanisme defens positif. Namun ada juga yang menyikapi masalah dengan cara yang negatif. Hal tersebut sangat berbeda antara satu dengan individu lainnya. Sebab, tiap manusia punya karakter dan memiliki berbagai mekanisme defens dan akan membentuk pola yang bersangkutan dalam menghadapi stres yang dialami. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat  tentang  cara mengatasi stres.Metode pelaksanaan PPM ini yaitu dengan Tindakan Preventif mengadakan penyuluhan diawali  menyusun media informasi  leaflet mengenai pengertian stres, tanda dan gejala, dampak stres dan cara mengatasinya, selanjutnya, melakukan penyuluhan kepada warga.  Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang  cara mengatasi stres.Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa  terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang manajemen stres di Desa Cibeusi Kecamatan JatinangorKabupaten Sumedang Kata kunci : masyarakat, manajemen, StresAbstract Humans are categorized as healthy if their souls feel healthy, happy, able to accept themselves as they are, can accept other people and the conditions around them as they are and also be optimistic, and always strive for a better tomorrow.In against of dynamic conditions, in the life, it emerges defens mechanism or responds an event from each human being. There are humans who choose to use positive defense mechanisms. But there are also those who respond with problems in a negative way. Of course, it is very different from one individual to another. Because, every human being has a character and has a variety of defense mechanisms and will form the relevant patterns in responding with stress experienced. The purpose of carrying out community service activities is to increase community knowledge about how to respond the stress.The method of implementing Community Service is preventive action to conduct counseling begins by preparing a media information leaflet about the understanding of stress, signs and symptoms of stress, the impact of stress and how to overcome them, then, conducting counseling to residents. The results achieved in this service are increasing public knowledge about how to respond the stress.The conclusion is Community Service activity has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation of the activity it is known that there is an increase in family knowledge about stress management in Cibeusi Village, Jatinangor District, Sumedang Regency Keywords: community, management, stress
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DI SMA X GARUT Nunu Nugraha; Efri Widianti; Sukma Senjaya
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3733.352 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v6i1.155

Abstract

Tercapainya kematangan seksual pada remaja akhir memunculkan dorongan seksual yang memicu remaja untuk memenuhi kebutuhan seksualnya bahkan melakukan hal yang tidak pantas untuk dilakukan. Apabila tidak tercapai akan terjadi kebingungan peran pada masa remaja yang akan menyebabkan remaja mengembangkan perilaku menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang mungkin terjadi adalah perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Penelitian ini deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini siswa-siswi kelas XI-XII di SMA X Garut. Sampel pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling sebanyak 266 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen yang terdiri dari 26 item pertanyaan. Data dianalisis dengan analisa deskriptif dan disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang lesbian, gay, biseksual dan transgender adalah sebagian besar responden pengetahuan baik sejumlah 221 responden (83,1%). Simpulan penelitian ini bahwa sebagian besar responden dalam kategori pengetahuan yang baik.
Cognitive Behavior Therapy (CBT) pada anak yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): Sebuah tinjauan literatur Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 5 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i5.7506

Abstract

Background: Attention Deficit-Hyperactivity Disorder (ADHD) is a psychiatric condition that has long been known to affect children's ability to function. Children with ADHD show incompetence not only in attention and focus therapy but also in decision-making and emotional regulation. It is therefore important to diagnose and treat the disorder at a young age so that the symptoms do not continue into adulthood.Purpose: To determine the benefits of cognitive behavioral therapy in children with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Method uses study literature review with a PICO search strategy on three databases, namely Pubmed, Sage Journals, and EBSCO CINAHL. Results: Obtained articles from European countries, Israel, Franch and Korea according to the research inclusion criteria. From the results of the analysis, it was found that the CBT interventions that can be given to children with ADHD are Cognitive Executive Function (EF) and Cognitive-Functional Intervention.Conclusion: The results of the study found that CBT can improve executive function which leads to increased independent learning performance in children with ADHD.Keyword: Cognitive Behavior Therapy (CBT); Children; Hyperactivity Disorder (ADHD)Pendahuluan: Attention Deficit-Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi kejiwaan yang telah lama diketahui mempengaruhi kemampuan fungsi anak. Anak dengan ADHD menunjukkan ketidak mampuan tidak hanya dalam perhatian dan fokus tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan pengaturan emosi. Maka dari itu penting untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan pada usia muda sehingga gejalanya tidak berlanjut hingga dewasa.Tujuan: Untuk mengetahui manfaat cognitive behavioral therapy pada anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).Metode: Menggunakan studi literatur review dengan strategi pencarian PICO pada tiga database yaitu Pubmed, Sage Journals, dan EBSCO CINAHL. Hasil : Didapatkan artikel yang berasal dari negara Eropa, Israel, Prancis dan Korea sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Dari hasil analisis didapatkan bahwa intervensi CBT yang dapat diberikan pada anak dengan ADHD adalah Cognitive Executive Function (EF) dan Cognitive-Functional Intervention.Simpulan: Ditemukan bahwa CBT dapat meningkatkan fungsi           eksekutif yang mengarah pada peningkatan kinerja belajar mandiri pada anak dengan ADHD.
Gangguan makan dan perilaku bunuh diri pada remaja: Sebuah tinjauan literatur Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8127

Abstract

Background: Eating disorders are one of the psychiatric disorders with the highest mortality rates that cause serious psychological and medical consequences. Eating disorders are closely related to weight problems that affect the increase in suicidal ideation.Purpose: To determine the relationship between eating disorders and suicidal behavior in adolescents.Method: A scoping review by searching for articles using the Pubmed, ScienceDirect, and Wiley databases. The keywords used in searching the article were adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Results: Sorting obtained six articles according to the inclusion and exclusion criteria that explained the causes of eating disorders, namely alcohol abuse, gender, mental illness, and closely related to suicidal ideation.Conclusion: Eating disorders and suicidal behavior are related to each other.Keywords: Eating disorders; Suicidal behavior; Adolescent.Pendahuluan: Gangguan makan merupakan salah satu gangguan kejiwaan dengan tingkat mortalitas tertinggi yang menimbulkan akibat psikologis dan medis serius. Gangguan makan erat kaitannya dengan permasalahan berat badan sehingga mempengaruhi peningkatan ide bunuh  diri.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan eating disorder dengan suicidal behaviour pada remaja.Metode: Scoping review dengan pencarian artikel menggunakan database Pubmed, ScienceDirect dan Wiley. Kata kunci yang digunakan dalam mencari artikel yaitu adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Hasil: Didapatkan enam artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang memaparkan penyebab gangguan makan yaitu penyalahgunaan alkohol, jenis kelamin, penyakit kejiwaan, serta erat kaitannya dengan ide bunuh diri.Simpulan: Eating disorder dengan suicidal behaviour saling berhubungan satu sama lain.
INTERVENSI NON FARMAKOLOGI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL: LITERATURE REVIEW Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Indra Maulana; Udin Rosidin; Taty Hernawaty
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4172

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan defisiensi dalam berpikir, persepsi, afek, dan perilaku sosial. Keterampilan sosial yang buruk berkaitan erat dengan kekambuhan penyakit dan kembalinya pasien ke rumah sakit. Sehingga diperlukan terapi komprehensif untuk meningkatkan kemampuan interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi intervensi dalam meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi social. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur review dengan pencarian literatur menggunakan database PubMed, EBSCOhost-CINAHL, dan Google Scholar. Kriteria pencantuman artikel yang diambil meliputi artikel penelitian 10 tahun terakhir (2012-2022), berbahasa Inggris dan Indonesia, full text, Randomized Controlled Trial (RCT) atau Quasi eksperimen dan berupa intervensi meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Penelitian bukan pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial dan hasil yang tidak signifikan dieksklusi. Artikel yang layak dianalisis dan disampaikan dalam bentuk narasi. Dari 6 artikel yang dianalisis, ditemukan 6 intervensi yaitu, terapi okupasi, terapi kognitif, terapi aktivitas kelompok sosialisasi, terapi berteman dengan relawan, social skill training. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan interaksi sosial pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan isolasi sosial.
Peranan Keluarga dan Masyarakat pada Odgj (Orang dengan Gangguan Jiwa) Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8313

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa yaitu keadaan sejahtera, dimana individu yang memiliki kemampuan untuk menyadari potensi yang dimiliki dalam dirinya, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang terjadi kepada individu, dapat bekerja secara produktif serta dapat berkontribusi dalam komunitasnya. Permasalahan – permasalahan kesehatan jiwa  yang sering terjadi salah satunya adalah kemampuan keluarga dalam kelolaan orang dengan gangguan jiwa(ODGJ), stigma yang ada ditengah masyarakat, seperti penggunaan istilah lokal terhadap ODGJ ternyata mempengaruhi ketidaknyamannya. Sikap penolakan masyarakat terhadap ODGJ juga berdampak pada penurunan harga diri dan mengoyak martabatnya. Tujuan penyuluhan  kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang  pentingnya peranan keluarga dan masyarakat  pada  ODGJ. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan  dengan tatap muka. Hasil  kegiatan ini adalah  adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yaitu sebesar 46,7 point. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang peranan keluarga dalam perawatan ODGJ. Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ. Kegiatan ini dapat dijadikan program tetap yang dilaksanakan secara periodik sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ di rumah.   Kata Kunci: Keluarga, Masyarakat,Orang dengan Gangguan Jiwa,Peranan  ABSTRACT Mental health is a state of well-being, where individuals have the ability to realize their potential, can cope with the pressures of life that occur to individuals, can work productively and can contribute to their community. One of the mental health problems that often occurs is the ability of families to manage people with mental disorders (ODGJ). The stigma that exists in society, such as the use of local terms for ODGJ, actually affects their discomfort. The attitude of society's rejection of ODGJ also has an impact on reducing self-esteem and destroying their dignity. The purpose of this health education is to increase family knowledge about the importance of the role of the family and community in ODGJ. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity is an increase in the average value of knowledge that is equal to 46.7 points. The conclusion is that there is an increase in family and community knowledge about the role of the family in the care of ODGJ. So it is hoped that there will be an increase in the ability of the community to treat ODGJ. This activity can be used as a permanent program that is carried out periodically as an effort to increase the independence of families and communities in carrying out ODGJ care at home. Keywords: Family, Society, People with Mental Disorders, Role
Penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa Remaja di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Kelurahan Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9479

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika seseorang tersebut merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup serta dapat menerima orang lain sebagaimana seharusnya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.Kesehatan jiwa sangat penting untuk menunjang produktivitas dan kualitas kesehatan fisik. Gangguan mental atau kejiwaan bisa dialami oleh siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa pondok pesantren tentang kesehatan  tentang kesehatan jiwa. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan  untuk mencegah terjadinya gangguan mental di Kelurahan Lebakjaya  Kecamatan Karangpawitan .  Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan Kesehatan mental yang dilakukan pada usia remaja. Sebelum pelaksanaan penyuluhan diberikan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa, setelah itu pemberian materi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pemberian post test untuk menilai keberhasilan dari penyuluhan ini. Dalam pengabdian ini hasil yang dicapai ada perubahan pengetahuan tentang Kesehatan jiwa dibuktikan dengan hasil pre dan post tests ada peningkatan. Kata Kunci: Jiwa,  Kesehatan, Penyuluhan, remaja  ABSTRACT Mental health according to WHO (World Health Organization) is when a person feels healthy and happy, is able to face life's challenges and can accept others as they should and has a positive attitude towards themselves and others.Mental health is very important to support the productivity and quality of physical health. Anyone can experience mental or psychiatric disorders, both young and old. The purpose of this activity is to find out the knowledge possessed by Islamic boarding school students about mental health. The implementation of this community service aims to prevent mental disorders in the Lebakjaya Village, Karangpawitan District. The method used in this activity is mental health counseling which is carried out at the age of adolescents,. Prior to the implementation of the counseling, a pre-test was given to find out how far the community's knowledge of mental health was, after that the material was given and questions and answers were given, and ended with the giving of a post-test to assess the success of this counseling. In this service, the results achieved are changes in knowledge about mental health, as evidenced by the results of the pre and post tests, there is an increase. Keywords: Soul, Health,  Counseling, teenager
Edukasi Kesehatan Jiwa di Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi Garut Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9489

Abstract

ABSTRAK Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Kesehatan jiwa dapat didefinisikan sebagai ranah yang mengurus suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan individu untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  meningkatkan  penegetahuan  masyarakat desa Padamukti memahami tentang  kesehatan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu  57 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat desa Padamukti tentang kesehatan jiwa, sehingga diharapkan , angka kesakitan jiwa baik yang psikososial maupun psikosa menurun, masyarakat menjadi sehat  jiwa. Kata Kunci:  Edukasi, Kesehatan Jiwa, Sehat Jiwa.  ABSTRACT Mental Health is a condition that allows for optimal physical, intellectual and emotional development of a person and that development goes hand in hand with the circumstances of other people. The meaning of mental health has harmonious characteristics and pays attention to all aspects of human life and in relation to other human beings. Mental health can be defined as a realm that manages a condition that allows physical, intellectual and emotional development to be more optimal. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, good mental health is a condition when the mind is in a peaceful and calm state, allowing individuals to enjoy everyday life and respect others around them. This activity aims to help increase the knowledge of the Padamukti village community about mental health. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity is an increase of 57 points. Conclusion There is an increase in the knowledge of the Padamukti village community about mental health, so it is hoped that the number of mental illnesses both psychosocial and psychosis will decrease, the community will become mentally healthy. Keywords: Education, Mental Health, Mental Health
Penyuluhan tentang Manfaat Pola Makan Gizi Seimbang bagi Kesehatan di RW 05 Desa Pasawahan Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Sukma Senjaya; Furkon Nurhakim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9812

Abstract

ABSTRAK Faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor ekonomi, kebiasaan, budaya, lingkungan, atau kesukaan terhadap jenis-jenis makanan tertentu, sehingga asupan gizi yang diserap kedalam tubuh berbeda-beda pula. Dalam hal ini, yang menjadi masalah adalah terdapatnya asupan gizi dengan pola makan yang tidak berprinsip pada pola makan gizi seimbang yang menimbulkan terjadinya kekurangan gizi. Kondisi ini banyak ditemukan di Indonesia, pada tahun 2021 tercatat 17,4 juta penduduknya mengalami kekurangan gizi sebagai akibat rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat.  Demikian juga di Provinsi Jawa Barat, tercatat pada tahun 2022 sekitar 15,1% dari 48,64 juta penduduk menderita gizi kurang. Dalam hal ini tentu berimbas pula pada salah satu kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Garut. Hal tersebut disebabkan karena menurut BPS Jawa Barat pada tahun 2022, 28,17 juta penduduknya tergolong miskin ekstrim. Mengingat hal tersebut Tim PPM melakukan pengabdian kepada salah satu daerah di Kabupaten Garut, yaitu RW 05 Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan makan gizi seimbang. Metoda yang digunakan adalah penyuluhan disertai tanya jawab antara penyuluh dengan peserta penyuluhan. Hasil yang didapat setelah dilakukan uji N-Gain skor bahwa dari 24 peserta, 17 peserta kategori tinggi 7 peserta kategori sedang. Sehingga N-gain rata-rata mendapat kategori tinggi. Maka kesimpulannya adalah adanya peningkatan pengetahuan besar-besaran masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan gizi seimbang dan tindakan penyuluhan dapat dikatakan efektif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Pola Makan, Gizi Seimbang  ABSTRACT Factors that influence it include economic factors, habits, culture, environment, or preferences for certain types of food, so that the intake of nutrients absorbed into the body is also different. In this case, the problem is the presence of nutritional intake with a diet that does not have the principle of a balanced nutritional diet which causes malnutrition. This condition is commonly found in Indonesia, in 2021 it was recorded that 17.4 million people were malnourished as a result of the low economic capacity of the community. Likewise in West Java Province, it is recorded that in 2022 around 15.1% of the 48.64 million population suffer from malnutrition. In this case, of course, it will also affect one of the districts in West Java, namely Garut Regency. This is because according to BPS West Java in 2022, 28.17 million people are classified as extreme poor. Given this, the PPM Team conducted a community service in one of the areas in Garut Regency, namely 5th hamlet Pasawahan Village, North Tarogong District. The purpose of this service was to increase the knowledge of the people of 5th hamlet Pasawahan Village about a balanced nutritional diet. The method used is counseling accompanied by questions and answers between extension agents and extension participants. The results obtained after the N-Gain test was carried out showed that out of 24 participants, 17 participants were in the high category, 7 participants were in the medium category. So that the average N-gain gets a high category. So the conclusion is that there is a massive increase in knowledge of the people of RW 05 Pasawahan Village about a balanced nutritional diet and counseling actions can be said to be effective. Keyword: Knowledge Level, Dietary Habit, Balanced Nutrition