Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak Usia Dini - Pos PAUD Terpadu Melati Kelurahan Medokan Ayu - Rungkut Surabaya Sukriyah Kustanti Moerad; Endang Susilowati; Eka Dian Savitri; Ni Gusti Made Rai; Windiani; Ni Wayan Suarmini; Hermanto; Choirul Mahfud; Tri Widyastuti
Sewagati Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.813 KB)

Abstract

Abdimas ini dilakukan dalam bentuk pendampingan dalam rangka mempraktikkan PHBS anak usia Dini di lingkungan Sekolah Pos PAUD Terpadu Terpadu Melati menunjukkan bahwa program PHBS yang diwajibkan oleh Pemerintah sudah diterapkan di Pos-PAUD Terpadu Melati ini. Aktivitas yang dilaksanakan oleh siswa usia Dini Pos-PAUD terpadu Melati di antaranya, pengenalan makanan sehat gizi seimbang; tentang cuci tangan dengan memakai sabun setelah bermain atau memegang benda-benda kotor; memegang binatang serta akan makan; pengenalan pengelolaan sampah, kebersihan rumah; pengenalan vektor penyakit yang disebabkan oleh serangga (lalat, kecoa, serta tikus). Ada pun pengenalan materi-materi tersebut dilaksanakan dengan metode cerita, bermain peran (role playing), disertai dengan gambar-gambar menarik. Hal ini ditunjukkan dengan 7 anak (18%) yang berani bercerita tentang pengalaman yang pernah dilakukan tentang membersihkan lingkungan rumahnya. Ada sejumlah 5 anak (14%) yang berani bercerita tentang membuang sampah di tempat pembuangan sampah, dan pembasmian vektor serangga. Ada sejumlah 10 anak (26%)a yang berani menyatakan menu makanan gizi seimbang yang harus dimakan serta ada Ada sejumlah 30 anak (78%) yang berani bermain olah raga sendiri tanpa meminta pertolongan orang tuanya.
Pelatihan Menulis dan Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Begadon - Bojonegoro Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Banu Prasetyo; Hermanto Hermanto; Aurelius Ratu; Ni Wayan Suarmini; Edy Subali; Mohammad Saifullah; Gita Widi Bhawika; Bilqis Amaliah
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.287 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.453

Abstract

Perpustakaan Lentera, yang berlokasi di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu perpustakaan desa terbaik di Jawa Timur. Perpustakaan ini pernah memenangkan kategori Perpustakaan Desa (Perpusdes) atas upaya desa yang secara aktif melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif mendirikan serta mengembangkannya. Perpustakaan ini sebelumnya berkembang dari perpustakaan SDN Begadon. Permasalahan terjadi setelah Perpustakaan Lentera mendapatkan hibah gedung baru dalam upaya keberlanjutan utilitas perpusdes sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat desa. Perpustakaan Lentera perlu berkembang menjadi menjadi sebuah perpustakaan terpadu, dimana masyarakat dapat memperoleh segala bentuk informasi dari tempat ini dan menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi dan kesejahteraan setelah memperoleh berbagai pengetahuan baru yang tersedia di perpustakaan desa tersebut. Oleh sebab itu, tim pengabdi bersama pengelola desa dan perpusdes bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah dengan beberapa metode yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa. Hasil yang telah dicapai antara lain peningkatan literasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan, peningkatan awareness perpusdes melalui publikasi media audio visual, serta pemberian rekomendasi kepada pemangku kepentingan perpusdes untuk menjamin keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Begadon.
Civil Society and the Role of Schools, Citizenship Education, Pancasila and Religious Studies in Building Unity in Diversity Choirul Mahfud; Ratna Rintaningrum; Niken Prasetyawati; Dyah S.Y Agustin; Ni Wayan Suarmini; Rahmawati Rahmawati; Rika Astari; Abdurrohman Kasdi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v10i1.1624

Abstract

Indonesia is a country that is united in diversity. It is reflected in the motto Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, and the 1945 Constitution. This research aims to determine the role of schools, civics education, Pancasila, and the views of religions and religious communities in Indonesia in realizing civil society. From the results of this study, it was found that the high level of diversity in Indonesia had occurred long ago and has continued until now and in the future. In this case, schools have a significant role in developing unity in diversity. Also, civic education, Pancasila, and religion have a role in unity in diversity in Indonesia.
Pelatihan Peningkatan Akidah Islam bagi Mualaf di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Moh Saifulloh; Hermanto; Siti Zahrok; Niken Prasetyawati; Enie Hendrajati; Ni Wayan Suarmini; Tony Hanoraga; Kartika Nuswantara; Adi Suryani; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.650

Abstract

Dusun Sekargadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar dikenal dengan sebutan kampung Mualaf karena sebagian besar masyarakatnya yang dahulu beragama non-Islam menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dengan status sebagai mualaf yang baru memeluk agama Islam, berarti akidah Islamnya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai tantangan dan ujian keimanan sehingga diperlukan upaya-upaya penguatan atau peningkatan akidah. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas), para Mualaf di Desa Balerejo ini diberi materi penguatan akidah Islam dengan tujuan untuk membentengi mereka dari rentannya pemurtadan atau pendangkalan akidah yang dilakukan oleh aktifis penganut agama yang mereka peluk sebelumnya di wilayah tersebut. Metode kegiatan Abmas yang dilakukan yakni ceramah dan dialog interaktif, workshop praktek ibadah, dan terakhir pemberian santunan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman Mualaf akan akidah Islam serta meningkatnya kemampuan para Mualaf untuk menunaikan ibadah dengan benar seperti berwudhu dan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak rentan untuk menjadi murtad (kembali ke ajaran agama sebelumnya), tidak melakukan perbuatan musyrik, dan mampu membentengi akidah Islam mereka supaya tidak mudah luntur dalam situasi dan kondisi apapun. Pada akhir kegiatan, Mualaf mendapat santunan berupa perlengkapan alat sholat, serta sembako untuk meringankan beban ekonomi kehidupan mereka. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan agar akidah para mualaf meningkat kualitasnya.
Women Education During Crisis: How Do Cosmetic and Health Industries Educate Women for Covid-19 Resilience and Provide Basis for Mitigation Education? Adi Suryani; Soedarso Soedarso; Sonny Harry Budiutomo Harmadi; Deti Rahmawati; Niken Prasetyawati; Ni Wayan Suarmini
International Journal of Research in Education Vol. 4 No. 2 (2024): Issued in July 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijre.v4i2.564

Abstract

COVID-19 virus has been putting many people's health in peril and causing social anxiety, insecurity, and mayhem. It has become a public enemy. Collaboration between all sectors and community involvement are required to control the spread and negative effects of COVID-19. The beauty industry has emerged as one of several crucial sectors in the fight against COVID-19 Because they can make hand sanitizers, cleansers, hand gel, and lotions in large quantities that can protect the community and encourage community to stay healthy. This research explores the roles played by some locally produced beauty products in Indonesia in empowering women and girls to protect themselves from COVID-19. The study uses qualitative research methods. It examines ten cosmetics companies and incorporates interpretative analysis and web content analysis. The study examines the data from the perspective of community education and humanities. According to the study, the beauty industries typically employ three major strategies to educate their female and young girl customers. The first educational strategy is promoting self-health protection to make wellness and health goods. The second approach involves teaching women new healthy routines, safe, healthy makeup practices, and strict mask wearing and health plan implementation. The third strategy involves taking part in social educational activities that support and promote social skills among women and girls, such as empathy, care, and support. The study shows that women education is not only the responsibility of educational institutions, but also the business or industries sectors.