Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SISWA SMK MELALUI TECHNOPRENEUR KAPSUL NANOKALSIUM DARI CANGKANG TELUR AYAM Sunardi, Sunardi; Mahayana, Argoto; Hafizah, Dila Auli; Sumardiyono, Sumardiyono; Prasasti, Anin; Alfiana, Ina; Iswandi, Iswandi; Putri, Hana Maylinda; Kuncahyo, Ilham; Sugiyarmasto, Sugiyarmasto; Hidayati, Nur; Soebiyanto, Soebiyanto; Gunawan, Lucia Sincu
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The partner in this Community Service Program is SMK TUNAS NUSANTARA, Industrial Chemistry Department in Jaten, Karanganyar. Students in this department do not yet have knowledge about waste-based technopreneur. One of the opportunities that can be taken is to produce nanocalcium herbs from chicken eggshells. Partners face several obstacles, namely: 1) Lack of knowledge of Industrial Chemistry SMK students about calcium; 2) Limited knowledge and skills in making nanocalcium herbal capsules; and 3) Lack of knowledge and skills related to food safety, packaging, and marketing. To overcome these problems, the Community Service program is carried out through: 1) Making herbal nanocalcium from eggshell; 2) Training on making nanocalcium herbal capsules; 3) Marketing management training. As a result, the partners succeeded in producing nanocalcium herbal capsules that are beneficial for bone health and now have the provision to become technopreneurs.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA ANEMIA PADA MAHASISWI Sutopo, Salsa Tri Aprilia Putri; Gunawan, Lucia Sincu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer pada bulan Februari-Maret 2024. Subjek penelitian dipilih dengan teknik Total sampling yaitu diambil seluruh populasi yang memenuhi syarat kriteria penelitian. Data berupa hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dan pengisian kuisioner. Hasil penelitian dianalisis dengan statistik berupa perhitungan data frekuensi dan presentase pada setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada umur 20 tahun (34,55%), sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,55%), status gizi normal (61,82%), pola makan kurang baik (89,09%), jarang konsumsi teh/kopi (63,36%), pola menstruasi normal (80%), tidak konsumsi suplementasi besi TTD (78,18%), tidak konsumsi obat cacing (74,55%), beraktivitas fisik ringan/sedang (87,27%) dan mempunyai personal hygiene yang baik (87,27%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 55 mahasiswi sebanyak 7 mahasiswi (12,73%) mengalami anemia yang ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah 12g/dL. Anemia pada mahasiswi sebagian besar dipengaruhi oleh faktor pola makan yang kurang baik , tidak mengkonsumsi  besi TTD, dan tidak mengkonsumsi obat cacing.
Hubungan Jumlah Retikulosit Dengan Derajat Anemia Pada Kehamilan: Sebuah Studi Observasional Khairunnisa, Salma Shabrina; Gunawan, Lucia Sincu; Puspita, Rumeyda Chitra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19944

Abstract

Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun janin. Pemeriksaan jumlah retikulosit memiliki penilaian objektif terhadap aktivitas eritropoietik pada anemia dan menggambarkan proses dinamis eritroid sumsum tulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan jumlah retikulosit dengan derajat anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen. Penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan design crossectional, yang dilakukan pada bulan Oktober 2023 – Juni 2024. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester 3, berusia 20-35 tahun, yang melakukan antenatal care (ANC) di Puskesmas Tangen, Sragen, didapatkan dengan total sampling sebanyak 31 orang. Data penelitian didapatkan melalui kuesioner yang berisi identitas dan kebiasaan responden, pemeriksaan kadar hemoglobin dengan kolorimetri non-Cyanide dan pemeriksaan jumlah retikulosit metode flow cytometry. Hasil penelitian dari 31 responden, menunjukkan 21 orang (67.7%) mengalami anemia ringan, 10 orang (32.3%) mengalami anemia sedang. Hasil rerata kadar hemoglobin yaitu 10,45±0,49 (9,3–10,9) dan rerata jumlah retikulosit yaitu 1,98±0,54 (1,12–3,01). Pada anemia ringan, terjadi peningkatan jumlah retikulosit sebanyak 14 orang (66.7%) dan hasil normal diperoleh sebanyak 7 orang (32.3%), sedangkan pada anemia sedang, semua responden mengalami peningkatan jumlah retikulosit (100%). Analisis statistik menggunakan Fisher Exact Test diperoleh nilai p=0,038 sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah retikulosit dengan derajat anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tangen Sragen.
Correlation Between Leukocyte Count and Erythrocyte Sedimentation Rate in Pulmonary Tuberculosis Patients at Suai Referral Hospital, Timor Leste Gunawan, Lucia Sincu; Livrança, Expedito José Oliveira; Ismawatie, Emma
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 6 No 2: Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v6i2.320

Abstract

Background: Human Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB causes serious health problems for about 10 million people each year and is one of the most common causes of death worldwide. The incidence of TB in Indonesia is 354 per 100,000 population, while in Timor-Leste the incidence has stagnated at 498 per 100,000 population. An active TB process may be indicated by an increase in leukocytes and LEDs, whereas an improvement is shown by a decrease in LEDs and normal lecocyte counts. Objectives: This study aimed to determine the correlation between leukocyte count and erythrocyte sedimentation rate (ESR) in pulmonary TB patients at Suai Referral Hospital, Timor-Leste. Materials and Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional approach, conducted from April to June 2023, using medical laboratory records. The study population consisted of pulmonary TB patients who underwent laboratory testing, with a total sampling of 50 patients. Data on leukocyte counts measured using an automated Hematology Analyzer and ESR determined by the Westergren method were tested for normality using the Shapiro-Wilk test, followed by Spearman’s rank correlation test.  Results: The mean leukocyte count was 11.15 ± 5.24 /mm³ and the mean ESR was 63.30 ± 35.71 mm/hour. The correlation test between leukocyte count and ESR showed r = 0.124 (p = 0.392), indicating no significant correlation. Conclusions: There is no significant correlation between leukocyte count and ESR in pulmonary TB patients at Suai Referral Hospital, Timor-Leste.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ES TEH MANIS DENGAN RISIKO ANEMIA PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS SETIA BUDI Stevanus Zulkarnaen Wijaya Wara; Lucia Sincu Gunawan; Kunti Dewi Saraswati
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.275

Abstract

Anemia remains a global health problem, particularly among women of reproductive age. Sweet iced tea, which is widely consumed by young women, contains tannins, sugar, and caffeine that can inhibit iron absorption. This study aimed to determine the relationship between sweet iced tea consumption and the risk of anemia among female students at Setia Budi University, Surakarta. This analytical observational study used a cross-sectional design with 68 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and blood tests (hemoglobin and erythrocyte indices). Data were analyzed using Fisher’s Exact test. The results showed no significant relationship between sweet iced tea consumption and the risk of anemia (p=0.480). Although tannins can inhibit iron absorption, moderate consumption frequency and the habit of drinking tea after meals may reduce this effect. Balanced nutrition education and healthy drinking habits are still needed to prevent anemia among young women.
Pemanfaatan Scrap Besi untuk Reduksi Krom Heksavalen Limbah Cair Industri Pelapisan Logam Sunardi, Sunardi; Mahayana, Argoto; Sumardiyono, Sumardiyono; Gunawan, Lucia Sincu; Hidayati, Nur; Soebiyanto, Soebiyanto; Dewantara, Mahardira; Afghohani, Afif
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6600

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian pemanfaatan limbah scrap besi sebagai agen pereduksi kromium heksavalen (Cr(VI)) dalam limbah cair industri pelapisan logam skala kecil. Lokasi kegiatan berada di industri pelapisan logam Gemilang Chrome, Jl. Raya Palur Km. 7,5 Solo, yang belum memiliki sistem pengolahan limbah cair berbahaya secara memadai. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan pemilik dan operator industri, pengambilan dan analisis sampel limbah, pelatihan teknologi tepat guna, serta implementasi langsung teknologi reduksi Cr(VI) menggunakan scrap besi dalam skala sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa scrap besi mampu mereduksi kadar Cr(VI) hingga 87,5% dalam kondisi optimum pH 3 dan waktu kontak 90 menit. Selain efisiensi teknis, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan limbah berbahaya secara mandiri dan murah. Temuan ini menunjukkan bahwa scrap besi tidak hanya berfungsi sebagai agen remediasi yang efektif, tetapi juga sebagai solusi aplikatif berbasis prinsip ekonomi sirkular yang relevan untuk diterapkan pada industri pelapisan logam berskala UMKM. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa hasil riset laboratorium dapat diadaptasikan dalam konteks pengabdian masyarakat yang nyata, berkelanjutan, dan berdaya guna.
INCOMPATIBLE DARAH DONOR TERHADAP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT BAYUKARTA KARAWANG Emma, Ismawatie; Dewi, Yulia Ratna; Gunawan, Lucia Sincu; Wahyuningsih, Sandra Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25705

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penurunan dari fungsi ginjal secara kronis yang memerlukan waktu lama. Hemodialisis (cuci darah) merupakan salah satu langkah untuk terapi pengganti ginjal yang dapat digunakan pada pasien penderita dengan penurunan fungsi ginjal baik yang akut maupun kronik. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi tindakan hemodialisa (HD) reguler ditransfusi dengan jenis darah transfusi PRC (Packed Red Cell). Namun saat pemeriksaan uji cocok serasi darah sering sekali terjadinya masalah crossmatching incompatible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya incompatible darah donor terhadap pasien penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif. Bahan yang digunakan yaitu data sekunder hasil crossmatching pada pasien penderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani Hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Analisis data secara deskriptif yaitu inkompatibilitas ditabulasi dengan berdasarkan hasil crossmatch yaitu persentase darah inkompatibel pada pasien penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa (HD). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji crossmatching sebanyak 75 pasien penderita gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis regular dan transfusi darah di rumah sakit terdapat inkompatibel 24 (31%) dengan persentase inkompatibilitas kategori IV sebanyak 20 (27%) dan inkompatibilitas kategori V sebanyak 4 (4%).
Factors Affecting The Incidence of Anemia in Pregnancy During The COVID-19 Pandemic Gunawan, Lucia Sincu; Rahmawati, Juvita Tri; Puspita, Rumeyda Chitra
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 18 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v18i1.1292

Abstract

Anemia during pregnancy carries the risk of premature birth, low birth weight, and fetus malformations and can impose additional costs on society and families. The prevalence of anemia would be the best indicator to monitor pregnant women’s health and prevent pregnancy complications. The COVID-19 pandemic has impacted pregnant women. The prevalence of anemia in pregnancy increased from 38.33% in 2019 to 49.21% in 2020.  In the COVID-19 pandemic situation with social activity restrictions, decreasing family income, and limited access to health services, suffering from COVID-19 are risk factors for increasing the incidence of anemia in pregnancy. This study aimed to determine factors affecting the incidence of anemia in pregnancy during the COVID-19 pandemic in Karangrejo District, Magetan Regency. This study was an observational analytic study with a cross-sectional study design. The sample was selected by purposive sampling with a sample size of 52 study subjects. Data were analyzed using logistic regression analysis with SPSS. Factors that increased the incidence of anemia in pregnancy during the COVID-19 pandemic were pregnancy interval (OR=17.67; CI 95%= 1.01 to 116.00; p=0.049),  gestational age (OR=11.39; CI 95% 1.12-116.00; p= 0,040), animal protein intake  (OR= 0.25; CI 95% 0.03 – 2.38; p= 0,044), iron supplementation (OR= 108.47; CI 95% 2.36 – 4978.68; p= 0,016), consumption of tea (OR=36,89; CI95% 1.57 to 868.41; p=0.025). Mothers’ education,  family income, parity, frequency of ANC visits, and COVID-19 morbidity do not significantly affect the incidence of anemia in pregnancy. There were effects of pregnancy interval, gestational age, animal protein intake, iron supplementation, and consumption of tea on the incidence of anemia in pregnancy during the COVID-19 in Karangrejo District, Magetan Regency.  Keywords: anemia;pregnancy;COVID-19
ANALISIS PERBEDAAN JUMLAH RETIKULOSIT SEBAGAI RESPONS TERHADAP SUPLEMENTASI ASAM FOLAT PADA WANITA USIA SUBUR Ana Ines Kisnaini; Lucia Sincu Gunawan; Rumeyda Chitra Puspita
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.276

Abstract

Wanita Usia Subur (WUS) rentan mengalami anemia dan kekurangan zat gizi termasuk asam folat. Vitamin B9 yang dikenal dengan asam folat berperan penting dalam proses hematopoiesis, terutama dalam pembentukan eritrosit. Kekurangan asam folat dapat berdampak pada aktivitas sumsum tulang dalam memproduksi sel darah merah, yang digambarkan dengan jumlah retikulosit dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah retikulosit pada wanita usia subur sebelum dan sesudah suplementasi asam folat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada 67 mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi yang dilakukan pada bulan Oktober 2024-Februari 2025. Responden yang berusia 18-25 tahun diberikan suplemen asam folat (Folavite®) 0,4 mg 2 tablet dalam sehari selama 14 hari. Pemeriksaan jumlah retikulosit dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode pewarnaan supravital Brilliant Cresyl Blue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah retikulosit meningkat signifikan setelah suplementasi asam folat (p<0,01), yaitu 0,73 ±0,22% pada hari ke-0 dan 1,20 ±0,25% pada hari ke-14 setelah terapi asam folat, yang menunjukkan peran penting asam folat dalam respon positif terhadap eritropoesis.