Claim Missing Document
Check
Articles

EMPOWERING THE SMART MOTHERS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGELOLA SAMPAH Annisa N. Fadhlillah; Meilanny Budiarti Santoso; Moch. Zainuddin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27120

Abstract

Rumah tangga merupakan pemasok sampah terbesar di TPA. Untuk mencegah krisis lingkungan yang berkepanjangan, salah satu upaya yang memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan penguatan pada ibu-ibu rumah tangga sebagai agen perubahan untuk melakukan pengolahan sampah rumah tangga dan penerapkan gaya hidup zero waste dalam rumah tangga. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi bahwa penanggulangan masalah sampah dapat dilakukan dengan melakukan hal kecil melalui ibu-ibu rumah tangga, sebagai komponen terkecil dalam masyarakat dan sebagai sumber timbulan sampah. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui intervensi praktik pekerjaan sosial komunitas. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok PKK RW 06 Kampung Bojongreungas, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kelompok PKK diambil sebagai representatif populasi ibu-ibu rumah tangga di RW 06 Kampung Bojongreungas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu rumah tangga harus mampu memiliki wawasan dalam memilah sampah dengan baik, mengelompokkan sampah sesuai jenisnya. Penerapan zero waste dalam gaya hidup rumah tangga pun sangat penting untuk dilakukan, selain memilah sampah juga melalui pembusukkan dan penggunaan barang-barang yang dapat digunakan berkali-kali tanpa batas waktu tertentu.
ASSERTVENESS TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI NARAPIDANA REMAJA Putri Saeza Ramadhini; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.837 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v6i2.21905

Abstract

AbstrakBerbagai perubahan yang dialami remajapada penampilan fisik akibat bekerjanya hormone dan perubahan dalam lingkungan sosialnya sangat mempengaruhi perkembangan remaja. Upaya remaja untuk dapat diterima dalam kelompok pertemanannya akan sangat berpengaruh terhadap perilaku remaja. Dalam situasi demikian, banyak remaja tidak dapat menghadapi berbagai perubahan tersebut dengan baik, sehingga mengakibatkan remaja harus berhadapan dengan kasus hokum kemudian membuat remaja menjadi narapidana dan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Dalam situasi demikian, remaja membutuhkan pendampingan untuk membantu mereka agar dapat tetap percaya diri dan dapat berkomunikasi dengan baik terutama di hadapan umum. Metode yang digunakan dalam melakukan kegiatan assertiveness training ini adalah dengan menggunakan metodologi pelatihan andragogi. Hasil yang diperoleh dengan dilakukannya assertiveness training dan proses pendampingan terhadap klien adalah bahwa klien telah mampu untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan dirinya, baik secara verbal maupun non verbal secara bebas, tanpa perasaan takut, cemas, dan khawatir. Klien juga mampu untuk berkomunikasi secara terbuka, langsung, jujur, terus terang sebagaimana mestinya. Kata kunci: assertiveness training, kepercayaan diri, narapidana, remaja
EDUKASI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN MENERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA KELOMPOK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN ASUH ANAK MUSLIM AR-RIDHO TASIKMALAYA Intania Ihsani; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.22987

Abstract

Tahun 2015 kondisi sanitasi di Indonesia masih dalam kondisi buruk. Masih banyak kegiatan yang mengakibatkan tercemarnya sanitasi, salah satunya yaitu BABs. Perilaku BAB di area terbuka seperti sungai telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Aktivitas tersebut mengakibatkan terkontaminasinya sumber air. Pada umumnya masyarakat menengah kebawah masih menganggap bahwa masalah hidup bersih dan sehat merupakan urusan pribadi yang tidak terlalu penting. Berdasarkan kondisi tersebut, edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari peningkatan kesadaran terhadap sanitasi lingkungan sangat diperlukan tidak hanya untuk kelompok usia dewasa, tapi juga kelompok usia prasekolah. Karena pada kisaran umur pada kelompok tersebut, manusia belajar melalui pengamatan terhadap lingkungan sekitar termasuk kegiatan yang dilakukan oleh orang tua dan gurunya. Maka dari itu peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangatlah penting dalam memberikan edukasi mengenai sanitasi lingkungan. Edukasi dapat disampaikan tidak hanya dalam bentuk formal, namun pemberian contoh dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci tangan sebelum beraktivitas dan menggunakan toilet dengan baik dan benar dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran sanitasi lingkungan. Dengan dimulainya kebiasaan yang dilakukan sejak dini, anak akan mulai terbiasa dan mempraktekkannya di kemudian hari. Diharapkan, kelompok usia prasekolah dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berfokus pada edukasi sanitasi lingkungan untuk kelompok usia prasekolah dengan menerapkan program Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).  In 2015 sanitation conditions in Indonesia are still in poor condition. There are still many activities that cause pollution to sanitation, one of which is Open Defecation. Defecation behavior in open areas such as rivers has become a habit that is often done by most people who live on the banks of the river. These activities resulted in contamination of water sources. In general, the middle class and below still consider that the problem of clean and healthy living is a personal matter that isn't too important. Based on these conditions, education about The pattern of clean and healthy life (PHBS) as part of increasing awareness of environmental sanitation is needed not only for the adult age group, but also the preschool age group. Because in the age range of the group, humans learn through observation of the surrounding environment, including activities carried out by parents and teachers. Therefore the role of parents at home and teachers at school is very important in providing education about environmental sanitation. Education can be delivered from giving examples in daily life such as washing hands before doing activities and using the toilet properly. With the start of the habit that is done early, the child will start to get used to it. It’s hoped that preschool age groups can be agents of change in implementing clean and healthy living in everyday life. This study uses a literature study method that focuses on environmental sanitation education for preschool age groups by implementing The pattern of clean and healthy life (PHBS) program.
PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DALAM MANAJEMEN LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Hetty Krisnani; Yustika Tri Dewi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.54 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20222

Abstract

Lembaga pelayanan sosial merupakan suatu wadah yang dibentuk dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelyanan sosial dan mengatasi masalah-masalah sosial yang ada. Salah satu faktor yang sangat menentukan bagi tercapainya tujuan dari suatu lembaga pelayanan sosial adalah aspek manajemen dari lembaga sosial, yaitu aspek perencanaan. Sebuah lembaga pelayanan sosial harus memiliki strategi-strategi yang berpedoman dalam tujuan lembaganya. Manajemen strategi adalah proses pengarahan usaha perencanaan stratgi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik, sehingga menjamin kesuksesan dalam jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan studi literatur manajemen pelayanan sosial. Berdasarakan studi litaratur yang telah dilakukan, lembaga belum sepenuhnya membuat rencana strategi dengan perumusan yang telah ditetapkan. Untuk itu, diharapkan lembaga pelayanan sosial lebih memperhatikan aspek-aspek manajemen terutama aspek perencanaan yang bersifat penting karena dapat membimbing langkah nyata lembaga untuk kedepannya.
FAKTOR PENDORONG IBU BEKERJA SEBAGAI K3L UNPAD Julian Rizky; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.795 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18367

Abstract

AbstrakSudah sepatutnya seorang ibu mengurusi berbagai hal yang berhubungan dengan urusan rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak tugas serta peran seorang ibu. Dewasa ini peran ibu bertambah intensitasnya sehingga peran dan tugas ibu menjadi semakin kompleks. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya ibu yang sekarang ikut terjun ke dalam dunia kerja. Ibu bekerja identik dengan asumsi bahwa keluarga mengalami kekurangan. Belum lagi banyak problematika yang timbul akibat ibu bekerja. namun tidak sedikit juga ibu bekerja sebagai bentuk pengaplikasian atas ilmunya. Selalu adanya keterlibatan dan keterhubungan setiap aspek kehidupan dalam fenomena ibu bekerja. Terkait hal tersebut terdapat berbagai faktor yang mendorong mengapa akhirnya ibu bekerja, mulai dari faktor internal sampai eksternal. Faktor ini menciptakan berbagai dilema dan akhirnya menentukan apa dampak yang akan tercipta ketika ibu bekerja. Artikel ini bertujuan untuk menentukan faktor apa saja yang mendorong ibu bekerja. Hal tersebut menjadi sebuah dasar terhadap dinamika apa saja yang tercipta akibat ibu bekerja dan apa pengaruhnya terhadap kehidupan ibu maupun keluarga. AbstractIt is a mothers job to do many things that are connected to the household. This is one of the many things a mother does. In this century the intensity in a mothers role and the duties of a mother makes her role more complex. This doesn’t change the fact that lots of mothers are also working. Mothers that work are identical with the assumption that a family has many flaws. There are also lots of problematics that show up when a mother works. But there are lots of mothers that work as an application for their knowledge. There is always an involvement and connections on every aspect in the phenomenal life of a working mother. On that note there are also lots of factors that make mothers work, starting from internal to external factors. These factors create lots of dilemmas and finally decided what side effects will be created when mothers work. This article is to decide on what factors that push mothers to work. Those things became the basr to whatever dinamic that will be created from a working mother and what is the side effects to the mother and the family.
BUNUH DIRI DAN DEPRESI DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah; Chenia Ilma Kirana
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.555 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.18617

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas tentang bagaimana bunuh diri bisa disebabkan oleh depresi. Meningkatnya jumlah bunuh diriterutama bagi usia lanjut menyababkan tingkat kematian di suatu negara juga semakin tinggi. Salah satu penyebab bunuh diri yang paling dominan adalah karena depresi. Biasanya, mereka yang bunuh diri akan melalui tiga tahap depresi, yaitu minor depression, moderate depression, major depression, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Depresi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti trauma masa kecil, kekerasan, kehilangan orang yang disayang, atau dalam artikel yang dibahas adalah mengenai seseorang yang depresi akibat tidak mendapat pekerjaan dalam jangka waktu yang lama.Pekerja sosial yang bekerja dengan pasien depresi adalah para pekerja sosial medis, yakni pekerja sosial yang bekerja dalam  bidang  kesehatan.  Pekerja  sosial  medis dalam hal ini  bisa  berperan  sebagai  motivator,  enabler,  dan  juga fasilitator. Pekerja sosial juga bisa membantu klien berdamai dengan masa lalu dan membuatnya memutuskan pilihan untuk masa depannya. ABSTRACTThis article contains about how suicide can caused by depression. The increasing number of suicide especially forelderly cause the increasing number of death in a country.  One of the causes the most of suicide is depression. Regularly, they who suicide have through a three step from depression; minor depression, moderate depression, major depression, and the last is when they decide to end their life with suicide. Depression can caused by many things like trauma, having a violence experience, lose someone they love, or in the case which discussed in this article is about someone who hasnt got any job for long time.A social work that fit into depression is a medical social work who are focused in medical field. A medical social work can be an enabler, fasilitator, motivator, and also can help client to embrace their past and make them decide what they want to their future.
Perilaku Anak Peserta Program Jatinangor Mengaji Silvia Dwi Astuti Mailani; Dede Rahmaida Nurlaeli; Elprida Ryanny Syalis; Bimby Gita Rama Putri; Hery Wibowo; Meilanny Budiarti Santoso; Hetty Krisnani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25668

Abstract

Jatinangor Mengaji merupakan suatu aktivitas proses belajar mengajar yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa DKM Fisip UNPAD kepada anak-anak yang berada di Masjid Assyukur Rahman, Jalan Sayang, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor. Dalam era teknologi atau revolusi industri 4.0, proses pemakaian sistem digital sudah nampak terjadi dan intensitasnya semakin meningkat, khususnya pada generasi muda. Kemudahan akses pada dunia gawai dan internet menjadi salah satu faktor perubahan perilaku belajar pada anak. Dalam proses belajar untuk menumbuhkembangkan sistem motivasi atau motif belajar pada anak di Jatinangor Mengaji dengan diberlakukannya penerapan perspektif behavioristik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teori behavioristik dalam meningkatkan motivasi belajar pada anak di Jatinangor Mengaji dalam era digitalisasi. Perilaku anak dalam kegiatan belajar mengaji ini yang menjadi titik fokus dalam tulisan ini. 
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Meilanny Budiarti Santoso; Hadiyanto A. Rachim; Dinda Azzahra Syauqina
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.746 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18371

Abstract

ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) di lingkungan Universitas Padjadjaran adalah salah satu kelompok kerja yang dibentuk dan ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing zona kerja. Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi atau pesan dan pemahaman dari seseorang kepada orang yang lainnya dan melalui komunikasi kelompok proses kerjasama diantara anggota kelompok dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam kelompok kerja K3L mendorong terjadinya kerjasama diantara sesama karyawan K3L, sehingga hal tersebut mendukung proses penyelesaian tugas pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam kelompok adalah karena adanya faktor personal yang dimaknai sebagai peran dari anggota kelompok dalam sebuah kelompok dan sangat besar pengaruhnya dalam ikut andil untuk memberi sebuah masukan dalam memecahkan sebuah masalah. ABSTRACTCooperation is one form of social interaction that occurs between two or more people, or what happens in a group. Beauty Cleanliness and Environmental Comfort (K3L) within the University of Padjadjaran are one of the working groups that are formed and placed in certain locations in accordance with the division of tasks in each work zone. Communication is the process of transferring information or messages and understanding from someone to others and through group communication the process of collaboration between group members can be realized. This study uses descriptive analytical methods with a qualitative approach. The results showed that the communication that occurred in the K3L working group encouraged collaboration among fellow K3L employees, so that it supported the process of completing the work assignments performed. Factors that influence the effectiveness of communication in groups are because of the personal factors that are interpreted as the role of group members in a group and the enormous influence in participating in giving an input in solving a problem.
PENGUATAN KARAKTER PADA REMAJA BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) Mutiara Ayu Lestari; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.23026

Abstract

Setiap individu pasti melewati masa remaja sebagai salah satu periode perkembangan menuju masa dewasa. Masa remaja disebut sebagai masa usia bermasalah. Tidak jarang seorang remaja terjebak dalam permasalahan yang menyebabkan mereka melakukan tindak pidana sehingga harus menjalani proses pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai bentuk masa penahanan. Salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah tidak diberikannya pemahaman tentang perilaku asertif pada diri remaja. Asertif sendiri dapat diartikan sebagai ekspresi dari perasaan dan belajar untuk bertindak atas dasar perasaan, keinginan dan kebutuhan namun tetap menghormati hak-hak orang lain. Penguatan karakter dapat menjadi solusi untuk mengurangi tindak kenakalan pada diri remaja. Teknik Assertiveness Training menjadi metode intervensi yang dipilih sebagai upaya penguatan karakter dalam usaha pembinaan kepada anak didik LPKA yang sulit untuk mengekspresikan perasaannya seperti sulit mengatakan “tidak” kepada orang lain. Penggunaan model intervensi ini dirasa tepat dengan harapan ketika proses intervensi selesai maka para anak didik dapat menentukan tindakan yang tepat dan mampu mengekspresikan diri namun tetap menghargai perasaan dan hak orang lain.
TANTANGAN PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL SEIRING PERUBAHAN INTERAKSI SOSIAL DI TENGAH MASYARAKAT MODERN Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah; Moch Zainuddin
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.618 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20221

Abstract

Seiring perkembangan teknologi dan media sosial sebagai wadah berinteraksi manusia, maka permasalahan yang dihadapi pun ikut bergeser dari permasalahan yang bersifat konkrit menjadi permasalahan yang disebabkan oleh interaksi non fisik (dunia maya yang bersifat abstrak) melalui media-media berteknologi canggih. Interaksi dan sosialisasi secara langsung dewasa ini sudah menjadi hal yang usang karena kecanggihan teknologi telah ikut merubah pola interaksi secara langsung menjadi pola interaksi secara virtual. Pekerjaan sosial sebagai sebuah profesi yang bertujuan untuk memberikan pertolongan pada kehidupan manusia tentunya harus dapat mengambil peran penting didalamnya dan hal tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi praktik profesi pekerjaan sosial di era digital dewasa ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dan dokumen yang terkait dengan topik pekerjaan sosial dan perubahan interaksi sosial pada masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk dapat menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di tengah perubahan sosial dewasa ini harus melibatkan berbagai pihak di dalamnya. Bukan hanya keluarga yang harus berperan, sekolah sebagai institusi terdekat dengan pendidikan anak, masyarakat dan pemerintah pun harus ikut berperan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abie Besman Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari, Rd. Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai Alma Amarthatia Azzahra Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Arsy Adziem Wal Hamdir Awalia Nur Azizah Bimby Gita Rama Putri Budhi Wibhawa budhi wubhawa Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Chenia Ilma Kirana Cita Insaniah Muhammad Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi Elprida Ryanny Syalis Fachria Octaviani Farrelia Azzahra Fikri Anarta franzeska venty Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Hadiyanto A. Rachim Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty krisnani Idim Mumajad Ifani Hadrasari Intania Ihsani Ishartono ishartono Ishartono Ishartono Ivan Darmawan Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra mahda diva dwinata Marsha Nurul Lutfiah Maulana Irfan Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch. Zainuddin Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari Nurwati, R. Nunung Pipit Ratnawati Putri Saeza Ramadhini R Nunung Nurwati Rachim, Hadiyanto Abdul Ragil Abimayu Ridwan Mawala Kurnia Rini Rizkiawati Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Runia Hanifa Sahadi Humaedi salsabila wahyu hadianti Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Silva Amanda Durratul Hikmah Silvia Dwi Astuti Mailani Slamet Usman Ismanto Sri Sulastri Suci Rahmadhani Theresia Vania Radhitya Widiandari Vini Oktaviani Wilga Secsio Ratsja Putri Yessi Rachmasari Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yustika Tri Dewi