Claim Missing Document
Check
Articles

Found 136 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Baja ST 40 Dengan Metode Pengelasan FCAW Posisi 2G Dengan Variasi Arus Pengelasan Yosua, Palti; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.152 KB)

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas, maka logam yang disekitar daerah las mengalami perubahan struktur metalurgi, deformasi dan tegangan termal. Di zaman yang semakin maju ini semakin banyak penyambungan antara dua buah pelat baja menggunakan metode pengelasan oleh karena itu diperlukannya informasi penelitian yang mendetail untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal sehingga akan terus meningkatkan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, di mana pelaksanaannya dimulai dari persiapan benda uji sampai proses pengujian material dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan las FCAW(Flux Cored Arc Welding) dengan variasi kuat arus listrik menggunakan baja ST 40 yang dilakukan di laboratorium teknik. Pada penelitian kali ini penulis meneliti mengenai Pengelasan FCAW dengan 3 variasi kuat arus yaitu 135A, 150A dan 165A dimana material tersebut akan dilakukan pengujian tarik, impak dan mikrografi. Peneliatian ini mendapatkan hasil dimana arus 135A memiliki nilai tengangan rata-rata sebesar 472.36 MPa dan regangan rata-rata sebesar 29.45% dan pada arus 150A mendapatkan nilai tegangan rata-rata sebesar 133.81 MPa dan regangan rata-rata sebesar 38.92% dan pada arus 165A mendapatkan nilai tengangan rata-rata sebesar 446.88 MPa dan regangan rata-rata sebesar 24.85% dimana dapat disimpulakan bahwa arus 150A merupakan arus maksimal untuk melakukan pengelasan pada material ST40 dibuktikan dengan arus 165A yang mendapatkan nilai tegangan regangan yang menurun dari 150A bahkan nilainya lebih kecil dibandingkan dengan 135A. Pada pengujian tarik 135A mendapatkan nilai uji impak 1.56 J/mm2 dan pada arus 150A mendapatkan nilai uji impak sebesar 2.24 J/mm2 dan pada 165A mendapatkan nilai uji impak sebesar 2.39 J/mm2dimana dapat disimpulkan bahwa material 150 A merupakan material dengan modulus elastisitas paling kecil dengan tegangan dan hasil uji impaknya yang paling besar pada penelitian ini.
Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding Nurhafid, Aji; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.948 KB)

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) adalah jenis pengelasan yang ditemukan oleh Wayne Thomas di The Welding Institute (TWI) pada tahun 1991. Hasil pengelasan yang mudah, cepat, dan ramah lingkungan ini telah banyak diterapkan pada konstruksi kapal, khususnya kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kuat impak dan kuat tarik pengelasan Friction Stir Welding dengan variasi feed rate. Material Alumunium yang digunakan adalah Al 6061. Proses pengelasan menggunakan putaran tool 1500 RPM, dengan feed rate 30 mm/min, 70 mm/min, 100 mm/min, dan 200 mm/min. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa feed rate 70 mm/min menghasilkan nilai kuat tarik maksimal terbaik yaitu sebesar 150, 06 MPa, dan feed rate 30 mm/min menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm2.
Studi Perencanaan Kapal Mothership untuk Nelayan Kabupaten Rembang Ardianto, Muhammad Afiq; Amiruddin, Wilma; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.112 KB)

Abstract

Perencanaan kapal mothership yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Rembang dibutuhkan guna mengatasi overfishing yang terjadi di Laut Jawa. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan ukuran utama kapal mothership guna menampung kebutuhan suplai ikan yang biasanya didaratkan oleh kapal-kapal nelayan dengan tinjauan utama pada factor hambatan dan stabilitas dan analisis ekonomi dengan menggunakan criteria NPV, IRR, dan PP. Metode yang digunakan yaitu dengan mendesain kapal dengan kapasitas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tempat pelelangan ikan di Kabupaten Rembang. Dari desain tersebut didapatkan ukuran utama lambung adalah LWL : 41,94 m LPP : 40,34 m B : 7,04 m T : 3,66 m H : 5,0 m Cb : 0,60 m. kapasitas fish hold untuk melayani kapal nelayan adalah 428,32 m3. Analisa stabilitas didapatkan mothership memiliki stabilitas yang baik sesuai dengan IMO, A.749 Code on Intacts Stability Applicable for All Ship. Hasil analisa ekonomis yang telah dilakukan didapatkan bahwa keuntungan bersih mothership per tahun sebesar Rp 509.589.000,00 dan dinilai layak investasi dengan  Net Present Value NPV dengan hasil positif Rp14.452.798.000,00 dan IRR 25,95% pada bunga 10%. Pendapatan per tahun nelayan yang dibantu oleh kapal mothership juga meningkat sebesar Rp 174.436.600,00 dibandingkan sebelumnya.
Analisa Leading Edge Protuberances pada Fully Submerged Hydrofoil Terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal KH-017 Menggunakan Metode CFD Miftah, Muhammad Azizul; Chrismianto, Deddy; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas buang hasil pembakaran mesin kapal berperan dalam pemanasan global. Konversi energi fosil menjadi energi terbarukan sudah mulai diterapkan oleh banyak negara. Solarboat adalah salah satu upaya untuk mengurangi emisi sisa pembakaran mesin kapal. Untuk memperoleh efisiensi energi yang baik, solarboat perlu dimodifikasi dengan melakukan penambahan leading edge protuberances hydrofoil. Penggunaan leading edge protuberances hydrofoil terinspirasi dari sirip paus bungkuk (Megaptera novaengliae) yang mampu bermanuver dengan baik meskipun memiliki ukuran tubuh yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan memperoleh nilai hambatan paling kecil dan gaya angkat paling besar dari setiap variasi model leading edge protuberances hydrofoil dengan konfigurasi tandem. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan menggunakan software Tdyn 14.1.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan total terendah terdapat pada model 8M dengan angle of attack 3° yaitu sebesar 217,01 N atau mampu mengurangi hambatan hingga 28,52% di froude number 0,737. Model 4L memiliki lift force terbesar yaitu 3008,74 N atau 75,25% lebih besar dibandingkan nilai minimum lift pada froude number 0,921.
Pengaruh Media Pendingin Air Tawar, Air Coolant, dan Udara Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan pada Sambungan Las MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas) Aluminium 6061 Kurniawan, Hosea; Budi Santosa, Ari Wibawa; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu material yang dapat digunakan untuk pembuatan kapal adalah aluminium 6061. Pengelasan yang tepat diperlukan untuk bahan tersebut agar memperoleh hasil yang bagus, contohnya adalah pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas). Pengujian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061. Aluminium dilas MIG dan MAG lalu diberi media pendingin air tawar, air coolant, serta udara. Aluminium 6061 dilas dengan sudut single v butt joint dengan sudut 60°. Pengujian memberikan hasil bahwa media pendingin berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan aluminium 6061 tersebut. Pengujian tarik pada pengelasan MAG dengan media pendingin air coolant meraih angka rata-rata tegangan tarik tertinggi yaitu 191 MPA. Tegangan tarik terendah diperoleh pada pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar dengan rata-rata 85 MPA. Pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers meraih kekerasan tertinggi sebesar rata-rata 81 VHN pada las MAG  pendingin air tawar. Kekerasan Vickers terendah dialami oleh aluminium yang dilas MAG dengan pendingin udara sebesar 70 VHN. Penelitian ini berkesimpulan bahwa air coolant memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan tarik di kedua pengelasan, MIG dan MAG, dengan nilai tegangan tarik tertinggi. Air tawar mempengaruhi nilai kekerasan Vickers terhadap pengelasan MIG dan MAG dengan hasil nilai kekerasan tertinggi daripada media pendingin lainnnya.
Analisa Teknis Kekuatan dan Perbandingan Biaya Material Poros Baling-Baling Kapal Nelayan Daerah Batang Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Chandra, David; Budiarto, Untung; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa dengan menggunakkan Metode Elemen Hingga Pada Material Stainless Steel tipe 304 yang umum digunakan sebagai material untuk pembuatan poros baling-baling kapal dilakukan untuk mensimulasikan pengujian eksperimental yang pernah dilakukan sebelumnya hingga didapatkan perbandingan antara hasil simulasi dengan pengujian eksperimental guna melihat keakuratan pada pengujian menggunakkan metode elemen hingga.  Dalam penelitian ini akan dilakukan uji tarik, uji puntir, dan uji kelelahan fatik untuk material Stainless steel SS 304 guna untuk bahan poros baling-baling kapal dengan menggunakkan metode elemen hingga atau FEA (Finite Element Analysis). Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban tarik dan beban puntir, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan lelah (fatigue failure) pada material. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tarik, Kekerasan, puntir dan Kelalahan pada material baja SS 304 Hasil penelitian ini berupa nilai kekuatan material yang kemudian dibandingkan dengan pengujian eksperimental sebelumnya dan dengan nilai minimum persyaratan rules BKI. Setelah itu akan dilakukan perhitungan secara numerik Analisa koreksi diameter dari poros propeller yang terdapat dilapangan dan akan dihasilkan Analisa ekonomi perbandingan biaya diameter awal dengan diameter perhitungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja SS 304 memiliki kekuatan tarik 495,16 Mpa, kekuatan puntir 494,06 Mpa dan pada uji rotary bending didapatkan siklus sebanyak 20316 cycle dengan beban sebesar 30 kg. Analisa perhitungan diameter menghasilkan koreksi diameter awal yang sebesar 11,46 cm menjadi 8,07 cm sehingga perhitungan investasi pengdaan poros yang awalnya seharga Rp. 14.357.875,00 dapat diperkecil menjadi Rp. 7.157.915,00.
Analisa Kekuatan Tarik dan Impak Baja ST 40 Pengelasan Flux-Cored Arc Welding (FCAW) Posisi 4G dengan Variasi Arus Pengelasan Mangara Tua Immanuel Sianturi; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.888 KB)

Abstract

Baja ST 40 sering digunakan sebagai konstruksi geladak dan lambung kapal karena kuat, lentur dan tahan akan korosi. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) merupakan teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri perkapalan..Posisi pengelasan 4G (overhead) merupakan posisi pengelasan yang sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan yang dapat mengenai juru las. Penelitian  ini membahas  material baja ST 40 yang dilas menggunakan pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding)  posisi pengelasan 4G dengan 3 variasi kuat arus sebesar 135A, 150A, 165A  yang bertujuan mendapatkan nilai kekuatan tarik dan impak. Dari pengujian ini didapatkan hasil dimana spesimen dengan arus 135A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 508.11 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,193% dan impak  rata-rata sebesar 0,99 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan  arus 150A didapatkan  tegangan rata-rata sebesar 494,33 MPa, regangan  rata-rata sebesar 0,185% dan  impak rata-rata  sebesar 1,54 J/ mm2 sedangkan pada spesimen dengan arus 165A didapatkan tegangan rata-rata sebesar 480,75 MPa, regangan rata-rata sebesar 0,178% dan impak rata-rata  sebesar 1,74 J/ mm2 . Dari hasil pengujian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa material baja ST 40 dengan posisi pengelasan 4G dengan kuat arus 135A  lebih kuat, ulet serta elastis dibandingkan dengan arus 150A dan 165A namun material dengan kuat arus 165A lebih tangguh dibandingkan dengan arus 135A dan 150A.
Optimasi Bentuk Buritan Kapal Perintis 750 DWT Menggunakan Response Surface Methode (RSM) untuk Mengurangi Hambatan Ihsanuddin Nadhif; Untung Budiarto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan mengalami perkembangan yang begitu pesat berkat dua hal. Pertama, adanya teknologi yang mampu mendorong terciptanya banyak inovasi di bidang teknologi dan bahan. Teknologi yang memudahkan para insiyur untuk mendesain kapal dengan cara yang baru yaitu dengan Computational Fluid Dynamic (CFD) dan simulasi. Dimana dengan hal itu memugkinkan untuk membuat analisa yang mendetail terhadap berbagai kemungkinan yang mungkin akan terjadi pada kapal. Ditambah lagi dengan semakin majunya teknologi yang membuat komputer mampu lebih cepat mengolah data dalam jumlah yang besar. Hambatan kapal atau Resistance adalah salah satu yang sangat di perhatikan dan dilakkuan analisa dengan CFD. Dari permasalahan ini penulis melakukan penelitian untuk mencari nilai hambatan terkecil dari kapal Perintis 750 DWT setelah dilakukan perubahan  bentuk buritannya. Permodelan kapal variasi ini di buat menggunakan orca3d dari software rhinoceros yang kemudian di analisa perhitungan hambatannya menggunakan Software berbasis CFD yaitu Tdyn 15.1.0 dengan menggunakan variasi sudut Transom Rake dan Sudut Deadrise yang dianalisa dengan metode RSM. Hasilnya, nilai hambatan setelah di olah menggunakan RSM  pada orde II mendapatkan titik optimal pada variabel X1 = 0,773 dan X2 = 0,45 . Titik optimal ini menghaliskan plot permukaan minimum yang setelah dilakukan perhitungan dengan metode RSM. Model variasi sudut Transom Rake 15.925 derajat dan sudut Deadrise 0,36 derajat dengan nilai Hambatan 8.524 Newton adalah yang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 22,1% dari kapal Perintis Sebelumnya yang mempunyai nilai hambatan sebesar 10,95 Newton.
Analisa Penambahan Hull Vane dengan Tipe Foil NACA 4412 terhadap Hambatan dan Gaya Angkat pada Kapal Pilot Boat 15 Meter dengan Variasi Sudut Serang dan Kedalaman Foil Menggunakan Metode CFD Surya Yusuf Afriansyah; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli merupakan kapal berkecepatan tinggi yg digunakan untuk berpatroli mengamankan suatu daerah.. Pada saat kapal berpatroli mempunyai hambatan kapal (resistance). Untuk mengurangi nilai hambatan pada kapal dengan menggunakan  Hull Vane. Hull Vane adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Aliran gelombang disekitar Hull Vane tersebut akan mengakibatkan gaya angkat sehingga dapat menambah gaya dorong kapal dan mengurangi hambatan kapal. Ukuran hull vane yang digunakan pada penelitian ini yaitu panjang chord foil 0,27 m dan span foil 3,312 m. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dan kedalaman foil pada hull vane yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 29,4768 KN untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T. Nilai hambatan total diperkecil 35,112%.. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,085.Dari beberapa variasi hull vane yang dilakukan didapatkan variasi hull vane yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T.
Analisa Unjuk Kerja Sistem Pendingin Palka pada Kapal Ikan Ukuran 34 GT di Kota Tegal Rizka Noor Miftakhul Ulum; Untung Budiarto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.097 KB)

Abstract

Pada kapal ikan yang terbuat dari kayu seringkali pembuatannya tidak menggunakan desain sehingga berdampak pada volume kapal, GT kapal, dan sistem pendingin palka pada kapal. Khususnya di Kota Tegal, GT kapal yang tercantum sering tidak sesuai dengan GT kapal yang sebenarnya. Begitupula dengan sistem pendingin palka (refrigerasi) pada kapal yang penting untuk menjaga suhu tangkapan tetap dingin, pada penerapannya banyak yang tidak sesuai dengan kapasitas. K.M. Inka Mina Makmur 376 yang merupakan kapal penangkap cumi-cumi menggunakan sistem pendingin palka uap, dengan rute pelayaran Laut Jawa yang memakan waktu lebih dari 1 bulan dan bisa memperoleh maksimal 11 ton setiap pelayarannya. Dalam perhitungannya, GT kapal adalah 33,17 ton. Untuk Volume palka adalah 42,97 m³. kerja kompresor= 96,93 kJ/kg, panas aktual yang dilepas kondensor = 233,43 kJ/kg, energi yang mampu dihasilkan katup ekspansi = 241,37 kJ/kg, panas aktual yang diserap evaporator = 136,5 kJ/kg, daya kompresor= 52,19 HP, panjang pipa evaporator= 142,35 m, Diameter pipa evaporator= 0,0267 m, panjang pipa pada kondensor= 29,48 m, diameter pipa kondensor= 0,035 m, dan nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 1,41 dari nilai ini disimpulkan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Afdhal Alfendry Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jonathan, Mario K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata