Claim Missing Document
Check
Articles

Found 136 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

ANALISA PENGARUH VARIASI KECEPATAN TERHADAP TEKANAN, KECEPATAN ALIRAN FLUIDA DAN NILAI HAMBATAN TOTAL PADA KAPAL KRISO 3600 TEU MENGGUNAKAN CFD Cahyo Dwi Yantoro; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.085 KB)

Abstract

Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Aliran fluida ketika kapal bergerak akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total kapal saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tekanan, kecepatan aliran fluida dan besarnya nilai hambatan kapal yang terjadi dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D serta dilakukan perhitungan kecepatan aliran fluida dan besarnya tekanan pada kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan kontur kecepatan aliran fluida, tekanan dan hambatan total untuk kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Pada kondisi pembebanan kapal design loading, nilai hambatan total sebesar 2598.85 KN. Sedangkan pada kondisi pembebanan kapal ballast loading, nilai hambatan total sebesar 1783.11 KN. Pada variasi froude number yang telah dilakukan, nilai kecepatan aliran fluida terbesar dan nilai tekanan terkecil pada sarat dibelakang propeller-boss dan +/- 0.8R terjadi pada station -0.169, baik pada kapal kondisi design loading maupun ballast loading.
Optimasi Disain Spread Mooring Dengan Konfigurasi Variasi Line Terhadap Six Degrees Of Freedom (DOF) Olah Gerak Pada Kapal Floating Storage And Offloading (FSO) M. Ikbal Afdhal; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1890.398 KB)

Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Sistem tambat menyebar (spread mooring system) merupakan salah satu mooring system yang digunakan untuk meredam gerakan dinamis pada FSO akibat beban lingkungan. Tugas akhir ini melakukan analisa terhadap karakteristik gerakan FSO dengan spread mooring system. Tension maksimum pada chain line dan Excursion  FSO menggunakan software MOSES ver.7.10 dan Orcaflex 9.2a. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap FSO Barakuda kondisi moored, dapat diambil kesimpulan bahwa mooring system dengan konfigurasi desain Spread mooring dengan chain R4 studless 92 mm cetenary merupakan mooring system yang paling sesuai untuk digunakan pada FSO yang mengalami kondisi pembebanan damage line atau ultimate limit state (ULS) paling ekstrem. Excursion  maksimum terjadi pada heading 45 o sebesar x = 9,71 dan y = 13,45 m dalam kondisi damage . Excursion  tersebut sesuai persyaratan fungsionalnya, yaitu sebesar 20% kedalaman perairan. Pada kondisi damage line, tension signifikan terbesar adalah 5787,96 kN yang terjadi pada chain line L02 heading 45o. Sedangkan untuk kondisi intact , tension terbesar adalah 4095,42 kN terjadi pada chain line L02  untuk heading 45o.dan anchor holding capacity signifikan terbesar adalah 5659,90 Kn untuk desain spread mooring dengan R4 studless (φ = 92 mm) terjadi pada chain line L02 untuk heading 45o. Harga safety factor (SF) terkecil 1.34 untuk kondisi damage . Menurut API RP 2SK 2nd edition, SF minimal untuk kondisi damage adalah 1.25, sehingga dapat disimpulkan bahwa chain R4 studless (φ = 92 mm) aman untuk digunakan sebagai mooring system.
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Baja ST 40 Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal; Untung Budiarto; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja saat ini sudah umum digunakan di dunia industri karena kegunaannya yang beragam, akibatnya perkembangan ilmu dan penggunaannya pun semakin luas. Keilmuan yang dekat dengan baja salah satunya pengelasan, pengelasan ialah menyambungkan dua atau lebih logam dengan menggunakan panas. Baja memiliki kandungan karbon sehingga lebih mudah teroksidasi dan berkarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus las terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ST 40. Metode penelitian yang digunakan ialah metode ekperimen, dimulai dari persiapan benda uji sampai proses pengujian material. Pada penelitian ini dilakukan variasi pada kuat arus las SMAW dengan aru 80A, 90A, 100A dan 110A untuk kemudian dilakukan uji laju korosi dan uji kekuatan tarik. Pada penelitian kali ini laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 80A dengan nilai 0,11450 mm/year (good), dan nilai laju korosi terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,07852 mm/year (excellent). Pada pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik dan kekuatan luluh tertinggi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 475,99 Mpa dan 342,56 Mpa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini yaitu arus pengelasan paling baik bagi baja ST 40 pada arus 90A dengan kekuatan tarik yang tinggi dan laju korosi yang baik.
Analisa Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Aluminium 5083 Akibat Pengelasan MIG (Metal Inert Gas) dengan Variasi Posisi Pengelasan Isyroqi Al Ghifari; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 pada kapal umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal aluminium khususnya pada bagian lambung.Pengelasan MIG(Metal Inert Gas) merupakan salah satu jenis pengelasan yang dapat diterapkan dalam pengelasan aluminium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari uji impak tarik , dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis single v butt joint 60° dengan perbedaan posisi pengelasan pada Aluminium 5083.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa posisi pengelasan cukup berpengaruh terhadap hasil kekuatan dari sambungan las.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tegangan tarik rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 1G sebesar 194,54 MPa,sedangkan regangan rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 21,01 %,Sedangkan modulus elastisitas rata-rata terbesar didapat pada pengelasan posisi 1G sebesar 11,62 GPa,dan hasil harga impak rata-rata terbesar didapat pada pengelasan dengan posisi 3G sebesar 0,35 J/mm2.Pada struktur mikro posisi pengelasan 1G memiliki hasil struktur mikro yang lebih rapat pada daerah HAZ(Heat Affected Zone) dan daerah pengelasan dibanding dengan posisi pengelasan 2G, 3G, dan 4G
Pengaruh Viskositas Oli Sebagai Media Pendingin Pada Hasil Pengelasan Alumunnium 5083 Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Mikrografi Gerry Eka Aprilianto; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi.S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengelasan ada banyak faktor yang memengaruhi hasil lasan tersebut, salah satunya adalah media yang digunakan sebagai media pendingin.Dalam penelitian kali ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh viskositas oli sebagai media pendingin pada hasil pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) alumunium 5083 terhadap kekuatan tarik,harga impak,dan sruktur mikrografinya.Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 sebesar 223,01 MPa,sedangkan regangan terbesarnya didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 yaitu sebesar 17,33%,kekuatan impak terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 sebesar 0,23 J/mm²,dari struktur mikronya juga terlihat komposisi ferit dan perlit yang menunjukkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki komposisi ferit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih ulet,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki komposisi perlit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih kaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki kekuatan tarik yang lebih baik disusul oli SAE 40,SAE140,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki nilai regangan dan kekuatan impak yang lebih baik disusul dengan oli SAE 40, SAE 90 pendingin,oli adalah media pendingin yang sering digunakan tetapi dalam penggunaannya jarang diperhatikan viskositas oli.
Analisa Pengaruh Holding Time Tempering Terhadap Kekerasan, Keuletan, Ketangguhan dan Struktur Mikro Pada Baja ST 70 Dwi Joko Purnomo; Sarjito Jokosisworo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.355 KB)

Abstract

Baja karbon sering digunakan dalam industri perkapalan dan memiliki aplikasi yang luas karena mempunyai kemampuan work hardening dan ketahanan destruktif yang baik setelah menerima perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekerasan, nilai tarik, kuat impact (ketangguhan) dan perubahan struktur mikro pada baja jenis medium carbon steel ST 70 setelah perlakuan panas tempering, sehingga hasilnya dapat diaplikasikan dilapangan. Metode yang digunakan yaitu baja diberi perlakuan panas quenching pada suhu +850o C ditahan 30 menit kemudian dilanjutkan dengan tempering pada suhu +450o C ditahan selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekerasan tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 1 jam dengan kenaikan nilai kekerasan sebesar 25,85% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas, nilai tarik tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 3 jam dengan kenaikan nilai tarik sebesar 38,60% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas, nilai impact tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 2 jam dengan penurunan nilai impact sebesar 45,01% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS MODIFIKASI LANDING CRAFT TANK (LCT) CONQUEST MENJADI SELF PROPELLED OIL BARGE (SPOB) Mukhama Ghulamuddin; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.638 KB)

Abstract

Modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi  Self ropelled Oil Barge (SPOB) semakin banyak dilakukan. Modifikasi ini dilakukan  karena Landing Craft Tank (LCT) sudah tidak dapat digunakan sebagai alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut minyak. Secara teknis Landing Craft Tank (LCT) tidak memenuhi persyaratan  sebagai Oil Tank yang terdapat dalam kebijakan Direktur PT. Pertamina Nomor: 754/F3422/2011-SO tentang kebijakan Sarana Angkut BBM via Laut atau Air, dinyatakan bahwa kapal Landing Craft Tank (LCT) tidak dapat dipergunakan sebagai sarana angkut BBM kecuali telah dimodifikasi dan disesuaikan notasinya baik dari bidang klasifikasi maupun statutori. Pada analisa ini akan dibahas mengenai modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB). Analisa teknis yang dilakukan harus sesuai dengan kriteria permintaan owner,  Mendapatkan Analisa teknis terhadap hasil desain modifikasi meliputi perhitungan hidrostatic , nilai stabilitas kapal berdasarkan IMO, Analisa ekonomis dapat dihitung biaya yang digunakan untuk melakukan modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB). Biaya yang dikeluarkan untuk melakuka modifikasi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self Propelled Oil Barge (SPOB) adalah sebesar Rp961.129.40,-. Modal Investasi akan kembali dalam jangka waktu 3,62 tahun  (43,45 bulan)  dan proyek investasi ini dikatakan layak karena nilai PI > 1.
ANALISA PENGARUH VARIASI SARAT TONGKANG TERHADAP EKONOMIS PEMASUKAN (INCOME) PENGANGKUTAN MUATAN DAN OPERASIONAL TUG BOAT Ucok Maruli Silalahi; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.775 KB)

Abstract

Pengangkutan muatan barang tambang dapat dilakukan dengan berbagai jalur transportasi darat, dan laut. Dalam pengangkutan jalur laut dapat menggunakan kapal untuk memaksimalkan pengangkutan yang lebih banyak. Pengangkutan dengan kapal dapat menggunakan berbagai jenis kapal pengangkutan seperti kapal bulk carrier, tongkang, dll. Pengangkutan menggunakan tongkang  dapat dilakukan dengan adanya bantuan kapal tug boat sebagai penarik tongkang dalam pelayaran.Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis melakukan penghitungan stabilitas tongkang dan menyesuaikan pembangunan tongkang dengan keuntungan apabila dengan menggunakan modal investasi sendiri, menggunakan pinjaman dari bank dengan beban resiko bunga pinjaman, dan dengan menyewa tongkang. Keuntungan didapatkan dengan mengurangkan besar nilai penjualan pengangkutan batubara dengan biaya produksi, biaya pembangunan tongkang, operasional tug boat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis perolehan keuntungan yang lebih baik jika menyewa tongkang, membangun dengan modal investasi sendiri, dan pembangunan dengan menggunakan pinjaman dari bank dengan beban biaya bunga sebesar 9,85% dari harga kapal.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan bahwa besar nilai keuntungan yang didapatkan dengan membangun tongkang dengan modal sendiri lebih menguntungkan dengan persentase rataan 1,005% dari menggunakan pinjaman biaya investasi. Dan 1,5% lebih menguntungkan apabila menyewa tongkang. 
STUDI PERANCANGAN DAN ANALISA OLAH GERAK KAPAL LANDING SHIP TANK (LST) KAPASITAS 25 UNIT TANK LEOPARD 2A6 Roni Rahmad S; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.002 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang memiliki ribuan pulau yang tersebar di seluruh nusatara. Dari faktor geografis inilah diperlukan suatu sistem transportasi yang efektif dan efisien untuk mendukung mobilitas militer secara keseluruhan. Selain itu juga dibutuhkan sebuah alat transportasi untuk mendukung supply alutsista militer yang ada. hingga tahun 2024 pada saat MEF tersebut dibuat pada tahun 2004, TNI AL telah memiliki 28 kapal LST dari berbagai kelas kapal. Dari kekurangan 13 kapal LST. Dalam penelitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA: 174,36 m, LWL: 171,85 m, B: 16,8 m, T: 3,9 m, H: 6,9 m. Dari analisa hidrostatik yang dilakukan pada kapal Landing Ship Tank ini didapatkan displacement kapal 8196,2 ton, Cb: 0,71, LCB: 84,87 m. Kapal ini menggunakan memiliki kapasitas bisa menampung 25 unit Tank leopard 2A6, 1 unit Helikopter Puma dan Personil militer sebanyak 395 orang. Dan kapal ini menggunakan  diesel generator  Caterpillar 3608-3084 Hp Inboard motor model 4-stroke – Cycle Diesel sebanyak dua buah yang di letakkan di kamar mesin kapal.
Pengaruh Variasi Waktu Penahanan (Holding Time) pada Perlakuan Panas Normalizing Setelah Pengelasan Submerged Arc Welding (SAW) pada Baja SS400 terhadap Kekuatan Tarik, Tekuk dan Mikrografi Shandy Perdana; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2385.86 KB)

Abstract

Baja SS400 merupakan jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam industri perkapalan. Pengelasan SAW (Submerged Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri perkapalan. Perlakuan normalizing diperlukan untuk mengurangi tegangan sisa pada material serta meningkatkan sifat mampu mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las SAW setelah proses pemanasan normalizing dengan holding time 30 menit dan 60 menit. Pengujan dilakukan dengan bentuk spesimen berdasarkan standar ASTM dan dilakukan proses normalizing temperature 900oC dengan waktu penahanan 30 dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen normalizing 30 menit memilik nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 193,11 MPa, regangan sebesar 15,21%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 27,21 GPa dan memiliki tegangan tekuk sebesar 399,69 MPa. Spesimen normalizing 60 menit memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 210,9 MPa, regangan sebesar 15,41%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 39,50 GPa dan memiliki tegangan tekuk sebesar 385,73 MPa. Pada perlakuan panas normalizing dengan variasi holding time 30 menit struktur mikrografinya menunjukkan fasa ferrite lebih dominan, dibandingkan variasi 60 menit. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS400 pengelasan SAW dan perlakuan panas normalizing dengan variasi holding time 60 menit  memiliki kekuatan yang lebih besar dari variasi holding time 30 menit.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Afdhal Alfendry Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jonathan, Mario K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata