Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisa Kinerja Campuran AC-WC dengan Pemanfaatan Kombinasi Limbah Abu Bata dan Abu Serbuk Kayu Sebagai Filler Yolanda Anggraini; Alfian Malik; Mardani Sebayang
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan yang umum digunakan di Indonesia adalah campuran Lapis Aspal Beton (Laston). Laston Lapis Aus atau Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) merupakan bagian yang terletak pada lapisan paling atas dalam perkerasan lentur jalan raya. Lapisan perkerasan ini merupakan kombinasi dari aspal, agregat kasar, agregat halus, dan (filler). Filler merupakan lapisan pengisi yang berfungsi untuk mengisi ataupun menutupi rongga udara pada perkerasan jalan. Filler yang pada umumnya digunakan ialah semen, abu batu, dan abu kapur. Pada penelitian ini dilakukan alternatif pengganti filler yaitu dengan memanfaatkan limbah abu bata dan abu serbuk kayu karena limbah tersebut mempunyai senyawa kimia yang hampir serupa dengan semen Portland. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lapisan AC-WC menggunakan kombinasi filler abu batu dan abu serbuk kayu. Proporsi abu bata dan abu serbuk kayu yang digunakan pada penelitian ini adalah 100% : 0 %, 97% : 3%, 94% : 6%. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Metode Marshall. Setelah mendapatkan kadar aspal yang optimum untuk masing-masing filler yang berbeda variasi, uji Marshall dilakukan untuk mendapatkan nilai stabilitas dan nilai kepadatan campuran. Hasil dari pengujian menggunakan alat marshall menunjukkan bahwa semua kombinasi memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Semakin meningkat komposisi abu serbuk kayu yang digunakan maka semakin meningkat pula stabilitas yang didapatkan, yaitu hasil stabilitas tertinggi pada kombinasi 94% abu bata dan 6% abu serbuk kayu senilai 1105,11 kg dengan kelelehan 3,82 mm.
Analisa Kinerja Campuran AC-BC dengan Pemanfaatan Kombinasi Limbah Abu Serbuk Kayu dan Abu Bata Sebagai Filler Angelica Tinambunan; Alfian Malik; Mardani Sebayang
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis pengikat aspal beton terletak di antara lapisan permukaan dan lapisan bawah perkerasan lentur jalan raya. Laston merupakan campuran dari agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi (filler). Semen portland, abu kapur dan abu terbang merupakan bahan pengisi yang sering digunakan pada perkerasan lentur jalan raya, namun bahan pengisi tersebut terbatas jumlahnya karena merupakan bahan yang tidak dapat diperbaharui. Pada penelitian ini dilakukan alternatif pengganti bahan pengisi yaitu limbah abu serbuk kayu dan abu bata yang memiliki senyawa kimia yang hampir menyerupai semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik Marshall terhadap campuran AC-BC. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan limbah abu serbuk kayu dan abu bata dengan rasio 0:100, 3:97, 6:94. Setelah mendapatkan kadar aspal optimum untuk setiap rasio kombinasi bahan pengisi maka dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai VIM, VMA, VFA, stabilitas, kelelehan dan Marshall Quotient. Hasil uji karakteristik Marshall dari ketiga kombinasi telah memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Namun, stabilitas tertinggi dihasilkan oleh kombinasi bahan pengisi 6% abu serbuk kayu dan 94% abu bata, yaitu 1.187,45 kg. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase abu serbuk kayu yang digunakan maka nilai stabilitas juga mengalami kenaikan.
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH KARBIT TERHADAP KARAKTERISTIK BETON Hendra Taufik; Zulfikar Djauhari; Mardani Sebayang; Mahdi Muhandis
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit merupakan sisa dari reaksi karbit terhadap air yang menghasilkan gas asitelin (C2H2) yangkemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan. Limbah karbit merupakan bahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang jika tidak diolah akan sangat berbahaya bagi lingkungan. Indutri Bengkel Lasdi Kabupaten Bengkalis banyak menghasilkan B3 ini sehingga harus diolah dengan seksama. Penelitian ini bertujuanmengkaji pemanfaatan limbah karbit sebagai bahan substitusi semen pada campuran beton. Parameter yang dikajiadalah kuat tekan, porositas, absorpsi, dan permeabilitas beton. Persentase limbah karbit yang digunakan adalah sebesar5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Selanjutnya dilakukan perbandingan terhadap beton yang tidakmenggunakan limbah karbit. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji kubus berukuran 15×15×15 cm dengan totaljumlah sampel sebanyak 40 sampel. Delapan sampel digunakan untuk masing- masing variasi pengujian kuat tekan,porositas, absorpsi, dan permeabilitas dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemakaian limbah karbit 5% memberikan peningkatan terhadap kuat tekan beton dan memperkecil porositas, absorpsi,dan kedalaman rembesan beton. Kuat tekan yang diperoleh pada umur 28 hari untuk variasi pemakaian limbah karbit0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% masing-masing adalah sebesar 22,10 MPa; 25,08 MPa; 18,78 MPa; 18,08 MPa dan 16,01MPa. Pengujian porositas yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 7,48%; 6,81%; 8,09%; 8,80%;dan 10,72%. Pengujian absorpsi yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 3,38%; 3,10%; 3,73%;4,07%; dan 5,06%. Pengujian rembesan yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 2,83 cm; 2,63 cm;3,43 cm; 3,47 cm; dan 8,50 cm.
Analisa Kelayakan Finansial Ojek Online (Studi Kasus Shopee Food Pekanbaru) Taufik, Hendra; Sebayang , Mardani
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.283

Abstract

Pengantaran makanan di kota Pekanbaru dilakukan oleh beberapa ojek online, akan tetapi yang hanya khusus melakukan pengantaran makan yakni hanya Shopee Food. Ojek online lainnya melakukan 2 pekerjaan sekaligus, yakni sebagai pengantar makanan dan juga pengantaran penumpang. Hal ini membuat penelitian ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian dilakukan di kota Pekanbaru dengan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan tempat pengendara yang paling banyak, setelah itu dilakukan survei detail untuk mendapatkan data dari pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kelayakan finansial dari pengendara Shopee Food secara finansial dengan indikator BEP, PBP, IRR, NPV dan BCR untuk pengendara sebagai Pekerjaan utama dan Pekerjaan sampingan. Hasil yang didapatkan untuk Pekerjaan utama yakni nilai BEP = 77km/hari, PBP rata-rata = 3-7 bulan, IRR= 31% dan 95%, NPV rata-rata = Rp. 264,480,536, BCR rata-rata = 2.92. Sedangkan untuk Pekerjaan sampingan didapatkan nilai BEP = 48km/hari, PBP = 2-7 tahun, IRR= 18%-35%, NPV rata-rata = Rp. 56,896,064, BCR rata-rata = 1.26. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan utama sebagai pengantar Shopee Food layak untuk dijalankan karena 71% pendapatannya di atas dari Upah Minimum Kota Pekanbaru tahun 2024.
Analisa Kelayakan Finansial Ojek Online (Studi Kasus 2 Aplikasi Sekaligus) Taufik, Hendra; Sebayang, Mardani
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.345

Abstract

Pengendara Ojek Online di Kota Pekanbaru kadang tidak hanya mendaftar di satu aplikasi Ojek Online saja, kenyataannya di lapangan yang ditemukan pengendara dengan 2 aplikasi yang berbeda sekaligus. Hal ini cukup menarik untuk diteliti. Pengendara ingin mendapatkan penghasilan lebih jika mendaftar pada 2 Aplikasi Ojek Online. Lokasi survei diadakan di Kota Pekanbaru mulai dari survei awal guna mengetahui lokasi ideal pengendara. Setelah didapatkan data pengendara maka dilakukan survei komprehensif terhadap driver ojol. Research ini bertujuan untuk menghasilkan kelayakan finansial driver ojol yang memakai 2 aplikasi secara bersamaan. Nilai PBP, BEP, IRR, BCR dan NPVa merupakan indikator kelayakan yang dipergunakan. Pengendara dalam hal ini dibagi ke dalam 2 kelompok Pekerjaan. Pertama adalah sebagai Pekerjaan Tunggal dan kedua sebagai Pekerjaan Tambahan. Berdasarkan perhitungan secara matematis maka untuk Pekerjaan Tunggal dengan nilai PayBack Period (PBP) rata-rata = 3-4 bulan, nilai BEP = 100km/hari, Tingkat pengembalian internal (IRR)= 30%, BCR rata-rata = 4.0 , Nilai NPV rata-rata = Rp. 455,327,718, Sementara untuk Pekerjaan Tambahan didapatkan nilai tidak layak untuk semua indikator. Dapat dikatakan bahwa Pekerjaan Tunggal sebagai pengendara ojol dengan 2 aplikasi sangat layak secara finansial untuk diterapkan karena 100% penghasilannya berada di atas dari UMK Pekanbaru  tahun 2025.
Analisis Kelayakan Finansial Pengendara Nusa Mulya Travel Pekanbaru Taufik, Hendra; Sebayang, Mardani
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.398

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial operasional pengendara mobil travel Angkutan Kota Antar Provinsi pada trayek Pekanbaru–Padang untuk PT. Nusa Mulya Travel dengan menggunakan data survei driver dan parameter teknis kendaraan. Metode yang dipakai meliputi perhitungan Payback Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), serta analisis Break?Even Point. Data primer terdiri dari 10 responden driver yang mencakup harga kendaraan, pendapatan bersih tahunan, jarak tempuh harian, dan biaya operasional; asumsi umum meliputi umur ekonomis kendaraan delapan tahun dan tingkat diskonto 12% (berdasarkan BI Rate Desember 2025). Hasil utama menunjukkan bahwa tanpa nilai sisa mayoritas unit tidak layak secara finansial: NPV negatif, BCR <1, IRR di bawah tingkat diskonto, dan PBP melebihi masa pakai 8 Tahun. Setelah memasukkan nilai sisa sebesar 50% dari harga kendaraan pada akhir umur ekonomis, beberapa unit menunjukkan perbaikan indikator namun NPV tetap negatif pada tingkat diskonto 12% dan BCR masih di bawah satu untuk sebagian besar unit. Analisis Break?Even Point berdasarkan laba bersih/kilometer mengindikasikan titik impas berada pada jutaan kilometer, jauh melampaui jarak tempuh realistis kendaraan selama masa pakai. Temuan ini mengindikasikan bahwa model bisnis saat ini kurang menguntungkan kecuali terjadi peningkatan arus kas operasional atau pengurangan investasi awal. Rekomendasi meliputi peningkatan pendapatan melalui optimasi tarif dan okupansi, diversifikasi layanan, pengurangan modal awal melalui sewa atau kemitraan, serta perhitungan ulang dengan memasukkan pajak, cicilan kredit, dan skenario okupansi untuk evaluasi kebijakan yang lebih komprehensif.