Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penambahan Suplemen Zinc (Zn) pada Sinkronisasi Estrus Kambing Ras Campuran Muhammad Rosyid Ridlo; Agung Budiyanto
Jurnal Nasional Teknologi Terapan (JNTT) Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.01 KB) | DOI: 10.22146/jntt.34088

Abstract

The aim of this study was to understand the effect of using Zinc (Zn) to oestrous synchronization in Indonesian Mixed Breed Goat. The number of 12 does aging 24-36 months and a buck were used in this experiment in order to natural copulation purpose. The experimental animals were devided into 2 groups. The first group was given oestrous synchronization using polyurethane sponge which contained of medroxi progesterone acetate 60 mg through intra vaginal for 14 days (control). The Second group was synchronized in the same method as the first group and supplemented with Zn 20 mg/head by peroral. The does that have been oestrous then mated naturally. The experimental results indicate the number of natural copulation in second group was higher than control (83% vs 50%). Oestrous uniformity occurred in both groups. The Oestrous onset in second group was earlier than control (36 vs 48 jam) and duration of oestrous was longer than control (12 vs 48 jam).Maximum oestrous quality score was higher than control (7.17±0.75 vs 6.67±0.52). The conclusion is the addition of Zn Supplement improves the quality of oestrous during oestrous synchronization by intra vaginal polyurethane sponge which contained of medroxi progesterone acetate 60 mg in Indonesian mixed breed goat.
Gambaran darah pada Kasus Distokia, Retensi Plasenta dan Anestrus pada Sapi Betina Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Dwi Walid Retnawati; Yanuartono; Agung Budiyanto
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51589/ags.v4i2.5

Abstract

Gangguan reproduksi mempunyai kontribusi yang besar dalam meningkatkanpenurunan populasi dan produksi susu, hal ini disebabkan oleh rendahnyastatus kesehatan hewan maupun kesehatan reproduksinya. Gangguanreproduksi yang sering terjadi di peternak saat ini adalah distokia, retensiplasenta, anestrus. Beberapa aspek penyebab gangguan reproduksi antara laindipengaruhi oleh genetik, nutrisi, seleksi, kondisi fisiologis. Kondisi fisiologisdapat dilihat atau ditentukan dari pemeriksaan hematologi. Pemeriksaanhematologi yang sering digunakan untuk mengukur derajat kesehatan hewanadalah jumlah sel darah merah, hemoglobin, hematokrit. Penelitiandilaksanakan di kawasan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU),Kampung Areng, Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Provinsi JawaBarat. Penelitian ini menggunakan sapi betina jenis Peranakan(PFH), mengalami gangguan reproduksi berupa distokia, retensiplasenta, sedang kasus anestrus, sapi tidak mengalami estrus postpartus lebihdari 3 bulan, umur 3 sampai 10 tahun. Sapi dikelompokkan menjadi 5kelompok. Kelompok 1 yaitu 7 ekor sapi mengalami distokia, kelompok 2 yaitu7 ekor mengalami retensi plasenta, kelompok 3 yaitu 7 ekor mengalamianestrus, kelompok 4 yaitu 7 ekor sapi yang tidak mengalami distokia danretensi plasenta, dan kelompok 5 yaitu 7 ekor sapi yaitu dengan siklus estrusnormal. Hasil pemeriksaan darah sapi jenis PFH kasus distokia tersaji dalamTabel 1. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 1 yaitu rata-rata nilaieritrosit sebesar 5.67 0.81 x 10 /μl, rata-rata nilai hemoglobin sebesar 9.311.17 g/dl, rata-rata nilai hemtokrit sebesar 21.8 4.55 %. Hasil penilitian inimenunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu rata-rata nilai eritrosit sebesar 7.19 0.44x 10 /μl, rata-rata nilai hemoglobin sebesar 11.23 0.51 g/dl, rata-rata nilaihemtokrit sebesar 30.16 3.23 %. Hasil analisis menunjukkan sapi yangmengalami kasus distokia dan sapi kontrol memberikan perbedaan nyataterhadap rata-rata jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit (p<0.05). Hasilpemeriksaan darah sapi jenis PFH kasus retensi plasenta tersaji dalam Tabel 2.Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 2 yaitu rata-rata nilai eritrositsebesar 10.22 9.53 x10 /μl., rata-rata nilai hemoglobin sebesar 10.26 0.8g/dl, rata-rata nilai hemtokrit sebesar 24.71 3.35 %. Hasil penilitian inimenunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu rata-rata nilai eritrosit sebesar 7.19 0.44x 10 /μl, rata-rata nilai hemoglobin sebesar 11.23 0.51 g/dl, rata-rata nilaihemtokrit sebesar 30.16 3.23 %. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalamikasus retensi plasenta dan sapi kontrol yang tidak mengalami retensi plasentamemberikan perbedaan nyata atau signifikan terhadap rata-rata hemoglobindan hematokrit (p<0.05) sedangkan pada nilai rata-rata jumlah eritrosit tidakmemberikan perbedaan nyata atau tidak signifikan (P>0.05). Hasilpemeriksaan darah sapi jenis PFH kasus retensi plasenta tersaji dalam Tabel 3.Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 3 yaitu rata-rata nilai eritrositsebesar 13.17 19.78. x10 /μl., rata-rata nilai hemoglobin sebesar 9.24 0.53g/dl, rata-rata nilai hemtokrit sebesar 21.03 2.27 %. Hasil penilitian inimenunjukkan kelompok 5 yaitu yaitu rata-rata nilai eritrosit sebesar 6.06 0.49x 10 /μl, rata-rata nilai hemoglobin sebesar 9.23 0.62 g/dl, rata-rata nilaihemtokrit sebesar 20.9 2.47 %. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalamikasus anestrus dan sapi kontrol tidak memberikan perbedaan nyata atau tidaksignifikan terhadap rata-rata jumlah eritrosit, nilai hemoglobin dan nilaihematokrit (P>0.05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu hematologi (jumlaheritrosit, nilai hemoglobin dan nilai hematokrit) pada kasus distokia dan retensiplasenta mengalami penurunan sedangkan pada kasus anestrus mengalamikenaikan terhadap sapi kontrol.
Gambaran Makromineral Ca, P, Mg dan K Pada Kasus Distokia, Retensi Plasenta dan Anestrus pada Sapi Betina Peranakan Friesian Holstein (PFH) di Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Dwi Walid Retnawati; Yanuartono Yanuartono; Agung Budiyanto
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v2i2.288

Abstract

Gangguan reproduksi mempunyai kontribusi yang besar dalam meningkatkan penurunan populasi dan produksi susu, hal ini disebabkan oleh rendahnya status kesehatan hewan maupun kesehatan reproduksinya. Mineral merupakan komponen nutrisi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan kesehatan, produksi, reproduksi dan kekebalan tubuh seperti metabolisme protein, energi dan biosintesa zat-zat makanan esensial. Ruminansia membutuhkan mineral berupa makromineral seperti kalsium (Ca), phospharus (P), magnesium (Mg), potasium /kalium (K). Defisiensi mineral dapat mengakibatkan penurunan produksi dan gangguan reproduksi pada sapi. Penelitian dilaksanakan di kawasan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU), Kampung Areng, Kecamatan Cibodas, Kabupaten Lembang Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sapi betina jenis Peranakan Friesian Holstein (PFH), mengalami gangguan reproduksi berupa distokia, retensi plasenta, sedang kasus anestrus, sapi tidak mengalami estrus postpartus lebih dari 3 bulan, umur 3 sampai 10 tahun. Sapi dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 yaitu 7 ekor sapi mengalami distokia, kelompok 2 yaitu 7 ekor mengalami retensi plasenta, kelompok 3 yaitu 7 ekor mengalami anestrus, kelompok 4 yaitu 7 ekor sapi yang tidak mengalami distokia dan retensi plasenta, dan kelompok 5 yaitu 7 ekor sapi yaitu dengan siklus estrus normal. Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus distokia menunjukkan kelompok 1 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.06 + 3.26 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 10.05 + 2.94 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.89 + 1.49 mg/dl, rata-rata K sebesar 11.86 + 3.79 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus distokia dan sapi kontrol tidak memberikan perbedaan nyata terhadap rata-rata kadar kalsium dan fosfor (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar magnesium dan nilai kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus retensi plasenta menunjukkan kelompok 2 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 8.07 + 4.04 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 8.04 + 2.92 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.29 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.27 + 1.71mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 4 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 11.28 + 2.62.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 7.27 + 1.83 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 0.54 + 1.86 mg/dl, rata-rata K sebesar 0.59 + 5.76 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Hasil pemeriksaan mineral sapi jenis PFH kasus anestrus menunjukkan kelompok 3 yaitu rata-rata kadar Ca sebesar 9.77 + 4.69 mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 2.23 + 0.12 mg/dl, rata-rata K sebesar 9.77 + 1.93 mEq/L. Hasil penilitian ini menunjukkan kelompok 5 yaitu yaitu yaitu rata-rata kadar Ca 9.53 + 1.83.mg/dl, rata-rata kadar P sebesar 11.06 + 5.43 mg/dl, rata-rata Mg sebesar 3.03 + 0.43 mg/dl, rata-rata K sebesar 5.79 + 0.49 mEq/L. Hasil uji statistik pada sapi yang mengalami kasus retensi plasenta dan sapi kontrol memberikan perbedaan tidak nyata terhadap rata-rata kadar kalsium, nilai fosfor dan magnesium (P>0.05), sedangkan pada nilai rata-rata kadar kalium memberikan perbedaan nyata atau signifikan (P<0.05). Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar kalsium mengalami penurunan sedang kadar fosfor, magnesium, kalium mengalami peningkatan pada kasus distokia, retensi plasenta dan anestrus.
Karakteristik Calving Interval pada Sapi Jawa-Brebes di Kabupaten Brebes Jawa Tengah Indonesia Agung Budiyanto; Slamet Hartanto; Imawan Daru Prasetya; Ismu Subroto; Zulfianto Hadratus Asy&#039;ari; Erent Sahat Timotius Sihombing; Yaflet Elifelet Mabel; Annisa Sonia Orintamara; Muhammad Wildan Nasir
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.77833

Abstract

Sapi Jabres sebagai sumber daya genetik ternak lokal Indonesia harus dilindungi dan dilestarikan. Namun, kajian karakteristik kinerja reproduksi terutama calving interval pada sapi Jabres pada berbagai umur masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui calving interval sapi Jabres di kabupaten Brebes. Metode yang digunakan adalah survei dengan purposive sampling. Data diolah secara statistik menggunakan analisis deskriptif. Data disajikan dengan nilai rata-rata ± standar deviasi. Sampel data diambil dari catatan penampilan reproduksi dari 90 ekor sapi Jabres. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa calving interval sapi Jawa Brebes di desa Pangerasan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes pada umur 3-5 tahun sebesar 399,2±8,5 hari, umur 6-8 tahun sebesar 416,1±11,0 hari, dan umur lebih dari 9 tahun sebesar 408,0±12,6 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah calving interval pada sapi Jabres pada semua umur cukup baik tetapi belum ideal. 
Konstruksi Plasmid pET-15b dengan Gen tat Virus Penyakit Jembrana Asmarani Kusumawati; Lalu Unsunnidhal; Agung Budiyanto; Erif Maha Nugraha Setyawan; Sri Gustari
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.79217

Abstract

Virus Penyakit Jembrana adalah virus yang menyebabkan jembrana pada sapi bali. Vaksin protein rekombinan dibuat dengan memasukkan DNA atau gen yang mengkode protein imunogenik ke dalam vektor ekspresi prokariotik sehingga dapat mengekspresikan protein rekombinan yang akan dijadikan vaksin. Salah satu gen struktural virus penyakit jembrana adalah gen tat yang mengekspresikan protein tat yang digunakan sebagai vaksin protein rekombinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkloning pET15b dengan gen tat. Konfirmasi gen pET-15b pada bakteri transforman dilakukan dengan koloni PCR, kemudian dilakukan isolasi plasmid dan dilaksanakan konfirmasi menggunakan metode PCR dengan primer untuk deteksi gen tat dan primer sekuensing untuk vektor pET15b. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri transforman sudah berisikan DNA rekombinan pET15b-tat yang terkonfirmasi melalui koloni PCR dengan band sebesar 179 bp, kemudian dikonfirmasi lanjut melalui PCR pada hasil isolasi plasmid dari bakteri transforman yang didapatkan band sebesar 179 bp untuk primer deteksi gen tat dan 514 bp untuk primer sekuensing pada vektor pET15b, 179 bp dan 514 bp sesuai dengan target amplikasi untuk primer deteksi dan primer sekuensing yang digunakan.
MOLECULAR EXPRESSION OF WINGLESS-TYPE MMTV INTEGRATION SITE FAMILY MEMBER 4 GENE USING Escherichia coli BL21 Agung Janika Sitasiwi; Wayan Tunas Artama; Agung Budiyanto; Edy Dharmana
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.407 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5891

Abstract

This research was conducted to find out the Wnt4 recombinant proteins which expressed by Escherichia coli (E. coli) BL21 carrying the recombinant DNA wnt4 (E. coli transformation). Research materials were E. coli BL21 transformation and E. coli BL21 non-transformation (negative control). The expression of recombinant protein was conducted by culturing E. coli for 24 hours in Luria-Bertani (LB) media with isopropyl β-D-1-thiogalactopyranoside (IPTG) induction. Recombinant protein was isolated by sonication of pellet bacteria. Protein analysis performed by 15% sodium dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). The results showed that recombinant protein with a molecular weight of 33 kDa has been expressed by E. coli BL21 transformation successfully. 
Kemampuan Rectovaginal Endoscopy (RVE) Mendeteksi Berahi dan Gambaran Kadar Estrogen Selama Siklus Berahi Kambing Dony Nurcahya; Widagdo Sri Nugroho; Agung Budiyanto; Budi Pramono
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.85245

Abstract

Deteksi estrus yang tepat pada kambing akan menentukan keberhasilan inseminasi buatan (IB). Rectovaginal endoscopy (RVE) merupakan alat deteksi estrus pada kambing yang dimodifikasi dengan perpaduan spekulum yang dilengkapai kamera terhubung dengan layar monitor. Alat RVE ini membantu peternak memastikan saat IB yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Rectovaginal endoscopy (RVE) untuk mendeteksi gejala estrus pada  kambing-domba dan mengetahui gambaran estrogen selama siklus berahi kambing-domba. Metode penelitian dengan membandingkan deteksi estrus menggunakan kawin alami dengan pejantan (kelompok 1, kontrol) dengan konvensional/penglihatan mata langsung (Kelompok 2) dan RVE (kelompok 3). Masing-masing kelompok menggunakan 16 ekor kambing dengan ras jawa randu dengan Body Condition Score(BCS) 2,5-3 (kondisi bagus). Deteksi lendir dilakukan pada masing kelompok perlakuan dan diberi nilai (score). Setelah terdeteksi estrus, kelompok 2 dan 3 dilakukan inseminasi buatan (IB) sedangkan kelompok 1 kawin alami dengan pejantan. Data pengamatan estrus analisis secara deskriptif sedangkan data pengamatan lendir dianalisis menggunak Chie-Square. Koleksi serum darah untuk pemeriksaan kadar estrogen diambil pada hari ke-0, 3, 12, dan 15 siklus untuk mendapatkan gambaran kadar estrogen. Hasil deteksi estrus berdasarkan pengamatan lendir diketahui terdapat perbedaan signifikan diantara kelompok (P < 0,05). Pada hari ke-0 nilai profil hormon estrogen 36,14 pg/ml, tampilan gambar alat RVE menunjukkan lendir jernih bening dan terlihat banyak disaluran serviks sampai ke vulva. Hari ke-3 profil hormon estrogen 11,13 pg/ml, terlihat leleran pekat dan sedikit keruh dan hanya terlihat di sekitaran serviks. Hari ke-12 tampilan profil hormon estrogen 8,74 pg/ml terlihat lendir menjadi pekat keruh dan hanya terdapat di sekitar serviks. Hari ke-15 dengan tampilan hormon estrogen 15,82 pg/ml terlihat leleran bening dan hanya di sekitaran serviks. Disimpulkan bahwa penggunaan alat metode baru RVE memberikan pengaruh terhadap deteksi gejala estrus yaitu mampu mendeteksi lendir berdasarkan masing-masing fase siklus berahi.    
Hubungan Komunikasi Interpersonal Perawat dengan Kepuasan Pasien Hamdiah, Dedeh; Budiyanto, Agung
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.684

Abstract

Health service centers in Indonesia were growing and developed rapidly, resulting on many choices in health services that patients can entrust in carrying out their health care. Patients’ expectation when choosing health services was the ability of health staff to respond quickly to patient complaints and to deal with them in a professional manner. The research objective was to determine the relationship between nurse interpersonal communication and patient satisfaction at Pontang Community Health Center in 2023. The correlation method with a cross-sectional approach was used in this research. Of the 150 inpatients as a population, 75 respondents were involved as the samples by Solvin formula. The data collection was done by interviews, observations, and a questionnaire. The research results showed that the majority of respondents stated that the interpersonal communication of nurses was good (62.7%) and the majority of respondents stated that patient satisfaction in the inpatient unit was not satisfied (54.7%). The statistical test results by using chi-square test obtained a p-value of 0.024 (p<α), which means that there was a relationship between nurse interpersonal communication and patient satisfaction at the inpatient unit of Pontang Community Health Center. The researchers concluded that there was a need of reinforcement in inpatient nurses, such as training on interpersonal communication and service excellence.
Persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang Budiyanto, Agung; Setiyadi, Ary
Information Science and Library Vol. 1 No. 1 (2020): Juni
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v1i1.2486

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan di UPT Perpustakaan Universitas Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Ada informan sebayak 4 (empat) orang. Jenis dan suber data penelitian yang digunakan   ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 (tiga) cara yaitu wawancara, pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh menujukan bahwa sikap pustakawan yang bertugas : 1) Mempunyai sikap ramah, dan cepat tanggap terhadap pemustaka. 2) Mempunyuai Sikap tanggung jawab sudah dijalankan dengan baik oleh pustakawan. 3) Menggunakan bahasa yang  baik dan dapat dimengerti oleh pemustaka. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sikap yang ditunjukan oleh pustakawan sudah baik dalam memberikan layanan kepada pemustaka.The purpose of this study is to find out how the perception of users of the attitude of librarians at UPT Library of the University of Semarang. The method used in this research is qualitative with the type of case study research. There are informants as much as 4 (four) people. The type and suber of research data used are primary and secondary data sources. Data collection techniques using 3 (three) ways, namely interviews, observation (observation) and documentation. While the analysis of the data used in this study is the analysis of Miles and Huberman. The results obtained indicate that the attitude of the librarians in charge: 1) Has a friendly attitude, and is responsive to users. 2) Conquering the attitude of responsibility has been carried out well by the librarian. 3) Use good language and can be understood by users. Overall it can be concluded that the attitude shown by the librarian is good in providing services to the visitors
Peran Perpustakaan dalam Mengenalkan Sejarah Indonesia Melalui Arsip Koran Kompas pada Perpustakaan Universitas Semarang Budiyanto, Agung; Mazidah, Zahrina Roseliana
Information Science and Library Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v1i2.2853

Abstract

Sejarah mengenai Indoensia dapat dikenalkan melalui berbagai media. Salah satu media yang digunakan adalah koran. Melalui layanan referensi-serial perpustakaan mempunyai peran untuk mengenalkan sjearah Indonesia kepada masyarakat, khususnya pengunjung perpusakaan. Perpustakaan merupakan salah satu perpustkaan perguruan tinggi di Semarang yang ikut andil dalam mengenalkan sejarah Indonesia melalui layanan referens-serial dengan menggunakan salah satu koran Kompas yang dilanggan yaitu Koran Kompas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemunculan sejarah yang dimuat di Artikel Koran Kompas di Perpustakaan Universitas Semarang. Penelitian ini termasuk dalam kategori peneitian kualitatif studi kasus dengan tiga informasn yang masing-masing merupakan kepala bagian di perpustakaan. Pengumpulan data digunakan menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil yang ditemukan Adalah bahwa arsip artikel Koran Kompas mulai dari 1960-an. Arsip artikel tersbeut dimuat pada edisi-edisi tertentu yang ditempatkan di halaman depan Koran Kompas. Untuk periode tahun 2017 bulan Januari s.d Mei terdapat 58 artikel Arsip Koran Kompas. Masalah-masalah yang dimuat seputar sejarah orang-orang kecil, pejabat, sampai dengan peristiwa-peritiwa penting di Indonesia.The history of Indonesia can be introduced through various media. One of the media used is a newspaper. Through the library serial-reference service which has a role to introduce Indonesia to the public, especially visitors to the library. The library is one of the higher education libraries in Semarang which took part in introducing the history of Indonesia through a serial-reference service using one of the subscribed Kompas newspapers, namely Kompas newspaper. The purpose of this study is to identify historical appearances published in the Kompas Alquran article at the Semarang University Library. This research is included in the category of qualitative case study research with three information, each of which is the head of the library. Data collection using in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The results found Is that the archive of articles for the Kompas Newspaper dates back to the 1960s. The article archive was published in certain editions which were placed on the front page of the Kompas newspaper. For the 2017 January to May period, there are 58 articles in the Kompas Newspaper Archives. The issues that are published revolve around the history of small people, officials, to important events in Indonesia.
Co-Authors - Kurniasih . Triguntoro Agung Janika Sitasiwi Agung Janika Sitasiwi Agustina Dwi Wijayanti Annisa Sonia Orintamara Ardian Faiz Hafid Ary Setiyadi, Ary Asmarani Kusumawati Asmarani Kusumawati Asmarani Kusumawati Asmarani Kusumawati Asmarani Kusumawati asmarani Kusumawati Brian Wicaksono Budi Pramono Cahyani , Annisa Putri Dedeh Hamdiah Dony Nurcahya Dwi Walid Retnawati Dwi Walid Retnawati Edy Dharmana Edy Dharmana, Edy Erent Sahat Timotius Sihombing Erif Maha Nugraha Setyawan Erif Maha Nugraha Setyawan Erna Prawita Setyowati Erwanto Euis Ismayati Yuniar Fani, Rifia Tiara Faradina Kusuma Savitri Haryanto , Aris Henny Kusuma Dewi Hermilinda Parera Ika Kurniawati Imawan Daru Prasetya Ismu Subroto Jumaryoto Jumaryoto Kharisma Mutiara Insani Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Lalu Unsunnidhal Langgeng Priyanto Langgeng Priyanto Langgeng Priyanto M. Rosyid Ridlo Makruf Arif Mandala Phivi Whelma Alfons Maryatmi, Anastasia Sri Migi Herdinta Muhammad Rosyid Ridlo Muhammad Wildan Nasir Naela Wanda Yusria Dalimunthe Naela Wanda Yusria Dalimunthe Nurjaman Priyo Jr, Topas Wicaksono Rifia Tiara Fani Salmin Setyawan , Erif Maha Nugraha Siswanto , Ferbian Milas Slamet Hartanto Soedarmanto Indarjulianto Sri Gustari Sukoco, Hendro Suriansyah Surya Agus Prihatno Tarsisius Considus Tophianong Topas Wicaksono Priyo Jr Trikawati Wayan Tunas Artama Widagdo Sri Nugroho Wulandari, Ratih Ayu Yaflet Elifelet Mabel Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yosua Kristian Adi Yuda Heru Fibrianto Zahrina Roseliana Mazidah, Zahrina Roseliana Zulfianto Hadratus Asy&#039;ari