Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

ANALISIS BANJIR TAHUNAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN WATERSHED MODELLING SYSTEM (WMS) Bagas Hendi Pratama; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1540.482 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36499

Abstract

Kota Surakarta dilewati oleh beberapa sungai. Akibatnya di Kota Surakarta sering terjadi banjir di apabila terjadi curah hujan yang tinggi. Untuk mengetahui debit banjir yang terjadi perlu dilakukan analisis secara hidrologi pada DAS. Untuk mengetahui luasan dan kedalman banjir yang terjadi perlu dilakukan analisis hidrolika pada sungai atau saluran. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui nilai Curve Number (CN) DAS Kota Surakarta, puncak debit aliran, potensi luasan, dan potensi kedalaman banjir. Pada penelitian Analisis pada DAS digunakan Watershed Modelling System (WMS) dan simulasi aliran menggunakan HEC-RAS. Debit yang dihitung merupakan debit aliran periode ulang 5, 10, 25, dan 50 tahun. Metode perhitugan debit aliran menggunakan metode SCS. Sungai yang dianalisis adalah Brojo, Gajah Putih, Grenjeng, Krembyongan, Pepe Hulu, Pepe Hilir, Premulung dan Wingko. Berdasarkan penelitian didapatakan CN DAS Kota Surakarta adalah 67,86. Debit puncak pada DAS paling besar, yaitu DAS Pepe Hulu didapatkan Q5 = 74,468 m3/s, Q10 = 91,475 m3/s Q25 = 110,393 m3/s, dan Q50 = 122,816 m3/s. Potensi luasan total banjir periode ulang 5 tahun = 539871 m2, 10 tahun = 82535 m2, 25 tahun = 1032881 m2, dan 50 tahun = 1091835 m2. Potensi Kedalaman banjir periode ulang 5 tahun = 5,09 m, 10 tahun = 5,57 m, 25 tahun = 8,02 m, dan 50 tahun = 8,23 m. Kelurahan Banyuanyar berpotensi mengalami luasan banjir paling besar dan kedalaman banjir paling tinggi.
RANCANG CAMPUR BETON DENSITAS TINGGI DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI Uraiaga Sulthon Vektoriarda; Purnawan Gunawan; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.023 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37363

Abstract

Kepadatan/densitas beton meningkat dengan menggunakan agregat khusus yang berbobot tinggi seperti barium. Pembuatan beton densitas tinggi dapat dilakukan dengan proses Rancang Campur (Mix Design). Proses rancang campur (Mix design) memerlukan pembacaan grafik dan tabel referensi yang jumlahnya cukup banyak yang apabila dilakukan secara manual cenderung tidak efisien/lama, oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme untuk otomatisasi proses Rancang Campur (Mix design), yaitu pembuatan program komputer untuk merangkaikan langkah-langkah proses rancang campur (Mix Design) yaitu dengan bahasa pemrograman Borland Delphi.Metodologi penelitian merupakan tahapan langkah penyelesaian kasus untuk mendapatkan hasil yang rasional. Secara umum program bahasa visual terdapat tiga bagian pokok yaitu input data, proses, dan output data. Data material untuk proses rancang campur beton densitas tinggi digunakan sebagai input data manual kemudian dimodelkan/terjemahkan kedalam bahasa pemrograman Borland Delphi. Alur tahapan dalam proses pemodelan dengan memperhatikan elemen - elemen yang terkait (data modelling). Proses pemodelan dilakukan dengan pembuatan coding yang menggunakan tool RAD dari Delphi. Hasil perancangan/disain bahasa pemrograman Borland Delphi menggunakan beberapa komponen dan variabel - variabel menghasilkan interface/tampilan berupa kotak dialog dan tombol - tombol untuk input data dan dilengkapi beberapa notifikasi/pemberitahuan, sehingga akan muncul peringatan jika terjadi kesalahan pada saat proses input data. Analisis dan uji validasi bahasa pemrograman Borland Delphi dengan proses secara manual pada rancang campur beton densitas tinggi ini menghasilkan tidak ada simpangan.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL (Studi Kasus Pembangunan Pabrik PT GHS Grompol Surakarta) Fajar Fajar; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.871 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37094

Abstract

Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi dibatasi biaya, mutu dan waktu. Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pengendalian yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Di dalam pelaksanaan di lapangan, khususnya pada Proyek Pembangunan Pabrik GHS Grompol Surakarta ini banyak menemui berbagai macam kendala yang harus dicari cara penyelesaian terbaik segala pertimbangan. Selisih dana antara rencana dan pelaksanaan pada proyek tersebut akan dipantau dan dikendalikan. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka digunakan metode konsep nilai hasil. Konsep nilai hasil merupakan suatu metode yang mampu menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah di selesaikan atau di laksanakan, Selain berfungsi untuk pengendalian proyek, metode Konsep Nilai Hasil juga dapat di kembangkan untuk membuat perkiraan sementara untuk mengetahui apakah dana sisa proyek masih mencukupi atau tidak, berapa besar perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek maupun berapa besar proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dengan durasi pekerjaan selama 4 bulan. Data yang diperlukan adalah Rencana Anggaran Biaya, Kurva S, Laporan Mingguan. Untuk mengolah data tersebut digunakan metode konsep nilai hasil dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel yang lebih familiar dikalangan masyarakat. Dengan menginputkan data yang terkait untuk analisis, maka program ini akan melakukan kalkulasi secara otomatis sesuai dengan rumus - rumus kalkulasi yang telah dibuat oleh program ini. Sehingga perhitungan konsep nilai hasil akan lebih cepat dan akurat. Langkah pengendalian yang di ambil untuk memperkecil keterlambatan waktu penyelesaian proyek adalah dengan memperkecil durasi pada item pekerjaan yang berada lintasan kritis (Pekerjaan Balok B3 20/40 lt 2,Pekerjaan Balok B2 20/45 lt2, Pekerjaan Balok B1 25/50, Pekerjaan Kolom K2 20/45 lt 2, Pekerjaan Kolom K4 20/30 lt 2).
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN BANJIR LAHAR PADA KALI WORO DENGAN APLIKASI PROGRAM SIMLAR V.1.0 Setiono Setiono; Siti Qomariah; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37439

Abstract

Disaster due to debris flow commonly called sediment disaster, SIMLAR V.1.0 application for simulation debris flow 2D toestimate flood Lava prone areas volcano in order development of early warning system, so will reduce negative impact of disaster. Thepurpose of this study is : (1) can identify the type of morphology based rosgen's method.(2)to determine the effectiveness the buildingsabo in conducting debris flow in order development of early warning system(3)to mapped the flood lava prone areas in DAS Woro inthe orderly development of early warning system. This research using secondary data, the secondary data obtained from relevantagencies, the research using the daily rainfall data, the discharge of DAS woro event in 2010. Rain results using Gama I methods,digital elevation model (DEM) was taken in 2011, lava flood prone map from BPPTK. Effective rainfall, digital elevation modeland sediment coefficient input tp the simlar applicaton for further do simulation test. From the simlar application will produce 2Dmap and describe the region lava flood pronein in DAS woro with water volume and sediment volume, the result this research thatflood prone lava areas is a village sukorini areas
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN OPTIMALISASI KOMPOSISI JUMLAH TIPE RUMAH UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN OPTIMUM PADA PERUMNAS JERUK SAWIT PERMAI KARANGANYAR Arief Prasetya Adi; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37057

Abstract

Tujuan mengoptimalkan keuntungan investasi biasanya dihubungkan dengan skala waktu jangka pendek, yaitu bagaimana mendayagunakan kapasitas dari suatu perusahaan yang telah tersedia sebaik mungkin. Berdasarkan komposisi dari Perumnas Jeruk Sawit Permai yang terletak di Jl. Lawu Raya, Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar pada sektor 3 analisis investasi pada nilai sekarang menunjukan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 15.838.718.000,-. Tujuan optimalisasi ini untuk mengetahui apakah komposisi jumlah unit rumah yang dibangun pada Perumnas Jeruk Sawit Permai dapat memberikan keuntungan lebih berdasarkan permintaan pasar. Evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu perhitungan harga jual minimum rumah, aspek analisis kelayakan investasi (metode : Net Present Value (NPV), Annual Equivalen (AE), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Analisis Sensitivitas), optimalisasi dengan metode simpleks menggunakan program Quantitative System for Busines (QSB) dan perhitungan subsidi untuk Tipe 23 dan Tipe 27. Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimum sesuai dengan minat konsumen untuk rumah tipe 23/60 sebanyak 48 unit, tipe 27/60 sebanyak 259 unit dan tipe 36/84 sebanyak 25 unit. Nilai subsidi pada Perumnas Jeruk Sawit Permai Karanganyar untuk tipe 23 yaitu Rp 11.661.548,- s/d Rp 36.175.217,- dan tipe 27 yaitu Rp 11.472.976,- s/d Rp 35.216.090,-.
KORELASI NILAI KOHESI DAN SUDUT GESER DALAM DENGAN NILAI TAHANAN KONUS SONDIR MENGGUNAKAN METODE STATISTIKA Muhammad Agus Bahtiar; Niken Silmi Surjandari; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37073

Abstract

Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan fisik infrastruktur. Tanah merupakan dasar pijakan terakhir untuk menerima pembebanan yang ada diatasnya. Peran tanah yang sangat besar ini harus diketahui sifat dan karakteristik dari tanah itu sendiri sebelum para pelaku pembangunan akan melakukan kegiatan kegiatan pembangunan. Setiap daerah memiliki keadaan tanah yang beragam, baik dari segi jenis tanah, daya dukung, maupun parameter lainnya dari tanah. Tentu saja hal tersebut dapat mengakibatkan daya dukung dan parameter tanah selalu berubah parameter tanah tersebut mencakupi sudut geser tanah dan kohesi tanah. Penelitian ini menggunakan metode statistika, yaitu dengan mencari persamaan regresi linier kohesi (c), sudut geser dalam () persamaan (qc) dan pengujian statistik meliputi uji R2 , uji variansi (uji F), uji signifikansi (uji t), dan uji validalitas. Sampel tanah dibatasi untuk nilai indeks plastisitas lebih dari 17 dengan kata lain tanah yang mempunyai sifat plastisitas yang tinggi. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan qc = 0,915untuk persamaan qc fungsi dan qc = 96,193 c + 12,375 untuk persamaan qc fungsi c. Persamaan regresi sederhana qc fungsi didapat R= 0,874, persamaan regresi qc fungsi c didapat R= 0,414. Uji validitas persamaan regresi qc fungsidari hasil analisis didapat R=1, uji validitas qc fungsidari data sekunder didapat R=0,949. Uji validitas persamaan regresi qc fungsi c dari persamaan Sunggono (1984) didapat R= 1, uji validitas qc fungsi c dari hasil analisis didapatkan -0,704.
PREDIKSI STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY METODE HYBRID Riksa Faisal; Niken Silmi Surjandari; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36549

Abstract

Permasalahan yang terjadi di alam, didominasi hampir 80% permasalahan non linier atau mungkin lebih. Permasalahan ini sering ditemui pada bencana alam seperti tanah longsor. Terkadang dalam pengaplikasian suatu metode, tidak sesuai dengan yang direncanakan. Faktor-faktor luar yang tidak diperhitungkan dalam perencanaan, menjadi penyumbang utama permasalahan. Berbagai metode pendekatan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini akan menganalisis stabilitas lereng dengan menggunakan salah satu metode pendekatan dari Neuro-Fuzzy yaitu ANFIS.Sumber data yang digunakan merupakan lereng alami yang didapatkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode hybrid ANFIS untuk mendapatkan prediksi SF. Fine tuning dilakukan pada rule maupun membership function untuk mendapatkan nilai keluaran yang tepat. Digunakan sejumah data yaitu: 60 Data, 50 Data, 40 Data, 30 Data, 20 Data yang divariasikan dalam bentuk Ganjil, Genap, Kelipatan, SF, Beda Tinggi, Beda Kohesi. Pengecekan hasil menggunakan pengujian RMSE dan Matrix Confusion.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa predkisi antara SF ANFIS dan SF asli dipengaruhi oleh membership function, rule, jumlah data, pengacakan data, hasil output serta nilai jarak dari input. Prediksi ANFIS paling optimal terjadi pada 20 Data Varian SF yang menghasilkan nilai Recall sebesar 1, Precision sebesar 1, Accuracy sebesar 1, serta Error Rate sebesar 0.
OPTIMASI SITE LAYOUT PRODUKSI PRECAST MENGGUNAKAN METODE MULTI OBJECTIVES PADA PT. WASKITA BETON PRECAST TBK PLANT KLATEN Kiss Yanuar Riva’I Riatayasyah; Sugiyarto Sugiyarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36581

Abstract

Perencanaan site layout bertujuan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas pada tempat produksi (plant) seperti batching plant, area cor, area pembesian dan lainnya pada lokasi yang optimal. Penempatan fasilitas - fasilitas  pada plan yang optimal berarti jarak tempuh antar fasilitas satu dengan yang lain dapat ditekan seminimal mungkin sehingga biaya operasional juga dapat menjadi minimal. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode analisis pada studi kasus yang sudah direncanakan untuk mendapatkan data – data yang perlu diolah agar mendapatkan korelasi antar variabel yang diteliti. Studi kasus yang diangkat dalam tugas akhir ini yaitu dilakukan pada PT. Waskita Beton Precast, Tbk Plant Klaten. Penelitian ini dilakukan perhitungan dengan 3 skenario dan 1 eksisting. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Travelling Distance (TD) yang paling minimum terdapat pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 35.047,90 dengan penurunan sebesar 8,69 % dari kondisi eksisting. Nilai Safety Index (SI) paling minimum terdapat pada skenario 1 yaitu sebesar 21.918,47 dengan penurunan sebesar 0,06% dari kondisi eksisting. Site layout optimum yang dapat diaplikasikan adalah skenario 1 dengan nilai total 59.734,47.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER Handry Anom Ervianto; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.17 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36730

Abstract

Perkembangan laju industri konstruksi di Indonesia berkembang pesat dengan masuknya berbagai teknologi pelaksanaan proyek, untuk mengimbanginya diperlukan penelitian-penelitian yang meneliti perihal manajemen biaya, mutu dan waktu agar diperoleh hal yang paling efisien. Untuk meningkatkan efektifitas dalam pengawasan dan pengendalian proyek maka dilakukan pengendalian biaya dan waktu. Pengendalian adalah aktivitas yang mengikat keseluruhan aktivitas yang terdapat pada manajemen proyek. Perencanaan dan pengorganisasian memang merupakan aktivitas yang berpengaruh terhadap proyek, tetapi pengendalian proyek yang efektif merupakan hal terpenting. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang pertanyaanya berdasarkan perbandingan dokumen pelaksanaan dan monitoring selama proyek berjalan. Dokumen Pelaksanaan sebagai alat pengedalian proyek diperlukan untuk mengantisipasi penyimpangan-penyimpangan yang dapat terjadi dengan memberikan suatu peringatan dini (early warning), bahwa seberapa prestasi pekerjaan yang harus dicapai pada suatu waktu tertentu melalui standar acuan yang dipakai sebagai dasar pengukuran, sehingga apabila terjadi penyimpangan, tindakan perbaikan ( corrective action ) dapat dilakukan sebelum terjadi masalah yang lebih serius. Sedangkan Monitoring dan pelaporan adalah alat-alat yang diperlukan untuk pengendalian dan pengawasan proyek. Monitoring dapat diartikan sebagai mengamat-amati dan mempengaruhi kegiatan-kegiatan pokok dan hasil pekerjaan. Pelaporan berarti memberikan informasi kepada seseorang tentang kemajuan, masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan di kemudian hari. Dari penelitian ini didapatkan peningkatan kinerja biaya proyek dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang analisa harga satuan pekerjaan utama, kesesuaian penawaran harga kontraktor, kinerja pelaksanaan prakualifikasi, kenaikan upah dan harga. Peningkatan kinerja waktu proyek konstruksi dipengaruhi oleh kesesuaian kualitas pelaksanaan dilapangan yaitu tentang jumlah dan kondisi alat yang digunakan untuk pekerjaan utama, kesesuaian waktu penyelesaian, metode pelaksanaan kerja dan penangguhan pekerjaan. Diperoleh rumus regresi linier untuk kinerja biaya Y1 = 0,271 + 0,128X1 + 0,177X2 + 0,234X11 + 0,128X16, dan untuk kinerja waktu Y2 = 0,052 + 0,156 X3 + 0,006 X7 + 0,301 X8 +0,272X15.
PREDIKSI KEKERINGAN DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WURYANTORO KABUPATEN WONOGIRI Riyan Ardiputro; Raden Roro Rintis Hadiyani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.149 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37003

Abstract

Perubahan cuaca dan iklim tidak menentu yang diakibatkan oleh pemanasan global dapat menyebabkan berbagai dampak negatif. Seperti durasi antara musim penghujan dan musim kemarau tidak seimbang dan musim kemarau yang berkepanjangan. DAS Wuryantoro yang terletak di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah mempunyai kondisi geografis berupa tanah kapur.yang sulit meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menjadikan wilayah Wonogiri rawan akan bencana kekeringan ketika musim kemarau tiba. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Wuryantoro dan (2) Mengetahui prediksi kekeringan berdasarkan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) jika diverifikasi dengan Metode Indeks Kekeringan Hidrologi (IKH) berdasar debit pada tahun 2015-2018.Perhitungan hujan wilayah menggunakan Metode Poligon Thieseen. Untuk hujan simulasi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropgation dengan Matlab. Indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan menggunakan Metode SPI. Hasil hujan simulasi digunakan untuk menghitung prediksi indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan Metode SPI. Dari hasil prediksi curah hujan juga digunakan untuk menghitung IKH berdasar debit Metode Mock. Hasil dari analisis ini diperoleh bahwa indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan pada tahun 2003-2010 mengalami kondisi normal dan tahun 2011-2014 mengalami kondisi kering terutama pada bulan Juli sampai Oktober dengan indeks kekeringan -1,0131 sampai -1,2487. Prediksi kekeringan pada tahun 2015 sampai tahun 2018 mengalami kondisi Sangat Kering di bulan Juli-September dengan indeks kekeringan rata-rata -1,7907 sampai -1,8056, sementara kondisi kering terjadi pada bulan Juli dengan indeks kekeringan rata-rata -1,1265 sampai -1,1584. Selebihnya bulan-bulan lainnya selama empat tahun tersebut mengalami kondisi normal. Dari hasil analisis dan prediksi antara Metode SPI dan IKH, hasil perhitungan kekeringan metode SPI hampir sama dengan derajad ketajaman kekeringan IKH berdasar debit yaitu pada pertengahan tahun selama 4 tahun mengalami kondisi Kering dan Sangat Kering.