Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

APLIKASI MOL (Mikroorganisme Lokal) JEROAN IKAN SEBAGAI BIOAKTIVATOR PUPUK CAIR LIMBAH ORGANIK PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) Jahari Jahari; Sri Novalina Amrizal; R. Marwita Sari Putri
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.5871

Abstract

limbah ikan dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjadikan mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga. Ini merupakan salah satu cara pemanfaatan limbah organik perikanan. Menurut Purwasasmita (2009) menjelaskan bahwa Salah satu aktivator yang berpotensi mempercepat penyediaan pupuk adalah larutan mikroba lokal. Larutan MOL mengandung unsur makro dan mikro serta bakteri yang dapat digunakan sebagai stimulan tanaman, pengendalian hama, penyakit tanaman, agen pengurai bahan organik, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling efektif untuk memasukkan MOL (mikroorganisme lokal) ke dalam pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica rapa L) ditinjau dari tinggi batang, jumlah daun, dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi (Brassica rapa L) sangat dipengaruhi oleh penambahan MOL limbah jeroan ikan sebagai bioaktivator pada pupuk organik cair berbahan limbah rumah tangga. yaitu jumlah daun, pH tanah, tinggi tanaman, dan berat basah tanaman. Perlakuan M4 dengan konsentrasi pupuk 7,5% selama 42 hari merupakan pupuk organik cair terbaik untuk limbah rumah tangga yang meliputi MOL limbah jeroan ikan.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Anggi Ayuni; Azwin Apriandi; R Marwita Sari Putri
Marinade Vol 6 No 02 (2023): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v6i02.5928

Abstract

Daun nipah (Nypa fruticans) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku kerajinan, olahan makanan, dan sebagai obat tradisional seperti obat sakit perut, dan obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam daun nipah (Nypa fruticans) dan tingkat toksisitasnya. Dilakukan identifikasi senyawa aktif dengan uji fitokimia dan dilanjutkan dengan uji KLT. Ekstrak diuji tingkat toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Data kematian A. salina Leach dianalisis dengan probit Microsoft Excel untuk mengetahui nilai LC50. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut metanol mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) pelarut klorofom adalah flavonoid dan triterpenoid. Hasil ini diperkuat dengan KLT menggunakan eluen terbaik, pada AA2 menghasilkan 15 spot. Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut metanol sebesar 100,34 ppm. Sedangkan nilai LC50 pada ektstrak daun nipah (Nypa fruticans) dengan pelarut klorofom sebesar 481,87 ppm.
PENGARUH PENAMBAHAN IKAN TAMBAN (Sardinella lemuru) TERHADAP PEMBUATAN CHOUX PASTRY Wahyuni Julita Putri Ilahi; R. Marwita Sari Putri; Azwin Apriandi
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6075

Abstract

Saat ini variasi pengembangan choux pastry masih sangat terbatas. Salah satu cara pengembangan produk ini adalah pembuatan choux pastry dengan penambahan ikan tamban. Pemanfaatan daging ikan tamban pada choux pastry diharapkan mengandung kualitas serta kandungan gizi yang baik. Selain itu, penggunaan protein yang terkandung dalam ikan tamban pada pembuatan choux pastry mampu menghasilkan produk dengan cita rasa gurih. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengetahui formulasi terbaik dari penambahan ikan tamban pada choux pastry berdasarkan uji hedonik serta menentukan karakteristik fisik dan nutrisi dari choux pastry yang terpilih berdasarkan uji hedonik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu IK0 (0%), IK1 (15%), IK2 (20%), IK3 (25%). Hasil pengujian hedonik menunjukkan bahwa pada perlakuan IK3 dengan penambahan ikan 25% mendapatkan hasil terbaik dengan nilai parameter warna (2,50%), aroma (2,66%), rasa (2,79%) dan tekstur (2,66%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari hasil uji hedonik yang terpilih mendapatkan nilai kadar air (8,41%), kadar abu (3,81%), kadar protein (20,37%), kadar lemak (37,77%) dan kadar karbohidrat (32,80%). 
PEMANFAATAN BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Herman Siagian; R. Marwita Sari Putri; Sri Novalina Amrizal
Marinade Vol 7 No 01 (2024): Marinade
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i01.6768

Abstract

Pandanus tectorius atau pandan tikar adalah tumbuhan liar dipesisir pantai yang memiliki potensi untuk diolah sebagai minuman fungsional karena mengandung kandungan air, karbohidrat, serat. Berdasarkan penelusuran literatur buah pandan laut (Pandanus tectorius) belum pernah diolah sebagai minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minuman fungsional buah pandan laut (Pandanus tectorius) seperti kandungan proksimat, serat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain pembuatan formulasi minuman fungsional, uji Hedonik, uji proksimat, uji kadar serat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi minuman fungsional buah pandan laut terbaik berdasarkan uji Hedonik adalah formulasi MP 3 dengan konsentrasi 80% sari buah pandan laut, 10% jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) 10% tepung alginat. Hasil analisis proksimat minuman fungsional pada komponen kadar protein 0,42%, dan kadar serat 2,03%.
SOSIALISASI MAKANAN SEHAT PRODUK PERIKANAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI CIKAL BAKAL GENERASI TANGGUH COVID-19 DI DESA PENGUJAN KABUPATEN BINTAN Oktavia, Yulia; Jumsurizal, Jumsurizal; Apriandi, Azwin; Ilhamdy, Aidil Fadli; Putri, R Marwita Sari; Novalina A, Sri; Yulianto, Tri
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 1 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i1.6735

Abstract

Tahun 2019 merupakan tahun dimana semua aspek kehidupan mengalami perubahan, pada penghujung tahun terjadi pandemi yang disebut Covid-19 yang melanda semua negara, dampak pendemi ini membuat banyak pihak melakukan perubahan dan mencari solusi untuk keluar dari situasi ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengkonsumsi makanan sehat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan makanan sehat produk perikanan pada siswa Sekolah Dasar sebagai cikal bakal generasi tangguh Covid-19 di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Target dari sosialisasi ini adalah siswa-siswi Sekolah Dasar dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat dari produk perikanan. Permasalahan yang ditemukan di lapangan yaitu kurangnya informasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai makanan sehat yang dapat membantu meningkatkan imunitas dan Kesehatan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang keamanan produk perikanan serta pengaruhnya terhadap kesehatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terhadap siswa Sekolah Dasar, adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mendapatkan materi tentang makanan yang sehat untuk anak usia sekolah dasar dan mengetahui perilaku hidup sehat yang baik selama masa pandemi Covid-19.