Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Maksim Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Diskusi Kelas IKIP PGRI Pontianak Wiendi Wiranty; Eti Ramaniyar; Fitri Wulansari
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1521

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan maksim ketidaksantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas IKIP PGRI Pontianak”. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan kajian sosiopragmatik.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian  adalah teknik observasi dan simak bebas libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 maksim ketidaksantunan yang dituturkan oleh mahasiswa selama proses diskusi berlangsung, yaitu maksim ketidaksantunan yang berbentuk kearifan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk  kerendahan hati, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk pujian. Maksim ketidaksantunan yang berbentuk kedermawanan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kesepakatan, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk simpati belum ditemukan berdasarkan data yang peneliti miliki.
Imperative Order on The Micro Teaching Class Rini Agustina; Fitri Wulansari
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.040209

Abstract

This study aims to describe imperative speech in the micro teaching subject. The type of research used is descriptive with a qualitative research form. The study population was 8 semester students of the sixth semester. The data collection technique uses note taking and documentary techniques in the form of video recordings. The data collection tool is in the form of the researcher himself as a key instrument assisted by writing instruments. The data analysis technique used is the interactive analysis technique with the stages of collecting data, reducing data, presenting data, and making conclusions. The research result obtained is that the use of imperative speech in the micro teaching subject has sixteen imperative pragmatic forms.
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM DISKUSI KELAS Eti Ramaniyar; Fitri Wulansari; Wiendi Wiranty
Jurnal Metamorfosa Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.249 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan maksim kesantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas menggunakan kajian sosiopragmatik. Jenis penelitian kualitatif dengan objek penelitian mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Data dan sumber data berupa tuturan mahasiswa prodi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia saat proses diskusi kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik simak libat cakap. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan pada saat mahasiswa berdiskusi di kelas penggunaan bahasa yang dituturkan oleh mahasiswa tersebut penuh dengan unsur kesantunan. Unsur kesantunan tersebut berupa maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian/ penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim persetujuan/ penerimaan dan maksim kesimpatian. Abstract This study aims to describe the maxims of student politeness in class discussions using sociopragmatic studies. This type of qualitative research is the object of research by IKIP PGRI Pontianak students. Data and data sources are in the form of speech from Indonesian Education and Language Study Program students during the class discussion process. Data collection uses skillful listening techniques. Data analysis techniques use interactive model data analysis techniques. The results of this study indicate that when students discuss in class the use of language spoken by students is full of elements of politeness. Elements of politeness in the form of wisdom maxims, maxims of generosity, maxims of praise/ appreciation, maxim of humility, maximal approval / acceptance and maxim of conclusions. Keywords: Maxim Politeness, Class Discussion, Sociopragmatic
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Pantun Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Melayu Fitri Wulansari; Netti Yuniarti; Try Hariadi; Elva Sulastriana; Muhammad Lahir; Indriyana Uli; Lizawati Lizawati; Sri Kusnita; Herlina Herlina
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i2.3196

Abstract

Rendahnya minat remaja pada pantun membuat pantun menjadi kurang populer di kalangan remaja saat ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan pantun kepada remaja di wilayah Keraton Kadriah Pontianak. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu workshop yang dilakukan dalam  tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan menulis pantun dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan apresiasi karya sastra. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa dalam menulis pantun budaya Melayu. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya.
Gerakan Terbit Sastra di SMP Negeri 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Lizawati Lizawati; Indriyana Uli; Herlina Herlina; Sri Kusnita; Muhammad Lahir; Fitri Wulansari; Try Hariyadi; Netti Yuniarti; Elva Sulastriana
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i3.3271

Abstract

Gerakan terbit sastra bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami karya sastra. Gerakan terbit sastra dilakukan di SMP N 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Adapun bentuk kegiatan gerakan terbit sastra di SMPN 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya berupa seminar pengetahuan dan pemanfaatan karya sastra dalam kegiatan sehari-hari, pelatihan dan pendampingan pemanfaatan penulisan karya sastra, dan penyediaan akses dalam menerbitkan karya sastra. Hasil gerakan terbit sastra di SMPN 18 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya berupa peningkatan pengetahuan terhadap karya sastra, peningkatan minat menulis karya sastra, dan terbitnya hasil karya sastra siswa berupa buku ber-ISBN dengan judul “Seberang Sungai (Sebuah Antologi Pantun dari Anak-Anak Sungai Asam)”.
MANTRA BETANGAS MASYARAKAT MELAYU SAMBAS (KAJIAN SEMIOTIK) Fitri Wulansari; Lizawati Lizawati
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5 NUMBER 2 DECEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i2.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem tanda yang ada pada mantra dengan kajian semiotik berupa simbol, ikon, dan indeks. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, data berupa kutipan mantra yang mengandung simbol, ikon, dan indeks. Sumber data yaitu informan kunci/penutur mantra. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi langsung, wawancara terstuktur, dan studi dokumentasi, dengan menggunakan alat pengumpulan data panduan observasi, panduan wawancara, dan alat dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data berupa meningkatkan ketekunan, triangulasi sumber, dan kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra betangas masyarakat Melayu Sambas terdapat tanda-tanda yang khas yang memiliki makna yang berbeda, yakni berupa simbol, ikon, dan indeks. Simbol merupakan tanda yang berdasarkan kesepakatan, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama, tanda ini meliputi kata kecantikan wajah yang selalu bersih, dan manis sebagaimana jeruk manis yang segar .Ikon merupakan suatu tanda yang mirip dengan objek atau memiliki ciri yang sama dengan apa yang dimaksud atau diwakilinya, tanda ini meliputi Terangnya purnama juga menjadi ikon dari cahaya yang bersinar di malam yang gelap. Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab akibat dengan apa yang diwakilinya, tanda ini meliputi air yang mengalir membersihkan pipi, wajah, menjadikan bersih sehingga cerah sebagaimana cahaya rembulan yang bersinar menyinari malam.
Analisis simbol pada antologi puisi singkawang karya pradono (kajian semiotika) Fitri Wulansari; Muhammad Rifa’i; Elva Sulastriana
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 1 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP)
Publisher : LPD IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v1i1.3843

Abstract

This research generally aims to describe signs in the form of symbols, with the study of semiotics in Poetry Anthology Singkawang by Pradono, then clearly reveals the use of symbols in it. The method used is a descriptive method with a qualitative research form. The source of data in this study is the book Anthology of Singkawang Poetry by Pradono. The approach used is a semiotic approach. The technique used in data collection is a documentary study technique, and the instrument in this research is the researcher himself. Based on the relationship between the sign and the signified in the anthology of Singkawang poetry by Pradono, it has a sign system in the form of symbols, then the study of semotics can deepen the ability to understand poetry interpretation and deepen the teaching of the sign system contained in a literary work., Village
KAJIAN INDIGENOUS KNOWLEDGE MASYARAKAT ETNIS MELALUI PENERAPAN ETHNO-BASED LEARNING DALAM KONTEKS MATERI “EKOSISTEM & PERMASALAHANNYA” Priyambodo, Panggih; Fauziah, Daniar Eka Nur; Larasati, Anisa Ayu; Sagita, Ninit Putry; Febrianti, Ulya Ananda Putri; Puspitasari, Eka Ayu; Wulansari, Fitri; Santhyami, Santhyami
JURNAL SPEKTRA Vol 9, No 2 (2023): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v9i2.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi indigenous knowledge masyarakat etnis di Desa Jatimulyo, Desa Rejosari, dan Desa Pancot melalui penerapan ethno-based learning; serta 2) menganalisis kandungan pengetahuan ilmiah dalam indigenous knowledge masyarakat etnis di Desa Jatimulyo, Desa Rejosari, dan Desa Pancot dalam konteks materi “Ekosistem & Permasalahannya”. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober hingga Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatis dengan pendekatan entoekologi. Instrumen pengumpulan data adalah pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah divalidasi oleh lima dosen ahli. Tahapan penelitian meliputi: 1) perumusan tujuan; 2) penetapan area studi; 3) observasi partisipan; 4) wawancara responden; 5) dokumentasi; serta 6) konstruksi skema pengetahuan. Hasil penelitian adalah konstruksi pengetahuan ekologi ilmiah dalam empat tema besar, yaitu pelestarian keanekaragaman hayati ekosistem, pelestarian kawasan agroforest, pengupayaan produktivitas dan kestabilan ekosistem, serta fenomena pemanasan global. 
RELEVANSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERHADAP TRADISI BERBALAS PANTUN ADAT PERNIKAHAN MELAYU SEKADAU Wulansari, Fitri; Herlina, Herlina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.4081

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap tradisi berbalas pantun pada pernikahan Melayu Sekadau . Objek dalam penelitian ini berupa pantun pada Pernikahan Melayu Sekadau. Data dan sumber data dalam penelitian ini berupa pantun pernikahan yang dituturkan dalam adat pernikahan di Desa Rawak Hulu Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Hasil penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, simak bebas cakap, tes, studi documenter, catat dan rekam. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat di simpulkan bahwa hasil Relevansi pembelajaran bahasa Indonesia dari kajian ini adalah mengintegrasikan pengajaran pantun sebagai bentuk ekspresi sastra yang kreatif dan bermakna. Pembelajaran menulis pantun tidak hanya memperkaya keterampilan berbahasa peserta didik, tetapi juga mengajarkan mereka tentang kearifan lokal dan cara menyampaikan pesan dengan elegan melalui kata-kata. Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data berjumlah 20 data pantun pernikahan Melayu Sekadau.Kata Kunci: Relevansi, Pembelajaran, Pantun, SemantikABSTRACTThis study aimed to determine the relevance of Indonesian language learning to the tradition of reciprocal rhymes (RR) at Sekadau Malay weddings. The data collected were twenty rhymes from the wedding parties at Sekadau Hulu District, Sekadau Regency gained through observation, interviews, free listening, tests, documentary studies, notes, and recordings. Based on the results of the analysis, it was found that there was a relevance of RR in Indonesian language learning, namely integrating the teaching of RR as a form of creative and meaningful literary expression. With this in mind, the students could not only improve their ability to write rhymes but also utilize local wisdom in learning and elegant messages conveyed through words.Keywords: Relevance, Learning, Reciprocal Rhymes, Semantics
Makna Multimodal Pada Buku Tematik Kelas III SD Wulansari, Fitri; Wulan, Adistia Primi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, Number 2 (December 2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v7i2.5629

Abstract

This study aims to analyze the form of modality contained in class III thematic books. The method used in this study is the elucidating strategy. The form of research used is subjective with a balanced approach. The source of information used in this exam was Topical textbooks for class III SD-MI with a book size of 29.7 cm and 70 gr HVS paper type. Multicolor book tone with an extraordinary limitation technique, brand with a replacement book model and distributed by the Instruction office in 2018. The instrument used in this study was to use multimodal content analysis study tables in student books which contain themes, sub-themes, learning, pages titles, forms of activities/pages (images) that contain multimodal using table analysis of ideational, interpersonal, and textual meaning intersemiosis. Checking the information used by this researcher is content investigation. The results of the data analysis that the researcher did, from the three Thematic Learning books for class III SD, not all of them contain a multimodal form. Researchers only found 26 data from the three thematic books. In the three themes the researcher found verbal multimodal forms and nonverbal multimodal forms. Of the 26 data, 11 data contained verbal multimodal forms and 15 data contained non-verbal multimodal forms.