Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisa Rugi-Rugi Daya Akibat Jatuh Tegangan pada Saluran Transmisi 150 Kv Khusaeri, Ahmad; Suheta, Titiek; Urzhasa, Viznor; Putra, Ilham Pratama
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2024: SNESTIK IV
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2024.5813

Abstract

Pada sistem tenaga listrik, sistem transmisi merupakan jalur untuk mengirimkan energi listrik dari pembangkit ke gardu induk ataupun dari gardu induk ke gardu induk lain. Sehingga sangat memungkinkan terjadi rugi-rugi daya dan jatuh tegangan yang besar apabila panjang saluran transmisi relatif jauh dan beban lebih, hal itu akan sangat mempengaruhi keandalan pada sistem transmisi tersebut. Analisa perhitungan rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada sistem transmisi tegangan 150 kV pada Gardu Induk New Sidoarjo. Analisis dilakukan dengan malakukan survey di lokasi penelitian, pengambilan data beban tegangan dan arus pada pukul 08.00 dan 13.00 WIB dalam 10 hari terahir pada bulan Desember. Metode penelitian dengan melakukan analisa dan simulasi menggunakan ETAP, menghasilkan nilai rugi-rugi daya sebesar 2.14 kW dan 206.6 kW, nilai jatuh tegangan mencapai 6,97% dan 6,49% masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh standar SPLN No.72 tahun 1987 maksimal +5% minimal -10%. Sedangkan jumlah kerugian secara ekonomis mencapai Rp. 22.874.753,00, hal ini dikarenakan PT.PLN (persero) mengalami kerugian sebesar 21.421,19 kWh.
Mengevaluasi Rugi-Rugi Daya Akibat Jatuh Tegangan Pada Saluran Transmisi 150 Kv Suheta, Titiek; Khusaeri, Ahmad; Urzhasa, Viznor
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2024: SNESTIK IV
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2024.5716

Abstract

Pada sistem tenaga listrik, sistem transmisi merupakan jalur untuk mengirimkan energi listrik dari pembangkit ke gardu induk ataupun dari gardu induk ke gardu induk lain. Sehingga sangat memungkinkan terjadi rugi-rugi daya dan jatuh tegangan yang besar apabila panjang saluran transmisi relatif jauh dan beban lebih, hal itu akan sangat mempengaruhi keandalan pada sistem transmisi tersebut. Analisa perhitungan rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada sistem transmisi tegangan 150 kV pada Gardu Induk New Sidoarjo. Analisis dilakukan dengan malakukan survey di lokasi penelitian, pengambilan data beban tegangan dan arus pada pukul 08.00 dan 13.00 WIB dalam 10 hari terahir pada bulan Desember. Metode penelitian dengan melakukan analisa dan simulasi menggunakan ETAP, menghasilkan nilai rugi-rugi daya sebesar 2.14 kW dan 206.6 kW, nilai jatuh tegangan mencapai 6,97% dan 6,49% masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh standar SPLN No.72 tahun 1987 maksimal +5% minimal -10%. Sedangkan jumlah kerugian secara ekonomis mencapai Rp. 22.874.753,00, hal ini dikarenakan PT.PLN (persero) mengalami kerugian sebesar 21.421,19 kWh.
ANALISA JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH Di PT.PLN (Persero) ULP Lembata Ekawati, Elfira Dyah; Lamataro, Fadly; Suheta, Titiek; Wicaksono, M. Rizki; Ikhwanunnadzir, Yani 
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We need good service quality in the electric power operating system, such as providing a good voltage value to customers and no voltage drop disturbance. This study determined the relationship between load balancing and voltage drop. It involved literature, observation, and interview methods. The analysis results at the LB.06 substation obtained the load value before load balancing on holidays in the morning and evening by 37.95% and 42.13%, while effective days gained 41.99% and 44.15%. The voltage drops after load balancing in holiday achieved R-phase 2.15%; 3.41%; S- phase 2.58%; 1.74%; and T-phase 3.56%; 5.98%. Meanwhile, effective days achieved R-phase 3.43%;4.27%, S-phase 1.73%;0.43%, and T-phase 2.60%;1.28%. In conclusion, load balancing was effective enough to reduce load and voltage drop values.
Analisa Keandalan Sistem Distribusi 20 KV di PT. PLN (Persero) ULP Bajawa Koba, Nobertus; Suheta, Titiek; Cahyono, Wahyu Dwi; Putra, Ilham Pratama
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keandalan sistem menjadi bagian terpenting dalam pendistribusian energi listrik. Gangguan-gangguan baik oleh faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan pemadaman yang durasinya begitu lama dan sering terjadi dapat mempengaruhi tingkat keandalan sistem, bahkan pemadaman yang terjadi dapat menimbulkan kerugian biaya karena energi yang tidak tersalurkan. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan indeks keandalan berdasarkan SAIFI (System Avarage Interruption Frequency Index), CAIDI (Customer Average Interruption Duration Index) dan SAIDI (System Avarage Interruption Duration Index) di ULP Bajawa yang terdapat 5 penyulang dari 1 Gardu Induk dan membandingkan hasil perhitungan dengan standar PLN, IEEE. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa hampir semua penyulang memiliki nilai SAIFI, SAIDI dan CAIDI melebihi standar kecuali penyulang Faobata  dengan nilai SAIFI 0,8490 dan SAIDI sebesar 2,5470 kali/pelanggan. Semua penyulang yang tidak melebihi standar dapat dikatakan andal dan yang melebihi standar dapat dikatakan tidak andal.
Implementasi Savitzky Golay Filter pada Sistem Wireless Odometer untuk Informasi Perawatan Kendaraan PAMBUDI, WAHYU SETYO; INDRAWAN, MELLIANTO; FIRMANSYAH, RIZA AGUNG; FAHRUZI, AKHMAD; SUHETA, TITIEK
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 3: Published July 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i3.582

Abstract

ABSTRAKPerawatan kendaraan berkala berdasarkan jarak tempuh menggunakan wireless odometer merupakan solusi untuk memberikan informasi kepada pemilik kendaraan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wireless odometer memiliki kelemahan, yaitu pembacaan sensornya memiliki error sebesar 13,2%. Hal ini menjadi kendala jika digunakan untuk mengukur jarak tempuh kendaraan bermotor. Upaya untuk memperbaiki kekurangan ini perlu dilengkapi dengan filter digital. Pada penelitian ini, metode Savitzky Golay Filter digunakan untuk membaca sensor pada Wireless Odometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase error pembacaan saat menggunakan metode Savitzky Golay Filter mencapai 2,89%, sedikit lebih rendah dibandingkan error Kalman Filter 7,09 %. Berdasarkan error ini dapat disimpulkan bahwa metode Savitzky Golay Filter adalah filter yang sesuai untuk Wireless Odometer.Kata kunci: Perawatan Berkala, Savitzky Golay Filter ABSTRACTPeriodic vehicle maintenance based on mileage using a wireless odometer is a solution to provide information to vehicle owners. Previous research has shown that wireless odometers have a weakness, namely that the sensor readings have an error of 13.2%. This is a constraint if it is used to measure the mileage of motor vehicles. Efforts to improve this deficiency need to be equipped with a digital filter. In this study, the Savitzky Golay Filter method is used to read the sensor on the Wireless Odometer. The test results show that the percentage of reading error when using the Savitzky Golay Filter method reaches 2.89%, slightly lower than the Kalman Filter error of 7.09%. Based on this error, it can be concluded that the Savitzky Golay Filter method is an appropriate filter for Wireless Odometer.Keywords: Periodic Maintenance, Savitzky Golay Filter
Analisis Penggunaan Baterai Lead Acid dan Lithium Ion dengan Sumber Solar Panel PAMBUDI, WAHYU SETYO; FIRMANSYAH, RIZA AGUNG; SUHETA, TITIEK; WICAKSONO, NUR KUKUH
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 2: Published April 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i2.392

Abstract

ABSTRAKBaterai merupakan bagian penting dari sistem PLTS off-grid. Kendala yang sering terjadi pada baterai adalah siklus yang pendek dan rugi-rugi karena pengaruh internal resistance sehingga tidak optimal pada saat charging atau discharging. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk membandingkan karakteristik jenis baterai Lead-Acid 12 Ah dan baterai Lithium-Ion 12 Ah pada sistem Off-Grid panel surya 120 Wp. Pengujian charging maksimal 5 jam, discharging dengan beban adjustable resistor 12 Ohm dengan maksimal pengujian 12 jam (Cut Off). Metode yang digunakan adalah modified Coulomb Counting, dan Pendekatan SoC dengan Simulasi Constant Current. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menjaga siklus hidup baterai, waktu terbaik untuk mencegah deep discharge, SoC baterai Lead Acid 57,833% dan Lithium-Ion 42,839%. Charging baterai Lead Acid memiliki Constant Voltage 13,1 V dan baterai Lithium Ion memiliki Constant Current 2,4 A, saat discharging.Kata kunci: Lead Acid, Lithium Ion, modified Coulomb Counting, SoC. ABSTRACTBatteries are an important part of the off-grid PLTS system. Constraints that often occur in batteries are short cycles and losses due to the influence of internal resistance so it is not optimal when charging or discharging. In this study, a test was conducted to compare the characteristics of a 12 Ah Lead-Acid battery and a 12 Ah Lithium-Ion battery in a 120 Wp off-grid solar panel system. Maximum charging test of 5 hours, Discharging with a 12 Ohm adjustable resistor load with a maximum of 12 hours of testing (Cut Off). The method used is modified Coulomb Counting and SoC Approach with Constant Current Simulation. Based on the research results, to maintain the life cycle of the battery, the best time to prevent deep discharge, SoC is 57.833% Lead-Acid battery and 42.839% Lithium-Ion battery. Charging Lead Acid batteries has a Constant Voltage of 13.1 V and Lithium on batteries have a Constant Current of 2.4 A when discharging.Keywords: Lead Acid, Lithium Ion, modified Coulomb Counting, SoC.
Keandalan Sistem Distribusi 20 KV di PT. PLN (Persero) ULP Atambua Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) Suheta, Titiek; Bere, Novendra Rivaldo; Soares, Celestino; Pratama, Aji Indra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2025: SNESTIK V
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2025.6887

Abstract

Keandalan suatu sistem distribusi adalah peluang suatu komponen atau sistem distribusi dalam memenuhi fungsi yang dibutuhkan dalam periode tertentu. Peningkatan kebutuhan akan listrik menuntut suatu sistem distribusi tenaga listrik yang mempunyai tingkat keandalan yang baik. Tingkat keandalan dapat ditentukan dengan durasi pemadaman listrik, dan waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari pemadaman listrik. Tujuan penelitian ini menganalisa indeks keandalan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index), SAIDI (System Average Interruption Duration Index),  CAIDI (Consumer Average Interruption Duration Index) dan ASAI (Average Service Availability Index) menggunakan metode FMEA (Failure Modes Effect Analysis) di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Atambua. Hasil penelitian menunjukkan, pada penyulang Atapupu SAIFI = 6,5330 kali/pelanggan/tahun, nilai tersebut belum memenuhi standar hal ini dikarenanakan frekuensi gangguan sering terjadi selama satu tahun dan panjangnya saluran di atas 1 – 2 Kms.   Namun untuk SAIDI = 20,2244 jam/pelanggan/tahun, CAIDI = 3,0956 (jam/tahun) dan ASAI = 99,77 % masih sesuai standar SPLN demikian juga untuk penyulang Haliwen SAIFI = 3,1061 kali/pelanggan/tahun, SAIDI = 10,4879 jam/pelanggan/tahun, CAIDI = 3,3764 (jam/tahun) dan ASAI 99,88 % dan  penyulang Motabuik SAIFI = 3,1751 kali/pelanggan/tahun , SAIDI = 10,4752 jam/pelanggan/tahun,  CAIDI = 3,2990 (jam/tahun) dan ASAI = 0,998772 %.  
Analisis Perhitungan Rugi – Rugi Daya pada PT. Freeport Indonesia Bustomi, Yazid; Suheta, Titiek; Ramadhan, Alfian
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2025: SNESTIK V
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2025.7203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan rugi daya pada sistem kelistrikan PT. Freeport Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Rugi daya listrik merupakan fenomena yang terjadi akibat perbedaan antara daya yang diproduksi dan daya yang diterima oleh konsumen akhir, yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti resistansi kabel, transformator, dan komponen sistem lainnya. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap sistem distribusi listrik di area operasional PT. Freeport Indonesia Feeder#1, dengan menghitung rugi daya yang terjadi pada setiap komponen dan jalur distribusi. Metode yang digunakan meliputi pengukuran langsung, dan perhitungan rugi daya berdasarkan data historis penggunaan daya. Hasil analisa dan simulasi didapatkan nilai rugi – rugi daya pada bus 6  sebesar 1,841 kW dan 1,4 kW. Hal ini disebabkan karena bus 6 mempunyai panjang saluran 0,456 km dan pembebanan yang cukup besar yaitu 56,546 A. Untuk mengurangi nilai rugi daya tersebut dengan melakukan pergantian penghantar tipe ACSR yang semula luas penampang 67,4 mm2 menjadi 85 mm2. Dari hasil perbaikan tersebut dengan simulasi rugi – rugi daya pada bus 6 dari 1,4 kW turun menjadi 1,1 kW, sehingga mendukung keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Perancangan Desain Logo sebagai Identitas Baru UMKM “Machmudah”, Tanggulangin, Sidoarjo Menggunakan Metode Design Thinking Anam, Choirul; Suheta, Titiek; Patria Uman Putra, Novian; Suryowinoto, Andy; Syahrorini, Syamsudduha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21527

Abstract

ABSTRAK Kawasan Tanggulangin, Sidoarjo merupakan area yang banyak ditempati oleh Industri rumah tangga atau bisa disebut UMKM, salah satu UMKM dikawasan tersebut adalah mitra olahan bawang goreng “machmudah”. Yang mana memiliki kendala terkait merk dan branding sebagai identitas untuk meningkatkan pamasaran hasil produknya, dengan adanya Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan terhadap lemahnya identitas visual dan rendahnya daya tarik produk di pasar. Dengan merancang Desain Logo dan merk baru yang merepresentasikan ciri khas Mitra yang dapat diaplikasikan di berbagai media. Menggunakan metode Design Thinkingsebagai pendekatan dalam proses perancangan yang berfokus pada kebutuhan dan pengalaman pengguna. Metode Design Thinking diterapkan melalui lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya merk baru atau logo baru dan identitas visual baru yang lebih menarik, konsisten, dan relevan dengan target pasar yang dapat diaplikasikan di berbagai media seperti Stempel, Nota, Plakat papan nama, stiker, dan baliho banner. Penerapan branding baru diharapkan dapat meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) dan daya saing produk di pasar. Kata Kunci: Design Thingking, Identitas Visual, Logo, Media Pemasaran  ABSTRACT The Tanggulangin area in Sidoarjo is densely populated by home industries, also known as MSMEs. One of the MSMEs in this area is a fried onion processing partner called “Machmudah.” This company faces challenges related to brand identity and branding as key elements to enhance the marketing of its products. The Community Service Program aims to provide guidance to address the weaknesses in visual identity and the low market appeal of the products. By designing a new logo and brand that represent the unique characteristics of the partner, which can be applied across various media. Using the Design Thinking method as an approach in the design process, focusing on user needs and experiences. The Design Thinking method is applied through five stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. The outcome of this research is the creation of a new brand or logo and a new visual identity that is more appealing, consistent, and relevant to the target market, which can be applied across various media such as stamps, receipts, nameplates, stickers, and billboard banners. The implementation of the new branding is expected to enhance brand awareness and product competitiveness in the market. Keywords: Design Thinking, Visual Identity, Logo Design and Marketing Media.
Integrasi Sistem Pengukuran Tanda-Tanda Vital Non Kontak Pada Security Robot Firmansyah, Riza Agung; Prabowo, Yuliyanto Agung; Suheta, Titiek
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 10, No 2 (2024): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v10n2.109-121

Abstract

Robot sering kali digunakan untuk menggantikan tugas manusia saat membutuhkan ketelitian, kecepatan, jam kerja yang tinggi, dan kondisi yang berbahaya. Dalam pandemi COVID-19 peran robot dapat semakin penting. Salah satunya adalah robot security yang berfungsi melakukan pengamanan lingkungan. Robot security dapat difungsikan sebagai skrining awal kondisi kesehatan pengunjung suatu fasilitas umum dengan cara dilengkapi alat ukur tanda-tanda vital. Namun tanda-tanda vital tersebut harus dapat diukur secara non kontak. Sehingga dalam penelitian ini dibuat sebuah alat ukur tanda-tanda vital non kontak yang diletakan pada sebuah robot security. Tanda-tanda vital yang diukur meliputi suhu tubuh, detak jantung, dan frekuensi pernafasan. Dengan kata lain, penelitian ini melakukan integrasi pengukuran ketiga jenis tanda-tanda vital tersebut. Pengukuran suhu tubuh non kontak telah dibuat dengan cara menganalisis intensitas citra termal subjek di bagian wajah. Citra termal ini juga diproses untuk mendapatkan frekuensi pernafasan. Perubahan suhu di area lubang hidung merepresentasikan proses subjek saat menghirup dan menghembuskan udara pernafasan. Pengukuran detak jantung non kontak dilakukan dengan menggunakan teknik remote photoplenthysmograph. Algoritma yang digunakan adalah Plane Orthogonal to Skin (POS). POS bekerja dengan cara mendeteksi perubahan warna kulit wajah yang diakibatkan oleh aliran darah di bawah kulit wajah pada saat pemompaan darah oleh jantung. Berdasarkan hasil pengujian suhu tubuh, didapatkan tingkat error sebesar 0,4%. Tingkat error pengukuran frekuensi pernafasan adalah sebesar 4.72 %, sedangkan untuk detak jantung memiliki error sebesar 4,93%. Robots are often used to replace humans in certain tasks. In general, when precision, speed, high working hours, and hazardous condition. Under conditions of the COVID-19, the role of robots can be even more important. One of them is a security robot that has functions to protect the environment. Security robot can be used as an initial screening for the health condition of visitors to a public facility by being equipped with vital sign measuring devices. However, these vital signs must be measured in a non-contact manner. In this study, non-contact vital signs measurement tool was created and placed on a security robot. Vital signs measured include body temperature, heart rate, and respiratory rate. In other words, this study integrates the measurements of the three types of vital signs. Non-contact body temperature measurements have been made by analyzing the thermal image of the subject. The subject's body temperature was measured based on the intensity thermal image on the face. This thermal image is also processed to obtain the respiratory frequency. Temperature changing in nostril area represent the subject's respiration process. Non-contact heart rate measurements were performed using remote photoplethysmograph. The algorithm used is Plane Orthogonal to Skin (POS). POS works by detecting changes of facial skin color that caused by blood flow under the skin when is pumped by heart. Based on body temperature testing, an error rate of 0.4% was obtained. The error rate for measuring the respiratory rate is 4,72%, while the heart rate has an error of 4,93%.