Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis THD dan Peningkatan Arus pada Kawat Netral Akibat Pengoperasian Beban Non Linier yang Tak Seimbang pada Sistem Tenaga Listrik di RSUD Kabupaten Klungkung I Gusti Ngurah Dwipayana; I Wayan Rinas; I Made Suartika
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 3 (2017): (September - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i03p15

Abstract

Pengopersian beban-beban listrik non-linier akan mengakibatkan terjadinya distorsi pada bentuk gelombang arus dan tegangan. Ketidakseimbangan beban pada sistem tenaga listrik akan berpengaruh pada prosentase harmonisa dan nilai arus netral (IN) yang mengalir pada kawat netral sistem tersebut.. Analisa sistem pada penelitian ini menggunakan program simulink MATLAB. Hasil penelitian yang dilakukan pada kondisi beban seimbang dengan beban linier, nilai arus netralnya adalah 0. Pada kondisi beban tak seimbang dengan beban linier nilai arus netralnya adalah 45,76 A. Pada kondisi beban seimbang dengan beban non linier nilai arus netralnya 61,62 A dengan prosentase THDv pada fasa R 1,49% ; S 1,47% ; T 1,48% dan THDi pada fasa R 16,38% ; S 16,31% ; T 16,19%. Pada kondisi beban tak seimbang dengan beban non linier terjadi peningkatan arus netral dan THD yaitu nilai arus netral 65,5 A dengan prosentase THDv pada fasa R 1,61% ; S 1,49% ; T 1,46% dan THDi pada fasa R 18,47% ; S 16,57% ; T 15,84%.
REKONFIGURASI JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) UNTUK MEMPERBAIKI DROP TEGANGAN DI DAERAH BANJAR TULANGNYUH KLUNGKUNG Made Suartika; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 9, No 2 (2010): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Banjar Tulangnyuh terletak di Desa Tegak kabupaten Klungkung Propinsi Bali dan merupakan daerahdengan topografi wilayah pemukiman penduduk, hutan dan sedikit perbukitan. Sistem kelistrikan daerah BanjarTulangnyuh disuplay oleh trafo distribusi KL0018 melalui Penyulang Klungkung. Trafo KL0018 berlokasi di BanjarGriya Cucukan yaitu dengan kapasitas maksimum 200kVA yang digunakan untuk menyuplay daya listrik ke daerahBr Griya Cucukan, Desa Tegak, Desa Selat dan Banjar Tulangnyuh. Jumlah seluruh pelanggan daerah BanjarTulangnyuh adalah 124 unit pelanggan dengan total beban daya kontrak sebanyak 89.600VA atau 89,6 kVA.Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan didapatkan nilai tegangan terendah di daerah BanjarTulangnyuh yaitu 139V terhadap tegangan sumber satu phasa ke netral (231V) dan terjadi pada saat beban puncakatau dengan kata lain drop tegangan di daerah Banjar Tulangnyuh sudah melebihi 5% dari standar PLN. (SPLNNo.72 tahun 1987). Pada jam 19.00 saat terjadi beban puncak, konsumen tidak bisa menyalakan TV, Radio, Kulkasdan alat elektronik lainnya. Selain itu beban-beban lampu seperti lampu TL/neon tidak bisa dinyalakan dan lampupijar dapat di nyalakan tetapi nyalanya redup setengah lilin. Dengan kondisi seperti itu perlu adanya rekonfigurasijaringan pada daerah Banjar Tulangnyuh.Rekonfigurasi JTR daerah Banjar Tulangnyuh dengan menggunakan simulasi program ETAP powerstaion 4.0yaitu meliputi: tahap pertama adalah penambahan jaringan baru dan pergantian kabel JTR jenis LVTC 3x35 mm2diganti mengunakan LVTC 3x50 mm2 dan kabel SR LVTC 2x10 mm2 masih tetap digunakan. Perancangan keduaadalah penambahan jaringan baru dan pergantian kabel JTR mengunakan LVTC 3x70 mm2 dan kabel SR LVTC2x10 mm2 juga masih tetap digunakan. Akhirnya rekonfigurasi dilakukan dengan memperhatikan pertimbanganteknis dan efisiensi biaya investasi pembuatannya serta mengacu pada beberapa standar PLN yaitu (SPLN No. 72tahun 1987) mengenai “spesifikasi desain JTM dan JTR”, dan (SPLN 56-1, tahun 1993) mengenai ”SambunganTenaga Listrik Tegangan Rendah (SLTR)”.Hasil rekonfigurasi JTR dengan simulasi program ETAP powerstaion 4.0 yaitu drop tegangan yang didapatsebesar 4,68% dari tegangan sumber 231V dan rugi-rugi daya sebesar 1,8kW. Sehingga nilai drop tegangan yangdidapat setelah rekonfigurasi jaringan sudah sesuai dengan standar PLN yaitu drop tegangan yang diijinkan tidakmelebihi 5%, (SPLN 72, 1987).
An Analysis of Assertive Speech Act in Donald Trump Inauguration 2025 Speech in YouTube I Made Suartika; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.7906

Abstract

This study aims to identify and explain the types and functions of assertive speech acts used in Donald Trump’s 2025 inauguration speech. The data were taken from a video entitled “Donald Trump Inauguration Speech 2025” uploaded on the official CNN YouTube Channel (accessed on February 5, 2025, with a duration of 23 minutes and 14 seconds, and 5.8 million views at the time of analysis). This research employs a qualitative descriptive approach, referring to Searle’s (1979) theory of illocutionary speech acts. The findings show that out of 56 assertive utterances, there are five types of assertive speech acts: claiming (25%), stating (21.43%), complaining (19.64%), reporting (17.86%), and explaining (16.07%). The claiming type was the most frequently used, indicating that Trump often emphasized his beliefs and evaluations of the political situation to strengthen his message and shape the audience’s perception. This study expands the application of speech act theory in political contexts and provides insight into how language is strategically used to build legitimacy, trust, and a leader’s image.