Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V UPT SDN 26 TANJUANG BONAI KABUPATEN TANAH DATAR Nori Rayfan Fadila; Yesi Anita; Atri Waldi; Hamimah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.2944

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik tidak fokus saat belajar, peserta didik kurang percaya diri ketika mereka ingin menyampaikan pendapat mereka, peserta didik tidak dibagi menjadi kelompok yang berbeda, peserta didik cenderung pasif saat proses belajar berlangsung, proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan model Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V UPT SDN 26 Tanjuang Bonai Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas V UPT SDN 26 Tanjuang Bonai Kabupaten Tanah Datar sebanyak 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukan: Pertama, modul ajar siklus I diperoleh rata-rata 85,4% predikat (B), meningkat pada siklus II menjadi 95,83% predikat (SB). Kedua, hasil pelaksanaan pembelajaran aspek guru siklus I diperoleh rata-rata 80,35% predikat (B), meningkat pada siklus II menjadi 96,42% predikat (SB). Ketiga, hasil pelaksanaan pembelajaran aspek peserta didik siklus I diperoleh rata-rata 80,35% predikat (B), meningkat pada siklus II menjadi 96,42% predikat (SB). Keempat, hasil belajar peserta didik pada siklus I dengan rata-rata 76 predikat (C), meningkat pada siklus II menjadi 90 dengan predikat (SB). Sehingga dapat disimpulkan penggunaan model Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V UPT SDN 26 Tanjuang Bonai Kabupaten Tanah Datar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
A Flipped Classroom Learning Model Based on Social and Emotional Learning to Improve the Pancasila Student Profile Values in Science and Environment Learning Yesi Anita; Ary Kiswanto Kenedi; Rafhi Febryan Putera; Hasmai Bungsu Ladiva; Nurul Qolbi; Elpina; Atika Ulya Akmal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8357

Abstract

This research is motivated by the low Pancasila student profile values in elementary school students, caused by suboptimal learning processes that need to facilitate active student interaction, provide more time for individualized approaches, support 21st-century skills, focus on character development, and leverage technology. Hence, there is a need to develop a learning model that addresses these aspects. This research aims to develop a flipped classroom learning model based on social and emotional learning that is valid and effective in improving the Pancasila student profile values in elementary school students. This research employs the ADDIE model for development and involves nine validators and 200 elementary school students. The research instruments include observation sheets, validation questionnaires, and Pancasila student profile questionnaires. Data analysis techniques include descriptive statistical analysis and T-test statistical analysis using the JAMOVI application. The results of this study demonstrate that the developed flipped classroom learning model based on social and emotional learning is valid and effective in improving the Pancasila student profile values in elementary school students. The implications of this research can serve as a foundation for developing and enhancing the Pancasila student profile values in elementary school students.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Problem-Based Learning pada Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Kelas V SDN 20 Indarung Kota Padang Wella Asmada Yanti; Mansurdin; Yesi Anita; Masniladevi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5630

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Pancasila Education, particularly on the elements of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were teachers and 29 fifth-grade students of SDN 20 Indarung, Padang City in the 2025/2026 academic year. Data collection techniques included observation of teacher and student activities, learning outcome tests, and documentation. The data obtained were analyzed using qualitative and quantitative approaches. The results of the study indicate that the application of the PBL model in learning the elements of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is able to improve the quality of learning and student learning outcomes. The quality of the teaching module increased from the good category to very good. Teacher and student activities also increased in each cycle. In addition, student learning outcomes showed a significant increase from cycle I to cycle II and have achieved the established completion criteria. Based on these findings, it can be concluded that the PBL model is effective in improving student learning outcomes in Pancasila Education learning in Elementary Schools.
Penguatan Kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak melalui Perangkat Pembelajaran dan Manajemen Sekolah Tanggap Bencana Berbasis Kearifan Lokal Leni Zahara; Arwin Arwin; Bunga Febrimora Hendri; Ary Kiswanto Kenedi; Asna Mardin; Sherlyane Hendri; Yesi Anita; Nurul Husna Zakiyah; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.186

Abstract

Sekolah dasar di Nagari Guguak Tabek Sarojo dan Koto Gadang, Kabupaten Agam, berada pada wilayah rawan banjir dan tanah longsor, tetapi kompetensi guru dalam pembelajaran kebencanaan serta kesiapan manajemen sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak dalam menyusun perangkat pembelajaran kebencanaan berbasis kearifan lokal dan membangun sistem manajemen sekolah tanggap bencana. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan, lokakarya, pendampingan, dan simulasi partisipatif yang melibatkan 42 guru dari lima sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, angket respons, penilaian perangkat, penilaian dokumen manajemen, dan observasi simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 49,77 menjadi 86,21. Sebanyak 85,7% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai kriteria, dan dihasilkan lima paket perangkat pembelajaran dengan nilai kelayakan rata-rata 90,00%. Seluruh sekolah mitra berhasil menyusun prosedur operasional kebencanaan, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan simulasi. Respons peserta mencapai 94,31% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pedagogis yang dipadukan dengan penataan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal efektif mendukung terwujudnya sekolah tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Sosial-Emosional Guru Menuju Sekolah Percontohan Anti-Perundungan di SD Pembangunan Laboratorium UNP Leni Zahara; Ary Kiswanto Kenedi; Yesi Anita; Anisa Yudita; Arinda Frismelly; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia; Nurul Husna Zakiyah; Asna Mardin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.197

Abstract

Perundungan di sekolah dasar memerlukan penanganan sistematis karena dapat mengganggu rasa aman, hubungan sosial, konsentrasi belajar, dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Kondisi awal di SD Pembangunan Laboratorium UNP menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai perundungan, kemampuan deteksi dini, dan strategi penanganan berbasis sosial-emosional masih terbatas, serta belum tersedia prosedur operasional standar pencegahan dan penanganan perundungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi sosial-emosional guru dan membangun sistem sekolah anti-perundungan yang terstruktur. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Metode kegiatan mencakup pemaparan materi, analisis kasus, permainan peran, refleksi, penyusunan strategi kelas aman, pengembangan prosedur, serta pembentukan Tim Anti-Perundungan Sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi simulasi, angket respons, serta penilaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 52,83 menjadi 87,42. Sebanyak 87,5% guru memperoleh kategori baik atau sangat baik dalam simulasi penanganan kasus, sedangkan produk program memperoleh nilai kelayakan 91,83%. Respons peserta mencapai 95,97% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi sosial-emosional yang disertai pembentukan sistem sekolah dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak melalui Perangkat Pembelajaran dan Manajemen Sekolah Tanggap Bencana Berbasis Kearifan Lokal Leni Zahara; Arwin Arwin; Bunga Febrimora Hendri; Ary Kiswanto Kenedi; Asna Mardin; Sherlyane Hendri; Yesi Anita; Nurul Husna Zakiyah; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.186

Abstract

Sekolah dasar di Nagari Guguak Tabek Sarojo dan Koto Gadang, Kabupaten Agam, berada pada wilayah rawan banjir dan tanah longsor, tetapi kompetensi guru dalam pembelajaran kebencanaan serta kesiapan manajemen sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Belajar Guru Merak dalam menyusun perangkat pembelajaran kebencanaan berbasis kearifan lokal dan membangun sistem manajemen sekolah tanggap bencana. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan, lokakarya, pendampingan, dan simulasi partisipatif yang melibatkan 42 guru dari lima sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, angket respons, penilaian perangkat, penilaian dokumen manajemen, dan observasi simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 49,77 menjadi 86,21. Sebanyak 85,7% guru mampu menyusun perangkat pembelajaran sesuai kriteria, dan dihasilkan lima paket perangkat pembelajaran dengan nilai kelayakan rata-rata 90,00%. Seluruh sekolah mitra berhasil menyusun prosedur operasional kebencanaan, membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta melaksanakan simulasi. Respons peserta mencapai 94,31% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi pedagogis yang dipadukan dengan penataan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal efektif mendukung terwujudnya sekolah tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan.
Penguatan Kompetensi Sosial-Emosional Guru Menuju Sekolah Percontohan Anti-Perundungan di SD Pembangunan Laboratorium UNP Leni Zahara; Ary Kiswanto Kenedi; Yesi Anita; Anisa Yudita; Arinda Frismelly; Atika Ulya Akmal; Azizah Gusdelia; Nurul Husna Zakiyah; Asna Mardin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.197

Abstract

Perundungan di sekolah dasar memerlukan penanganan sistematis karena dapat mengganggu rasa aman, hubungan sosial, konsentrasi belajar, dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Kondisi awal di SD Pembangunan Laboratorium UNP menunjukkan bahwa pemahaman guru mengenai perundungan, kemampuan deteksi dini, dan strategi penanganan berbasis sosial-emosional masih terbatas, serta belum tersedia prosedur operasional standar pencegahan dan penanganan perundungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi sosial-emosional guru dan membangun sistem sekolah anti-perundungan yang terstruktur. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Metode kegiatan mencakup pemaparan materi, analisis kasus, permainan peran, refleksi, penyusunan strategi kelas aman, pengembangan prosedur, serta pembentukan Tim Anti-Perundungan Sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi simulasi, angket respons, serta penilaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 52,83 menjadi 87,42. Sebanyak 87,5% guru memperoleh kategori baik atau sangat baik dalam simulasi penanganan kasus, sedangkan produk program memperoleh nilai kelayakan 91,83%. Respons peserta mencapai 95,97% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi sosial-emosional yang disertai pembentukan sistem sekolah dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.