Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia 5-6 Tahun Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Tk Qu Al-Izzah Dumai Putri, Febri Inike; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4302

Abstract

Penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan anak, karena pada masa ini anak berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam membentuk kebiasaan dan perilaku. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini. Peran tersebut terlihat melalui beberapa indikator, yaitu guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada anak, guru menjadi teladan dalam berbagai kegiatan pembiasaan, guru membimbing anak secara konsisten dalam melakukan berbagai kegiatan positif, serta guru berperan sebagai penghubung antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan kebiasaan baik kepada anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat pada anak usia dini.
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Nova, Hayati Aria; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Nova, Hayati Aria; Wilyanita, Nopa; Rizka, Nelti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
PENGARUH PERMAINAN BOWLING KARAKTER TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MIFTAHUL JANNAH RAWANG BINJAI KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Apri densi; Herwina; Nopa Wilyanita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.43830

Abstract

Perkembangan fisik/motorik adalah merupakan semua gerakan yang mungkin dilakukan oleh seluruh tubuh. Perkembangan motorik di artikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, dan perkembangan tersebut erat dengan kaitannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bowling karakter terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Miftahul Jannah Rawang Binjai Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen bentuk pre-test dan post-test control group design dengan jumlah sampel 20 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur berdasarkan indikator koordinasi mata dan tangan, keseimbangan tubuh, ketepatan lemparan, serta kekuatan dan kontrol gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan motorik kasar kelompok eksperimen meningkat dari 29 pada pre-test menjadi 55,8 pada post-test, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 23,7 menjadi 45,4. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan bowling karakter berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun.
Pola Asuh Orangtua dalam Penanaman Nilai Agama dan Budi Pekerti di KB Uwais al Qorni Desa Sungai Harapan Kabupaten Kampar Yusmaleni, Yusmaleni; Wilyanita, Nopa; Herwina, Herwina
Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education Vol 4 No 2 (2026): Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ajecee.v4i2.9363

Abstract

Although the instillation of religious values and moral character in early childhood has become an important concern in family education, studies that specifically describe parenting patterns in this context remain relevant for further exploration. This study aims to describe parenting patterns in instilling religious values and moral character in early childhood at KB Uwais Al Qorni, Sungai Harapan Village, Kampar Regency. This study used a field research method with a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of six parents of students who were selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that parents applied three types of parenting patterns, namely democratic, authoritarian, and permissive. Democratic parenting was the most dominant pattern, characterized by two-way communication, role modeling, habituation of worship, and the application of clear boundaries while still respecting the child’s opinions. Authoritarian and permissive parenting patterns were also found, although they were generally combined with democratic parenting. These findings show that the appropriate application of parenting patterns has a positive effect on the formation of children’s discipline, responsibility, politeness, and worship habits. The conclusion of this study emphasizes the importance of parents’ consistency in applying democratic parenting and the need for good cooperation with the school to strengthen the instillation of religious values and moral character in a sustainable manner.
Kinerja Guru dalam Mewujudkan PAUD Berkualitas di TPA Hidayatus Shibiyan Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi Yerita Yerita; Swandra Rahayu; Nopa Wilyanita
MASALIQ Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v6i2.9273

Abstract

Early Childhood Education (ECE) constitutes an important foundation in shaping children’s cognitive, social, emotional, and moral development, so the quality of its services is largely determined by teacher performance as the main implementer of the learning process. However, in practice, the optimization of teacher performance still faces various constraints, such as discipline, creativity in the use of learning media, flexibility in curriculum implementation, and parental involvement in supporting children’s educational process. These conditions were also found at TPA Hidayatus Shibiyan, Pangean Subdistrict, Kuantan Singingi Regency. This study aims to describe and analyze teacher performance in realizing quality ECE at the institution and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that teacher performance was in the fairly good category, as reflected in the commitment to preparing lesson plans and implementing activities in accordance with the curriculum. Nevertheless, several aspects were still not optimal, especially the consistency of time management, the variety and creativity of learning media, the flexibility of curriculum implementation oriented toward children’s individual needs, and the partnership system with parents, which had not yet been structured. Thus, improving the quality of ECE requires strengthening supervision, continuous training, and the development of systematic partnership programs between the institution and families. These findings emphasize that the continuous improvement of teacher performance is an important prerequisite for realizing higher-quality ECE services.